Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Karakteristik Anak Dengan Gangguan Penglihatan Di Lembaga PAUD Arthamevia Putri, Alya; Setiyatna, Hery
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2059

Abstract

Artikel ini membahas karakteristik anak dengan gangguan penglihatan atau tunanetra, yang merujuk pada individu yang mengalamimasalah dalam kemampuan melihat, baik sebagian (low vision) maupun keseluruhan (total blind atau buta). Penting untuk mendefinisikan ketunanetraan berdasarkan fungsi penglihatan yang masih ada untuk mempermudah penyediaan layanan Pendidikan dan keterampilan pendukung. Secara umum, tunanetra diklasikfikasikan menjadi tiga kategori : Tunanetra Ringan (Defective Vision/Low Vision), Tunanetra Setengah Berat (Partially Sighted), dan Tunanetra Total (totally Blind). Penyebab ketunanetraan berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal (endogen) meliputi faktor genetic, kekurangan gizi, kondisi mental ibu hamil, dan paparan racun obat. Faktor eksternal (eksogen) termasuk penyakit (seperti virus Rubella atau kuman sifilis), kecelakaan (fisik atau paparan radiasi/gas beracun), serta kerusakan pada lensa mata. Karakteristik anak tunanetra mencakup aspek kognitif (keterbatasan pengalaman, bergerak, dan interaksi lingkungan), akademik, sosial dan emosional (membutuhkan petunjuk dalam interaksi sosial), dan perilaku (tidak langsung mengakibatkan penyimpangan perilaku). Dalam pembelajaran, anak tunanetra memerlukan strategi pengajaran yang sangat spesifik karena cara belajar mereka berbeda.
The Role of Online Learning Platforms in Supporting Inclusive Education in Indonesia Rangkuti, Zulkifli; Yahya Obaid, Moh.; Sonjaya, Iwan; Tahir, Muhammad; Setiyatna, Hery
Mandalika: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol 4 No 1 (2026): Mandalika Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jipb.v4i1.373

Abstract

Inclusive education is a central goal in creating equitable education systems; however, Indonesia continues to face challenges related to learner diversity, socio-economic disparities, and geographical inequalities. The expansion of online learning platforms offers opportunities to foster more inclusive learning environments. This study explores the role of online learning platforms in supporting inclusive education in Indonesia using a qualitative literature review approach. Academic publications from 2018–2025 were systematically selected, and ten core articles were analyzed through thematic analysis. The findings indicate a moderate to significant impact of online learning platforms on inclusive education, particularly in enhancing accessibility, instructional flexibility, and personalized learning for diverse learners. When integrated with inclusive pedagogical strategies, digital platforms also contribute to increased student engagement and participation. Nevertheless, major challenges persist, including digital divides, limited teacher digital competence, uneven infrastructure, and policy–practice gaps. The study concludes that optimizing digital-based inclusive education requires targeted infrastructure investment, continuous teacher training in inclusive digital pedagogy, and stronger alignment between policy and practice.
Manajemen Pendidikan dan Pelatihan Kursus Gerakan Pramuka Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta dalam Menyiapkan Pembina Pramuka Riptono, Riptono; Rohmadi, Yusup; Setiyatna, Hery
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.5335

Abstract

Basic Advanced Course (KMD) Training is a strategic program to equip students of the Elementary Madrasah Teacher Education Study Program (PGMI) at UIN Raden Mas Said Surakarta to be able to carry out dual roles as teachers and Scout leaders. This study aims to describe the management of KMD training which includes aspects of planning, implementation, evaluation, and certification. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that training planning is carried out systematically through cooperation between the university and the Branch Office, implementation prioritizes interactive andragogy methods, evaluation covers cognitive, affective, and psychomotor domains, and certification is national in nature and is an official requirement for Scout leaders. The conclusion of this study is that the management of KMD training has been implemented effectively and has a positive impact on improving the competence, leadership, and readiness of PGMI students as Scout leaders in the elementary education environment.
Manajemen Peer Education dalam Membangun Budaya Anti-Bullying di Pondok Pesantren dan Boarding School:: Sebuah Systematic Literature Review Mika Edison; Hery Setiyatna
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i2.1076

