Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI LOYALITAS PENGUNJUNG TERHADAP ATRAKSI BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TAMAN SAFARI INDONESIA PASCA COVID-19 Hasibuan, Ratna Sari; Soekmadi, Rinekso; Purnomo, Herry; Mulyono, Nur Budi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.4.604

Abstract

Taman Safari Indonesia (TSI) merupakan salah satu tempat wisata dan lembaga konservasi yang terkena dampak COVID-19. TSI adalah lembaga yang berdedikasi pada konservasi ex-situ dengan penekanan pada lingkungan. Pandemi tahun 2020 menyebabkan penurunan jumlah wisatawan di TSI sebesar 53% dibandingkan dengan tahun 2019, yang berarti dana sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan TSI. Atraksi wisata berbasis teknologi telah dikembangkan, terutama yang menggunakan aplikasi Augmented Reality (AR), sebagai upaya untuk meningkatkan kuantitas dan pengalaman pengunjung. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran pihak pengelola akan isu zoonosis dan kekhawatiran wisatawan akan kesehatan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pengalaman wisatawan di destinasi pariwisata berbasis teknologi mempengaruhi kepuasan dan loyalitas mereka terhadap TSI. PLS-SEM adalah metodologi yang digunakan, dengan jumlah responden sebanyak 384 orang. Setelah mencoba aplikasi augmented reality pada perangkat yang diberikan, responden mengisi kuesioner yang menyertainya berdasarkan kesan mereka terhadap atraksi AR. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengunjung akan lebih mungkin untuk kembali ke TSI jika mereka lebih puas. Program augmented reality memungkinkan responden untuk mendapatkan pengalaman baru, belajar tentang hewan, dan merasa nyaman saat menggunakannya. Hal ini membuat mereka senang, setia, dan cenderung menggunakan AR di TSI di masa depan.
Komitmen Sektor Publik dan Swasta terhadap Deforestasi Nol di Sumatera Selatan ristiana, nur indah; Purnomo, Herry; Hero, Yulius; Okarda, Benny; Puspitaloka, Dyah; Sanjaya, Made
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.638-652

Abstract

Untuk mengatasi deforestasi, Pemerintah Sumatera Selatan berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam mencapai Pertumbuhan Hijau 2017. Semua kegiatan ekonomi terkait tata guna lahan harus sesuai dengan regulasi. Sektor swasta mendukung dengan beberapa inisiatif melalui sertifikasi sebagai komitmen mereka terhadap nol deforestasi (ZDC). Namun dari data tutupan lahan, Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dengan kehilangan tutupan hutan tertinggi di Indonesia yang diikuti dengan peningkatan kegiatan ekonomi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan komitmen sektor publik dan swasta dalam mewujudkan nol deforestasi. Kami melakukan wawancara dengan instansi terkait dan mengumpulkan data tentang intervensi publik dan inisiatif swasta. Penelitian ini menggunakan teori kepatuhan untuk menganalisis komitmen kedua sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor publik dan swasta di Sumatera Selatan telah menunjukkan komitmennya terhadap jenis kepatuhan yang diinduksi oleh perjanjian. Kepatuhan tersebut menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diintegrasikan ke dalam kebijakan, pengaturan tata kelola publik dan swasta yang selaras, dan perubahan kualitas lingkungan yang baik dengan penurunan laju deforestasi dari 4% menjadi 2%. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu tujuan ZDC yaitu setidaknya mengurangi separuh laju hilangnya hutan alam pada tahun 2020 telah dilaksanakan oleh kedua sektor. Selain itu, kedua sektor tetap berupaya untuk mengakhiri hilangnya hutan alam pada tahun 2030.
Tapak Ekologi (Ecological Footprint) dan Biokapasitas Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Herry; Budi; Kharisma, Resti; Purnomo, Herry; Kuncahyo, Budi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.2.197-209

Abstract

Ecological footprint/EF (Jejak Ekologi) digunakan sebagai alat mengukur konsumsi manusia terhadap sumberdaya alam jika dibandingkan dengan kemampuan sumberdaya tersebut beregenerasi. EF mengukur seberapa besar bioproduktivitas area (lahan) yang dibutuhkan penduduk untuk aktivitas produksi sumber daya secara berkelanjutan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan menyerap limbah yang dihasilkan. Ketika EF melampaui BC maka akan terjad overshoot. Overshoot biasanya terjadi jangka pendek tetapi jika terus menerus bertambah akan menyebabkan degradasi lingkungan. DAS Cisadane menjadi wilayah studi karena merupakan bagian dari program pemerintah untuk meminimalkan kerusakan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hulu DAS Cisadane, apakah secara ekologi surplus atau defisit. Hasil kajian menjelaskan bahwa DAS Cisadane bagian hulu mengalami defisit ekologi dari kurun waktu 2016-2020.