Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH SUBTITUSI LIMBAH PLASTIK LDPE PADA AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL UNTUK CAMPURAN LASTON AC-WC Lestari, Diyah Ayu; Qomariah, Qomariah; Rahman, Aulia
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5733

Abstract

Infrastruktur jalan terus dibangun oleh pemerintah, sehingga perlu dilakukan modifikasi dalam campuran aspal untuk meningkatkan kualitas struktuk jalan. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam memodifikasi adalah dengan menggunakan limbah plastik untuk meningkatkan mutu dan kualitas lapis pekerasan, disisi lain modifikasi ini sebagai bentuk upaya penanggulangan limbah sampah di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan limbah plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) yang telah diolah menjadi biji plastik menggunakan metode pencampuran cara kering (Dry Process). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan biji plastik LDPE pada campuran Laston AC-WC terhadap karakteristik campuran marshall. Adapun metode penelitian ini yaitu mengganti sebagian agregat yang tertahan saringan ukuran 2,36 mm dengan biji plastik jenis LDPE sebesar 4%, 7% dan 9%. Tahapan dalam penelitian ini meliputi uji fisik setiap material, menghitung kadar aspal rencana, menghitung proporsi campuran, pengujian KAO (Kadar Aspal Optimum) tanpa substitusi plastik LDPE, dan pengujian campuran dengan subtitusi plastik LDPE berdasarkan spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga 2018 (revisi 2) Divisi 6 untuk campuran AC-WC. Hasil dari pengujian KAO dengan kadar aspal 4,5%; 5%; 5,5%; 6%; 6,5% didapatkan nilai KAO sebesar 6,2%. Selanjutnya nilai KAO tersebut digunakan untuk membuat campuran dengan substitusi plastik LDPE. Hasil pengujian pada benda uji variasi plastik LDPE menunjukkan bahwa seiring penambahan biji plastik LDPE memberikan dampak pada campuran laston AC-WC yang meliputi peningkatan sebagian besar parameter Marshall yang terpenuhi, kecuali VIM yang tidak memenuhi spesifikasi.
ANALISA KUAT TEKAN DAN ABSORPSI BETON DENGAN ZEOLIT SEBAGAI BAHAN TAMBAH Rahmadiani, Alfina; Qomariah, Qomariah; Rahardianto, Trias
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5757

Abstract

Beton telah menjadi bahan utama yang digunakan dalam konstruksi bangunan. Beton dikenal dengan kekuatan dan daya tahannya namun, ada beberapa kekurangan yang perlu diatasi.Banyak pelaku konstruksi mencari inovasi baru yang dapat meminimalisir kekurangan beton dan mampu meningkatkan kualitas beton.Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas beton adalah dengan menggunakan mineral aditif yang dapat meningkatkan kualitasnya secara keseluruhan.Zeolit merupakan bahan tambahan yang menjanjikan dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kuat tekan beton melalui penambahan serbuk zeolit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang melibatkan benda uji berbentuk silinder dengan diameter dan tinggi 15 cm dan 30 cm. Zeolit digunakan sebagai bahan tambah serbuk zeolit 0% sebagai beton kontrol dan beton dengan penambahan serbuk zeolit 6%, 12%, 18%, dari berat semen.Benda uji tersebut akan di uji pada umur 7 hari, 14 hari, dna 28 hari serta menggunakan 6 benda uji pada masing-masing umur untuk mendapatkan hasil kuat tekan beton. Absorpsi akan di uji pada benda uji umur 7 hari dan 28 hari dengan menggunakan 3 benda uji padamasing-masing umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk zeolit dapat meningkatkan kekuatan tekan beton. Penambahan 12% zeolit pada umur 28 hari mencapai kekuatan 36,76 Mpa. Sebagai perbandingan, beton normal mencapai kekuatan 32,02 Mpa, sedangkan variasi 6% zeolit mencapai 35,37 Mpa. Namun, pada zeolit dengan kandungan 18% mengalami penurunan menjadi 28,78 Mpa. Dari hasil pengujian kuat tekan dan serapan, dapat disimpulkan bahwa tingkat kuat tekan beton yang optimum dengan zeolit sebagai bahan tambah adalah pada variasi beton zeolit 12%. Sedangkan pada absorpsi atau daya serap, pada penambahan zeolit variasi 18% mengalami penyerapan paling rendah yaitu sebesar 2,19%, sedangkan untuk variasi 0% sebesar 3,58%, untuk variasi 6% mencapai 2,43% lalu untuk variasi 12% mencapai 3,30%.
PENGARUH SUBSTITUSI LUMPUR LAPINDO SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Novendra, Haykal Aditya; Qomariah, Qomariah; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5789

