Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SIKACIM PADA CAMPURAN BETON POROUS UNTUK PERKERASAN JALAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR Willa Nurhaidar Lestiana; Marjono, Marjono; Qomariah, Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 1 No. 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan beton porous sebagai lapis perkerasan jalan yang dapat dialiri oleh air merupakan salah satu bentuk alternatif lapis perkerasan yang ekonomis dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini campuran beton porous menggunakan semen, agregat kasar dengan gradasi seragam 4,75 mm, air, serta penambahan Sikacim Bonding Adhesive dengan variasi 1:0, 1:0,5, 1:1, 1:1,5, dan 1:2 terhadap kadar air. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan data hubungan antara kuat tekan terhadap variasi penambahan Sikacim dan nilai lendutan terhadap beban tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penambahan Sikacim pada campuran beton porous dapat meningkatkan nilai kuat tekan serta meningkatkan nilai lendutan, dalam hal ini variasi 1:1,5 adalah yang paling tinggi. Bentuk hubungan antara kuat tekan dengan variasi penambahan Sikacim pada variasi 1:1,5 Y = -89,029 x2 + 211,15 x – 114,87. Y = Kuat tekan (MPa), X = Variasi penambahan Sikacim. Bentuk hubungan antara nilai lendutan terhadap beban tekan Y = 6E – 0,5 x2 – 0,006 x. Y = Besar lendutan (mm), X = Beban tekan (kg). Biaya yang dibutuhkan untuk perkerasan beton porous dengan penambahan Sikacim Bonding Adhesive variasi 1:1,5 sebesar Rp 2.700.000,00/m3
PERFORMA BETON ABU CANGKANG TELUR SEBAGAI BAHAN TAMBAH SEMEN Mochamad Nur Abidin; Qomariah, Qomariah; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 1 No. 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia konstruksi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Semakin tingginya kebutuhan bahan pembangunan infrastruktur, penyerapan energi untuk mendukung aktivitas tersebut tentunya akan semakin besar.Untuk sebuah negara seperti Indonesia, oleh karena itu, perlu adanya alternatif untuk memanfaatkan limbah yang terbuang seperti cangkang telur.Dengan jumlah limbah cangkang telur yang banyak dengan menggilingnya bisa digunakan sebagai pengganti sebagian atau keseluruhan semen.Penelitian ini bertujuan menganalisis beton subtitusi abu cangkang telur terhadap semen tinjauan kuat tarik belah dan kuat tekan.Metode penelitian ini menggunakan perancangan campuran beton menggunakan SNI 03-2834-2000.Sampel benda uji setiap variasi 0%, 5%, 7,5%, dan 10% berjumlah 8 benda uji silinder untuk pengujian kuat tarik belah dan 72 benda uji silinder untuk pengujian kuat tekan. Hasil pengujian kuat tarik belah umur 28 hari secara berturut-turut untuk variasi 0%, 5%, 7,5%, dan 10% sebesar 13,33 kg/cm2; 12,98kg/cm2; 10,18 kg/cm2; dan 10,33 kg/cm2. Hasil pengujian kuat tekan umur 28 hari secara berturut-turut untuk variasi 0%,5%, 7,5%, dan 10% sebesar 37,97 kg/cm2; 36,59 kg/cm2; 22,63 kg/cm2; dan 28,64 kg/cm2. Biaya rata-rata pengujian secara berturut-turut untuk variasi 0%, 5%, 7,5%, dan 10% sebesar Rp 1,040.217,00/m3; Rp 1.163.669,00/m3; Rp 1.225.398,67/m3; dan Rp 1.287.125,9/m3. Substitusi abu cangkang telur menurunkan nilai kuat tarik belah rata-rata, nilai kuat tekan rata-rata dan semakin banyak subtitusi abu cangkang telur terhadap semen maka pengeluaran biaya anggaran semakin tinggi.
PENGARUH PENAMBAHAN SIKACIM PADA CAMPURAN BETON POROUS UNTUK PERKERASAN JALAN TERHADAP KUAT GESER DAN INFILTRASI Dinda Awalia Ramadhani; Marjono, Marjono; Qomariah, Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 1 No. 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi beton porous atau beton berpori untuk perkerasan jalan semakin mendapat perhatian di bidang Teknik Sipil sebagai solusi alternatif karena mampu mengurangi limpasan air hujan serta mencegah banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan SikaCim Bonding Adhesive terhadap karakteristik beton porous berdasarkan kuat geser yang didapat dari pengujian kuat tarik belah dan infiltrasi beton porous dengan campuran normal komposisi semen:agregat 1:5 dan FAS = 0,5. Pengujian kuat geser dan infiltrasi dilakukan pada beton porous umur 21 dan 28 hari. Hasil penelitian kuat geser pada beton porous rata-rata tertinggi dicapai pada variasi 1:1,5 pada umur 28 hari sebesar 1,604 Mpa dengan persamaan Y= -6.7401x² + 16.999x - 9.145. Y = Kuat Geser (Mpa), X = Beban Geser (kN). Penelitian Infiltrasi dengan penambahan variasi SikaCim 1:1,5 pada beton porous diperoleh sebesar 0,123 lt/dt pada umur 28 hari dengan persamaan Y= 8.4975x² - 18.582x + 10.225. Y = Infiltrasi (lt/dt), X = waktu aliran (dt). Hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan SikaCim memiliki pengaruh dalam meningkatkan ikatan antara agregat dan pasta semen sehingga memperbaiki karakteristik Kuat Geser Beton Porous dan meningkatkan Infiltrasinya. Biaya Konstruksi yang diperlukan adalah Rp 2.622.006,-
EVALUASI KONDISI PERMUKAAN JALAN TOL PROF. DR. IR. SEDYATMO DENGAN METODE BINA MARGA Koeswardilla, Della Destalia; Marjono, Marjono; Qomariah, Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3380

