Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN SELF EFFICACY TERHADAP COLLEGE STUDENT SUBJECTIVE WELL-BEING Randi Mursandi; Asri Mutriara Putri; Vira Sandayanti
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.6557

Abstract

ABSTRACT: THE ROLE OF THE LEARNING ENVIRONMENT AND SELF EFFICACY ON COLLEGE STUDENT SUBJECTIVE WELL BEING College student subjective well-being is a new concept developed by Renshaw about assessing the quality of life of individuals in college. College student subjective well-being can be influenced by environmental factors (learning environment), demographic factors, and personality factors (self-efficacy). This research aims to find out the role of learning environments and self-efficacy on college student subjective well-being. The subjects in this study were 400 undergraduate students who studied in Bandar Lampung (151 male students and 249 female students), with a convenience sampling technique. The data collection uses the College Student Subjective Well-being Questionnaire (CSSWQ), Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM), and General Self-efficacy Scale (GSE). The data collected in the analysis uses multiple regression analysis techniques. The results of the analysis showed that there is a role between the learning environment and self-efficacy on the college student subjective well-being, this shows that the learning environment and self-efficacy play an important role in improving the subjective well-being of students. Therefore, the learning and self-efficacy environment needs more attention, be it from universities, parents and students themselves to improve the state of college student subjective well-being. Keywords: College Student Subjective Well-Being, Learning Environment, Self-Efficacy. College student subjective well-being adalah konsep baru yang dikembangkan oleh Renshaw tentang penilaian kualitas hidup individu pada perguruan tinggi. College student subjective well-being bisa di pengaruhi oleh faktor lingkungan (lingkungan belajar), faktor demografi dan faktor kepribadian (self-efficacy). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan belajar dan self-efficacy terhadap college student subjective well-being. Subjek dalam penelitian ini adalah 400 orang mahasiswa S1 yang berkuliah di Bandar Lampung (151 mahasiswa laki-laki dan 249 mahasiwa perempuan), dengan teknik sampling Convenience Sampling. Pengumpulan data menggunakan College Student Subjective Well-being Questionnaire (CSSWQ), Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM) dan General Self-efficacy Scale (GSE). Data yang terkumpul di analisis menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya peran antara lingkungan belajar dan self-efficacy terhadap college student subjective well-being, Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar dan self-efficacy berperan penting dalam meningkatkan subjective well-being mahasiswa. Oleh karena itu lingkungan belajar dan self-efficacy perlu mendapat perhatian yang lebih, baik itu dari universitas, orang tua dan mahasiswa itu sendiri dalam upaya meningkatkan keadaan college student subjective well-being. Kata Kunci: College Student Subjective Well-Being, Lingkungan Belajar, Self-Efficacy
Program Pendampingan Kader Posyandu untuk Penanganan Stunting di Kelurahan Way Gubak Bandar Lampung Dessy Hermawan; Devi Kurniasari; Vira Sandayanti; Erna Listyaningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8677

