Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN ALAT PARAFFIN BATH DENGAN KONTROL SUHU SECARA OTOMATIS BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 Belawa Hurint, Ronaldi; Andrianto, Dian; Kuspranoto, Abdul Haris
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 3 No 2 (2022): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v3i1.19

Abstract

Hidroterapi merupakan salah satu metode terapi menggunakan zat cair. Penggunaan media berupa zat cair memiliki dua jenis terapi yaitu panas dan dingin. Salah satu contoh pemberian terapi menggunakan hidro terapi adalah Paraffin Bath yang menggunakan cairan lilin berupa paraffin wax sebagai media penghantar panas dengan memanaskan lilin. Perancangan alat paraffin bath dilakukan dengan penggunaan komponen pendukung berupa Arduino Mega 2560, sensor DS18B20, keypad 4x4, driver relay, heater, dan LCD 20x4. Metode yang digunakan dalam pengujian yaitu dengan menguji suhu pada wadah dengan memanaskan lilin paraffin. Jika kinerja alat sudah sesuai atau suhu yang diuji dengan menggunakan sensor DS18B20 tidak berbeda jauh dengan alat pembanding, maka alat sudah bekerja dengan baik. Jika hasil yang ditampilkan kurang, artinya suhu pada wadah tidak tersebar dengan merata hingga proses pencairan akan memakan waktu yang lama. Paraffin bath sudah bekerja dengan baik dimana nilai kesalahan tertinggi pada pengujian sensor sebesar 2% pada suhu 50°C dan terendah 0,16% pada suhu 52°C serta nilai persentase error tertinggi pada pengujian alat sebesar 2,86% pada suhu 49°C dan terendah 0,82% pada suhu 55°C.
RANCANG BANGUN UV BOX STERILISATOR DENGAN TAMPILAN LCD BERBASIS ANDROID Kuspranoto, Abdul Haris; Andrianto, Dian; Rahmasari, Annisa
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 3 No 2 (2022): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v3i1.20

Abstract

Merancang Ultraviolet box sterilisator yang digunakan untuk mensterilkan barang sehari-hari demi kebersihan dan kesterilannya. Menambahkan LCD dan Android menggunakan ESP8266 sebagai mikrokontroller untuk monitoring. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat yang digunakan untuk mensterilkan benda sehari-hari disertai inovasi guna mempermudah pengguna. Pada penelitian ini data yang ingin di teliti berupa penelitian yang membahas box sterilisasi dengan tampilan LCD dan Android dengan menggunakan sampel berupa masker dan kunci. Pengguna dapat memantau dan mengontrol secara real-time dari jarak jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan metode intinya penelitian eksperimen. Hasil pengurangan jumlah bakteri yang didapatkan melalui penelitian di Balai Laboratorium pada sampel masker medis dengan waktu 10 menit adalah 88%, masker duckbill dengan waktu 20 menit adalah 98%, dan masker KN95 dengan waktu 30 menit adalah 89%. Pada sampel kunci gembok dengan waktu 10 menit adalah 67%, kunci pintu dengan waktu 20 menit adalah 100%.
ALAT MONITORING KONSENTRASI OKSIGEN DAN ALIRAN UDARA PADA REGULATOR OKSIGEN Haris Kuspranoto, Abdul; Muslihun; Walikram, Zulzala
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 3 No 2 (2022): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v3i1.22

Abstract

Oksigen merupakan suatu kebutuhan hidup yang sangat jarang dipikirkan meskipun memiliki nilai yang sangat tinggi bagi manusia. Untuk pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis atau pasien dengan atelektasis oleh oksigenasi, risiko asidosis respiratori meningkat ketika oksigen diberikan sebebasnya tanpa terukur. Untuk menghindari asidosis ini, saturasi oksigen harus dijaga antara 88% dan 92% dan laju aliran oksigen. Karena itu keakuratan sistem pengiriman aliran oksigen penting. Alat ini mendeteksi kadar oksigen dan tekanan udara pada gas oksigen menggunakan sensor OCS-3F. Untuk memastikan tekanan udara / flow dan kadar oksigen yang akan diberikan ke pasien, maka munculah ide dari peneliti untuk melakukan penelitian ini. Dengan melakukan 5 titik pengujian di 2, 3, 5, 6, dan 7 Liter per menit serta masing masing titik pengujian dilakukan 5 kali pengukuran, dan juga melakukan pengambilan 3 titik pengukuran untuk nilai yang diambil di cocokan dengan regulator. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa alat monitoring konsentrasi oksigen dan laju udara pada regulator oksigen berhasil dibuat dan bekerja dengan baik, dimana pembacaan sensor yang baik dan hasil pengukuran akurasi laju tekanan udara dengan kesalahan lebih kurang 1%.
PENGEMBANGAN TELEMONITORING PADA PULSE OXIMETER MENGGUNAKAN SPO2 NELLCOR BERBASIS INTERNET OF THINGS Kuspranoto, Abdul Haris; Nuha ABA, Muhammad Ulin
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 4 No 2 (2023): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v4i2.36

