Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN LIMBAH KULIT KOPI Zul Fadli; Parwito Parwito; Eny Rolenti Togatorop
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3154.142 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i1.3

Abstract

This study aims to examine the effect of several types of liquid organic fertilizers and coffee husk waste on soybean growth and yield. The study used a factorial randomized block design, where the differences in the dosage of coffee fruit skin waste (L) as the first factor were: L0 control, L1 50 g, L2 100 g, and L3 150 g. Liquid organic fertilizer as the second factor, namely: P1 200 ml cow urine, 200 ml rice washing water P2, and P3 200 ml Moringa leaves. The results showed that the treatment of coffee fruit skin waste at a dose of 150 g per plant had a very significant effect on plant height at all ages, leaf number 14 DAS, and flowering age. In the liquid organic fertilizer treatment, it showed that the liquid organic fertilizer, washing water, rice, dose 200 ml per plant, had a significant effect on the number of productive branches. The waste of 150 g of coffee fruit skin and liquid organic fertilizer from washing rice produced the best growth rates and yields in soybean plants. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beberapa jenis pupuk organik cair dan limbah kulit buah kopi terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian menggunakan rancangan faktorial acak kelompok, dimana perbedaan dosis limbah kulit buah kopi (L) sebagai faktor pertama yaitu : L0 kontrol, L1 50 g, L2 100 g, dan L3 150 g. Pupuk organik cair sebagai faktor kedua yaitu : P1 urin sapi 200 ml, P2 air cucian beras 200 ml, dan P3 daun kelor 200 ml. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan limbah kulit buah kopi dengan dosis 150 g per tanaman berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada semua umur, jumlah daun 14 HST, dan umur berbunga. Pada perlakuan pupuk organik cair menunjukkan pupuk organik cair air cucian beras dosis 200 ml per tanaman berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif. Limbah kulit buah kopi 150 g dan pupuk organik cair berasal dari cucian beras menghasilkan rata-rata pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman kedelai.
KERAGAAN LIMA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor L.) Ellananggar Agustian; Parwito Parwito; Dia Novita Sari
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2187.461 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i1.5

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor L.) is a popular alternative plant as raw material for the bioethanol industry. Sorghum plants have the potential to be developed in Indonesia as an alternative resource, new renewable energy raw materials and their stems and leaves can be used as a potential source of animal feed. This research was conducted from February to June 2020. Located in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Ratu Samban Argamakmur University, North Bengkulu Regency, the research objective was to determine the best growth and yield of varieties among the five varieties of sorghum. This research method used a randomized block design (RBD) with one factor, namely, sorghum varieties. Sorghum varieties had a very significant effect on plant height variables of all ages, number of leaves at all ages, leaf width 40 DAS, stem diameter 40 DAS, leaf area 40 DAS, and weight 1000 seeds. In general, the best variety was achieved by the Numbu variety, almost all observations showed that Numbu provided excellent growth in the observation of plant height, leaf length, dry panicle weight and others showed super 2 showed the highest value on stem diameter observations, and kawali on observations. Leaf area and super 1 showed the highest value in the observation of leaf width at the age of 40 days and 45 days after which the highest number was obtained.
PENGARUH MULSA JERAMI DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM Riza Komala Sari; Parwito Parwito; Hesti Pujiwati
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2496.115 KB)

