Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Literasi Kesehatan Mental dan Dukungan Sosial terhadap Perilaku Pencarian Bantuan Psikologis Profesional pada Gen Z di Kota Sorong Istiqomah, Ikrima Dianti; Shofia, Adinda; Ardiansyah, Fuad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8090

Abstract

Kondisi mental merupakan salah satu dimensi dari konsep kesehatan mental yang tidak dapat diabaikan. Gen Z adalah kelompok individu termuda saat ini yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi, namun mereka sangat rentan terhadap masalah kesehatan mental karena cenderung bergantung pada aktivitas di internet dan media sosial. Perilaku mencari bantuan psikologis profesional merupakan langkah penting dalam mengelola kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi kesehatan mental dan dukungan sosial terhadap perilaku mencari bantuan psikologis profesional pada Gen Z di Kota Sorong. Instrumen penelitian terdiri dari skala Mental Health Literacy Questionnaire (MHKQ), skala dukungan sosial, dan skala perilaku mencari bantuan psikologis profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 288 orang di Kota Sorong serta menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi kesehatan mental dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen, yaitu perilaku mencari bantuan psikologis profesional. Literasi kesehatan mental dan dukungan sosial juga berperan dalam meningkatkan sikap terhadap pencarian bantuan psikologis profesional (Literasi Kesehatan Mental: p = 0,000 < 0,05; Dukungan Sosial: p = 0,000 < 0,05).
Peningkatkan Kemampuan Kognitif melalui Media Bahan Alam P Anak Kelompok A di PAUD Ebenhaezer Limalas Maspaitella, Anike Lauretha; Marjuk, Yolan; Shofia, Adinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih terlihat kurang bervariasi dan menarik. Kegiatan yang dilakukan masih terlalu pasif, sehingga proses menstimulasi kemampuan kognitif anak belum berkembang, guru kurang kreatif dalam menggunakan dan memanfaatkan media yang ada di lingkungan sekitar. tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok A di PAUD Ebenhaezer Limalas Dengan Menggunakan Media Bahan Alam. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian pra tindakan diperoleh anak yang Belum berkebangan berjumlah 11 anak atau 73%, Pada siklus I pada pertemuan pertama BSB 7 anak atau 47% pada pertemuan kedua BSB 9 anak atau 60%, Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu pada siklus II pertemuan pertama BSB 11 anak atau 73% pada pertemuan kedua 14 anak atau 93%. Dapat disimpulkan bahwa bahan alam kulit kerang dapat Meningkatkan kemampuan kognitif pada kelompok A di PAUD ebenhaezer limalas Kab Raja Ampat.
The Effectiveness of Empathic Love Therapy to Improve the Psychological Well-being of Families Accompanying Schizophrenia Patients in Klasaman District, Sorong Tri Permata Sari; Adinda Shofia; Amalia Muthmainnah Lundeto; Marsya Eka Viona; Endah Dwi Nuraini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50789

Abstract

Schizophrenia is a serious mental disorder and is among the highest in Indonesia. Family caregivers play a crucial role in the recovery of schizophrenia patients. Being a caregiver for schizophrenia patients is not easy, as several studies have shown low psychological well-being due to the psychological burden and pressure they experience. One approach to improving the psychological well-being of families caring for schizophrenia patients is through a therapeutic approach, namely empathic love therapy (ELT). The purpose of this study was to determine the effectiveness of Empathic Love Therapy in improving the psychological well-being of families caring for schizophrenia patients in Sorong. ELT is a psychosynthetic love method that emphasizes recognizing, realizing, and loving all aspects of oneself, accompanied by personal growth and development in the form of unification with the whole self. The research method used was a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Psychological well-being was measured using the Psychological Well-being Scale, while Empathic Love used the Empathic Love Therapy Assessment Sheet, which consists of the General Overall Assessment (GOA) and the Specific Assessment and Reactions to Empathic Love Therapy (SAR). The Wilcoxon Signed-Rank test showed a significant difference (Z = -2.023, p = 0.043). This indicates that the Empathic Love Therapy (ELT) intervention was effective in improving the psychological well-being of family caregivers of schizophrenia patients in the Klasaman District of Sorong.
Determinants of School Well-Being Among Students in 3T Areas of Sorong Regency: A Mixed-Methods Study Amalia Muthmainnah Lundeto; Adinda Shofia; Siti Hardianti; Dewi Fortuna Septiantika
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 2 JUNE 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.31810

