Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Bisnis Toko Kue dengan Pendekatan Analisis SWOT dan Analisis Prospektif Shidqi Syauqi; Totok Pujianto; Efri Mardawati
JKBM (JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol. 9 No. 1 (2022): JKBM (JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN) NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jkbm.v9i1.8377

Abstract

Business growth in Indonesia is currently growing very rapidly. Business competition is becoming increasingly stringent and requires business actors to continue to innovate. Aisyah Cake Shop as a newly operating business must be able to compete with other business actors. So that a business development strategy is needed that can provide changes in the future. Therefore, efforts to develop a business development strategy at Aisyah Cake Shop then use the SWOT analysis method approach and the prospective analysis method. The SWOT analysis method can identify internal and external business conditions and provide strategic recommendations based on existing conditions based on internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) at Aisyah Cake Shop. The use of prospective analysis can provide an overview of strategy formulation by involving decision makers (stakeholders) based on the possibilities that may occur in the future. This study aims to formulate and determine strategies that can be applied to deal with conditions in the future. The results of the preparation of the business development strategy which are the main priorities for implementation are recruiting new workers, consistently implementing quality control in the production process and monitoring and evaluating raw materials.
Penyusunan Standar Prosedur Operasi Produksi Berdasarkan CPPB-IRT dan WISE Pada Industri Rumah Tangga Aneka Snack 3E Elsa Ayu Lestari; Totok Pujianto; Roni Kastaman
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2022): VOLUME 12 NO 2 JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v12i2.15642

Abstract

Intisari— Mutu merupakan salah satu hal penting yang harus di tingkatkan dan dijaga agar produsen dapat bersaing dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Aneka Snack 3E sebagai salah satu Industri Rumah Tangga yang memproduksi keripik pisang dan keripik bawang perlu meningkatkan dan menjaga mutu produk agar mampu bersaing dengan kompetitor. Akan tetapi, pengendalian mutu di Aneka Snack 3E tidak terkontrol dengan baik karena belum memiliki SOP (Standar Prosedur Operasi) Produksi. Penelitian ini dilakukan untuk menyusun dan menerapkan SOP Produksi yang memuat alternatif solusi dari perbaikan mutu Aneka Snack 3E. Penyusunan SOP dilakukan berdasarkan persyaratan CPPB-IRT (Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga) dan WISE (Work Improvement in Small Enterprises) dengan menggunakan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control) sebagai metode continuous quality improvement yang dapat memecahkan masalah sampai ke akar masalah. Berdasarkan hasil identifikasi ditemukan adanya 31 penyimpangan proses produksi terhadap persyaratan CPPB-IRT dan WISE. Penyebab dari penyimpangan tersebut dianalis dan menghasilkan 33 dokumen yang disusun sebagai solusi dari penyimpangan yang ditemukan. Dokumen tersebut terdiri 12 Prosedur Kerja, 13 Instruksi Kerja, dan 8 Formulir. Hasil evaluasi menunjukan bahwa seluruh dokumen dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh karyawan sehingga dengan persetujuan dari Pemilik Aneka Snack 3E dokumen tersebut ditetapkan menjadi SOP Produksi yang harus diawasi dan dilaksanakan oleh pihak Aneka Snack 3E. Abstract— Quality is one of many important aspects that need to be improved and maintained to make sure manufacturers have competitive advantage to meet consumer’s needs. Aneka Snack 3E as a home industry that produce banana and onion chips needs to improve and keep the product quality to be able to compete with other competitor. However, quality control system at Aneka Snack 3E is uncontrolled because the company does not have Standart Operating Procedure (SOP). This research conducted to arrange and implement production’s SOP which include alternative solution from quality improvement of Aneka Snack 3E. The SOP was arranged based on CPPB-IRT (Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga) and WISE (Work Improvement in Small Enterprises) with DMAIC DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control) cycle as continoues quality improvement method to solve problems to the root. This research identified 31 deviations within production process to CPPB-IRT and Wise. Every causes of those deviations was analyzed and resulting 33 documents to solve the problems. Those documents contain 12 work procedures, 13 work instructions, and 8 forms. Evaluation result shows that every document could be implemented by every employee, and with permission of Aneka Snack 3E’s owner, those documents is set to become production’s SOP that needed to be supervised and implemented by Aneka Snack 3E.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL AISAS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELI PRODUK P Diana Alya Jaelani; Roni Kastaman; Totok Pujianto
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.9301

