Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE COMPATIBILITY OF NEUTROPHIL TO LYMPHOCYTE COUNT RATIO WITH SERUM PROCALCITONIN AS BACTERIAL INFECTION MARKERS IN SEPSIS PATIENTS Elvinawaty Elvinawaty; Hanifah Maani; Zelly Dia Rofinda; Husni Husni
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v25i1.1492

Abstract

Bacterial infections and sepsis remain significant causes of morbidity and mortality in critical cases in Intensive Care Units (ICU) around the world. A quick and accurate diagnosis for sepsis is a challenge for clinicians and laboratory. The problem of an existing marker for sepsis with high sensitivity and specificity is still not satisfactory. Serum procalcitonin test is still widely used but cannot be supported by hospital laboratories especially in the regional public hospitals and needs more cost. Neutrophil-lymphocyte ratio is a potential index, easy, fast and cheap for bacteremia in patients with sepsis. This study aimed to determine the agreement of neutrophil-lymphocyte ratio with serum procalcitonin as a bacterial infection marker in sepsis patients. This study was an observational, analytical study with a cross-sectional design of 30 patients who had been diagnosed as sepsis by clinicians based on clinical signs of sepsis in the Intensive Care Unit of the Dr. M. Djamil Hospital Padang. The study was conducted from February to July 2016. Neutrophil and lymphocyte count was performed by flow cytometry method and procalcitonin test with Enzyme Linked Fluorescent Assay (ELFA). Results were analyzed by Kappa test with a statistical significance if p < 0.05. There were 30 subjects, consisting of 15 females (50%) and 15 males (50%) with the age mean of 48 years. Based on the Kappa test, the value obtained was kappa=0.634 (p=0.001) for the ratio neutrophil lymphocyte with procalcitonin. There was a substantial agreement between ratio neutrophil lymphocyte with procalcitonin test.
Penerapan Pola Pemberian Makanan dalam Pencegahan Kejadian Stunting pada Balita Linda Wati; Husni Husni; Fadhilatul Hasnah; Dian Paramitha Asyari
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 6 (2021): December Pages 1257-1486
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i6.543

Abstract

Masalah stunting terutama yang terjadi pada masa balita dianggap serius dikarenakan kondisi stunting pada masa balita dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan motorik dan menurunnya tingkat kecerdasan. Metode pelaksanaan pengabdian yang digunakan dalam mengatasi permasalahan mengenai Penerapan Pemberian Pola Makan dalam Pencegahan Stunting pada Anak Balita secara langsung ke sasaran dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan penyuluhan agar orang tua tertarik dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya tentang kesiapan nutrisi pada anak balita. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu-ibu yang mempunyai anak balita dan keluarga tentang Penerapan Pemberian Pola Makan dalam Pencegahan Stunting pada Anak Balita. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Melalui kegiatan ini, terjadi peningkatkan pengetahuan ibu mengenai pentingnya penerapan pemberian pola makan dalam pencegahan stunting pada anak balita. Sehingga dapat diharapkan bisa meningkatkan angka kecukupan gizi balita dan mencegah terjadinya kejadian gizi kurang atau gizi buruk, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya.
Pendidikan Kesehatan pada Anak Sekolah Tentang Vaksin Covid-19 di SMP Pertiwi 2 Kota Padang Tomi Jepisa; Husni Husni
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 2 (2022): April, Pages 228 - 354
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i2.581

Abstract

Anak-anak maupun remaja juga termasuk kelompok yang rentan terkena Covid-19. Adanya mutasi Covid-19 varian delta menyebabkan tingkat risiko penularan Covid-19 meningkat. Adapun sasaran pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan adalah seluruh siswa SMP Pertiwi 2 di Kota Padang. Adapun tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman siswa akan vaksin Covid-19 dan mengetahui tingkat pengetahuan siswa. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada siswa-siswi SMP Pertiwi 2 di Kota Padang. Setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini akan memberikan manfaat antara lain meningkatkan pengetahuan para siswa SMP tentang vaksin Covid-19 dan adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik sehingga kedepannya seluruh siswa SMP melakukan vaksin Covid-19.
Karakteristik Laboratorium Inkompatibilitas ABO Pada Neonatus di RSUP Dr. M. Djamil Padang Dian Jenova; Zelly Dia Rofinda; Husni Husni
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i5.p307-315.2021

Abstract

Inkompatibilitas ABO terjadi 12% (15-20%) kehamilan terutama pada neonatus golongan darah A/B dari ibu golongan darah O-positif. Gejala klinis inkompatibilitas ABO bervariasi. Anemia dilaporkan jarang terjadi dan bersifat ringan. Hiperbilirubinemia adalah gejala klinis yang sering. Berbagai kelainan ini dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Metode: Rancangan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan potong-lintang. Penelitian melibatkan 116 neonatus dari ibu golongan darah O-positif. Pemeriksaan golongan darah, Coomb’s-test, dan hematologi menggunakan sampel darah EDTA. Pemeriksaan bilirubin menggunakan sampel serum. Data demografi dan klinis dari rekam medis. Data ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil: Inkompatibilitas ABO didapatkan 58(50%) neonatus. Inkompatibilitas AO dan BO masing-masing 46,6% dan 53,4%. Coomb’s-test positif 58,7% kasus: 32,8% 1+positif, dan 25,9% 2+positif. Rerata parameter hematologi: kadar hemoglobin 15,5+2g/dL, hematokrit 46+7%, hitung eritrosit 4,4+0,7x106/µL, dan retikulosit absolut 243.440+115.875/µL. Rerata kadar bilirubin total serum 12,5+3,7mg/dL, bilirubin direct 0,5+0,2mg/dL, dan bilirubin indirect 11,9+4mg/dL. Kesimpulan: Konfirmasi laboratorium diperlukan pada inkompatibilitas ABO untuk deteksi berbagai kelainan yang dapat terjadi.
Korelasi Kadar Feritin dengan Enzim Transaminase Palasemia beta mayor Tergantung Transfusi Febrita Joniarti; Zelly Dia Rofinda; Husni Husni
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i3.p327-333.2022

Abstract

AbstrakTujuan: Mengetahui korelasi kadar feritin dengan enzim transaminase serum pada penyandang talasemia beta mayor tergantung transfusi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik retrospektif dengan rancangan cross-sectional terhadap 50 penyandang talasemia beta mayor untuk pemeriksaan feritin, SGOT dan SGPT di laboratorium sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian dilakukan dari Juli 2019 - Oktober 2020. Pemeriksaan feritin menggunakan metode ELFA, SGOT dan SGPT menggunakan metode NADH (Without P-5’-P). Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman, bermakna jika p<0,05. Hasil: Sebanyak 50 penyandang talasemia beta mayor didapatkan rerata kadar feritin adalah 3729,02 (3218,00) ng/dL, rerata kadar SGOT adalah 54,96 (48,99)%, rerata kadar SGPT adalah 60,14 (77,60)%. Uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif lemah antara kadar feritin dan SGOT (r=0,242, p<0,05), kadar feritin dan SGPT (r=0,380, p<0,05). Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah antara kadar feritin dengan enzim transaminase penyandang talasemia beta mayor tergantung transfusi.Kata kunci: Talasemia beta mayor; transfusi; feritin; SGOT; SGPT
Correlation between Immature Platetet Fraction Value and SOFA Score in Sepsis Patient Hesty Rhauda Ashan; Husni Husni; Eugeny Alia
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v28i3.1883

Abstract

Sepsis is a medical emergency that describes systemic inflammation reaction to infectious process that can lead to organ dysfunction and death. Sequential Organ Failure Assesment (SOFA) score is used to assess severity of organ dysfunction in septic patients. Immature platelet fraction (IPF) value can be used to evaluate thrombopoiesis. Research shows IPF can provide information regarding inflammatory activity and disease prognosis. A high IPF value in septic patient indicates the formation and recruitment of immature platelets that are triggered by infection. The aim of this study was to determine correlation between IPF value and SOFA score in sepsis patients. This was an analytical study with a cross-sectional design in 28 patients with sepsis who met the inclusion and exclusion criteria and conducted IPF tests at Central Laboratory of Dr M. Djamil Padang Hospital. The study was conducted from February 2020 to March 2021. Value of IPF was performed using automated hematology analyzer with flow cytometry method and SOFA scores are assessed by clinicians and obtained from medical records. Data were analyzed by Pearson correlation test, significant if p <0.05. Median value of IPF in patients with sepsis was 4.8 (1.4-15.7) %. Median of SOFA score in patients with sepsis was 5,5 (2-12). Correlation test showed a strong positive correlation between IPF values and SOFA score with r= 0.684 and p <0.05. There was a strong positive correlation between IPF values and SOFA score in sepsis.
The Effect Of Al-Quran Therapy To Sleep Quality In Elderly Tomi Jepisa; Rischa Hamdanesti; Weni Mailita; Ririn Ririn; Husni Husni; Radian Ilmaskal
Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 10 (2022): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v3i10.633