Abstract

Telemonitoring is a method of long-distance health services using information technology to provide data to health services. Telemonitoring can save time, costs and effectiveness of health services. The biggest challenge in using Telemonitoring is that the adoption rate is still low and there has not been much development in medical equipment. Pulse Oximeter Using Nellcor SpO2 Based on the Internet of Things, functions to measure oxygen saturation (SpO2) and measure heart rate remotely. Then the results can be monitored via an Android smartphone application by utilizing an internet connection. To make this happen, hardware and software planning was made. This module uses a Nellcor SpO2 sensor which will regulate SpO2 and Heart Rate values ​​in the range of 60-100%. This microcontroller module uses ESP32 which will act as the brain of the device controller and connect the device to an Android smartphone. The measurement results of this tool are tampilaned on a 3.5 inch Nextion LCD and the Inventor application on an Android smartphone. The difference between oxygen saturation and heart rate readings on the Prosim 8 device has the largest error percentage of 5.4% for heart rate and the smallest at 0% for SpO2. This application can record SPO2 data and falling heart rate on patients periodically, so that their condition and condition can be monitored. for diagnostic data on patients remotely.
PERANCANGAN SIMULASI ALAT PENGUKURAN INTENSITAS CAHAYA MENGGUNAKAN LUX METER BERBASIS LDR DAN ARDUINO DENGAN PENGATURAN LED NURANI, ANNISA EKMA; Kuspranoto, Abdul Haris
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 4 No 2 (2023): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v4i2.37

Abstract

Light is a visible electromagnetic wave whose main function is to illuminate the environment. Light has a significant impact on the human eye. A lux meter can be used to check the intensity of light. However, cheaper and more accurate light meters are not currently available. The design simulation of this tool is carried out to simulate accuracy and efficiency. The simulation involves the design of a more efficient light intensity measurement tool with a lux meter. The Luxmeter is equipped with a photoresistor sensor to read the intensity of light and an LED for the standard light intensity measurement system. The control system of this lux meter is operated by an Arduino Uno, and the readings of light intensity and distance can be displayed on a 20x4 LCD. The simulation of this tool is conducted to determine the accuracy of the light intensity and distance measurements.
PERANCANGAN SIMULASI KALKULATOR INDEKS MASA TUBUH BERBASIS ARDUINO UNO DAN SIMULASI WOKWI Bagaskoro, Christopher; Kuspranoto, Abdul Haris
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 4 No 2 (2023): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v4i2.39

Abstract

Ideal body weight is everyone's dream. Not only does having a body shape support your appearance, ideal body weight also indicates a healthy body condition. Maintaining body weight is one of the main keys to having a healthy and fit body. To find out whether our weight is ideal, we can see it from the Body Mass Index (BMI) measurement. BMI is measured by comparing height and weight. Basically, BMI is a benchmark that can be used as a way to find out ideal body weight. As time progresses, the use of existing technology is widely applied in the world of health. One of them is a BMI Calculator that uses a microcontroller such as Arduino UNO. BMI Calculator is a measurement tool commonly used to evaluate a person's Body Mass Index (BMI). This tool helps individuals and healthcare professionals to quickly determine whether a person is within a healthy weight range, underweight, or overweight.
DESAIN UNTUK HOT PLATE MAGNETIK STIRRER DENGAN MOTOR RPM TINGGI Ulin Nuha ABA, Muhammad; Kuspranoto, Abdul Haris; Muslihun; Saktira P.S, Riza; Tri Harsoyo, Imam
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 5 No 2 (2024): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v5i2.92

Abstract

Hotplate magnetic stirrer is laboratory equipment used to mix solutions to make them more homogeneous by utilizing a heater and magnetic rod controlled by a high RPM motor, as well as several other supporting components. All these components are assembled into one good tool. In order to produce a good magnetic stirrer hotplate tool, it is necessary to make a planning design to produce a magnetic stirrer hotplate tool that is ergonomic and functional. In designing this tool, several stages of literature study are carried out, designing the tool (to find out the various components needed), designing the tool using a computer, printing the tool, installing components and testing the electrical power of the tool. Based on these steps, the casing design for the Hotplate Magnetic Stirrer tool was successfully created with a length = 230 mm, width = 220 mm, and height = 156 mm. This casing design is able to accommodate all electronic and non-electronic components used, especially high RPM DC motors. It is proven that through this casing design, the high RPM DC motor and other components are installed (attached) well. It has also been confirmed that all installed electronic components have voltage according to their specifications. Keywords: Magnetic Stirrer Hotplate, Design, Motor, RPM, Components.
PENERAPAN DIGITAL MOVING AVERAGE FILTER PADA SKIN SENSOR INFANT WARMER UNTUK MENGUKUR SUHU Kuspranoto, Abdul Haris; Ulin Nuha ABA, Muhammad
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 5 No 2 (2024): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v5i2.93

