Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Neurona

GANGGUAN MEMORI EPISODIK PADA EPILEPSI LOBUS TEMPORAL DAN NONTEMPORAL Koestoer, Clara Krishanti; Bintoro, Aris Catur; Pudjonarko, Dwi
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v35i1.41

Abstract

  EPISODIC MEMORY DISORDER IN TEMPORAL AND NONTEMPORAL LOBE EPILEPSYABSTRACTIntroduction: Memory is the most defected cognitive function in neurological problems including epilepsy. Amnesia, refers to episodic memory impairment (EMI), which components are regulated by various areas related to brain lobes especially the temporal lobe. EMI represents a major cognitive component in temporal lobe epilepsy (TLE) but also encounter in focal epilepsy outside the temporal lobe.Aim: To prove the difference between EMI that occurs in TLE and nontemporal lobe epilepsy (NTLE) patients.Method: A cross-sectional study on epilepsy patients in Neurology Clinic of dr. Kariadi Hospital, Semarang from November 2016 until January 2017. Subjects were devided into TLE and NTLE group based on clinical semiology and electroencephalography (EEG). Interviews and questionnaires were done to the characteristics of subjects which can aggravate EMI, and memory tests was performed using Word List Memory Task, Word List Memory Recall, and Word List Memory Recognition. Statistical analysis using Chi-square test and multivariate logistic regression.Results: Subjects obtained were 43 respondents consisting of 21 TLE and 22 NTLE subjects. Significant difference of EMI occurrence was shown in TLE compared to NTLE, especially on delayed recall component. Patients with history of epilepsy >10 years tend to have a significant EMI, while patients with first seizure >10 years old do not tend to have EMI with or without other confounding factors.Discussion: There are differences in the occurrence of EMI on the TLE and NTLE independently, especially delayed recall.Keywords: Episodic memory impairment, temporal lobe epilepsyABSTRAKPendahuluan: Memori merupakan fungsi kognitif yang paling rentan terkena gangguan neurologis termasuk epilepsi. Salah satunya adalah amnesia, merujuk pada gangguan memori episodik (GME) yang komponennya diatur oleh berbagai area terkait lobus otak terutama lobus temporal. Gangguan memori episodik (GME) mewakili komponen kognitif utama pada epilepsi lobus temporal (ELT), namun juga tidak jarang ditemui pada epilepsi fokal di luar lobus temporal.Tujuan: Mengetahui perbedaan GME pada penderita epilepsi lobus temporal dengan epilepsi lobus nontemporal (ELNT).Metode: Penelitian potong lintang terhadap pasien epilepsi yang berobat ke Poli Saraf RSUP dr. Kariadi, Semarang pada bulan November 2016 hingga Januari 2017. Subjek dikelompokkan menjadi ENT dan ELNT berdasarkan gambaran semiologi klinis dan elektroensefalografi (EEG). Dilakukan wawancara dan pemakaian kuesioner terhadap karakteristik subjek yang dapat memperberat GME, serta tes memori menggunakan Word List Memory Task, Word List Memory Recall, dan Word List Memory Recognition. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan uji multivariat dengan regresi logistik.Hasil: Didapatkan 43 subjek yang terdiri dari 21 subjek ELT dan 22 subjek ELNT. Didapatkan subjek yang mengalami GME pada ELT lebih banyak secara bermakna dibandingkan ELNT, terutama pada komponen delayed recall. Subjek yang menderita epilepsi >10 tahun cenderung mengalami GME secara bermakna, sedangkan subjek yang mengalami serangan awal pada usia >10 tahun lebih cenderung tidak mengalami GME, baik secara independen maupun bersama-sama dengan faktor perancu yang lain.Diskusi: Terdapat perbedaan terhadap terjadinya GME pada ELT dan ELNT secara independen, terutama pada komponen delayed recall.Kata kunci: Epilepsi lobus temporal, gangguan memori episodik
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP BERDASARKAN SHORT FORM-36 ANTARA PENDERITA STROKE ISKEMIK SERANGAN PERTAMA DENGAN KEDUA Hassa, Nazwan; Hartono, Jimmy Eko Budi; Pudjonarko, Dwi
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v35i1.44