Abstract

Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo merupakan Jalan Tol Trans Jawa penghubung DKI Jakarta dengan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Kota Tangerang. Sepanjang ruas jalan tol tersebut ditemukan banyak kerusakan pada permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi permukaan jalan, menentukan bentuk dan metode pelaksanaan penanganan kerusakan jalan, serta menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari penanganan kerusakan tersebut. Ruas Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo yang diteliti sepanjang 5 km dari KM 23+000 sampai KM 28+000. Kondisi permukaan jalan dievaluasi dengan metode Bina Marga tahun 2016, penilaian ketidakrataan jalan dengan nilai International Roughness Index (IRI), dan mengacu terhadap Standar Penilaian Minimal (SPM) Jalan Tol. Data primer yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah dimensi kerusakan jalan dan nilai IRI. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan adalah struktur perkerasan dan Harga Satuan Pekerjaan dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1 Tahun 2022. Kondisi permukaan jalan berdasarkan metode Bina Marga yaitu nilai IKP rata-rata yang diperoleh pada lajur 1 sebesar 65,978 dengan kelas kondisi sedang dan pada lajur 2 sebesar 76,534 dengan kelas kondisi baik. Pada lajur 1 memiliki nilai IRI rata-rata sebesar 2,384 dan lajur 2 sebesar 2,159 dengan kategori baik yang berarti telah memenuhi standarisasi SPM Jalan Tol. Rencana perbaikan kerusakan jalan berupa galian dan pengisian perkerasan beraspal, penambalan permukaan, pengisian celah/retak, dan sambungan siar muai tipe Asphaltic Plug dengan nilai RAB sebesar Rp3.497.581.794 (Tiga Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Tujuh Ratus Sembilan Puluh Empat Rupiah).
ANALISA KARAKTERISTIK BETON ASPAL DENGAN SUBSTITUSI LIMBAH PLASTIK HDPE MENGGUNAKAN GRADASI BM DAN BBA Larasati, Dewi Shinta; Qomariah, Qomariah; Rochman, Taufiq
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3469

