Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pharmacoscript

PENGARUH ASAM SITRAT DAN JENIS KEMASAN TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) Faza Rizki Safira; Hasyyati Nadhilah; Setia Permana; Selly Harnesa Putri
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1294

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) adalah varietas jahe dengan kandungan volatil lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, minyak atsiri jahe merah memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antiinflamasi, antikanker, dan antioksidan. Jenis kemasan dan keberadaan bahan pengkelat bisa mempertahankan mutu minyak atisri jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu minyak atisri jahe merah setelah penambahan variasi kadar asam sitrat yang disimpan dalam kemasan plastik HDPE dan botol kaca gelap. Minyak atsiri jahe merah dimasukkan ke dalam kemasan botol kaca gelap (BKG) dan high-density polyethylene (HDPE) dan masing-masing ditambahkan asam sitrat dengan variasi kadar 0, 2, 4, 6% (b/b) dan didiamkan selama 14 hari. Parameter mutu ditetapkan meliputi kadar zingiberen dan sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Hasil penetapan kadar zingiberen secara gas chromatography-mass spectrophotometry (GC-MS) menunjukkan kadar zingiberen tertinggi adalah 21,46±0,03% yang terdapat pada kemasan BKG dengan kadar asam sitat 4% (BKG4). Sampel dengan penambahan asam sitrat 2% dan 4% b/b pada kemasan BKG memiliki warna paling stabil. Sampel dengan botol kaca gelap menghasilkan aroma jahe segar yang lebih baik dibandingkan sampel yang disimpan dalam HDPE. Hasil penelitian dapat disimpulkan minyak atsiri jahe merah yang disimpan di dalam botol kaca gelap dengan penambahan asam sitrat 4% b/b memiliki kadar zingiberen tertinggi yang dimana 0,56% lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan asam sitrat dengan sifat organoleptik stabil.
PENGARUH ASAM SITRAT DAN JENIS KEMASAN TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) Faza Rizki Safira; Hasyyati Nadhilah; Setia Permana; Selly Harnesa Putri
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1294

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) adalah varietas jahe dengan kandungan volatil lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, minyak atsiri jahe merah memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antiinflamasi, antikanker, dan antioksidan. Jenis kemasan dan keberadaan bahan pengkelat bisa mempertahankan mutu minyak atisri jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu minyak atisri jahe merah setelah penambahan variasi kadar asam sitrat yang disimpan dalam kemasan plastik HDPE dan botol kaca gelap. Minyak atsiri jahe merah dimasukkan ke dalam kemasan botol kaca gelap (BKG) dan high-density polyethylene (HDPE) dan masing-masing ditambahkan asam sitrat dengan variasi kadar 0, 2, 4, 6% (b/b) dan didiamkan selama 14 hari. Parameter mutu ditetapkan meliputi kadar zingiberen dan sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Hasil penetapan kadar zingiberen secara gas chromatography-mass spectrophotometry (GC-MS) menunjukkan kadar zingiberen tertinggi adalah 21,46±0,03% yang terdapat pada kemasan BKG dengan kadar asam sitat 4% (BKG4). Sampel dengan penambahan asam sitrat 2% dan 4% b/b pada kemasan BKG memiliki warna paling stabil. Sampel dengan botol kaca gelap menghasilkan aroma jahe segar yang lebih baik dibandingkan sampel yang disimpan dalam HDPE. Hasil penelitian dapat disimpulkan minyak atsiri jahe merah yang disimpan di dalam botol kaca gelap dengan penambahan asam sitrat 4% b/b memiliki kadar zingiberen tertinggi yang dimana 0,56% lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan asam sitrat dengan sifat organoleptik stabil.
PENGARUH ASAM SITRAT DAN JENIS KEMASAN TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) Rizki Safira, Faza; Nadhilah, Hasyyati; Permana, Setia; Putri, Selly Harnesa
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1294