Abstract

CV. ABC is a company in the food sector that promotes products on social media. However, along with the development of the internet, many other business actors have started to use social media to promote their products, which has led to competition between businesses. Therefore, CV. ABC must attract purchase intention by increasing the AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) model in its social media marketing. Thus, this study aims to analyze how the influence of the AISAS model on social media relates to purchase intention. This research is categorized into quantitative analysis with a descriptive approach. The data used are primary and secondary. Primary data collection uses a questionnaire with a Likert scale of 1-5. The sampling technique was a purposive sampling of 140 respondents. The analysis technique used is the coefficient of determination test, F test, t-test, and multiple linear regression test processed with SPSS 25 software. The study's results prove the influence of the AISAS model (Attention, Interest, Search, Action, Share) on purchase intention is 0.679 or 67.9% and individually, namely Attention 0.160, Interest 0.200, Search 0.084, Action 0.251, and Share 0.102. The most dominant AISAS model variable influencing purchase intention is the Action variable which is indicated by the significance with the smallest value of 0.000 <0.05.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA GUNA MEREDUKSI WASTE PADA PRODUKSI BISKUIT DI PT XYZ Khoirunisa Ubaynakum; Roni Kastaman; Totok Pujianto
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.8249

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan di Jawa Barat yang memproduksi produk pangan khususnya biskuit. Proses produksi biskuit di PT XYZ perusahaan masih mengalami kendala yang berkaitan dengan waste. Metode lean six sigma diaplikasikan untuk membantu mengurangi waste yang terjadi di PT XYZ. Metode ini menggunakan kerangka kerja DMAIC (define, measure, analyze, improve, dan control) dibantu dengan beberapa tools seperti value stream mapping, E-DOWNTIME waste, nilai sigma, cause and effect diagram, dan Failure Mode and Effect Analysis. Value stream mapping menunjukkan hasil process Cycle Efficiency (PCE) dari 1 batch yang dihitung adalah 80,66% yang berarti 19,34% sisanya adalah non value added time. Non value added  time ini menunjukkan adanya kemungkinan waste yang terjadi di PT XYZ. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, waste defect, waiting, dan transportation menjadi jenis waste yang paling sering terjadi dan berpengaruh terhadap produksi biskuit di PT XYZ. Hasil kuesioner FMEA menunjukkan waste defect dengan potential cause kanvas tidak seamless memiliki nilai RPN paling tinggi, lalu RPN tertinggi waste waiting  adalah potential cause operator lalai serta kurang memperhatikan setelan mesin sehingga middleseal dan endseal mesin tidak pas, sedangkan waste transportation dengan RPN tertinggi adalah potential cause tata letak yang tidak efisien sehingga menambah leadtime produksi. Usulan perbaikan yang diberikan penulis adalah membuat master schedule maintenance, membentuk tim pengawas lapangan, mengganti kanvas menjadi seamless, dan membuat mapping layout area gudang.
Analisis Strategi Pemasaran Media Sosial Equine Black Garlic Menggunakan Model Dagmar Octaviana Nofiarno Putri; Totok Pujianto; Efri Mardawati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.33

Abstract

Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki produk unggulan berupa black garlic yang dikembangkan oleh Dosen dan Mahasiswa Program Studi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemasaran pada media sosial dan memperoleh strategi pemasaran yang dapat diterapkan pada media sosial Instagram Equine. Tahap analisis data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu analisis data kualitatif dari hasil wawancara dan analisis data kuantitatif dari hasil implementasi strategi pemasaran selama 2 periode (1 periode = 4 hari implementasi). Hasil analisis menunjukan bahwa tahap conviction menjadi prioritas untuk saat ini karena dapat mempengaruhi audiens sehingga terjadi konversi pembelian, sedangkan pada tahapan awareness perlu dimaksimalkan performanya. Hasil penelitian menunjukan peningkatan pada tanda suka (likes) dan peningkatan 10 followers, mendapatkan rata-rata 25 komentar (comment), total 78 konten tersebar (share), total 10 konten tersimpan (save), dan mendapat konversi penjualan sebanyak 6 jar.
Perancangan Desain Kemasan Black Garlic Honey dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Indah Mega Kartini; Efri Mardawati; Totok Pujianto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n1.1

