Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemampuan Mengenal Konsep Lambang Bilangan 1 – 10 Melalui Permainan Pohon Hitung pada Anak Usia 4 – 5 Tahun di BKB PAUD Harapan Bangsa Ockti Syafitri; Rohita Rohita; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.145 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.277

Abstract

Abstrak - Perkembangan kognitif merupakan aspek yang penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak, salah satunya yaitu mengenal konsep lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10 melalui permainan pohon hitung pada anak usia 4 – 5 tahun di BKB PAUD Harapan Bangsa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan selama 2 siklus, di mana satu siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 14 anak, yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi kemampuan anak dalam mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10, aktivitas guru dan anak serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan perhitungan statistika sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan dalam kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10 melalui permainan pohon hitung. Hal ini diketahui dari rata-rata anak yang mendapat skor 3 pada setiap indikator yaitu indikator membilang 1 – 10 siklus I sebesar 69,1% dan siklus II sebesar 100% artinya terdapat peningkatan sebesar 30,9%. Pada indikator menghubungkan benda-benda konkret dengan lambang bilangan 1 – 10 siklus I sebesar 55,4% dan siklus II sebesar 77,6% artinya terdapat peningkatan sebesar 22,2% dan pada indikator mengurutkan lambang bilangan 1 – 10 siklus I 44,7% dan siklus II sebesar 77,6% artinya terdapat peningkatan sebesar 32,9%. Pencapaian di siklus II sudah melebihi indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu sebesar 75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan pohon hitung dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10. Peningkatan terjadi karena dalam penelitian ini dilakukan melalui permainan dengan menggunakan media pohon hitung yang beracuan pada teori mengenai tahapan-tahapan mengenal lambang bilangan kepada anak dan dengan adanya motivasi berupa reward membuat anak lebih semangat dalam melakukan permainan.Kata Kunci - Mengenal Konsep Lambang Bilangan, Permainan Pohon Hitung, Anak Usia 4 – 5 TahunAbstract - Cognitive development is an important aspect in developing children's thinking skills, one of which is to recognize the concept of numeral symbol. This study aims to find out how to improve the ability to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10 through tree math game at the children aged 4 - 5 years of BKB PAUD Harapan Bangsa. This study is a classroom action research (CAR) using Kemmis and Mc Taggart model carried out in 2 cycles where one cycle consists of 3 meetings. The subjects of this study are 14 children, 9 of them are boys and the rest are girls. Data collection technique used in this study is observation towards the ability of children in recognizing the concept of numeral symbol 1 - 10, the teacher as well as the children activities and documentation. Data analysis technique used in this study is descriptive qualitative using simple statistical calculation. According to the research results it is known that there is an improvement in the ability to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10 through the tree math game. It can be seen from the average of children who got score 3 on each indicator which is counting 1 - 10 in cycle I is as much as 69,1% and in cycle II rises to 100%. It means that there is an increase of 30,9%. While on the indicator of connecting concrete objects with numeral symbols of 1 - 10 in cycles I show the average of 55.4% and in the second cycle rise to 77.6% which means there is an increase of 22.2%. Furthermore, on the indicator of sorting numeral symbol of 1 – 10 in cycle I show the average of 44.7 % and in cycle II climb to 77.6% which means there is an increase of 32.9%. Therefore, the achievement in cycle II has exceeded the predetermined success indicator of 75%. Based on the research results it can be concluded that the tree math game can improve the ability of children aged 4-5 years to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10. The improvement occurs because this study is carried out through the game using the tree math media which refers to the theory of the stages of knowing numeral symbol to the children and with the motivation in the form of reward to make them more enthusiastic in playing the game.Keywords - Knowing the Concept of Numeral Symbol, Tree Math Game, Children Aged 4 - 5 Years.
PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH SEBAGAI MEDI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI DI TENGAH PANDEMIC COVID-19 Rohita Rohita; Miranda Nur Alami; Rizqi Maulida
Riau Journal of Empowerment Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.4.2.105-118

