Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Muhammad Asykarillah; Muhammad Taufik Bintang Kejora; Saprialman Saprialman
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9143

Abstract

Penelitian ini mengupas tuntas bagaimana para pengajar dapat membangkitkan semangat belajar siswa di jenjang SMP dan SMA. Minat siswa terhadap pembelajaran memang terbukti menjadi kunci penting yang sangat memengaruhi prestasi akademis dan keberhasilan mereka di masa depan. Peran guru pun lebih dari sekadar menyampaikan materi pelajaran; mereka adalah sumber dukungan, motivasi, sekaligus pembimbing bagi para siswa. Dalam studi ini, kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data di tingkat sekolah menengah dilakukan melalui peninjauan dokumen, sesi wawancara mendalam, dan observasi langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru menerapkan beragam strategi untuk memotivasi siswa. Mulai dari variasi metode mengajar, pemberian apresiasi dan dukungan, penggunaan media pembelajaran yang interaktif, hingga penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Tak hanya itu, hubungan harmonis antara guru dan siswa juga terbukti ampuh meningkatkan gairah belajar. Beberapa faktor lain yang turut mendongkrak minat belajar siswa adalah kompetensi guru yang mumpuni, iklim sekolah yang positif, serta partisipasi aktif orang tua. Namun, tantangan pun tak luput dari perhatian, seperti rendahnya motivasi belajar siswa itu sendiri dan pengaruh negatif dari penggunaan teknologi yang berlebihan. Oleh karena itu, peran pendidik menjadi sangat vital dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di jenjang menengah.
Religious Habituation Program Management to Shape Student Discipline in Islamic Junior Secondary Schools anita zahra; Ilham Fahmi; Saprialman Saprialman
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 10, No 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v10i1.24680

Abstract

This article aims to analyze the management of religious habituation programs in shaping student discipline in Islamic junior secondary schools. The study uses a literature review method by examining journal articles, academic books, and educational regulations related to Islamic educational management, religious habituation, madrasa culture, and student discipline. The data were analyzed through source reduction, thematic classification, content synthesis, and conceptual conclusion drawing. The findings indicate that religious habituation contributes to student discipline because religious activities train regularity, punctuality, responsibility, obedience to school rules, and awareness of obligations. The program becomes more effective when it is managed through planning, organizing, implementation, supervision, and evaluation. Forms of activities include collective prayer, Qur'an recitation, dhuha prayer, congregational prayer, greeting culture, charity, clean culture, and moral guidance. This study affirms that the success of religious habituation requires the commitment of the madrasa principal, teacher role modeling, student participation, parental support, and continuous evaluation.Keywords : Islamic educational management, religious habituation, student discipline, Islamic junior secondary school, literature review
Analisis Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Di Madrasah Aliyah Fathonul Burhan Karawang Amelia Nabil; Muhamad Taufik Bintang Kejora; Saprialman Saprialman
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 7, No 3 (2026): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v7i3.30190

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengelola kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi non-akademik siswa di madrasah berbasis pesantren, yang memiliki dinamika kegiatan yang kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji manajemen kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Fathonul Burhan Karawang, termasuk perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan tindak lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Temuan menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan ekstrakurikuler telah mempertimbangkan minat siswa, pelaksanaannya fleksibel dan menggabungkan kegiatan ke dalam sesi-sesi selanjutnya, penilaian telah menggunakan indikator seperti kehadiran, keterampilan, dan pencapaian, meskipun indikator-indikator ini belum distandardisasi secara sistematis, dan tindak lanjut dilakukan pada beberapa tingkatan manajemen, teknis, dan operasional, melalui perbaikan program dan penyesuaian terhadap strategi pembinaan. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler telah berjalan dengan baik, hal tersebut belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem berbasis data dengan indikator yang jelas. Oleh karena itu, untuk membuat kegiatan ekstrakurikuler lebih efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan prestasi non-akademik siswa, diperlukan peningkatan standarisasi evaluasi dan integrasi sistem manajemen.Kata kunci: Manajemen ekstrakurikuler, PDCA, Prestasi non-akademik.
Pengaruh Manajemen Peserta Didik terhadap Peningkatan Prestasi Non Akademik Siswa Chindy Shamantha; Astuti Darmiyanti; Saprialman
Journal of Educational Administration and Leadership Vol. 5 No. 4 (2026): Vol 5 Issue 4 (2026) in Progress
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeal.v5i4.606

Abstract

Penelitian mengenai manajemen peserta didik penting dilakukan karena peningkatan prestasi non-akademik siswa menjadi salah satu indikator utama keberhasilan mutu pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen peserta didik terhadap peningkatan prestasi non-akademik siswa, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung keberhasilan pembinaan siswa, serta mendeskripsikan strategi manajemen peserta didik yang efektif dalam mengembangkan potensi dan bakat siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap berbagai buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen pendidikan yang relevan. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pembinaan, pengawasan, dan evaluasi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan prestasi non-akademik siswa, terutama dalam bidang olahraga, seni, organisasi, kreativitas, dan keterampilan sosial. Selain itu, dukungan kebijakan sekolah, kompetensi pembina, dan ketersediaan sarana prasarana menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan prestasi siswa. Simpulannya, manajemen peserta didik yang sistematis dan berkelanjutan berperan sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas prestasi non-akademik siswa secara holistik dan kompetitif.
Pemberdayaan Peserta Didik melalui Program Literasi Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Mathla’ul Anwar Telukambulu, Batujaya, Karawang Ilham Fahmi; Muhamad Faizin; Taufik Mustofa; Nur Aini Farida; Saprialman; Nadila
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v9i1.4913

Abstract

This community engagement program aims to empower students through an Arabic literacy enhancement model implemented at MA Mathla’ul Anwar Telukambulu, Batujaya, Karawang. The main problems identified include low reading comprehension, limited vocabulary mastery, and the absence of sustainable literacy culture among students. The mentoring strategy involved workshops for teachers, development of literacy modules, classroom mentoring, student literacy projects, and creative media integration. The implementation demonstrated significant improvements in students’ reading ability (38%), writing accuracy (41%), and vocabulary acquisition (25–35 new words per student). The program also produced creative outputs such as Arabic literacy corners, vocabulary posters, and student-made Arabic mini anthologies. This study concludes that Arabic literacy-based empowerment contributes effectively to enhancing student competency and fostering a sustainable literacy culture within the madrasah environment.