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Stunting adalah kondisi anak gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Stunting akan mengancam generasi bangsa, karena efeknya tidak hanya jangka pendek, namun juga jangka panjang, seperti mengganggu perkembangan intelektualitas anak di masa depan. Di sisi lain, deteksi dini adanya risiko stunting sangat diperlukan dan kader posyandu adalah ujung tombak yang diandalkan. Namun kader posyandu adalah tenaga sukarela yang pengetahuan dan ketrampilannya terbatas, sehingga diperlukan program pendampingan atau pelatihan agar para kader posyandu mampu menjalankan peran vitalnya dengan baik. Tujuan: Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah melakukan pendampingan dan pelatihan penyegaran pada kader posyandu di kelurahan Way Gubak agar mampu memahami tentang stunting serta mampu melakukan pengukuran tinggi badan anak dengan benar. Metode: Kegiatan pendampingan dan pelatihan penyegaran kader ini diikuti oleh 30 orang kader posyandu yang ada di kelurahan Way Gubak. Kegiatan diawali dengan pre test, kegiatan inti dan diakhiri dengan post test. Hasil: tampak terdapat peningkatan pemahaman para kader posyandu akan pengertian dan faktor risiko terjadinya stunting serta pencegahan stunting. Tampak pula peningkatan ketrampilan dalam pengukuran panjang badan bayi serta pengukuran tinggi badan balita pasca pelatihan. Kesimpulan: program pendampingan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada kader posyandu sehingga perlu terus dilakukan upaya pendampingan agar para kader sehingga mampu melakukan deteksi dini adanya peningkatan risiko stunting di masyarakat. Kata kunci: Stunting, Kader Kesehatan, Posyandu ABSTRACT Introduction: Stunting is a condition of failure to thrive in children caused by a lack of nutrition over a long period of time. Stunting will threaten the next generation of our nation, because the effect is not only short term, but also long term, such as disrupting the intellectual development of children in the future. Early detection of the risk of stunting is urgently needed and Posyandu cadres are the main priority. However, posyandu cadres are volunteers with limited knowledge and skills. so a mentoring or training program is needed so that posyandu cadres are able to carry out their vital roles properly Purpose: the purpose of this PkM activity is to provide assistance and refresher training to posyandu cadres in the Way Gubak sub-district so that they are able to understand stunting and be able to measure children's height correctly. Method: The mentoring and refresher training activities for cadres were attended by 30 posyandu cadres in the Way Gubak sub-district. The activity begins with a pre test, core activities and ends with a post test. Result: There is an increase in the understanding of posyandu cadres regarding the meaning, risk factors and prevention of stunting. There was also an increase in skills in measuring the length of the baby's body and measuring the height of the toddler after the training. Conclusion: This mentoring program is able to increase the knowledge and skills of posyandu cadres so that there is a need to continue mentoring efforts so that the cadres are able to carry out early detection of an increased risk of stunting in the community. Keywords: Stunting, Health Cadre, Posyandu
Kesiapan Belajar Mandiri Pembelajaran E-Learning pada Masa Covid-19 Mahasiswa Kedokteran Malahayati Angkatan 2017 Sri Maria Puji Lestari; Vira Sandayanti; Naura Shabrina Alfino; Devita Febriani Putri
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.24 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i3.62

Abstract

Self Directed Learning Readiness(SDLR) merupakan kesiapan  personal untuk bisa belajar mandiri Dengan adanya pandemi Mahasiswa menerapkan metode E-learning, Kemampuan individu dalam mengatur,bertangung jawab dalam pembelajaran dengan bantuan teknologi E-learning, kemudahan akses dan komunikasi antara mahasiswa dan dosen didukung Aplikasi pembelajaran dalam bentuk media audio,video maupun Aplikasi belajar seperti google classroom dan yang lainya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan belajar mandiri pelaksanaan metode E-learning pada masa COVID-19 Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif. Hasil penelitian : Didapatkan responden penelitian 283 dengan tingkat SDLR dengan metode E-learning terbanyak dengan kategori tinggi berjumlah 272 responden (96,1%) untuk SDLR rendah 11 responden (3,9%) sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa salah satu faktor SDLR adalah kematangan dimana mereka sudah mengetahui tujuan belajar mereka sendiri dapat mengatur diri mereka, memiliki perencanaan dalam pembelajaran penelitian ini juga didapatkan aspek tertinggi dan terendah, pada aspek tertinggi  didominasi oleh kesiapan manajemen diri dimana manajemen diri berkaitan erat dengan manajemen waktu dan untuk aspek terendah didominasi pada keinginan untuk belajar Tingkat kesiapan belajar mandiri dengan metode E-learning masuk dalam kategori tinggi dimana mahasiswa yang memiliki SDLR tinggi memiliki manajemen diri , keinginan untuk belajar serta dapat mengontrol dirinya dan mereka yang memiliki tangung jawab terhadap pembelajaranya, inisitaif terhadap pembelajaranya
Self Direct Learning Readiness in The Implemention of the E-Learning Method During the Covid-19 Pandemic Period for Medical Students 2018 Malahayati University Enggari Setia Putri; Vira Sandayanti; Enggari Setia Putri; Devita Febriani Putri
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Journal Eduvest - Journal Of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1670.137 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v1i2.20

Abstract

Since the 2019 Coronavirus Disease Pandemic (COVID-19) spread to Indonesia, the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud) has asked all universities to implement a Home Learning system or study at home that utilizes learning media such as Electronic Learning (E-learning), thus there has been a change learning systems from conventional systems to online learning or E-learning.  The purpose of this research is to find out how self-learning readiness is in the implementation of the E-learning method during the COVID-19 pandemic for the 2018 Malahayati University Medical Students. This type of research is quantitative with a descriptive design. The subjects of this study were all students of the Medical Study Program at the Faculty of Medicine, Malahayati University, batch 2018. The measuring instrument used was Self Directed Learning Readiness (SDLR) with the E-Learning method.  The results of this study indicate that of the 150 respondents of the 2018 Malahayati University Medical Student with a high SDLR level of 138 people (92%) consisting of 96 female respondents and 42 male respondents and respondents with SDLR levels. 12 people (8%) consisting of 8 female respondents and 4 male respondents.  The conclusion is that it is known that the 2018 Malahayati University Medical Students have a high SDLR level with the E-Learning method or can be said in the ready category.
HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2020 Aulia, Winneke Rizki; Marhayuni, Esteria; Sandayanti, Vira; Lestari, Sri Maria Puji
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i10.12729

