Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Jaminan Keberlanjutan Usaha Karet di Provinsi Lampung Saputra, Hendra; Azrifirwan, Azrifirwan; Firdani, Fea
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.21

Abstract

Karet merupakan komoditas unggulan perkebunan Provinsi Lampung. Sentra produksi karet di Lampung terdapat di daerah Tulang Bawang, Mesuji dan Way Kanan. Produktivitas komoditi karet di lampung yaitu 1.051 (kg/ha/tahun) dan jumlah petani karet 120.052 jiwa. Saat ini petani karet selalu mengeluh tentang harga jual karet yang murah dan tidak semahal dulu. Harga karet yang rendah menyebabkan petani mencampurkan karet dengan benda lain untuk memperoleh berat karet yang lebih. Perilaku petani yang mayoritas membuat karet kotor yang dicampur dengan benda lain dengan tujuan untuk mendapatkan berat yang lebih besar akan merugikan rantai bisnis karet terutama pihak industri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai tambah yang diperoleh pelaku rantai pasok karet dan mengidentifikasi tingkat risiko yang di terima oleh pelaku rantai pasok tersebut, selanjutnya dihitung nilai keseimbangan antara nilai tambah dan risiko untuk menentukan harga yang adil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh petani paling rendah dengan perbandingan 0,13 % : 1,03 % : 75,62 %, kemudian tingkat risiko yang diterima petani (0,528) juga mendapat nilai tertinggi, dibandingkan dengan pedagang pengumpul (0,104) dan eksportir lokal (0,309). Hasil perimbangan yang diperoleh antara nilai tambah dan tingkat risiko merubah penerimaan setiap pelaku rantai pasok karet yaitu petani yang sebelumnya menerima Rp.253 menjadi Rp.80.082 per kg produk, pedagang pengumpul mengalami peningkatan yaitu dari Rp.2.041 menjadi Rp.15.773 selanjutnya eksportir lokal mengalami penurunan dari Rp.149.377 menjadi Rp.46.866.
Relationship between Individual and Occupational Factors with Musculoskeletal Disorders on Drinking Water Refill Depot Workers in Padang, West Sumatra Firdani, Fea; Desmalinda, Vivi Sutia; Alfian, Azyyati Ridha
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 11, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v11i2.10361

Abstract

Refill Drinking Water Depot workers rely on physical strength to work, so they are at risk of experiencing Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints. Based on the initial survey, 13 out of 15 workers (86.7%) experienced MSDs. This research aims to determine the relationship between individual and work factors and MSD complaints among refill drinking water depot workers in Padang City. The study used a cross-sectional design. We collected data from November 2022 to July 2023 with a sample of 83 people, selected using proportional random sampling techniques. The dependent variable in this study is complaints of Musculoskeletal Disorders (high risk if NBM score > 20). The independent variables are age (at risk ³ 35 years), work period (at risk ³ five years), smoking habits (at risk if IB values ³ 200), Working posture (at stake if REBA score ³ 7), physical workload (at risk if ³ 100 beats/minute) and BMI (at risk if < 17 and > 25). Data analysis uses univariate and bivariate analysis (chi-square test). The results of the study showed that 71.1% of workers experienced MSD complaints, 34.9% of workers with a risky age, 19.3% of workers with a problematic work period, 32.5% of workers had a smoking habit, 9.6% of workers with a risky BMI, all workers are not at risk of physical workload and 56.6% of workers work with dangerous work postures. The bivariate test results showed that there was no significant relationship between the variables age (p=0.954), years of service (p=0.192), smoking habits (p=0.233), BMI (p=0.330), and work posture (p=0.499) with complaints of MSD. There was no relationship between age, length of service, smoking habits, BMI, and work posture with MSD complaints. We recommended that business owners collaborate with the Community Health Center to provide education about ergonomics when working for refill drinking water depot workers.
Hubungan Faktor Individu dan Pekerjaan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Produksi Pabrik Tatakan Telur Firdani, Fea; Khairunisa, Maya; Rahmah, Septia Pristi
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.178-188.2024

Abstract

Pekerja produksi pabrik tatakan telur mengandalkan kemampuan otot pada setiap tahapan kerja sehingga berisiko mengalami keluhan MSDs. Berdasarkan survei awal, keluhan yang dirasakan pekerja sangat sakit pada bagian bahu kiri dan kanan, pinggang, dan punggung. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor individu dan faktor pekerjaan dengan keluhan MSDs pada pekerja bagian produksi di Pabrik Tatakan Telur Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Januari – Agustus 2023. Pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling berjumlah 56 pekerja. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square), multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan 60,7% pekerja berisiko tinggi MSDs, 55,4% kategori usia berisiko, 53,6% perempuan, 50% merokok, 53,6% masa kerja lama, 57,1% IMT tidak normal, 60,7% tidak berolahraga 73,2% postur kerja tidak ergonomis, dan 62,5% beban kerja sedang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara usia (p-value=0,043), masa kerja (p-value=0,004), kebiasaan olahraga (p-value=0,001), postur kerja (p-value=0,026), dan beban kerja (p-value=0,003) dengan keluhan MSDs. Faktor yang paling dominan yaitu usia (OR=16,716). Faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDS adalah usia, masa kerja, kebiasaan olahraga, postur kerja, dan beban kerja. Pekerja agar menjaga postur tubuh untuk selalu bekerja dengan ergonomis, menghindari melakukan pengangkatan beban dengan menompangkan pada satu bagian tubuh dan diharapkan pemilik pabrik menyediakan sarana prasarana kerja ergonomis.