Abstract

Black Garlic Honey merupakan produk diversifikasi, mengandung black garlic, madu, dan propolis. Produk Black Garlic Honey merupakan produk baru sehingga dibutuhkan perancangan kemasan premium dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan respon teknis. Atribut kebutuhan konsumen diperoleh melalui wawancara terhadap konsumen dan pengolahan data dilakukan melalui diagram House of Quality (HOQ). Terdapat 9 atribut kebutuhan konsumen dan 11 respon teknis. Atribut kebutuhan konsumen untuk kemasan Black Garlic Honey adalah bahan yang digunakan aman dan tidak mudah rusak, mencantumkan informasi produk yang jelas dan lengkap, dapat melindungi produk, desain yang menarik, tulisan jelas dan mudah dibaca, kemudahan konsumen untuk membuka dan menutup, mudah untuk dibawa, komposisi warna yang menarik dan elegan, serta ukuran yang sesuai dengan produk yang dikemas. Respon teknis dengan nilai bobot teknis paling tinggi adalah ‘penyesuaian ukuran, bentuk dan bahan kemasan dengan ukuran dan berat produk’, ‘perancangan desain visual kemasan yang menarik’, ‘pemilihan jenis penutup kemasan yang mudah dibuka dan ditutup kembali’. Terdapat 3 hasil rancangan desain kemasan untuk 3 varian jenis produk Black Garlic Honey yang diterima oleh produsen dan responden, dengan menggunakan kombinasi warna cream, coklat muda, dan coklat tua, dan grafis berupa foto produk dan logo. Pertama, kombinasi black garlic utuh dengan madu dengan kemasan jar kaca 250 gr. Kedua, kombinasi black garlic yang dihaluskan dengan madu yang dengan kemasan botol plastik PET  150 gr. Ketiga, kombinasi black garlic yang dihaluskan dengan madu dan propolis dengan kemasan sachet 20 gr.
Analisis Pengendalian Kualitas Pada Proses Produksi Teh Hitam Menggunakan Metode Statistical Quality Control Seila Teresia Devi Sinaga; Selly Harnesa Putri; Totok Pujianto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n2.10

Abstract

Peningkatan jumlah konsumsi teh di dunia mendorong perkembangan produksi pengolahan teh yang berada di Indonesia untuk mampu bersaing di pasar internasional. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai jual dan daya saing suatu produk yaitu kualitas produk yang dihasilkan. PTPN IV Unit Tobasari sebagai salah satu industri pengolahan teh hitam yang berada di Kabupaten Simalungun masih menemukan produk cacat dalam proses produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pengendalian mutu produk teh hitam yang selama ini dilakukan oleh PTPN IV Unit Tobasari, mengidentifikasi faktor penyebab penyimpangan mutu produk dan memberikan tindakan korektif atau usulan perbaikan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Statistical Quality Control (SQC) dengan menggunakan alat bantu data statistik. Pengolahan data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif yang dapat dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan kondisi penelitian berdasarkan fakta. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) pengendalian kualitas dilakukan pada pendekatan penerimaan bahan baku, proses produksi dan pendekatan produk akhir tetapi hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat produk yang masih berada di luar batas kendali statistik; (2) faktor-faktor penyebab penyimpangan mutu teh hitam adalah faktor manusia, faktor bahan baku, faktor metode, faktor mesin dan faktor lingkungan; (3) Tindakan korektif atau usulan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu peningkatan kualitas bahan baku, peningkatan kemampuan kerja, perbaikan metode, dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
Perancangan Desain Kemasan Colenak Murdi Putra Menggunakan Metode Design Thinking Boy Sohmo Banurea; Totok Pujianto; Selly Harnesa Putri
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 13 No. 1 (2023): VOLUME 13 NO 1 MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v13i1.17514