Abstract

Accurate and stable measurement of a baby's body temperature is a critical element in neonatal care, especially for premature babies or babies with medical conditions that require intensive attention. Currently, skin sensors integrated with infant warmers are a common solution for continuously monitoring baby's body temperature. However, temperature fluctuations and environmental noise can interfere with measurement accuracy. This research aims to increase the accuracy of temperature measurements using the Digital Moving Average Filter (DMAF) on the skin sensor in the infant warmer. DMAF is applied to reduce noise and fluctuations, thereby producing more stable and accurate temperature data. This method was tested using a dataset of temperature measurements from newborn babies. The results show a significant improvement in temperature measurement accuracy of up to 97.94%, with a substantial reduction in fluctuations and noise. In addition, temperature fluctuations do not exceed 1 degree Celsius after using the DMAF method. Thus, the application of DMAF to skin sensor infant warmers provides clear benefits in improving the quality of neonatal care by providing more precise and responsive temperature control, as well as reducing the risk of dangerous medical conditions due to temperature instability. These findings provide a strong foundation for further development in sensor technology and temperature regulation in infant warmers, with great potential to improve the safety and well-being of newborns.
Rancang Bangun Elektrostimulator dengan Output Tiga Gelombang Berbasis Arduino Mega Pro Mini 2560 Kuspranoto, Abdul Haris; Nuha ABA, Muhammad Ulin
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v5i2.15867

Abstract

Gelombang listrik mempunyai sebuah peran penting dalam berbagai unsur dalam kehidupan manusia, salah satunya dibidang kesehatan dimanfaatkan untuk diagnosa, sumber alat kesehatan, dan terapi penyakit. Pada proses terapi, arus listrik yang mempunyai frekuensi rendah dapat menstimulus bagian otot – otot saraf pada motorik maupun sensorik yang sakit dengan menggunakan aliran tenaga listrik yang sering disebut elektrostimulator. Elektrostimulator adalah sebuah perangkat elektronik yang menghasilkan gelombang listrik serta memiliki bentuk gelombang, amplitudo, frekuensi, dan lebar pulsa tertentu yang digunakan untuk menstimulasikan otot pada manusia. Dari parameter bentuk gelombang, peneliti bertujuan melakukan penelitian dengan jenis gelombang yang berbeda pada setiap terapi sehingga dilakukan penelitian tentang jenis gelombang yang diterapkan pada terapi. Pada metode penelitian ini dilakukan uji coba elektrostimulator dengan output tiga gelombang yaitu gelombang sinus, square, dan triangle yang dilengkapi dengan parameter setting level satu sampai tiga dengan nilai frekuensi dan duty cycle yang telah ditentukan. Uji fungsi alat  dilakukan dengan memasang elektroda pada bagian lengan atas kemudian di uji cobakan pada semua jenis parameter dan setting level untuk membandingkan hasil yang didapat agar dapat mengetahui perbedaan hasil setiap parameter. Setiap jenis gelombang menimbulkan efek terapi yang berbeda, dan setting level memberikan tingkat rasa efek terapi yang berbeda pula. Semakin tinggi level maka semakin terasa efek terapi yang diberikan. Tingkat rasa stimulan dipengaruhi oleh tegangan, frequensi, dan duty cycle. Hasil rancang bangun alat memiliki persentase nilai kesalahan yang dilakukan dari uji fungsi alat ini yaitu 1,5%, 1,0%, dan 3,3%.
RANCANG BANGUN ALAT LAMPU INFRA MERAH YANG DAPAT MENYESUAIKAN INTENSITAS CAHAYA DENGAN JARAK BERBASIS ARDUINO UNO Didik Iswanto, Pradipta; haris Kuspranoto, Abdul; Rani, Destri Maya
MEDIKA TRADA : Jurnal Teknik Elektomedik Polbitrada Vol 2 No 1 (2021): MEDIKA TRADA (JTEMP) VOL 2 NO. 1
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v2i1.17

Abstract

Terapi infra merah adalah salah satu jenis terapi dalam bidang fisioterapi yang menggunakan gelombang elektromagnetik infra merah dengan rentang panjang gelombang 750 nm-100 μm, dan frekuensi 400 THz-3 THz. Alat terapi infra merah yang ada saat ini masih dioperasikan secara manual, tidak terdapat jarak aman penyinaran. Lama waktu penyinaran adalah 10 – 30 menit, untuk jarak penyinaran 45 – 60 cm. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk membuat dan merancang alat yang dapat menyesuaikan tingkat cahaya infra merah berdasarkan jarak, dengan menggunakan sensor ultrasonic HC-SR04 sebagai sensor jaraknya, modul AC Light Dimmer sebagai control intensitas infra merah dan Arduino akan memproses data. Pengambilan data pada penelitian ini berdasarkan 10 kali pengujian alat. Pengujian dilakukan dengan menggunakan penggaris dan multimeter untuk melihat jarak dan tegangan pada alat. Hasil dari penelitian ini adalah pengukuran jarak 45 cm dihasilkan simpangan error sebesar 0, untuk waktu terapi 30 menit dihasilkan error sebesar 0,014%.