Abstract

Perundungan (bullying) di pondok pesantren dan boarding school merupakan isu serius yang berdampak pada kesehatan psikososial santri. Pendekatan peer education (pendidikan sebaya) menawarkan potensi solusi yang menjanjikan, namun kajian dari perspektif manajemen masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen peer education dalam membangun budaya anti-bullying serta merumuskan kerangka manajerial yang aplikatif bagi pesantren dan boarding school. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, yang diterapkan pada basis data Scopus, Web of Science, Garuda, dan Google Scholar untuk periode 2015–2026. Dari hasil pencarian, sebanyak 13 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Analisis menunjukkan bahwa manajemen peer education yang efektif terdiri atas empat pilar utama: (1) assessment dan pemetaan sebagai fungsi planning; (2) rekrutmen dan pelatihan peer educator sebagai fungsi organizing & staffing; (3) implementasi program sebagai fungsi actuating; dan (4) monitoring, evaluasi, serta keberlanjutan sebagai fungsi controlling. Model STAC, TEI, peer mentorship berbasis komunitas, serta program IPPNU teridentifikasi sebagai strategi unggulan yang dapat diadaptasi secara kontekstual dengan nilai spiritual khas pesantren, yaitu ta‘ẓīm (penghormatan kepada guru/senior), ukhuwah (persaudaraan), dan tawāḍu‘ (kerendahan hati). Integrasi nilai-nilai lokal ini penting untuk mencegah resistensi budaya sekaligus memperkuat keberterimaan program. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen peer education yang terstruktur melalui empat pilar berbasis kerangka POAC mampu mendukung terbentuknya budaya anti-bullying di pesantren dan boarding school. Untuk efektivitas yang lebih luas, diperlukan adaptasi model sesuai dengan karakteristik masing-masing lembaga, baik tradisional, modern, maupun boarding school umum.
PERAN KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA GURU DAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Naura Huwaida; Nimas Ayu; Lailatus Syahria; Restu Cindy; Hery Setiyatna
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, efektivitas, hambatan, dan strategi peningkatan komunikasi antara guru dan orang tua dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelusuran literatur ilmiah 10 tahun terakhir yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru dan orang tua berlangsung melalui komunikasi langsung (rapat wali murid, parenting, home visit) dan tidak langsung (buku penghubung, rapor, WhatsApp). Komunikasi tersebut cukup efektif secara umum dalam mendukung penyampaian informasi perkembangan anak serta meningkatkan keterlibatan orang tua, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan waktu, perbedaan persepsi, serta kendala komunikasi digital. Oleh karena itu, penguatan komunikasi guru dan orang tua diperlukan melalui penerapan strategi yang tepat, sistematis, dan berkelanjutan untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.
PENGGUNAAN MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA IPAS PADA SISWA KELAS V MIN 3 ACEH BARAT Teuku Yusran; Hery Setiyatna; Agus Widada
AL-IHTIRAFIAH: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. 5 No. 2 (2025): Al-Ihtirafiah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/ppybwe46

Abstract

Penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa materi energi listrik pada siswa kelas V MIN 3 Aceh Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi energi listrik pada siswa kelas V MIN 3 Aceh Barat tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data dikumpulkan dengan Observasi, Angket, Test, dan Dokumen. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan Analisis deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perolehan nilai tiap-tiap siklus mengalami peningkatan, prosentase pemahaman siswa pada kegiatan Pra siklus kategori tuntas 31%, kategori tidak tuntas 69%, pada Siklus I kategori tuntas 53%, dan kategori tidak tuntas 47%, pada Siklus II kategori tuntas 69%, dan kategori tidak tuntas 31%, sedangkan pada Siklus III kategori tuntas 94% sedangkan kategori tidak tuntas adalah 2%. Dengan demikian terbukti bahwa pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V MIN 3 Aceh Barat terhadap materi energi listrik
Facilitating Language Growth for Children with Language Disorders: Can Teachers Act as Key Catalysts? Virania Kusuma Dewi; Hery Setiyatna
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 7 No. 1 (2026): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/seulanga.v7i1.6781

Abstract

Language development is an important aspect of early childhood education because it serves as a basis for communicating, thinking, and expressing oneself. However, not all children achieve optimal language development, some children experience language delays that can affect social, emotional, and academic abilities in the future. This study aims to describe the role of teachers in stimulating early childhood language development with language disorders in Bintang Kreasi early childhood education center. The research approach used is qualitative with a case study method. The data collection techniques in this study included observation, interviews, and documentation of classroom teachers and three children who showed symptoms of speech delay. The results of the study show that early childhood education center teachers in Bintang Kreasi have an important role as facilitators, language models, and emotional assistance for children with language disorders. The stimulation strategies carried out include interactive storytelling activities, singing, role-playing, and the use of media adapted to children's abilities. In addition, Bintang Kreasi early childhood education center teachers also apply a personal approach and gradual communication to foster children's confidence in speaking. In addition, collaboration between teachers, parents, and therapists is key in maintaining the consistency of stimulation at school and at home.
Kualitas Komunikasi Guru–Anak: Kesesuaian Bahasa Dengan Perkembangan Kognitif Dan Bahasa Anak Usia Dini Salma Kusuma Ningrum; Alya Arthamevia Putri; Syarafina Putri Nabila; Luthfi Acintya Kurniadewi; Hery Setiyatna
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas komunikasi guru-anak dan kesesuaian penggunaan bahasa dengan perkembangan kognitif dan bahasa anak usia dini di TK Siwi Kinasih. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menurut hasil penelitian, penggunaan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami telah membantu guru berkomunikasi sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung pertumbuhan anak, guru juga menggunakan komunikasi nonverbal seperti kontak mata, ekspresi ramah, dan intonasi lembut.Penggunaan kegiatan di kelas dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, dan Bahasa Inggris juga meningkatkan keterampilan bahasa anak. Selain itu, metode pembelajaran interaktif seperti bernyanyi, bermain, dan percakapan sederhana meningkatkan kemampuan berbicara anak, pemahaman mereka tentang pelajaran, dan keberanian mereka untuk berinteraksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan bahasa, kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi guru-anak. Oleh karena itu, guru harus terus berkomunikasi dengan baik, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik.