Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

INTENDED CHANGE MASYARAKAT PELAKU INTEGRASI TERNAK HULTIKULTURA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ASAP DI LAHAN GAMBUT KECAMATAN KUMPEH ULU Adriani, Adriani; Andayani, Jul; Hamzah, Hamzah; Armando, Yunta Gombang; Novianti, Sri
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.744 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4291

Abstract

Setiap tahun wilayah kumpeh selalu mengalami kebakaran hutan yang berdapak pada banyaknya asap yang ditimbulkan, ditambah lagi kebiasaan masyarakat dalam pengolah lahan pertanian dengan membakar dengan alasan lebih mudah, murah dan sisa pembakaran bisa menjadi pupuk. Namun sebagian besar wilayahnya terdiri atas lahan gambut yang mudah terbakar jika terjadi kemarau dan api sulit dikendalikan. Tentunya ini menjadi masalah sekaligus tantangan untuk bisa merubah pola pengolahan lahan yang selama ini dilakukan kearah yang lebih baik (Intended-Change). Survei pendahuluan, wawancara dengan masyarakat dan kelompok tani di Kumpeh Ulu bahwa kebiasaan masyarakat sudah turun temurun dilakukan yaitu membakar lahan 1-3 minggu dengan cara menunpuk tanaman semak yang sudah ditebas, kemudian ditutup tanah dibagian atasnya dan dibakar sampai semua sisa tanaman habis. Namun karena lahanya berupa gambut, maka tanah bagian atas juga merupakan bahan yang siap terbakar. Padahal selama proses pebakaran ini terjadi pencemaran udara karena tingginya kandungan asap, sulit mengendalikan api jika sudah melebar. Potensi yang sangat menunjang dalam proses pengolahan lahan yang ramah lingkungan adalah melakukan pengolahan limbah kotoran ternak dan limbah tanaman yang ada menjadi pupuk organik. Karena selama ini petani peternak tidak mengetahui pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk bahkan kotoran ternak yang ada dibuang begitu saja disekitar kandang yang juga mengakibatkan pencemaran udara dan air. Padahal jumlah ternak yang dimiliki kedua kelompok tani (sumber rezeki dan karya tani) tergolong banyak yaitu sapi 37 ekor dan kambing 66 ekor. Potensi kotoran dari ternak ini sekitar 851 kg per hari dalam bentuk basah dari sapi dan sebanyak ± 30 kg per hari dari kambing. Tentunya ini merupakan bahan baku yang bisa dimanfaatkan selain sisa atau limbah tanaman hultikutura yang ada. Kegiatan penyluhan dilakukan di rumah ketua kelompok sumber rezeki yang diikuti sebanyak 22 onggota kelompok tani. Materi yang diberikan pada kegiatan penyuluhan ada 3 yaitu karerateristik lahan gambut, proses pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dan hijauan serta materi dampak asap pembakaran terhadap kesehatan. Selain penyuluhan juga ada praktek pembuatan pupuk organik sebanyak 1 ton, dengan menggunakan 600 kg kotoran kambing, 400 kg rumput yang sudah dicacah, ditambah dengan 1 liter EM4, 5 kg dedak padi dan 2,5 kg urea. Semua bahan diaduk rata dan disimpan selama 21 hari dengan cara ditutup tarpal. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian bahwa pupuk organik yang dihasilkan memperlihatkan bentuk fifik yang baik yaitu berwarna coklat sampai kehiataman, berbauk tanah dan bertektur gembur.
Penerapan Iptek Pada Kambing Perah di Desa Jati Emas Kabupaten Tanjung Jabung Barat Novianti, Sri; Fatati, Fatati; Andayani, Jul; Syarif, Suhessy; Suryani, Heni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.163 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i2.15930