Abstract

Intisari— Kemasan mempunyai peran yang sangat penting dalam pemasaran sebuah produk. Colenak Murdi Putra merupakan salah satu UMKM di bidang pangan yang belum memperhatikan desain kemasan produknya dari segi daya tarik visual dan daya tarik fungsional yang mengakibatkan kurangnya minat konsumen di pasaran, sehingga perlu dilakukan perancangan ulang desain kemasannya. Oleh karena itu dilakukan penelitian perancangan kemasan yang dilakukan di Jalan Raya Cibiru Nomor 3, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dari bulan April 2022 hingga bulan September 2022. Perancangan kemasan ini menggunakan metode Design thinking, dengan tahapan emphatize, define, ideate, prototype, test, prototype II dan test II. Terdapat beberapa pendekatan dalam pelaksanaan penelitian ini, meliputi Participatory Action Research (PAR), Focus Group Discussion (FGD), juga penggunaan tools Empathy Map, Customer journey, dan Value Proposition Canvas. Melalui beberapa metode dan pendekatan tersebut ditemukan perancangan desain kemasan colenak yang baru yang memiliki daya tarik visual dan fungsional. Hasil dari penelitian ini adalah konsumen lebih menyukai kemasan yang menggunakan bahan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dengan bentuk rice bowl dan terdapat label kemasan yang dikelilingi seperti ikat pinggang ke kemasan disertai dengan informasi mengenai produk karena dinilai lebih praktis untuk dibawa, tidak mudah bocor, serta desain kemasannya lebih menarik dari kemasan sebelumnya. Abstract— Packaging has a very important role in marketing a product. Colenak Murdi Putra is one of the UMKM in the food sector that has not paid attention to the packaging design of its products in terms of visual appeal and functional appeal which results in a lack of consumer interest in the market, so it is necessary to redesign the packaging design. Therefore, packaging design research was carried out on Jalan Raya Cibiru Number 3, Bandung Regency, West Java from April 2022 to September 2022. The packaging design used the Design thinking method, with the stages of empathizing, defining, ideating, prototyping, testing, prototyping II, and testing II. There are several approaches in carrying out this research, including Participatory Action Research (PAR), Focus Group Discussion, as well as the use of an Empathy Map, Customer journey, and Value Proposition Canvas tools. Through these several methods and approaches, a new colenak packaging design was found that has visual and functional appeal. The results of this study are consumers prefer packaging that uses plastic Polyethylene Terephthalate (PET) material in the shape of a rice bowl and there is a packaging label that is surrounded by a belt the packaging is accompanied by information about the product because it is considered more practical to carry, not easy to leak, and the packaging design is more attractive than the packaging. previous packaging.
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma Putri Wilujeng Lestari; Selly Harnesa Putri; M Iqbal Prawira-Atmaja; Totok Pujianto
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v2i2.181

Abstract

Teh hijau diproduksi dengan cara inaktivasi enzim polifenol oksidase pada daun teh pada suhu 90-110°C. Kualitas teh hijau dipengaruhi oleh kualitas pucuk yang digunakan untuk pengolahan teh. Kualitas bahan baku pucuk teh yang dipetik dianalisis PMS (pucuk memenuhi syarat), sebaliknya, mutu produk teh yang dihasilkan dianalisis berdasarkan persentase grade dan organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode lean six sigma yang bertujuan untuk menganalisis parameter kualitas produk yang dihasilkan dan mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dalam proses pengolahan teh hijau di pabrik teh hijau PPTK, serta mengusulkan perbaikan dalam pengendalian kualitas teh hijau. Metode lean six sigma dengan tahapan DMAI untuk mengidentifikasi permasalahan dan penyebabnya dalam proses pengolahan teh hijau. Parameter penelitian ini yaitu proses pengolahan teh hijau dan produk yang dihasilkannya. Teh hijau kualitas terbaik mengandung komposisi grade peko yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan persentase jikeng lebih banyak dibanding grade lain. Kualitas produk teh hijau telah memenuhi persyaratan SNI teh hijau berdasarkan parameter kadar air, ketampakan teh hijau kering, air seduhan, dan ampas seduhan. Grade batang menunjukkan ketidaksesuaian pada produk teh hijau yang disebabkan oleh faktor bahan baku pucuk teh, mesin, tenaga kerja dan lingkungan. Pemborosan yang terjadi dalam proses pengolahan teh hijau adalah defect dan waiting yang disebabkan oleh faktor bahan baku, mesin, metode, dan tenaga kerja. Pengendalian kualitas perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas produk teh hijau dan meminimalisasi terjadinya pemborosan dalam proses pengolahan teh hijau.
MARKETING SRATEGY AT MANGO DAY BY USING SWOT ANALYSIS METHOD Dila Sari Annisa; Irfan Ardiansah; Totok Pujianto
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2021): February Edition
Publisher : Faculty of Economic and Business, University of Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jrbm.v14i2.2420

Abstract

Mango Day is small medium industry that echoes a healthy lifestyle as one of their visions with fruit strip as their product made from dried mangoes. The purpose of this research is to get the best marketing strategy for the Mango Day business. This research is a qualitative research with data collection techniques for instance, interviews, observations, and documentation with analytic descriptive results. The SWOT analysis technique is used to process data to obtain alternative strategies. There are four alternative strategies that can be used by companies as the company’s latest marketing strategy. SO strategy: maintaining product quality and creating new product variants, ST strategy: intensifying marketing on social media and other E-commerce is inserted with knowledge of products to be affordable to all groups and to expand the spread of products offline. WO Strategy: improve the quality of packaging and WT strategy: improve production processes to industrial scale