Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan bahan ajar biologi berbasis inkuiri pada materi keanekaragaman hayati terintegrasi potensi lokal Indow, Detty Gunarsi; Sirait, Silvia Hanna Kusuma; Jeni, Jeni
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i2.90

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal di kelas, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar biologi berbasis inkuiri tentang bahan keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan potensi lokal di SMA N 1 Warmare. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D), yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menciptakan atau menghasilkan produk baru yang efektivitasnya akan diuji kemudian sebelum produk tersebut digunakan di suatu lembaga atau sebagainya. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analisis-Desain-Pengembangan-Implementasi-Evaluasi) dalam bentuk bahan ajar biologi berbasis inkuiri tentang bahan keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat validitas dan kepraktisan. Hasil penelitian tentang validasi bahan ajar biologi dinilai oleh validator dengan nilai yang harus sangat valid atau valid sebagai syarat agar perangkat tersebut dapat diimplementasikan dan memenuhi kriteria. Hasil validasi bahan ajar menunjukkan 89% berada dalam kategori sangat valid. Hasil kuesioner tanggapan siswa memperoleh respons positif, yaitu 93,75% dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar biologi berbasis inkuiri tentang keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan potensi lokal di SMA N 1 Warmare cocok digunakan karena telah dikategorikan sangat valid dan praktis, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran.
Development of a supplementary book based on research of the ground kangaroo (Dorcopsis luctuosa) for biology students in higher education Febelina Febriana Sremere; Silvia Hanna Kusuma Sirait; Iwan Iwan
Journal of Research in Instructional Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Research in Instructional
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jri.v6i2.83

Abstract

This research aimed to develop a research-based supplementary book on ground kangaroos (Dorcopsis luctuosa) as teaching material for the Mammalogy course. The study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model. The subjects were Biology Education students from the Faculty of Teacher Training and Education, University of Papua, who were taking the Mammalogy and New Guinea Biota Conservation course. The research instruments included an expert validation sheet, a student response questionnaire, and learning outcome tests (pre-test and post-test). The expert validation results showed an average percentage of 81.35%, categorized as highly valid. Student responses averaged 92.43%, categorized as highly practical. The supplementary book effectively improved students' learning outcomes from an average pre-test score of 64.55 to a post-test score of 95.58, with an N-Gain value of 0.88. Therefore, the supplementary book based on ground kangaroo (Dorcopsis luctuosa) research is suitable for use as supporting teaching material in the Mammalogy and New Guinea Biota Conservation course.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BIOTEKNOLOGI UNTUK PENGUATAN LITERASI BIOTEKNOLOGI PESERTA DIDIK DI SMAN TARUNA KASUARI NUSANTARA Idola Dian Yoku Nebore; Nuryanti Rumalolas; Johanis Paulus Kilmaskossu; Silvia Hanna Kusuma Sirait; Saidah Rumatan; Pinike Injani Wambrauw; Barselina Novela Raunseror; Enggelin Anderi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.14309