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah agar peserta pelatihan yang merupakan peternak kambing perah yang terdapat di desa Jati Emas dapat menerapkan manajemen pemeliharaan kambing perah yang baik, dapat membuat pakan komplit dan melakukan seleksi pejantan. Agar tujuan pemeliharaan kambing perah berupa penghasil susu dapat tercapai seiring dengan kebijakan pemerintah daerah yang akan menjadikan desa Jati Emas sebagai sentra penghasil susu kambing. Metode pelaksanaan berupa pendekatan partisipatif dengan melibatkan peternak yang tergabung dalam kelompok tani Makmur dan Suka Maju, perangkat desa Jati Emas dan dinas Ketahanan Pangan kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap,yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melihat hasil evaluasi terhadap kehadiran dan keaktifan peserta pelatihan dalam diskusi maupun dalam penerapan Iptek. Hasil yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terhadap manajemen pemeliharan kambing perah yang baik, mampu membuat pakan komplit untuk kambing perah dan dapat melakukan seleksi pejantan. Peningkatan pengetahuan ini diiringi dengan penerapannya pada usaha ternak kambing yang mereka jalani. Selanjutnya masih perlu dilakukan program pendampingan dalam upaya mewujudkan desa Jati Emas sebagai sentra penghasil susu kambing di kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya dan propinsi Jambi pada umumnya.
Penerapan Iptek Pada Kambing Perah di Desa Jati Emas Kabupaten Tanjung Jabung Barat Novianti, Sri; Fatati, Fatati; Andayani, Jul; Syarif, Suhessy; Suryani, Heni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.015 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i3.16278

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah agar peserta pelatihan yang merupakan peternak kambing perah yang terdapat di desa Jati Emas dapat menerapkan manajemen pemeliharaan kambing perah yang baik, dapat membuat pakan komplit dan melakukan seleksi pejantan. Agar tujuan pemeliharaan kambing perah berupa penghasil susu dapat tercapai seiring dengan kebijakan pemerintah daerah yang akan menjadikan desa Jati Emas sebagai sentra penghasil susu kambing. Metode pelaksanaan berupa pendekatan partisipatif dengan melibatkan peternak yang tergabung dalam kelompok tani Makmur dan Suka Maju, perangkat desa Jati Emas dan dinas Ketahanan Pangan kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap,yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melihat hasil evaluasi terhadap kehadiran dan keaktifan peserta pelatihan dalam diskusi maupun dalam penerapan Iptek. Hasil yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terhadap manajemen pemeliharan kambing perah yang baik, mampu membuat pakan komplit untuk kambing perah dan dapat melakukan seleksi pejantan. Peningkatan pengetahuan ini diiringi dengan penerapannya pada usaha ternak kambing yang mereka jalani. Selanjutnya masih perlu dilakukan program pendampingan dalam upaya mewujudkan desa Jati Emas sebagai sentra penghasil susu kambing di kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya dan propinsi Jambi pada umumnya.
In Vitro Digestibility Evaluation Ammoniated Palm Frond as Cattle Feed Andayani, Jul; Sadarman, Sadarman; Novianti, Sri; Kaswari, Teja; Fatati, Fatati; Qomariyah, Novia; Sastrawan, Sandri; Prihambodo, Tri Rachmanto
ANIMAL PRODUCTION Vol. 27 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2025.27.1.336