Abstract

Peningkatan produktivitas kedelai dapat dilakukan dengan cara pengelolaan tanaman secara intensifikasi pada lahan kering terutama menggunakan mulsa organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan ketebalan mulsa jerami padi dan dosis biochar sekam padi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di lahan milik petani yang berada di Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, pada bulan Maret sampai Juni 2020. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan pola faktorial. Ada dua faktor yang diuji, faktor pertama adalah biochar yang terdiri atas empat dosis (D), yaitu : D0 = tanpa biochar sekam padi, D1 = 2 ton/ha biochar sekam padi, D2 = 4 ton/ha biochar sekam padi, dan D3 = 6 ton/ha biochar sekam padi, Faktor kedua adalah mulsa jerami, sebagai berikut P0 = tanpa mulsa jerami padi, P1 = mulsa jerami padi ketebalan 4 cm, P2 = mulsa jerami padi ketebalan 6 cm, dan P3 = mulsa jerami padi ketebalan 8 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa mulsa jerami padi memberikan tinggi tanaman tertinggi sampai 5 MST. Semua interaksi mulsa jerami padi dan biochar sekam padi memberikan nilai bobot 100 biji tertinggi kecuali pada ketebalan 6 cm dan 8 cm yang memberikan nilai rendah.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SAYURAN DI KELOMPOK PKK DESA BANYUMAS LAMA, KECAMATAN KERKAP BENGKULU UTARA Edi Susilo; Tatik Raisawati; Parwito Parwito; Andreani Kinata; Susi Handayani; Dia Novita Sari; Eny Rolenty Togatorop; Indra Warman; Novita Hamron; Oktamalia Oktamalia; Hety Novitasari; Bambang Wijaya Kesuma
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v1i3.48

Abstract

Pada umumnya masyarakat desa Banyumas Lama ini mempunyai pekarangan rumah yang cukup luas namun pemanfaatannya kurang optimal. Permasalahan yang dihadapi masyarakat desa Banyumas Lama ini adalah kurang optimal pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan rumah masing-masing. Selama ini lingkungan pekarangan dimanfaatkan sekedar untuk menjemur hasil pertanian, tanaman hijauan dan tanaman tahunan yang kurang ada nilainya secara ekonomi. Kondisi pekarangan selama ini kurang memberikan kontribusi terhadap pemenuhan atau penopang kebutuhan sehari-hari. Lebih lanjut pekarangan selama ini selain kurang memberikan kontribusi nilai tambah terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari, juga kurang memberikan kenyamanan dan keindahan. Jika pekarangan dilakukan penataan dan pemberdayaan, maka diharapkan bisa menambah nilai estetika dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat terutama sayuran untuk konsumsi sehari-hari. Sehingga penataan dan pemanfaatan pekarangan sebagai salah satu solusi yang bisa memberikan kontribusi terhadap kebutuhan sehari-hari khususnya sayuran. Dari kegiatan pengabdian masyaratkat yang dilakukan mulai dari sosialisasi sampai ke praktek (demonstrasi) bercocok tanam di pekarangan dapat disimpulkan bahwa praktek budidaya sayuran di pekarangan sangat mudah dikerjakan oleh masyarakat. Apalagi masyarakat berlatar belakang petani sehingga tidak asing lagi tentang budidaya tanaman. Bahan-bahan ada di sekitar rumah (pupuk kandang) begitu juga alat-alat yang digunakan tersedia di sekitar mereka (bambu sebagai bahan rak). Dengan arahan dari tim penyuluh dan dibantu petunjuk (leaflet) yang disediakan tim, maka waktu (durasi) praktek relatif tepat dari perkiraan.
Sinergisitas Kampus Merdeka dan Merdeka Sampah Di Kelurahan Cempaka Permai Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu Parwito Parwito; Iin Nilawati; Novi Lasmadasari
Jurnal Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1729.913 KB)

