Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran Koperasi Dalam Upaya Penguatan Kelembagaan Petani di Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat Devi Agustia; Khori Suci Maifianti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.889 KB)

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanyapeningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenaiperanan koperasi bagi peningkatan kesejahteraan petani khususnyadan masyarakat pada umumnya. Keberadaan koperasi seperti yangdiamanatkan UU nomor 25 tahun 1992 memiliki peran yang sangatstrategis yaitu sebagai gerakan ekonomi rakyat. Mengingat strategisdan pentingnya keberadaan koperasi, maka kegiatan inimemfokuskan pada peningkatan pengetahuan dan pemahamanmasyarakat dalam pendirian dan pengelolaan koperasi denganmateri kegiatan : peran koperasi, proses pendiriankoperasi,badanhukumkoperasi, keorganisasian koperasi, kegiatan dan usahakoperasi, permodalan, dan sisa hasil usaha koperasi. Kegiatan inidilakukan dengan metode penyampaian materi mengenai koperasidan diskusi yangdilaksanakandiBalai Desa Alue Sundak KecamatanArongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat.Peserta yang terlibatadalah petani yang tergabung dalam komunitas dampinganyayasan XYZ dari desa Alue Sundak dan desa Alue Batee. Targetdan luaran yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini adalahmeningkatnya pengetahuan dan pemahaman petani komunitasdampingan yayasan XYZ maupun masyarakat mengenaiperkoperasian dan memotivasi petani untuk membentuk koperasi.
Majalah Dinding Sebagai Media Komunikasi Bidan Desa Terpencil Khori Suci Maifianti; Devi Agustia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.294 KB)

Abstract

Komunikasi memerlukan timbal balik antara pemberi dan penerimapesan. Hal ini juga terjadi antara bidan desa dengan kader-kaderdan masyarakat yang mengikuti posyandu. Dalam memudahkankomunikasi diperlukan media komunikasi. Majalah dindingmerupakan salah satu media untuk memudahkan komunikasi antarabidan desa, kader-kader dan masyarakat desa. Posyandudilaksanakan sebulan sekali, sehingga banyak sekali informasi yangingin disampaikan oleh bidan desa tetapi waktunya sangat singkat.Majalah dinding menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapibidan desa. Semua informasi tertera dimajalah dinding, sehinggamemudahkan komunikasi antara bidan, kader-kader dan masyarakatdesa. Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 12 Desember 2017dengan tujuan memudahkan bidan desa melakukan komunikasidengan kader-kader dan masyarakat desa melalui majalah dinding.Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan sosial yaitubidan desa, kader-kader dan masyarakat desa terlibat dalampembuatan majalah dinding. Hasil dari pengabdian ini adalahdimana kader-kader dan masyarakat memperoleh informasi tanpaharus bertanya kepada bidan desa. Bahkan mereka juga akanmemanfaatkan majalah dinding polindes jika ada informasikesehatan yang mereka dapatkan.
Analisis Kesejahteraan Petani Tembakau Dampak Politik Kebijakan Pemerintah di Masa Pandemi Fachmi Ibrahim; Rasmira; Khori Suci Maifianti
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 04 (2022): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu ( Agustus-September)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the Covid-19 pandemic various problems faced by farmers such as price stability, distribution, and uncertainty of purchasing agricultural products. Therefore, it is required the government make policies that support farmers. Agriculture is one of the sectors that continue to exist during the Covid-19 pandemic, proven in the second quarter of 2020 to contribute 15.46% to the total gross domestic product (GDP) and play an important role in the Indonesian economy. The first policy issued by the government in the form of social and physical distancing make the movement of people limited. The dynamics of the development of Covid-19 are unstoppable so that the government issued a Large-Scale Social Restriction Policy (PSBB) that further lowers the wheels of the Indonesian economy. Whatever policy is issued have an impact on agricultural products to disrupt the welfare of farmers. The aim of the study is to analyze the well-being of tobacco farmers related to government policies during the Covid-19 pandemic with a case study approach and qualitative methods of phenomenology. The results showed there were various impacts due to the Covid-19 pandemic, but government policies related to agriculture during the Covid-19 pandemic have not sided with tobacco farmers, therefore, policies are needed that are not only top-down but based on the analysis of the situation and needs of the community.
Gender, Sharia, and Public Sphere: Women Navigating Qanun in Aceh’s Coffee Shop Culture Khori Suci Maifianti; Sarwititi Sarwoprasodjo; Rilus A Kinseng; Dwi Sadono; Sarah P Cardey
Journal Public Policy Vol 12, No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v12i1.12742