Abstract

Dikarenakan percepatan pembangunan nasional memberikan dampak pada meningkatnya permintaan agregat alami, sehingga hal ini menyebabkan ketersediaan agregat alam semakin berkurang. Sampah plastik HDPE (High Density Polyethylene) yang tidak memiliki nilai ekonomi dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat halus. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hasil pengujian sifat fisik agregat kasar, agregat halus dan aspal, serta mengetahui proporsi campuran sehingga mendapatkan nilai KAO yang digunakan untuk campuran beton aspal, dan menghasilkan nilai karakteristik campuran beton aspal dengan gradasi BM dan BBA menggunakan alat Marshall yang dilakukan di Laboratorium Material Konstruksi Jalan dan Transportasi Politeknik Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah menambahkan limbah plastik HDPE sebesar 8% terhadap campuran dengan gradasi BM dan BBA dengan pengujian volumetrik dan pengujian dengan alat Marshall. Hasil yang diperoleh antara lain; material yang memenuhi spesifikasi, nilai kadar aspal optimum gradasi BM adalah 5,4 dan gradasi BBA 6,25, dan nilai stabilitas dan flow dengan pengujian Marshall. Gradasi Bina Marga (BM) memperoleh nilai stabilitas sebesar 2576,7 kg; dan flow sebesar 3,50 mm, sedangkan dengan gradasi Béton Bitumineux Aéronautiques (BBA) dengan nilai stabilitas sebesar 1557,66 kg; dan flow sebesar 3,79 mm. Maka hasil pengujian campuran yang paling optimal menggunakan Gradasi Bina Marga (gradasi rapat).
EFFECT OF TIME AND DEPTH IMMERSION WITH SEAWATER ON COMPRESSIVE STRENGTH OF HIGH-QUALITY CONCRETE Fadhilah, Anisah Nur; Qomariah, Qomariah; Rasidi, Nawir
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3832

Abstract

The use of concrete on land and around the sea has different treatments, which affect the strength of concrete. In carrying out concrete treatment, pay attention to not only the quality of the water used but also the time and depth of the concrete immersion to produce good quality concrete. This study aims to determine the effect of immersion time and depth using fresh water and seawater on the concrete of compressive strength and to obtain the most optimal depth and time with seawater immersion. The quality of the concrete plan is 42 MPa with cylinder samples with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm as many as 70 samples. Immersion is carried out with a treatment duration of 21 days, 28 days, and 56 days with variations in immersion depths of 0, 1/3h, 1/2h, and h. The data needed for this study are the results of compressive strength testing and absorption testing results on concrete, The immersion method used in this study is the water curing method. The research process carried out is by testing the physical properties of aggregates, calculating mix design and material requirement analysis, making test objects and testing fresh concrete, carrying out concrete treatment with water curing immersion methods with fresh water and seawater, conducting absorption and compressive strength testing, and analyzing data. The results showed that the compressive strength of concrete with differences in depth and time using seawater greatly affects the strength of concrete so that it produces higher compressive strength compared to fresh water. This hypothesis is caused by alkaline conditions that can strengthen the reaction of Ca (OH) 2, the formation of Friedel salts in concrete due to chloride content in seawater, and the influence of Sika Viscocrete 3115 N which can withstand carbonation in concrete. So based on all results, concrete with the most optimal seawater immersion at a depth of 1/2h with immersion for 56 days is 73.56MPa with a percentage increase of 19% compared to freshwater immersion.
MODIFICATION OF MECHANICAL ENGINEERING POSTGRADUATE BUILDING STRUCTURE OF STATE POLYTECHNIC OF MALANG USING PRESTRESSED BEAM Himawan, Eggi; Qomariah, Qomariah; Rochman, Taufiq
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.3953