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Hal ini sejalan dengan program pemerintah Kota Bengkulu dengan himbauan dari wali kota Nomor : 338/28/B.Kesbangpol tentang “Penghentian Kegiatan yang Bersifat Keramaian/Kerumunan” dan program kerja Pemerintah Kota Bengkulu yaitu “Merdeka Belajar dan Merdeka Sampah” serta meningkatkan upaya pencegahan Covid-19 khususnya Kota Bengkulu yang angka kejadiannya masih tinggi. Sebagai salah satu peran Perguruan tinggi maka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti memilih Kelurahan Cempaka Permai Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu sebagai lokus Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Ajaran 2020/2021 yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 s.d 27 Februari 2021. Tujuan pelaksanaan PKL ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat untuk menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pencegahan penularan Covid-19 dan terbentuknya masyarakat mandiri dalam mengatasi masalah kesehatan di masyarakat dan keluarga serta Terbentuknya Kader “Merdeka Sampah” disetiap RT Kelurahan Cempaka Permai Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Hasil dari PKL adanya peningkatan pengetahuan untuk menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pencegahan penularan Covid-19 dan terbentuknya masyarakat mandiri dalam mengatasi masalah kesehatan di masyarakat dan keluarga serta telah terbentuknya Kader “Merdeka Sampah” sebanyak 5 orang disetiap RT Kelurahan Cempaka Permai Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.
Analysis of village fund allocation management in kaur district year 2021 (Study in Guru Agung 1 Village, North Kaur District, Kaur Regency, Bengkulu Province) Deky Akbar; Bobby Mandala Putra; Heru Purnawan; Supriyono Supriyono; Ade Fitrah Putra Akhir; Parwito Parwito; Janusi Waliamin
Journal of Social Science and Humanities Vol. 1 No. 1 (2022): January-June
Publisher : GAYAKU PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.279 KB)

Abstract

The purpose of this study is to find out how to manage the allocation of village funds in Guru Agung I Village in 2021. The research methods are interviews, documentation, and observation. The results of the research on Analysis of the Management of Village Fund Allocation in Kaur Regency (Study in Guru Agung Village, North Kaur District, Kaur Regency, Bengkulu Province), show that: 1) The planning stage of Village Fund Allocation in Guru Agung Village applies the principle of transparency. 2) At the stage of implementing ADD, Guru Agung village carried out self-management because the village government also wanted to improve the welfare of the community. 3) The stage of ADD accountability in Guru Agung Village, both technically and administratively, is good. Conclusion The Village Fund Allocation Management (ADD) carried out by the village government of Guru Agung I, North Kaur District, Kaur Regency has followed the guidelines in the legislation. The village government has implemented the principles of managing the Village Fund Allocation
Analysis of Community Participation in Maritime Tourism Productivity Development Based on Social Capital (Study in Padang Betuah Village, Pondok Kelapa District, Central Bengkulu Regency) Zaidina Angkasa; Alexsander Alexsander; Harmiati Harmiati; Heru Purnawan; Parwito Parwito
Journal of Social Science and Humanities Vol. 1 No. 1 (2022): January-June
Publisher : GAYAKU PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.48 KB)

Abstract

This study aims to examine or determine the participation of the Padang Betuah village community in creating tourism in the Padang Betuah village, Pondok Kelapa District, Central Bengkulu Regency. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques by conducting interviews, observation and documentation. Informants in the study were the Village Head, Head of BPD, Secretary of BPD, Head of Bumdes, Head of People, Head of Youth Organization and Tourism Manager in Padang Betuah Village, Pondok Kelapa District, Central Bengkulu Regency. From the results of the study, it can be concluded that the participation of ideas when developing the Gedang Lake tourism can be concluded that participation has been carried out to the maximum. Judging from the results of interviews, the participation given in terms of this planning has been maximized, as evidenced by the many plans that have been planned by the Village Head, BPD and the Secretary of the BPD, BumDes, Tourism Managers, Youth Organizations, and Heads of People who have given participatory thoughts about what is being done. will be built and developed in Lake Gedang. Participation in this implementation has not run optimally due to the many obstacles when carrying out a development that has been planned by the community, such as constrained by non-existent funds, obstacles on land which in fact is privately owned and has been used as plantation land. Participation in the utilization of these results does not yet exist because the results obtained from tourist attractions are not included in the income of BumDes but to private or private so that the community certainly cannot reuse the results that have been obtained from the Lake Gedang tourist spot. Participation in this evaluation has not been maximized because many plans have not been fully implemented, due to many obstacles during implementation.
Implementation of Fuzzy C-Means and Topsis in College Rankings Joko Purnomo; Sukemi Sukemi; Parwito Parwito; Ermatita Ermatita
Journal of Information System and Informatics Vol 4 No 4 (2022): Journal of Information Systems and Informatics
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51519/journalisi.v4i4.409