Abstract

Biotechnology literacy is one of the essential competencies that students need to develop in response to rapid advances in science and technology in the twenty-first century. However, biotechnology learning in schools is still predominantly theoretical, providing limited opportunities for students to experience its real-life applications. This community service program aimed to enhance students' biotechnology literacy through hands-on training in producing simple biotechnology-based products at SMAN Taruna Kasuari Nusantara, Manokwari. The activity was conducted on September 29, 2025, involving forty senior high school students. The implementation consisted of lectures, demonstrations, practical sessions, discussions, and reflection activities. The biotechnology products introduced were Virgin Coconut Oil (VCO) and kombucha tea as examples of conventional biotechnology utilizing locally available materials. The results indicated that students actively participated throughout the training, demonstrated a better understanding of basic biotechnology concepts, and successfully practiced the production procedures independently. Interactive discussions also revealed increased curiosity regarding fermentation processes, the role of microorganisms, and the entrepreneurial potential of biotechnology products. Practical-based learning provided meaningful learning experiences that strengthened students' understanding of biotechnology applications in everyday life. Therefore, this program can serve as an alternative learning strategy to improve scientific literacy and twenty-first-century skills among senior high school students. ABSTRAK Literasi bioteknologi merupakan kompetensi penting bagi peserta didik untuk memahami penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran bioteknologi di sekolah masih cenderung berorientasi pada penguasaan konsep sehingga kesempatan peserta didik untuk memperoleh pengalaman praktis masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual melalui pelatihan pembuatan produk bioteknologi sekaligus memperkuat literasi bioteknologi peserta didik di SMAN Taruna Kasuari Nusantara, Manokwari. Kegiatan dilaksanakan pada 29 September 2025 dengan melibatkan 40 peserta didik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan refleksi. Produk yang diperkenalkan berupa Virgin Coconut Oil (VCO) dan teh fermentasi kombucha sebagai contoh penerapan bioteknologi konvensional dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta, tanya jawab, diskusi, praktik pembuatan produk, dan refleksi untuk mengidentifikasi pemahaman peserta terhadap konsep dasar bioteknologi, proses produksi, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik terlibat aktif dalam seluruh tahapan pelatihan, mampu mengikuti prosedur pembuatan VCO dan kombucha, serta dapat menjelaskan konsep dasar fermentasi dan pemanfaatan mikroorganisme dalam proses bioteknologi. Kegiatan juga memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk menghubungkan konsep bioteknologi dengan pemanfaatan sumber daya lokal dan potensi pengembangan produk bernilai ekonomi. Pelatihan berbasis praktik dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran kontekstual untuk mendukung penguatan literasi bioteknologi, keterampilan praktis, kolaborasi, dan wawasan kewirausahaan peserta didik.
PENGENALAN MAMALIA LOKAL WONDIBOI MELALUI MEDIA LUDO EDUKATIF DI SMAN 1 WONDAMA Aksamina Maria Yohanita; Egi Purnama; Nuryanti Rumalolas; Silvia Hanna Kusuma Sirait; Semuel Sander Erari; Salsabila Jasmine Frantoe; Sania Loisiana Yomaki; Esterlita Bonggoibo; Yohanes Sembori Sawor
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.14429

Abstract

This community service activity was motivated by the limited utilization of local biodiversity as a biology learning resource at SMAN 1 Wondama, particularly local mammals in the Wondiboi area. This condition highlights the need for learning media that can introduce local biodiversity in an engaging and contextual manner while fostering students’ awareness of wildlife conservation in their surrounding environment. This activity aimed to introduce local Wondiboi mammals to students through an educational Ludo game while providing an interactive and contextual learning experience. The activity was conducted on January 19, 2026, at SMAN 1 Wondama, Teluk Wondama Regency, Southwest Papua, involving 58 twelfth-grade students. The activity employed a participatory approach consisting of preparation, outreach, material presentation through an educational Ludo game, and reflection and feedback. The materials covered the names, morphological characteristics, habitats, ecological roles, and conservation efforts of local Wondiboi mammals. Evaluation was conducted through observations of student engagement, a student response questionnaire, question-and-answer sessions, reflection, and feedback from the accompanying teacher. The results showed that the educational Ludo game created an interactive learning environment and encouraged students’ attention, active engagement, participation, curiosity, and enthusiasm throughout the activity. Students also responded positively to the local mammal materials and gained information about the diversity of Wondiboi mammals and the importance of their conservation. The activity demonstrates that educational Ludo games can serve as an alternative local-potential-based biology learning medium that supports contextual learning and conservation education in schools. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber belajar biologi di SMAN 1 Wondama, khususnya mamalia lokal Wondiboi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan media pembelajaran yang mampu memperkenalkan biodiversitas lokal secara menarik, kontekstual, dan mendorong kepedulian peserta didik terhadap konservasi satwa di lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mamalia lokal Wondiboi kepada peserta didik melalui media ludo edukatif sekaligus memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Januari 2026 di SMAN 1 Wondama, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dengan melibatkan 58 peserta didik kelas XII. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tahap persiapan, sosialisasi, pemaparan materi melalui permainan ludo edukatif, serta refleksi dan umpan balik. Materi yang disajikan mencakup nama, ciri morfologi, habitat, peranan ekologis, dan upaya konservasi mamalia lokal Wondiboi. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta didik, angket respons, tanya jawab, refleksi, dan tanggapan guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media ludo edukatif menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan mendorong perhatian, keaktifan, partisipasi, rasa ingin tahu, serta semangat peserta didik dalam mengikuti kegiatan. Peserta didik juga menunjukkan respons positif terhadap materi mamalia lokal dan memperoleh informasi mengenai keberagaman serta pentingnya menjaga kelestarian fauna Wondiboi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ludo edukatif dapat menjadi alternatif media pembelajaran biologi berbasis potensi lokal yang mendukung pembelajaran kontekstual dan pendidikan konservasi di sekolah.