Abstract

This study aims to examine how women in Aceh navigate Sharia-based moral regulations within the gendered public sphere of coffee shop culture and to analyze the strategies they employ to construct agency, identity, and visibility under Qanun governance. Using a descriptive phenomenological approach, this research adopts Judith Butler’s theory of gender performativity as its main analytical framework. Data were collected through semi-structured interviews and participant observation involving five active female informants in coffee shops in West Aceh. The findings indicate that women’s participation in coffee shop culture represents adaptive and strategic forms of everyday agency. Women negotiate religious and social boundaries by regulating their presence through specific choices of visiting time, clothing, seating positions, and interaction styles, allowing them to remain within socially acceptable norms while subtly challenging gendered exclusions. Furthermore, coffee shops function as informal yet significant arenas for gender contestation, enabling women to build professional networks, engage in public discourse, and consolidate social and professional agendas in traditionally male-dominated spaces. In conclusion, the study demonstrates that the public sphere in Aceh simultaneously reflects Sharia control and opens opportunities for women to exercise adaptive and subversive agency. These findings contribute to the literature on gender relations, Sharia regulation, and public space by highlighting coffee shops as micro-level sites where women continuously negotiate identity, rights, and participation in a post-conflict society governed by religious norms.
Optimalisasi Sosialisasi Pertanian Berkelanjutan Sebagai Strategi Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Lokal di Kecamatan Pante Ceureumen Nana Ariska; Taufiq Taufiq; Amarullah Amarullah; Khori Suci Maifianti; Bagio Bagio
Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Vol 1 No 2 (2025): Loka Bhakti (Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, memiliki potensi pertanian yang signifikan dengan lahan pertanian yang luas, kondisi agroklimat tropis, dan dukungan sosial berbasis gotong royong. Namun, wilayah ini menghadapi tantangan serius seperti keterbatasan infrastruktur pertanian, degradasi lahan, dominasi praktik pertanian konvensional, dan rendahnya kapasitas sumber daya manusia petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan sosialisasi pertanian berkelanjutan sebagai strategi ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian lokal. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan demonstrasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani yang signifikan, terutama dalam penggunaan pupuk organik, diversifikasi tanaman, pengelolaan tanah dan air yang efisien, serta berkurangnya ketergantungan pada input kimia. Transformasi perilaku petani tercermin dalam adopsi teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan kelompok tani, dan peningkatan kesadaran akan pelestarian sumber daya alam. Evaluasi kegiatan menunjukkan penghematan biaya produksi, peningkatan produktivitas, peningkatan ketahanan pangan, dan kesejahteraan ekonomi lokal. Namun, risiko konversi lahan, keterbatasan pupuk bersubsidi, dan perubahan iklim tetap menjadi ancaman yang memerlukan mitigasi melalui regulasi daerah, penyediaan sarana produksi, dan adaptasi teknologi ramah lingkungan. Kesimpulannya, optimalisasi penjangkauan partisipatif dan kearifan lokal telah terbukti efektif dalam mendorong transisi menuju sistem pertanian berkelanjutan yang inklusif, tangguh, dan kompetitif. Implikasi praktis dari program ini menekankan pentingnya kolaborasi multi-pemangku kepentingan, dukungan kebijakan regional, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi untuk memperkuat kapasitas petani dan pembangunan pedesaan berkelanjutan.
Dialektika Dalihan Na Tolu dalam Sense-making Ekologis: Analisis Literatur Sistem Komunikasi Kultural pada Pengambilan Keputusan Petani Desa Manyabar" Khori Suci Maifianti; Rony Rahmat Hidayat Hasibuan; Devi Agustia; Annisa Fitri
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25204

Abstract

The contemporary agricultural sector faces complex challenges due to global environmental volatility, demanding rapid adaptive responses from agrarian communities. This study aims to analyze in depth the role of Dalihan Na Tolu as a cultural communication system that bridges ecological sense-making in the collective decision-making of farmers in Manyabar Village, Panyabungan District, Mandailing Natal Regency. The research method employed is a descriptive qualitative library research through content analysis of reputable scientific literature spanning from 2018 to 2025. The synthesis results demonstrate that the triadic sociocultural network (Mora, Kahanggi, and Anak Boru) actively functions as a social anchor and an external information filter in facing ecological crises. Through two-way circular interactions, environmental uncertainty is successfully transformed into rational adaptation actions, such as irrigation management and planting schedule determination (marbuka saba). Quantification of empirical data reveals that the highest farmer compliance rate is in the resolution of irrigation water distribution conflicts (94.5%) and the lowest is in modern wage tariff penetration (78.5%). This indicates a clash between traditional kinship values and subsistent economic calculations in suburban areas. This study concludes that the flexibility of the Dalihan Na Tolu structure provides high sociological resilience for the local agricultural ecosystem against the onslaught of exploitative agrarian modernization.