Abstract

Abstrak : Hubungan Lingkungan Belajar Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2020. Stres akademik dapat dialami oleh pelajar dari tingkat manapun, terutama pada mahasiswa. Dimana dalam dunia pendidikan tentu terdapat beberapa hal yang dapat memicu terjadinya stres akademik. Mahasiswa kedokteran biasanya mengalami tingkatan stres yang lebih berat dari mahasiswa jurusan lain, dikarenakan padatnya kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa kedokteran. Contohnya seperti sistem pembelajaran yang padat, tugas yang banyak, praktikum, tutorial, dan skill lab. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lingkungan belajar dengan stres akademik pada mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2020. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar dengan tingkat stres mahasiswa kedokteran. Didapatkan responden penelitian berjumlah 89 mahasiswa dengan tingkat lingkungan belajar terbanyak pada kategori baik sebanyak 78 orang (87,6%) dan tingkat stres akademik terbanyak kategori sedang berjumlah 46 orang  (51,7%). Hasil penelitian statistik menunjukkan p-value sebesar 0,113 (p > 0.05) dengan uji korelasi sebesar 0.169. Tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan stres akademik pada mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2020.
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahap Transisi Saputra, Angga; Lestari, Sri Maria Puji; Utami, Deviani; Sandayanti, Vira
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15889

Abstract

Mekanisme koping adalah usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mengatasi masalah psikologis. Ketika individu menghadapi suatu masalah, maka mekanisme koping yang digunakan yaitu berfokus pada masalah, berfokus pada kognitif, dan mekanisme koping yang berfokus pada emosi. Stres akademik adalah respon individu atas tekanan yang dipersepsikan secara subyektif terhadap kondisi akademik. Persepsi ini akan menimbulkan respon fisik atau perilaku dan respon emosi yang bersifat negatif akibat tuntutan sekolah atau akademik. Mengetahui hubungan mekanisme koping dengan stress akademik pada mahasiswa program studi Profesi dokter fakultas kedokteran universitas malahayati tahap transisi. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan data kuesioner Brief cope dan Perceived academic stres scale (PASS). Dari hasil 142 responden didapatkan sebagian besar memiliki mekanisme Problem Focused Coping dengan tingkat tinggi yaitu 116 responden (81,7%) mekanisme Emotion Focused Coping dengan tingkat tinggi sebesar 123 responden (86,6%) sedangkan mekanisme Less Useful Coping dengan tingkat rendah yaitu 79 responden (55,6%). Sebagian besar responden memiliki stres akademik dengan tingkat tinggi yang berjumlah 108 responden (76,1%). Hasil analisis uji bivariat mekanisme koping dengan stres akademik didapatkan  p-value <0,05) yaitu p<0,001; 0,001; dan 0,016. Dan tingkat korelasi dengan nilai r = (0,332), (0,264), dan (0,202). Terdapat hubungan mekanisme koping dengan stres akademik pada mahasiswa program studi profesi dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati tahap transisi.
Hubungan Harapan Dan Kemampuan Memecahkan Masalah Dengan Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa Dilad Anian, Jihan Syifa; Sandayanti, Vira; Supriyati, Supriyati
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i2.3626

Abstract

In the challenging academic world, resilience is the key to the success of students, especially final semester students, to survive and thrive. Hope reflects an individual's belief in a better future, while problem-solving ability is an essential skill to face obstacles with effective strategies. In this case, hope and problem-solving ability help final semester students to be able to have resilience in facing academic challenges. This study aims to determine the relationship between hope and problem-solving ability with academic resilience in final semester students. This research design is a quantitative study conducted on 420 students who are working on their thesis at Malahayati University. Research data were taken using the Academic Resilience Scale (ARS-30), Adut Dispotional Hope Scale (ADHS), and Problem Solving Inventory (PSI). The data collected were then analyzed using multiple regression techniques. The results of the analysis indicated that there was an effect of 25.2%. Hope was found to be a stronger predictor of academic resilience. Referring to the research findings, it is important for final semester students to be able to have hope while going through the education period that is being undertaken
Pengaruh Pelatihan Aku Dan Targetku Terhadap Motivasi Belajar Matematika Pada Siswa SMP “X” Sandayanti, Vira; Nugraha, Sumedi; Rachmahana, Ratna Syi'fa
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 1 No. 1 (2018): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v1i1.3637