Abstract

Kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan kualitas hidup yang buruk, morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kualitas tidur yang buruk adalah umum di antara orang tua yang patut mendapat perhatian kita seiring bertambahnya usia populasi kita. Metode farmakologi tradisional dapat mengakibatkan ketergantungan dan gangguan fungsi psikomotorik dan kognitif. Mendengarkan musik, metode non-farmakologis, dapat mengurangi depresi dan meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mendengarkan suara Al-Quran terhadap kualitas tidur lansia. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan desain One Group Pre and Posttest. Teknik purposive sampling digunakan pada 20 lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar pada bulan Juli-Agustus 2022. Analisis data menggunakan Paired T-test. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan terapi Al-Qur'an (p-value 0,000; =0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi Al-Qur'an efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Terapi ini direkomendasikan untuk lansia karena mudah dan hemat biayaeffective.
Edukasi Manfaat Vaksin Covid-19 dan Booster Pada Lansia di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin Tomi Jepisa; Husni Husni; Weni Mailita; Alkafi Alkafi; Ririn Ririn
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.668

Abstract

Kelompok lanjut usia (lansia) adalah salah satu kelompok rentan yang memiliki morbiditas dan mortalitas tinggi dalam pandemi Covid-19. Lansia juga merupakan kelompok penduduk yang sangat membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan karena sebagian besar memiliki penyakit kronik/degeneratif. Untuk itu pencegahan penularan melalui upaya vaksin Covid-19 dan booster terhadap Covid-19 bagi lansia menjadi prioritas, baik di tingkat masyarakat maupun di fasilitas kesehatan. Adanya mutasi Covid-19 varian delta menyebabkan tingkat risiko penularan Covid-19 meningkat. Adapun sasaran pengabdian kepada masyarakat yang akandilakukan adalah seluruh lansia yang tinnggal di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin. Adapun tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman lansia akan vaksin Covid-19 dan vaksin booster dan mendooronng agar lansia mau di vaksiin Covid-19. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan pendidikan manfaat vaksin kepada lansia yang tinggal di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin. Setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini akan memberikan manfaat antara lain meningkatkan pengetahuan para lansia tentang vaksin Covid-19 dan adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik sehingga kedepannya seluruh lansia di PSTW melakukan vaksin Covid-19 dan vaksin boster.
Diseminasi Pengolahan Pisang Ambon dan Skrining Kesehatan pada Lansia Hipertensi di Kelurahan Lubuk Buaya Kota Padang Tomi Jepisa; Rischa Hamdanesti; Fadhilatul Hasnah; Linda Wati; Weni Mailita; Husni Husni
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 5 (2022): October Pages 785 - 943
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i5.687

Abstract

Risiko terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Berkisar 2 dari 3 orang berusia di atas 75 tahun diperkirakan mengidap hipertensi. Upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia ditujukan untuk menjaga agar para lanjut usia tetap sehat, mandiri aktif dan produktif secara sosial dan ekonomi sehingga untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah berkewajiban untuk menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi pengembangan kelompok lanjut usia. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan Disiminasi Pengolahan Pisang Ambon yang berguna untuk mencegah hipertensi dan skriniing kesehatan pada lansia Hipertensi di Kelurahan Lubuk Buaya Kota Padang. Kegiatan ini dapat dikatakan mendapatkan apresiasi yang baik dari peserta yang ditandai dengan tingginya tanggapan peserta sesi diskusi yang telah disediakan dengan optimal serta antusias lansia dalam mengkonsumsi rebusan pisang ambon.
The Effect of Kegel Exercise on Elderly With Urine Incontinence Tomi Jepisa; Tri Mia Intani; Husni Husni; Wiladi Rasyid; Radian Ilmaskal
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 3 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2059.918 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i3.389

Abstract

Various problems faced by the elderly include incontinence being the main complaint of the elderly. Urinary incontinence is the discharge of urine that is not digested by the elderly. Urinary incontinence will cause complications that can cause the elderly due to infection. One way to overcome all of this can be by doing Kegel exercises. The study used a pre-experimental design in the form of one group pretest-posttest without control. The results of the study describe the characteristics of age, gender, influencing the occurrence of urine iconentis in the elderly. The results of this study can be used as a reference in overcoming the problems of the elderly with urinary incontinence in the elderly. In addition, it is necessary to do it regularly in the elderly who experience urinary icontinasia.