Abstract

  DIFFERENCES QUALITY OF LIFE BASED ON SHORT FORM–36 BETWEEN FIRST AND SECOND ATTACK ISCHEMIC STROKE PATIENTSABSTRACTIntroduction: Stroke is the biggest cause of physical disability, emotional, and social life in adults. The recurrent stroke let to decreased the quality of life.Aims: To know whether there is a difference in quality of life based on the Short Form-36 (SF-36) between first and second attack ischemic stroke patients.Methods: Observational analytic with retrospective cross sectional study in Neurology Polyclinic Dr. Kariadi Hospital, Semarang form July-September 2016. Inclusion criteria are patients with first or second attack of ischemic stroke, level education at least elementary school, age between 50-70 years old, and last attack 4 week or less before the sampling conducted. Quality of life were scored based on SF-36 between first and second attack patients. T-test and Mann- Whitney were used to analyze the data.Results: Fifty subject (25 in each group) included with mean age 57.72 (51-65) and 60.24 (51-70) years old in first attack and second attack group respectively. Older age showed lower quality of life score. The quality of life score is lower in older, stroke onset >1 year, and lower education. There was significant quality of life score difference between first and second attack group. Quality of life patients with first attack is better significantly compared to the second attack group in functional and physical domain, energy, and total score.Discussion: There is a significant difference in quality of life based on the SF-36 between first and second attack ischemic stroke patients.Keywords: Ischemic stroke, quality of  life, SF-36ABSTRAKPendahuluan: Stroke merupakan penyebab terbesar ketidakmampuan fisik, emosi, dan kehidupan sosial pada orang dewasa. Serangan stroke berulang menyebabkan peningkatan risiko penurunan kualitas hidup.Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup pasien stroke iskemik serangan pertama dan kedua berdasarkan Short Form-36 (SF-36).Metode: Penelitian analitik observasional secara potong lintang retrospektif di Poliklinik Neurologi RSUP Dr. Kariadi, Semarang pada bulan Juli-September 2016. Kriteria inklusi adalah pasien stroke iskemik serangan pertama atau kedua, berpendidikan minimal SD atau sederajat, berusia antara 50-70 tahun, dan mengalami serangan stroke terakhir minimal 4 minggu sebelum penelitian. Dilakukan penilaian skor kualitas hidup berdasarkan SF–36 antara pasien stroke iskemik serangan pertama dengan kedua. Analisis menggunakan uji T-tes dan Mann-Whitney.Hasil: Terdapat 50 subjek yang terdiri dari masing-masing 25 subjek pada kelompok dengan stroke iskemik serangan pertama dan kelompok dengan serangan kedua dengan rerata usia 57,72 (51–65) tahun dan 60,24 (51–70) tahun. Usia yang semakin meningkat menunjukkan skor kualitas hidup semakin menurun. Skor kualitas hidup lebih rendah pada usia yang lebih tinggi, lama menderita stroke >1 tahun, dan pendidikan yang lebih rendah. Didapatkan perbedaan bermakna antara rerata skor kualitas hidup pasien stroke serangan pertama dan kedua. Kualitas hidup subjek pada serangan stroke pertama lebih baik secara bermakna dibandingkan pada kelompok serangan kedua, dalam domain fungsi dan peranan fisik, energi, serta total skor secara keseluruhan.Diskusi: Terdapat perbedaan bermakna kualitas hidup berdasarkan SF-36 antara pasien stroke iskemik serangan pertama dengan kedua.Kata kunci: SF-36, skor kualitas hidup, stroke iskemik
Co-Authors Amin Husni Ani Margawati Annastasia Ediati Aria Nurahman Hendra Kusuma Arif Iskandar Arinta Puspita Wati, Arinta Puspita Aris Catur Bintoro Arlina, Yani Armatussolikha, Herna Rizkia Bagaskoro, Yoseph Cahyo Budisulistyo, Trianggoro Darmawati Ayu Indraswari Dewi Siyamti Diah Pasmanasari, Elta Dian Ratna Sawitri Dodik Pramukarso Dodik Tugasworo Dodik Tugasworo Dodik Tugasworo Pramukarso Edi Dharmana Endang Mahati Fauzi, Muhammad Iqbal Fitria Handayani Fitria Handayani Handayani Fitria Handayani Handayani Handayani, Fitria Hardhono Susanto Hari Peni Julianti Hartono, Jimmy Eko Budi Hassa, Nazwan Hastaning Sakti Herinawati, Herinawati Herman Kristanto Hermawan Istiadi Hermina Sukmaningtyas Ignatius Riwanto, Ignatius Julian Dewantiningrum Koestoer, Clara Krishanti Kusman Ibrahim Latifah Latifah Lestari, Lis Mukti Lis Mukti Lestari M Naharuddin Jenie Mardiyono, Mardiyono Maria Mexitalia Martha Irene Kartasurya Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Meidiana Dwidiyanti Meutia, Yurida Binta Muis, Siti F. Murbawani, Etisa A. Noegroho, Aji Nugraha, Laksmana AK. Nurahman Hendra Kusuma, Aria OS Hartanto Pangesti, Adelia Pradesta, Rizki Rudwi Pramukarso, Dodik T. Pranoto, Stephano Rahmawati, Maria Belladonna Ramadhany, Ghifarie A. Respati, Danendra RP. Retnaningsih Retnaningsih Rifky Ismail Satrio Adi Wicaksono Setyowati Setyowati Soejoenoes, Ariawan Sri Achadi Nugraheni Stephani Nesya Renamastika Subagio, Hertanto W. Suhartono, Suhartono Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Sunjata, Winda Putri Suparyatmo, J.B Suryawati, Herlina Tjandra, Kevin C. Udadi Sadhana, Udadi Untung Sujianto Vania Pangestika Purwaningrum