Abstract

The existence of the co-19 pandemic is the cause of the implementation of large-scale social restrictions (PSBB), which resulted in almost all Indonesian people can only carry out their activities at home. As a result of the high activity being carried out at home, the by-products in the form of garbage also increased a lot. Both organic and inorganic waste, which often cannot be utilized. On the other hand, the educational process that usually occurs in schools now has to move to the house, with the mother acting as a teacher. Of the many stimulation needs that must be obtained by early childhood, religious values become the main thing that needs to be instilled as a foundation for them to be able to live their lives later. The purpose of this activity is to improve the ability of parents to use waste as a medium of Islamic learning in children. The activity was carried out in the South Tangerang area, with 15 participants having pre-school age children. The activity was carried out using the method of presenting material using a zoom cloud meeting, giving video tutorials, presenting the results of the work, and giving assignments. The results of the activity show that there are many media that participants can produce based on waste, especially cardboard and plastic, to be used in Islamic religious learning in early childhood.
Peningkatan Kapasitas Sekolah Berbasis Sistem Informasi Perangkat Pembelajaran Komunikasi Orangtua Murid di Jakarta Rohita Rohita; Nila Fitria; Tri Budianingsih; Dody Haryadi; Lusi Lian; Zaqiatul Mardiah; Yoedo Shambodo
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v4i1.1004

Abstract

Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat adalah dua wilayah di DKI Jakarta yang telah bekerjasama dengan Universitas al Azhar Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat pada program Sharing for Indonesia (S4I). Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu sudin pendidikan di kedua wilayah tersebut dalam peningkatan kapasitas sekolah akan pengetahuan dan keterampilan yang perlu dimiliki guru-guru baik di level TK, SD, SMP, hingga SMA/ SMK. Adanya pandemic 19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 memberi dampak cukup besar terutama pada aspek pendidikan, dimana guru harus dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan membelajarkan anak didiknya dengan memanfaatkan teknologi dalam model pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Peningkatan pengetahuan juga diperlukan bagi orangtua agar dapat mendampingi anak-anaknya selama belajar di rumah sekaligus dapat bertahan di masa sulit akibat Covid 19. Solusi yang akan diberikan adalah dengan meningkatkan kapasitas sekolah melalui pemanfaatan Sistem Informasi Perangkat Pembelajaran Komunikasi Orangtua Murid (SIPPKOM). SIPPKOM diberikan dengan mengunakan metode sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kepala sekolah, guru, serta orangtua dari level pendidikan anak usia dini, yaitu TK, SD, SMP, serta SMA dan SMK di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Kehadiran peserta tersebut dilakukan bekerjasama dengan mitra suku dinas pendidikan dari kedua wilayah tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kepuasan serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta setelah mengikuti kegiatan dan memanfaatkan SIPPKOM pada fitur layanan konsultasi dan kegiatan S4I. Simpulan dari kegiatan ini adalah SIPPKOM dapat meningkatkan kapasitas sekolah di masa pandemik, untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru-guru di sekolah tersebut.Kata kunci: Kapasitas sekolah, SIPPKOM, sharing for Indonesia, layanan konsultasi
PEMANFAATAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU TAMAN KANAK-KANAK DI DESA CIKIDANG, SUKABUMI Rohita Rohita; Nila Fitria
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i2.382