Abstract

Prior to now, the ranking of higher education institutions, particularly those at the Regional II Palembang Higher Education Service Institution, was based on one component of the work unit's criteria. This makes the university ranking results superior on one criterion but inferior on another. The number of instructors and the number of students at 100 universities in the South Sumatra region were split into two groups based on the outcome of the fuzzy c means algorithm grouping and regional criteria and calculated based on the resulting mean value. The grouping results using a topsis algorithm decision-making system with a weight determined by the number of lecturers with functional positions, college accreditation, number of certified lecturers, and percentage level of higher education database reports are used as a reference to rank universities. Based on the mean value of the fuzzy c means algorithm and the grouping results, seven colleges were chosen. Using the topsis method's way of making decisions, the final score for the highest-ranked college is 0.850.
SOSIALISASI, PRAKTEK, DAN APLIKASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAMAN DAUN BAWANG DI DESA KALI PADANG KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG Dia Novita Sari; Eny Rolenti Togatorop; Edi Susilo; Parwito Parwito; Andreani Kinata; Susi Handayani; Tatik Raisawati
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v2i1.90

Abstract

ABSTRAK Desa Kali Padang adalah salah satu Desa penghasil sayuran. Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok tani disampaikan bahwa melonjaknya harga pupuk menyebabkan petani tidak mampu untuk membeli. Dampak dari hal itu adalah menyebabkan produksi tanaman menurun dan pendapatan petani juga menurun. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi dalam menekan harga pupuk dengan mengenalkan dan mempraktekkan cara pembuatan serta aplikasi pupuk organik cair ke tanaman (bawang daun). Metode kagiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi dan praktek. Sosialisasi dilakukan dengan berdiskusi tentang pemanfaatan limbah pertanian yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Selanjutnya dalah Kegiatan praktek pembuatan pupuk organik cair. Wadah pembuatan pupuk organik cair menggunakan gentong ukuran 50 liter. Bahan utama pembuatan pupuk organik cair adalah babandotan (2,5 kg), paitan (2,5kg), vermikompos (10 kg), tanah (2,5 kg), urin sapi (10 liter), EMP dan air. Pupuk diaplikasikan ke tanaman daun bawang pada saat 5 minggu setelah pembuatan. Pupuk organik cair mengandung N sebesar 3,36%, P 146 ppm dan K 0,0325%.
Inovasi Pengolahan Remunggai (Moringa Oliefera) Menjadi Permen Jelly, Pendaftaran Hak Merek Dan Edukasi Digital Marketing Di Kelurahan Penggantungan Janusi Waliamin; Risnita Tri Utami; Veny Puspita; Ade Fitrah Putra Akhir; Engga Jalaludin; Parwito Parwito
JURNAL BESEMAH : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurnalbesemah.v2i1.116

Abstract

Virus corona (Covid-19) telah menyebar ke berbagai belahan dunia sejak Desember 2020. Virus ini telah menyebabkan berbagai dampak diantaranya kematian dan menurunnya perekonomian dunia. Covid 19 memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat seperti konsumsi rumah tangga atau daya beli yang turun 60 % sehingga menyebabkan perekonomian jatuh cukup dalam, sejalan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 % pada kuartal I 2019 ke 2,84 % pada kuartal I 2020. Program pengabdian kepada masyarakat yang diwadahi dalam Kuliah Kerja Nyata Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Kukerta Unihaz) diharapkan menjadi solusi di tengah pandemi covid-19 ini. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait manfaat remunggai, mengolah remunggai menjadi permen jelly dan mendaftarkan hak merk pemen jelly remunggai yaitu amor, serta edukasi masyarakat tentang pemasaran secara online atau digital marketing. Program pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Pengantungan yang merupakan salah satu Kelurahan yang berada dekat dengan Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi, edukasi, pelatihan dan pendaftaran hak merek.