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) adalah varietas jahe dengan kandungan volatil lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, minyak atsiri jahe merah memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antiinflamasi, antikanker, dan antioksidan. Jenis kemasan dan keberadaan bahan pengkelat bisa mempertahankan mutu minyak atisri jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu minyak atisri jahe merah setelah penambahan variasi kadar asam sitrat yang disimpan dalam kemasan plastik HDPE dan botol kaca gelap. Minyak atsiri jahe merah dimasukkan ke dalam kemasan botol kaca gelap (BKG) dan high-density polyethylene (HDPE) dan masing-masing ditambahkan asam sitrat dengan variasi kadar 0, 2, 4, 6% (b/b) dan didiamkan selama 14 hari. Parameter mutu ditetapkan meliputi kadar zingiberen dan sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Hasil penetapan kadar zingiberen secara gas chromatography-mass spectrophotometry (GC-MS) menunjukkan kadar zingiberen tertinggi adalah 21,46±0,03% yang terdapat pada kemasan BKG dengan kadar asam sitat 4% (BKG4). Sampel dengan penambahan asam sitrat 2% dan 4% b/b pada kemasan BKG memiliki warna paling stabil. Sampel dengan botol kaca gelap menghasilkan aroma jahe segar yang lebih baik dibandingkan sampel yang disimpan dalam HDPE. Hasil penelitian dapat disimpulkan minyak atsiri jahe merah yang disimpan di dalam botol kaca gelap dengan penambahan asam sitrat 4% b/b memiliki kadar zingiberen tertinggi yang dimana 0,56% lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan asam sitrat dengan sifat organoleptik stabil.
Co-Authors Abdurrahman Hanif Abdurrahman Hanif Abil Fadila Akbar Nashrullah, Irsyad Ali Alifia, Rachma Nur Amara Alya Nur Cantika Anas Bunyamin Andryas, Prasetyo Anis Yohana Chaerunnisaa Ardy Yusuf Wibawa Artta Gracia Malau Asep Yusuf Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Astriani, Elisa Dian Awaly Ilham Dewantoro Boy Sohmo Banurea Chay Asdak Debora Handarni Desi Nurliasari Desy Nurliasari Suparno Devi Maulida Devi Maulida Rahmah Dewi, Sinta Ramanda Dian Juliadmi Diandra Puteri Salsabilla Efatmi, Fajri Efri Mardawati Eko Heri Purwanto Elisa Dian Astriani Endryaz Vergian Nusantara Fajri Efatmi Farah Nuranjani Faza Rizki Safira Fitry Filianty Fitry Fillianty Ghifary, Abdurachman Hasyyati Nadhilah Hasyyati Nadhilah Hazli Nurdin Hilman Maulana Hilman Maulana Hilmi Daffa Aziz In-In Hanidah Irfan Ardiansah Irfan Ardiansah Irsyad Fauzi Adiarsa Jeremia Kristian Kardaya, Rahmat Subrata Kralawi Sita Kurnia Rahmah Nurshiyam Amaliasari M Iqbal Prawira-Atmaja Melly Indriyani Mery Andriyani Mery Andriyani Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja Nadhilah, Hasyyati Neni Cahyati Nirwana, Fricella Mayanggita Nur Oktavia Benedicta Nurpilihan Bafdal Nurpilihan Bafdal Putri Wilujeng Lestari Putri Wilujeng Lestari Putri Wilujeng Lestari Rachma, Danisa Fathiya Raden Bramadi Nugraha Wargadibrata Rafli, Muhammad Raissa Ariany Putri Resha Nurvabilla Rifda Rihhadatu Aisy Rizki Safira, Faza Roni Kastaman Ryan Hara Permana Ryan Hara Permana S Shabri S Shabri Sarifah Nurjanah Sarinarulita Rosalinda Sayuti, Kesuma Seila Teresia Devi Sinaga Setia Permana Setia Permana Sinta Ramanda Dewi Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sugeng Harianto Sugeng Harianto Suparno, Desy Nurliasari Tensiska, Tensiska Totok Herwanto Totok Pujianto Totok Pujianto Tri Yuliana Tri Yuliana Triokto, Albert Yanti Rubiyanti Yudha, Welly Kusuma Yuriga Salsya Sahertia