Abstract

Gedung Pascasarjana Teknik Mesin, Politeknik Negeri Malang terdiri dari 4 lantai yang difungsikan sebagai kegiatan belajar mengajar. Pengembangan dan inovasi kampus membutuhkan penambahan fasilitas dan kapasitas gedung dengan menambah jumlah lantai menjadi 6 lantai. Salah satu fasilitas yang ditambahkan adalah kantin. Perencanaan gedung menggunakan balok prategang sepanjang 12 meter di lantai 4, yaitu aula pertemuan sehingga kolom penumpu pada tengah lantai 3 bisa dihilangkan.   Perencanaan ini bertujuan untuk mendesain dan menganalisis elemen-elemen struktur termasuk balok prategang. Metode pelaksanaan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus dengan ketahanan terhadap gempa sesuai aturan terbaru perencanaan struktur, yaitu SNI 2847-2019. Mutu beton serta baja yang digunakan adalah berturut-turut 30 MPa dan 400 MPa. Mutu beton 42 MPa digunakan untuk balok prategang. Hasil analisis perencanaan prategang pasca-tarik mengindikasikan bahwa balok prategang mengalami kehilangan gaya friksi 6,37%, pengangkuran 5,04%, rangkak 4,99%, susut 0,07%, dan relaksasi baja 9,07%. Kehilangan gaya prategang total yang didapat sebesar 25,53%. dengan gaya prategang 3000 kN dapat bekerja pada struktur. Penggunaan balok prategang di lantai 4 dapat menghilangkan kolom lantai 3 dan menambah luas area untuk fasilitas pendukung yang direncanakan.
EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN DAN PENANGANANNYA PADA JALAN RAYA CAMPURDARAT – BOYOLANGU MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) Abdillah, Mohammad Fahmi; Burhamtoro, Burhamtoro; Qomariah, Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4231

Abstract

Jalan Raya Boyolangu – Campurdarat Kabupaten Tulungagung sepanjang 17,7 km merupakan jalan lokal primer. Kenyamanan pada jalan menurun karena volume kendaraan yang meningkat setiap tahun dan kerusakan jalan yang semakin parah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan, mengetahui penanganan kerusakan, menentukan penanganan kerusakan. Data primer yang digunakan di dapatkan melalui survei kerusakan jalan, dan survei lalu lintas harian rata-rata. Sedangkan data sekunder berupa harga satuan pekerjaan Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Surface Distress Index (SDI) dan International Roughness Index (IRI) digunakan untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan jalan. Dari analisis diperoleh bahwa terdapat kerusakan jalan berupa retak memanjang, retak melintang, retak buaya, berlubang, dan bekas roda. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan 40% kondisi baik, 52% kondisi sedang, 8% kondisi buruk, dan 0% kondisi sangat buruk. Bentuk pemeliharaan kerusakan adalah pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala dengan rencana perbaikan yaitu pekerjaan penambalan, pekerjaan filler, pekerjaan lapisan tipis aspal (latasir).
PENGARUH SERAT KAWAT BENDRAT PADA BETON NORMAL TERHADAP PERFORMA BETON (KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR) Agnantasya, Celya Dwi; Qomariah, Qomariah; Lestari, Agustin Dita
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4289