Abstract

This study aimed to assess the potential of ammonia-treated palm fronds as a substitute for conventional forage in animal feed through in vitro analysis. The materials used were palm fronds, elephant grass, fine bran, corn, coconut meal, and urea. This study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications. The treatments applied in this study were: T0: 70% forage (all grass, no ammoniated palm fronds) + 30% concentrate, T1: 70% forage (75% grass, 25% ammoniated palm fronds) + 30% concentrate, T2: 70% forage (equal portions of grass and ammoniated palm fronds) + 30% concentrate, T3: 70% forage (25% grass, 75% ammoniated palm fronds) + 30% concentrate, and T4: 70% forage (entirely ammoniated palm fronds, no grass) + 30% concentrate. The observed variables in this study encompassed pH, digestibility of dry matter, organic matter, and crude protein, as well as the digestibility of NDF, ADF, and hemicellulose. The data obtained in this experiment were analyzed using analysis of variance (ANOVA) according to the design used. The post hoc test used was Duncan's multiple range test. The experimental results indicated that the treatments did not significantly affect (P>0.05) pH after in vitro testing. However, they had a significant impact (P<0.05) on the digestibility of dry matter, organic matter, crude protein, NDF, ADF, and hemicellulose. Digestibility increased with the increasing percentage of ammoniated palm fronds in the diet. In conclusion, this research demonstrates that the ammoniation process can improve the quality of palm fronds, leading to increased digestibility of palm fronds in the diet. Ammoniated palm fronds can replace forage in cattle feed based on nutrient digestibility in vitro.
ANALISIS KOMPARASI PERKEMBANGAN, PERILAKU DAN VOLATILITAS HARGA DAGING AYAM PADA PASAR-PASAR TRADISIONAL TERBESAR DI KOTA JAMBI Firmansyah, Firmansyah; H, Afriani; Andayani, Jul; Sulaksana, Indra; Filawati, Filawati; Fatati, Fatati; Gusri, Lailal
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i2.1222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan, perilaku dan volatilitas harga daging ayam pada pasar-pasar tradisional terbesar di Kota Jambi. Metode penelitian menggunakan analisis data sekunder berupa data time series yaitu harga daging ayam pada pasar tradisional Angso Duo dan pasar Talang Banjar di Kota Jambi yang bersumber dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasionalselama periode Januari s/d Agustus 2023. Analsis data yang digunakan terdiri dari koefisien variasi (CV), volatilitas historis dan uji beda Independent sample t-test. Harga daging ayam pada pasar-pasar tradisional terbesar di Kota Jambi masih di bawah normal yaitu di bawah harga acuan penjualan sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional.Perilaku harga daging ayam pada pasar-pasar  tradisional terbesar Kota Jambi adalah tidak stabil atau berfluktuasi tinggi dengan voltalitas harga daging ayam cukup besar. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan antara rata-rata hargadaging ayam, perkembangan harga daging ayamdan volatilitasharga daging ayam antara pasar-pasar tradisional terbesar di Kota Jambi.
Produksi Susu Kambing Peranakan Etawah Sebagai Respon Pemberian Probiotik dan Mineral Seng dalam Ransum : Etawah Crossbreed Goat Milk Production as a Response to the Providing Probiotics and Zinc Minerals in the Feed Adriani, Adriani; Darlis, Darlis; Andayani, Jul; Novianti, Sri
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i2.28413

Abstract

The productivity of Etawah crossbreed goats in producing milk and meat is not yet optimal. Milk production can be increased by providing zinc and probiotics. Zinc plays a role in helping the digestive process and increasing growth. Meanwhile, probiotics can increase digestibility and milk production. This research aims to determine the effect of providing the mineral zinc (Zn) and probiotics on the milk production of Etawah Crosbreed goats. This study used 12 first and second lactation Etawah crossbreed goats. A randomized block design was used with three treatments and four replications, namely P0 = control (70% forage + 30% concentrate), P1 = P0 + 2% probiotics, P2 = P1 + Zn 60 g/kg BW. The parameters observed were feed dry matter consumption, protein, fat and crude fiber, milk production, milk quality (specific gravity, protein, fat, lactose and dry matter). The research results showed that probiotics and Zn had no effect on consumption of diet dry matter, crude protein, diet fat (P.0.05). Probiotic and Zn treatment can increase milk production (P<0.05), where P2 is higher than P1 and P0 and P1 are higher than P0. However, it did not affect the quality of milk, namely protein, fat, lactose and dry matter of Etawah Crosbreed goats (P>0.05), except for the specific gravity of the milk. The research conclusion was that the provision of probiotics and Zn minerals did not affect feed consumption and milk quality, but increased milk production.
Capacity Building for Women Farmers in Organic Waste Management and SRI-Based Cultivation Jasminarni, Jasminarni; Novita, Trias; Andayani, Jul
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to enhance sustainable agriculture by implementing the System of Rice Intensification (SRI) through the utilization of rice straw compost among the Sedap Malam Women Farming Group in Koto Pudung, Kerinci. The method involves a participatory training approach focused on transforming rice straw waste into high-quality organic fertilizer, addressing the ecological drawbacks of conventional biomass burning. Results indicate that integrating rice straw compost into SRI framework significantly optimizes nutrient recycling and soil health restoration while reducing production costs by eliminating dependence on synthetic fertilizers. The novelty of this work lies in the localized synergy between organic waste management and SRI principles to empower women farmers in a rural context. Ultimately, this transition from traditional burning to organic composting serves as a strategic implication for mitigating air pollution and fostering a circular economy in regional rice production.