Abstract

AbstrakKemampuan mengajar merupakan salah satu indikator dari kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru, yang diantaranya dapat dilihat dari penguasaan materi, penentuan kegiatan serta pengelolaan kelas.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan mengajar guru dalam hal menyusun, menyampaikan, menentukan kegiatan main, serta mengelola tempat main. Solusi yang akan diberikan adalah dengan menggunakan teknik mind mapping, yaitu sebuah alat perencanaan untuk dapat membantu guru-guru merencanakan, menyusun, dan mengurutkan konten dari apa yang akan mereka ajarkan. Melalui mind mapping guru dapat melihat dengan jelas poin-poin apa saja yang akan disampaikan yang selanjutnya disusun menjadi materi untuk diberikan pada anak, serta kegiatan-kegiatan yang dapat diberikan sesuai dengan tema dan sub tema yang telah ditentukan. Peserta kegiatan adalah guru-guru PAUD di Desa Cikidang, Sukabumi dengan latar belakang pendidikan SMA.Metode yang digunakan adalah pengenalan mind mapping, workshop, simulasi mengajar, dan penerapan hasil mind mapping dalam kelas. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan guru dalam menyusun dan menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan tema dan sub tema, menentukan kegiatan main, serta melakukan penataan lingkungan main setelah menggunakan teknik mind mapping.Kata Kunci: Mind mapping, Kemampuan mengajar, Guru Taman kanak-kanakAbstractTeaching ability is one indicator of pedagogical competencies that must be possessed by teachers, which can be seen from the mastery of the material, the determination of activities, and classroom management. The purpose of this community service activity is to improve the ability to teach teachers in terms of compiling, delivering, determining play activities, and managing the playground. The solution to be provided is to use mind mapping techniques, which are a planning tool to help teachers plan, arrange, and sort the content of what they will teach. Through mind mapping, the teacher can see clearly what points will be delivered which are then arranged into a material to be given to children, as well as activities that can be given by following per under the themes and sub-themes that have been determined. Participants in the activity were PAUD teachers in Cikidang Village, Sukabumi with a high school education background. The method used is the introduction of mind mapping, workshops, teaching simulations, and the application of mind mapping results in the classroom. The results of community service activities show that there is an increase in the ability of teachers to compile and deliver learning material by following per under themes and sub-themes, determine play activities, and arrange the playing environment after using mind mapping techniques.Keyword: Mind mapping, Teaching-ability, Kindergarten teacher
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELA-JARAN HARIAN BERBASIS KURIKULUM 2013 BAGI GURU-GURU PAUD Rohita Rohita; Nila Fitria
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.335

Abstract

Abstrak Hasil penelitian mengenai Pengetahuan, Pemahaman Dan Penerapan Kurikulum 2013 Guru-Guru TK yang dilakukan oleh Rohita dan Fitria (2017) diketahui bahwa tingkat pengetahuan guru mengenai kurikulum 2013, sebesar 95.8%,dan tingkat pemahaman sebesar 21%. Namun, 91,7% responden mengalami kesulitan dalam memahami kurikulum 2013 serta kesulitan dalam menggunakan kurikulum 2013. Sementara dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) berbasis kurikulum 2013, 58.40% guru belum menggunakan kurikulum 2013 dalam menyusun perencanaan pembelajaran, serta 79.20% merasa kesulitan dalam menyusun RPPH menggunakan kurikulum 2013. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru PAUD dalam menyusun RPPH berbasis Kurikulum 2013. Metode kegiatan yang dilaksanakan berupa pemberian pre tes, penyajian materi, simulasi pelaksanaan pembelajaran sesuai RPPH yang telah disusun sebelumnya, dan pemberian pos tes. Subjek penelitian adalah guru-guru PAUD di wilayah Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yaitu sebesar 25% yang diikuti dengan peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun RPPH, yaitu sebesar 37.50% dibandingkan sebelum pelatihan. Hal ini disebabkan salah satunya karena metode pelatihan yang dilakukan dengan cara penyampaian materi, workshop dan simulasi. Namun dalam pelaksanaan simulasi, guru-guru PAUD belum mampu menghadirkan media sesungguhnya atau bentuk tiga dimensi dalam proses penyampaian materi. Sementara media yang digunakan masih lebih banyak pemakaian paper and pencil. Adapun simpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman guru PAUD dalam menyusun RPPH Berbasis Kurikulum sebesar 25% dan peningkatan kemampuan guru PAUD dalam menyusun RPPH Berbasis Kurikulum sebesar 37.50%.Kata Kunci : Guru PAUD, Kurikulum 2013, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran HarianAbstrak The results of the study on Knowledge, Understanding and Application of 2013 Curriculum for Kindergarten Teachers conducted by Rohita and Fitria (2017) revealed that the level of teacher knowledge about the 2013 curriculum was 95.8%, and the level of understanding was 21%. However, 91.7% of respondents experienced difficulties in understanding the 2013 curriculum and difficulties in using the 2013 curriculum. While in the preparation of the 2013 curriculum-based Daily Learning Plan (RPPH), 58.40% of teachers did not use the 2013 curriculum in preparing learning plans, and 79.20% felt the difficulty in preparing RPPH using the 2013 curriculum. The purpose of this activity was to improve the understanding and ability of PAUD teachers in compiling RPPH based on 2013 curriculum. The method of the activities carried out was giving pre-tests, presenting material, implementing simulation according to RPPH previously prepared, and giving test post. The research subjects were PAUD teachers in the Tanah Abang District, Central Jakarta. The results of the training activities showed an increase in participants' understanding of 25% followed by an increase in the ability of participants to prepare RPPH, which was 37.50% compared to before training. This is due to one of them because the training method is carried out by delivering material, workshops and simulations. But in the implementation of simulations, PAUD teachers have not been able to present real media or three-dimensional forms in the process of delivering material. While the media used is still using paper and pencil. The conclusion of this activity is that there is an increase in the understanding of PAUD teachers in compiling curriculum-based RPPH by 25% and an increase in the ability of PAUD teachers to develop curriculum-based RPPH of 37.50%.Keywords: 2013 Curriculum, Daily Learning Implementation Plan, PAUD Teachers   
Penerapan Model Pembelajaran Area untuk Mendukung Kemampuan Kognitif Anak dalam Pembelajaran Daring Rohita Rohita; Nurul Anisa; Syaidhatul Nur Fitriah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.1753

