Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ADAPTASI SOSIAL BUDAYA ETNIS KARO PASCA REMOBILISASI AKIBAT ERUPSI GUNUNG SINABUNG DIDESA SIGARANG-GARANG KECAMATAN NAMANTERAN Ovfrilda Br Tarigan, Vanny; Puspitawati, Puspitawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5185-5191

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripikan adaptasi sosial budaya masyarakat Karo pasca erupsi Gunung Sinabung di Desa Sigarang-Garang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sigarang-Garang, Kecamatan Naman Teran. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini mengungkapkan adaptasi sosial budaya masyarakat  Karo di Desa Sigarang-Garang pasca remobilisasi akibat erupsi Gunung Sinabung mencerminkan dampak bencana terhadap kehidupanya. Interaksi sosial terbatas dan hubungan antarwarga terhambat, sementara tradisi seperti Pesta Tahun (gendang guro-guro aron ngumbah-ngumbahi) dan acara adat kematian (peradaten kematen) mengalami perubahan. Masyarakat berusaha mempertahankan identitas budaya dan tradisinya, meskipun harus menyesuaikan dengan kondisi baru. Adaptasi ini menunjukkan ketahanan komunitas dalam membangun kembali ikatan sosial dan budaya yang terputus.
PERANAN FOKLOR LISAN PEA POROHAN DALAM MENCEGAH TABU INSES DI DESA SALAON TOBA KABUPATEN SAMOSIR Sinurat, Ronia; Puspitawati, Puspitawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i7.2025.2902-2907

Abstract

Peneliti ini bertujuan menganalisis peranan foklor lisan pea porohan dalam mencegah tabu inses di Desa Salaon Toba Kabupaten Samosir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa peranan foklor lisan Pea Porohan memiliki peran yang penting dalam membangun kesadaran masyakat dalam mencegah tabu inses di desa Salaon Toba.  Foklor lisan pea porohan memainkan peran penting yang lebih besar, bukan hannya sekedar hiburan atau hannya di ceritakan begitu saja tetapi sebagai alat mengontrol sosial. Adapun peranan foklor lisan pea porohan dalam mencegah tabu inses di desa Salaon Toba Kabupaten Samosir yaitu (1) menyampaikan norma dan larangan; (2) memberikan sanksi simbolik; (3) mengajarkan etika dan moral; (4) memperkuat identitas sosial dan adat.
PERGELARAN PESTA BUDAYA NJUAH-NJUAH SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS ETNIK PAKPAK DI KELURAHAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI Natalia Manullang, Berliana; Puspitawati, Puspitawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5192-5200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pagelaran pesta budaya Njuah-njuah di Kelurahan Sidikalang yang dapat merepresentasikan identitas budaya pakpak. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sidikalang Kota Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pesta Budaya Njuah-Njuah merupakan perayaan penting bagi masyarakat Pakpak di Dairi, berfungsi untuk mengekspresikan, melestarikan, dan memperkuat identitas budaya. Acara ini menampilkan tradisi lisan, tarian, lagu, dan seni pertunjukan yang merayakan warisan kultural, seperti legenda Si Beru Leto yang mengajarkan generasi muda untuk menghargai asal-usul mereka. Tarian Era-era dan lagu "Cikala Le Pongpong" menekankan nilai kebersamaan dan penghargaan terhadap alam. Pertunjukan baju adat, meskipun dimodifikasi, menegaskan identitas etnis Pakpak. Secara keseluruhan, Pesta Njuah-njuah adalah upaya kolektif untuk menjaga dan meneruskan warisan budaya sambil menciptakan rasa kebersamaan dalam komunitas, Pesta Budaya Njuah-njuah di Kabupaten Dairi merupakan perayaan yang tidak hanya merayakan kekayaan budaya, tetapi juga menyampaikan berbagai nilai pendidikan penting. Acara ini mengajarkan pelestarian budaya, toleransi, kreativitas, kesadaran lingkungan, kerja sama, sejarah, kemandirian ekonomi, pengembangan sosial, identitas, dan inovasi. Nilai-nilai ini berkontribusi dalam membentuk karakter individu, meningkatkan kesadaran budaya, dan memperkaya pemahaman serta keterampilan masyarakat, dari generasi muda hingga seluruh peserta acara. Dengan demikian, Pesta Budaya Njuah-njuah berfungsi sebagai media pendidikan yang memperkuat rasa kebersamaan dan identitas komunitas.
MANDOK HATA TRADISI PADA MALAM TAHUN BARU ETNIK BATAK TOBA DI KOTA PARAPAT KABUPATEN SIMALUNGUN Kristina Hutagalung, Grace; Puspitawati, Puspitawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1922-1925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan mengapa tradisi Mandok Hata pada malam tahun baru menjadi  tradisi suku Batak Toba Kristen Protestan di kota Parapat kabupaten Simalungun. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman dan penjelasan secara rinci dan mendalam dalam kata-kata dan bukan dalam angka-angka yang berkaitan dengan suatu fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan mengapa Mandok Hata pada malam tahun baru etnik Batak Toba menjadi  tradisi di Kota Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun. Tradisi Mandok Hata  diperkenalkan dan diwariskan secara turun temurun. Hal ini dapat dipahami sebagai sesuatu yang diciptakan, dipraktekkan atau dimaksudkan untuk membentuk suatu bentuk hubungan sosial yaitu keluarga yang menjadi objek dalam sebuah proses transmisi. Pentingnya tradisi tersebut tetap dilaksanakan oleh setiap keluarga Batak Toba beragama Kristen Protestan adalah sebagai pendidikan karakter anak untuk melatih anak agar mampu berbicara di depan orang lain dengan kepercayaan diri lebih meningkat dan mengasah kemampuan anak dalam mengolah kata kata yang akan di ungkapkan dengan baik sehingga diharapkan kedepannya akan lebih mampu cakap dalam berbicara di khalayak umum, kemampuan bekerjasama, keharmonisan keluarga, meningkatkan nilai sosial. 
PENGETAHUAN LOKAL PEMANFAATAN TUMBUHAN DALAM ADAPTASI EKOLOGI PADA ETNIK BATAK TOBA DI DESA PULO DOGOM Siagian, Serli; Puspitawati, Puspitawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2764-2772