Abstract

This study examined school well-being and its protective and risk factors among senior high school students in underdeveloped, frontier, and outermost (3T) schools in Sorong Regency. Using a sequential explanatory mixed-methods design, the quantitative phase involved 413 students from 15 schools and was analyzed using descriptive statistics and confirmatory factor analysis. The instrument was adapted from Konu and Rimpelä’s school well-being framework, comprising four dimensions: having, loving, being, and health. Of the initial 24 items, 14 were retained after construct validity testing. The qualitative phase involved interviews with students, teachers, parents, and representatives of the local education office, and the data were analyzed thematically. The quantitative findings indicated that students’ school well-being was at a moderate level, with the greatest challenges observed in the health and having dimensions. The qualitative findings revealed four major themes: deprivation and access barriers in the having dimension; social connectedness in the loving dimension; stagnation and contextual adaptation in the being dimension; and vulnerability and limited health support in the health dimension. The main protective factors included social support, positive teacher–student relationships, and students’ adaptive capacity, whereas the major risk factors were limited facilities, restricted access, less engaging instructional methods, and limited opportunities for self-development. These findings highlight the need for holistic interventions that address both physical and psychosocial conditions to improve school well-being among students in 3T schools.
ANALISIS PENGARUH PSYCHOSOCIAL RISK FACTORS AT WORK TERHADAP TURNOVER INTENTION PEKERJA PT. X DI SORONG RAYA Joshua Marshall Puarada; Fuad Ardiansyah; Adinda Shofia
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/0fvav857

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Psychosocial Risk Factors at Work terhadap Turnover Intention, pengaruh domain Tuntutan Kerja dan domain Relasi Interpersonal & Kepemimpinan, terhadap Turnover Intention pada karyawan PT. X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Responden dalam penelitian ini berjumlah 137 pekerja yang dipilih menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa hanya salah satu domain Psychosocial Risk Factors at Work yang berpengaruh terhadap Turnover Intention. Sementara itu, Tuntutan Kerja tidak berpengaruh dan Relasi Interpersonal & Kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Turnover Intention. Penelitian memiliki keterbatasan hanya menggunakan 2 domain dari Psychosocial Risk Factors at Work yaitu, Tuntutan Kerja dan Relasi Interpesonal dan Kepemimpinan sehingga untuk peneliti selanjutnya, perlu melihat domain lain yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan perusahaan.
Pengaruh Efikasi Diri Akademik terhadap Stres Akademik pada Siswa-Siswi Sekolah Menengah Atas Vania Winona Tegel; Adinda Shofia; Putrawansyah Putrawansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11200

Abstract

Stres akademik merupakan kondisi tekanan yang dialami siswa akibat tuntutan akademik yang berlebihan, seperti tugas sekolah, ujian, dan harapan prestasi. Salah satu faktor psikologis yang diduga berpengaruh terhadap stres akademik adalah efikasi diri akademik, yaitu keyakinan siswa terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri akademik terhadap stres akademik pada siswa-siswi serta ingin membuktikan dengan data bahwa keyakinan siswa terhadap kemampuan akademiknya memengaruhi tingkat stres akademik siswa-siswi Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 167 siswa-siswi dari kelas X dan XI. Data dikumpulkan melalui skala efikasi diri akademik dan stres akademik yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri akademik berpengaruh signifikan terhadap stres akademik (F = 79,441; p = 0,000). Nilai koefisien korelasi (R) sebesar -0,570 menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antar variabel. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,325 temuan ini menunjukkan bahwa efikasi diri akademik memberikan kontribusi sebesar 32,5% terhadap stres akademik pada siswa-siswi, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri akademik siswa, semakin rendah stres akademik yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah efikasi diri akademik, semakin tinggi stres akademik yang dirasakan.