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang penerapan model pembelajaran area untuk mendukung kemampuan kognitif anak dalam pembelajaran daring. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengolah data yang diperoleh. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria utama lembaga yang menggunakan model pembelajaran area. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pandemic, pendidik menerapkan model pembelajaran area dalam mendukung kemampuan kognitif anak yang mencakup kemampuan pemecahan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolik dengan membuka area Matematika sebagai satu dari 3 area yang disediakan, menggunakan pendekatan teacher centered learning, menggunakan strategi direct instruction, serta menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran. Namun selama daring, lembaga tidak dapat menerapkan prosedur model pembelajaran area yang memfasilitasi kebebasan anak untuk memilih dan melakukan kegiatan yang diminatinya.
Pemanfaatan Mobile-Kesehatan Ibu Anak untuk Memantau Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Putri Aulia Diani; Putri Wimbi Diani; Dewi Asnawiyah; Nurfadilah Nurfadilah; Nila Fitria; Rohita Rohita
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v4i3.1305

Abstract

Suku Dinas Pendidikan Wilayah I yang menaungi 4 kecamatan di daerah Jakarta Pusat, telah melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan kepada para guru dan orang tua pada 4 kecamatan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa sejak pandemi covid-19 pemantauan tumbuh kembang anak sulit untuk dilakukan karena pembelajaran dialkukan secara online. Guru hanya memberitahu kepada orang tua untuk memberikan makanan yang sehat kepada anak. Mobile Kesehatan Ibu Anak (m-KIA) merupakan salah satu solusianya karena adalah Aplikasi Mobile yang merupakan transformasi pengembangan teknologi digital pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Kegiatan dilakukan secara online dan offline selama 3 hari pada bulan Desember 2021, dalam bentuk seminar, pelatihan, pendampingan dan diskusi. Hasil dari rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa melalui m-KIA para guru dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang anak dengan mudah.Kata kunci: Tumbuh kembang, deteksi dini, M-KIA
Pembuatan Games Edukatif Berbasis Power Point Untuk Mendukung Kemampuan Kognitif Anak Taman Kanak-kanak Rohita Rohita; Nurfadilah Nurfadilah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v4i3.916