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang pengetahuan lokal pemanfaatan tumbuhan dalam ekologi di desa Pulo Dogom, mendeskripsikan tentang proses pemanfaatan tumbuhan dalam adaptasi ekologi pada etnik Batak Toba di desa Pulo Dogom dan untuk mendeskripsikan tentang strategi yang dilakukan etnik Batak Toba dalam pelestarian tumbuhan di desa Pulo Dogom. Metode penelitian yaitu kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara terstruktur kepada informan dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwasanya terdapat pengetahuan lokal mengenai jenis-jenis ekologi serta ruang lingkup tumbuhan dalam adaptasi di desa Pulo Dogom. Adapun jenis-jenis tumbuhan dalam adaptasi ekologi di desa Pulo Dogom yaitu tumbuhan jenis buah, jenis bumbu dan jenis sayuran. Ruang lingkup tumbuhan dapat ditemukan di lokasi pekarangan rumah, perkebunan kelapa sawit, persawasahan serta area sungai. Proses pengolahan pemanfaatan tumbuhan di desa Pulo Dogom terbagi menjadi empat yaitu, pengolahan tumbuhan sebagai bahan pangan, pengolahan tumbuhan sebagai bahan perawatan rambut alami, pengolahan tumbuhan sebagai pupuk organik, dan pengolahan tumbuhan sebagai pakan ternak. Strategi yang dilakukan etnik Batak Toba di desa Pulo Dogom dalam pelestarian tumbuhan yaitu merawat tumbuhan dengan baik dengan cara membersihkan rumput liar di sekitar tumbuhan, memberikan pupuk, memilih bibit tumbuhan yang berkualitas serta memberikan racun pertisida serta perawatan lainnya. Pengetahuan lokal yang terdapat pada etnik Batak Toba di desa Pulo Dogom diperoleh berdasarkan pengetahuan yang diwariskan oleh orang tua terdahulu dan diwariskan kembali kepada generasi penerus saat ini. 
KEBERTAHANAN PRAKTIK PENYEMBUHAN PERSONALISTIK DI KELURAHAN LIMAU SUNDAI, KECAMATAN BINJAI BARAT Riandini, Putri; Puspitawati, Puspitawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i8.2025.3581-3585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan praktik penyembuhan personalistik di Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat. Meskipun masyarakat setempat telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan modern, praktik pengobatan berbasis spiritual tetap dipertahankan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pengobat tradisional, pasien pengobatan non-medis dan medis, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan praktik penyembuhan personalistik didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap penyebab penyakit non-medis, pengalaman penyembuhan yang bersifat personal, kemudahan akses dan biaya yang fleksibel, serta dukungan budaya lokal yang kuat. Para pengobat dipandang tidak hanya sebagai penyembuh tetapi juga sebagai figur sosial yang dihormati. Temuan ini memperlihatkan bahwa pengobatan personalistik tetap relevan dan hidup berdampingan dengan pengobatan modern, karena mampu memenuhi kebutuhan spiritual, emosional, dan budaya masyarakat. Dengan demikian, pengobatan tradisional tetap menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan masyarakat, khususnya dalam konteks komunitas yang masih menjunjung nilai-nilai kultural.
PERUBAHAN PEMANFAATAN KOLAM LAU TIMAH DI DESA LAU RENUN KEC. TANAH PINEM KAB. DAIRI Salsabila Br Depari, Wiwi; Puspitawati, Puspitawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.3936-3941

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan bentuk observasi partisipasi (participant observer). Sumber informasi untuk penelitian ini adalah informan atau narasumber yang di anggap mampu memberikan informasi dan data. Informan dan narasumber yang ditentukan oleh peneliti yaitu pengelola pemandian lau timah, tokoh adat, masyarakat Desa Lau Renun, masyarakat yang berkunjung ke pemandian lau timah. Teknik pengumpulan data dengan cara obesrvasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data ini dilaksanakan bersamaan ddengan proses pengumpulan data, yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian Kolam Lau Timah, sebuah mata air alami di Desa Lau Renun, telah mengalami transformasi signifikan dalam pemanfaatannya sejak dikenal luas oleh masyarakat luar sejak tahun 2018.Â