Abstract

This study aimed to determine the effect of the training called “Me and My Target” on the motivation of learning Mathematics in 36 second grade students of "X" Middle School. The data was collected through Mathematics Learning Motivation Scale, interviews, and observations. This study used a pretest-posttest control group design (18 students as the experimental group and 18 students as the control group). This research was based on quantitative and qualitative analysis. Quantitative analysis was carried out using the Mann-Whitney test in order to determine student motivation in terms of learning Mathematics after had the training “Me and My Target”. Qualitative analysis is obtained through observation, interviews, and worksheets. The results of this study showed that there is a significant differences in student motivation to learn Mathematics between the experimental group and control group (Z = -3,216, p <0.05). Furthermore, there were also significant differences in the student motivation between the experimental group and control group within two weeks after training (Z = -3,876, p <0.05). In conclusion, the training called “Me and My Target” may increase the student motivation to learn Mathematics of second grade students of SMP "X".
Hubungan Efikasi Diri Dengan Regulasi Diri Dalam Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Efendi, Deta Hikmalia; Sandayanti, Vira; Hutasuhut, Arti Febriyani
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 3 No. 1 (2020): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v3i1.6046

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Regulasi diri dalam belajar (Self Regulated Learning) adalah kemampuan mahasiswa untuk menjadi aktif secara metakognisi, motivasi, dan perilaku (behavior) di dalam proses belajar.Efikasi diri merupakan suatu keyakinan atau kepercayaan diri individu mengenai kemampuannya untuk mengorganisasi, melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi tindakan untuk mencapai kecakapan tertentu. Efikasi diri juga berpengaruh terhadap keaktifan, dan psikologi mahasiswa dalam proses pembelajaran di perkuliahan. Efikasi diri dan regulasi diri dalam belajar yang tinggi akan membuat mahasiswa lebih mampu mengelola pengalaman belajarnya di dalam berbagai hal secara efektif sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal, sedangkan pada mahasiswa yang memiliki efikasi diri yang rendah akan sangat mempengaruhi dalam menyelesaikan tugasnya untuk mencapai hasil tertentuTujuan Penelitian  :   Untuk Mengetahui hubungan efikasi diri dengan regulasi diri dalam belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.Metode  : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 123 mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati. angkatan 2018.Hasil Penelitian  : Sebagian besar efikasi diri dari mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati adalah kategori sedang sebanyak 76 mahasiswa (61,8%). Nilai median 36.68, standar deviation 7.359, nilai minimum 18, dan nilai maksimum 45. Sebagian besar regulasi diri dalam belajar pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati adalah kategori sedang sebanyak 67 mahasiswa (54.5%). Nilai median 102.16, standar deviation 16.750, nilai minimum 54 dan nilai maksimum 131.Terdapat hubungan bermakna antara efikasi diri dengan regulasi diri dalam belajar (p-value=0.000)Kesimpulan : Bahwa semakin tinggi efikasi diri maka  semakin tinggi regulasi diri dalam belajar seseorang. Kata Kunci : Efikasi diri, Regulasi diri, Mahasiswa  
The Role of Self-Regulated Learning and Gender in Determining Student Academic Achievement: A Comparative Analysis Sandayanti, Vira; Supriyati, Supriyati
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 6 No. 1 (2023): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v6i1.16579

Abstract

AbstractAcademic achievement is the level of success in studying the learning material. It can be seen from the GPA, which is a number that describes the success of studies cumulatively (Saputro, 2022). Academic achievement factors (Arofah et al., 2020) include internal factors (physiology and psychology) and external factors (social and non-social environment). The study aimed to determine the differences in student academic achievement in terms of Self-Regulated Learning (SRL) and gender. The research sample was 160 students of the Faculty of General Medicine class of 2022 at Malahayati University, determined by random sampling technique. The data was collected using the MSLQ (Motivated Strategies for Learning Questionnaire) scale, 2021/2022 academic year GPA, and students’ gender. The correlation test results were 0.562 (p = 0.000), where the p-value was lower than 0.05. Therefore, the proposed research hypothesis proved differences in academic achievement in terms of SRL and gender in the Faculty of General Medicine students at Malahayati University. The SRL contributed to academic achievement by 32%.