Abstract

Pandemi Covid-19 seolah mendukung dan memaksa pendidik untuk berusaha lebih ekstra dalam meningkatkan berbagai kemampuannya, terutama dalam penguasaan IT. Program pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara dalam jaringan membutuhkan kemampuan guru untuk dapat menyajikan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang ada. Di sisi lain dunia anak yang dikenal dengan dunia bermain tidak bisa juga diabaikan. Perlu ada upaya untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak untuk dapat belajar dalam sistem pembelajaran saat ini namun memperoleh pencapaian kemampuan sesuai dengan yang diharapkan. Khususnya pembelajaran untuk mendukung kemampuan kognitif anak.Solusi untuk mengatasi kondisi tersebut di antaranya dilakukan dengan meningkatkan kemampuan guru membuat games edukatif dengan menggunakan powerpoint. Kegiatan yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2021 secara daring dengan jumlah peserta sebanyak 14 orang guru dengan mitra Paud Di Rumahku (PDR) 4 Jakarta Selatan. Kegiatan dilaksanakan dengan pemberian materi, penugasan dan pendampingan, presentasi dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini adalah 100% peserta mampu membuat games edukatif dengan konten untuk mengembangkan kemampuan kognitif mencakup games pemecahan masalah, games berpikir logis, dan games berpikir simbolik dengan menggunakan fitur gambar, suara, dan hyperlink. Adanya games edukatif ini disambut antusias oleh anak-anak murid di masing-masing lembaga dan didukung oleh orangtua dalam penggunaannya.Kata kunci: Games edukatif, Kemampuan kognitif, Guru TK
Efektivitas Penggunaan Sistem Informasi Perangkat Pembelajaran dalam Membuat Penilaian Pembelajaran di PAUD Nadhifah Rahmadini Hidayat; Rohita Rohita
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.3444

Abstract

Sistem informasi perangkat pembelajaran (SIPP), merupakan sebuah system yang ditujukan untuk memudahkan guru dalam melakukan input penilaian hasil pembelajaran. Dengan berbasis pada website, guru dapat melakukan penilaian menggunakan metode observasi berupa ceklis, penugasan, hasil karya, dan catatan anekdot. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan SIPP dalam membuat penilaian hasil pembelajaran di lembaga PAUD. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan analisis statistik deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Kuesioner diberikan dengan menggunakan skala likert. Populasinya adalah guru-guru berjumlah 30 orang dari 13 lembaga PAUD wilayah Jakarta Selatan dan Depok yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan menggunakan SIPP dalam membuat penilaian hasil pembelajaran. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan SIPP tergolong ke dalam kategori efektif. Efektifnya SIPP dalam membuat penilaian hasil pembelajaran, diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru dalam menyelesaikan salah satu tugasnya yaitu melakukan penilaian.
PERAN GURU DALAM PENUMBUHAN MINAT BACA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD AN NAHL PANCORAN MAS DEPOK Iki Farini; Rohita Rohita
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v5i2.1590

Abstract

memiliki minat baca merupakan hal yang penting daripada kemampuan membaca itu sendiri. Adanya minat baca mendorong seseorang untuk memiliki kemauan membaca dan pada akhirnya memiliki kemampuan untuk membaca. Gambaran pelaksanaan peran guru dalam penumbuhan minat baca menjadi tujuan dari penelitian ini. Peran tersebut meliputi peran guru sebagai kreator, motivator, dinamisator, supervisor, konselor dan evaluator. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskripti kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Model Miles dan Hubberman dengan 4 tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data digunakna untuk menganalisis data yang terkumpul. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang guru dan 10 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya dalam penumbuhan minat baca melalui berbagai strategi, termasuk mengajak anak berkunjung ke perpustakaan kota Depok. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah agar guru lebih banyak memiliki strategi untuk melaksanakan perannya dalam menumbuhkan minat baca anak, terutama pada perannya sebagai dinamisator dan supervisor