Ngakan Putu Purnaditya
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Dam Break Simulation of Sindangheula Dam Using HEC-RAS 2D Angel Laurent Aldamike Dipra Sintia; Firyaal Nabila; Subekti Subekti; Bambang Adhi Priyambodho; Ngakan Putu Purnaditya; Bayu Krisna Wisnulingga
Jurnal Fondasi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/fondasi.v15i1.39450

Abstract

Dams serve various utilities but inherently carry significant risks, particularly the potential for dam failure, which can lead to catastrophic flooding due to the sudden release of high-velocity flows toward downstream areas. While dam break simulations have been widely studied, no prior research has specifically analyzed the Sindangheula Dam using the HEC-RAS model. This study aims to simulate dam failure to determine the design flood discharges for Q1000 and QPMF, the resulting hydrographs following the dam break, and the extent of flood inundation. The design flood hydrographs in this simulation were generated using the Snyder method and modeled through the HEC-HMS software. The dam break analysis for Sindangheula Dam was conducted using a fully 2D model in HEC-RAS, incorporating both overtopping and piping failure scenarios Froehlich 2008. The hydrologic analysis yielded a Q1000 discharge of 498,27 m³/s and a QPMF discharge of 701,88 m³/s. The overtopping scenario produced the most severe impacts, with peak hydrographs reaching 5168,57 m³/s for Q1000 and 5267,21 m³/s for QPMF. Flood depths reached up to 18,27 m with an inundation area of 66,62 km² under Q1000, and up to 18,22 m with 70,44 km² under QPMF, submerging downstream regions including Taktakan, Serang, Cipocok, Kasemen, and Pontang.
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH NASIONAL TERINTEGRASI MELALUI KEGIATAN VERIFIKASI DAN VALIDASI DI KABUPATEN NIAS BARAT, SUMATERA UTARA Prastika Wahid Santoso; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Ina Asha Nurjanah; Ngakan Putu Purnaditya; Muhammad Hasbi Zuher; Baehaki Baehaki; Wiwien Suzanti; Bambang Adhi Priyambodho; Sirajuddin Sirajuddin
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.41408

Abstract

Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah pusat dalam rangka mempercepat pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Kabupaten Nias Barat menjadi salah satu calon lokasi usulan pembangunan SNT Tahun 2026 yang berlokasi di Desa Sitolubanua, Kecamatan Lahomi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan lokasi, kesesuaian dengan standar nasional, serta menyusun rekomendasi yang obyektif bagi pemerintah daerah dan pusat. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan (Bupati, Dinas Pendidikan, kepala desa, dan tokoh masyarakat), analisis dokumen usulan, serta penilaian kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung. Hasil verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa lokasi di Desa Sitolubanua memiliki potensi yang cukup baik, didukung oleh komitmen pemerintah daerah yang kuat dan ketersediaan lahan yang memadai. Namun, masih diperlukan peningkatan pada aspek sarana prasarana, akses transportasi, serta ketersediaan tenaga pendidik berkualitas. Melalui implementasi verifikasi dan validasi ini, diharapkan program SNT dapat terwujud secara berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi pusat pendidikan unggul yang menyatukan jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan terintegrasi.