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang mempunyai sifat yang getas. Pada sebuah konstruksi digunakan tulangan baja untuk menahan lentur pelat. Penggunaan baja dalam jumlah banyak tidak menjadikan beton tersebut menjadi ekonomis. Maka dari itu digunakan alternatif dengan mencampur serat (fiber) kawat bendrat untuk dapat mencegah retak dan menahan patah yang terjadi pada beton. Sehingga diperlukan penelitian laboraturium untuk meninjau kuat tekan dan kuat lentur beton menggunakan serat kawat bendrat BWG-21 dengan diameter 1,00mm dan panjang 50mm dengan mutu beton fc’22MPa. Sampel yang digunakan untuk uji kuat tekan terdiri dari 60 benda uji silinder, dengan diameter 150mm dan tinggi 300mm, sedangkan untuk uji lentur digunakan 12 benda uji balok dengan panjang 500mm, lebar 100mm, dan tinggi 100mm. Variasi penambahan serat yang digunakan sebesar 0,0%, 0,25%, 0,50% terhadap volume beton. Metode pencampuran beton menggunakan SNI-03-2834-2000 dan ACI-544.3R-93. Pengetesan benda dilakukan setelah proses curing dan diuji sesuai umur yang direncanakan pada setiap variasi yakni umur 3,7,14 dan 28 hari. Hasil kuat tekan yang diperoleh pada variasi 0% untuk umur beton 3,7,14,28 hari sebesar 12,69MPa;17,20Mpa;22,99MPa;25,98MPa. Pada variasi 0,25% sebesar 10,94MPa;12,34Mpa;17,34MPa;19,11MPa. Pada variasi 0,50% sebesar 8,93MPa;15,01Mpa;18,16MPa;20,89MPa. Hasil kuat lentur yang diperoleh pada variasi 0% sebesar 3,99MPa;4,83Mpa;5,04MPa;6,51MPa. Pada variasi 0,25% sebesar 3,36MPa;4,20Mpa;4,83MPa;5,25MPa. Pada variasi 0,50% sebesar 3,15MPa;3,99Mpa;4,62MPa;4,83MPa. Biaya pada beton dengan variasi penambahan serat kawat bendrat 0%, 0,25%, 0,50% sebesar Rp 887.450,5, Rp 910.215,9, Rp 932.981,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan semakin banyak penambahan variasi serat akan menjadikan beton tersebut tidak ekonomis, namun dapat mencegah atau mengurangi terjadinya retak dan patah pada beton.
PENGGUNAAN BATU KAPUR SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL BETON LASTON AC – WC UNTUK MELIHAT KARAKTERISTIK MARSHALL Athaya, Utari Zain; Qomariah, Qomariah; Riyanto, Sugeng
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5701

Abstract

Kerusakan jalan terjadi karena faktor cuaca dan kualitas pekerasan jalan yang kurang baik, jika kualitas perkerasan jalan baik diharapkan mampu memberikan layanan yang baik pada fungsi jalan. Perkerasan terbagi menjadi dua yaitu perkerasan lentur dan kaku, jenis pekerasan lentur laston AC – WC yang tersusun dari agregat kasar, agregat halus, filler yang diikat oleh aspal. Namun, seiring waktu akan ada peningkatan harga material, maka dari itu dilakukan inovasi penelitian susbstitusi filler menggunakan batu kapur Druju. Pada penelitian ini dilakukan pengujian fisik pada setiap material, kemudian menghitung kadar aspal rencana, menghitung proporsi campuran dan membuat benda uji yang dilanjutkan dengan pendataan dan uji Marshall. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan nilai KAO dari campuran tanpa filler batu kapur untuk mendapatkan nilai kadar aspal yang optimum, dan nilai KAO yang didapatkan sebesar 6,05% dengan nilai stabilitas 801,61 kg dan nilai flow 3,23 mm yang sudah memenuhi karakteristik marshall. Selanjutnya pada kadar aspal tersebut digunakan untuk membuat campuran dengan variasi filler batu kapur sebesar 5,5%; 6%; dan 6,5%. Hasil dari uji marshall pada benda uji variasi filler batu kapur secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan batu kapur meningkatkan nilai VFA karena batu kapur menyerap aspal, sehingga banyak rongga yang terisi aspal. Pada variasi filler  batu kapur  5,5% nilai VFA naik sebesar 2,85%, pada variasi 6% naik 1,26% dan pada variasi 6,5% naik sebesar 5,03% terhadap benda uji tanpa filler batu kapur. Namun, pada karakteristik marshall lainnya tidak memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian ini tidak dapat ditentukan campuran variasi optimum filler batu kapur karena semua variasi tidak ada yang memenuhi parameter marshall. Dan dari segi biaya penggunaan batu kapur cenderung lebih mahal, sehingga berdasarkan penelitian ini penggunaan batu kapur tidak disarankan untuk campuran aspal.