Abstract

Lapisan AC-WC (Asphalt Concrete - Wearing Course) dalam konstruksi jalan berfungsi sebagai pelapis permukaan yang menahan beban dan abrasi, penting untuk menghindari kecelakaan akibat tergelincir di jalan basah dan memberikan kenyamanan berkendara. Kontrol ketat terhadap komposisi campuran diperlukan, termasuk pengaturan rongga dengan bahan filler. Limbah lumpur Lapindo dari kebocoran sumur minyak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur sejak 2006 menjadi alternatif pengganti filler dalam campuran aspal karena mengandung silika 50% dan besi oksida 27,70%. Berdasarkan perhitungan Persentase Bitumen gradasi No IV SNI 03-1737-1989, diperoleh nilai tengah 6% lalu dibuat 5 rancangan rencana aspal untuk mencari nilai optimum: 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%. Konsentrasi optimum 6,03% didapatkan, namun belum memenuhi syarat pada nilai flow dan VIM. Gradasi agregat kasar dan halus serta filler diaplikasikan dengan substitusi semen dan Lumpur Lapindo lolos No. 200 pada variasi konsentrasi filler 0%, 4%, 6%, dan 8%. Rerata stabilitas setelah Uji Marshall pada variasi 0%, 4%, 6%, dan 8% berturut-turut adalah 1264,64 kg, 835,40 kg, 839,14 kg, dan 1200,6 kg, semua memenuhi spesifikasi SNI 03-1737-1989 minimal 800 kg. Rerata nilai flow pada variasi 0%, 4%, 6%, dan 8% berturut-turut adalah 1,23 mm, 2,73 mm, 2,67 mm, dan 2,26 mm. Nilai flow belum memenuhi syarat SNI 03-1737-1989, namun setelah ditambahkan variasi filler lumpur Lapindo, terjadi kenaikan flow pada 4%, 6%, dan 8% dibandingkan variasi 0%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Lumpur Lapindo tidak menguntungkan sebagai filler karena menurunkan nilai stabilitas.
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN KALSIUM KARBONAT SEBAGAI PENGISI DALAM CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN AC – WC Muhammad, Aqsa Fahrezi; Riyanto, Sugeng; Qomariah, Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6036

Abstract

Asphalt Concrete – Wearing Course (AC – WC) merupakan lapisan paling atas atau disebut lapisan aus pada perkerasan jalan yang kedap terhadap air, tahan terhadap cuaca, dan berhubungan langsung dengan roda kendaraan. Dalam penelitian ini menggunakan abu sekam padi dan kalsium karbonat sebagai pengisi untuk campuran AC – WC dengan kadar 0%, 10%/10%, 30%/30%, 50%/50% Alasan memakai abu sekam padi dan kalsium karbonat digunakan sebagai filler dalam campuran aspal panas karena abu sekam padi memiliki komponen sifat yang sama dengan semen yaitu mengandung silika/SiO2 yang cukup tinggi, sedangkan kalsium karbonat adalah bahan dasar penyusun PC yaitu kapur (CaO) sebesar 60-65% dari komposisi total sehingga diharapkan dapat menambah daya tahan lapis perkerasan aspal terhadap kerusakan. Penelitian ini diawali dengan pengujian sifat fisik bahan campuran untuk mengetahui kualitas bahan campuran tersebut sesuai dengan spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Kemudian melakukan pembuatan Job Mix Formula (JMF) untuk pembuatan benda uji penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO). Namun tidak didapatkan nilai KAO, tetapi mendapatkan kadar aspal terpilih yang didapatkan sebesar 6% dengan nilai karakteristik Marshall stabilitas, flow, MQ, VMA, VFA dominan memenuhi syarat yang sudah ditentukan dari Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Selanjutnya kadar aspal tersebut digunakan untuk pembuatan benda uji dengan variasi campuran abu sekam padi dan kalsium karbonat. Untuk mengetahui pengaruh variasi campuran dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan hasil nilai karakteristik campuran AC – WC. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan bahwa dapat disimpulkan dari uji anova variasi abu sekam padi dan kalsium karbonat tidak berpengaruh terhadap nilai karakteristik campuran AC – WC dengan resiko kesalahan 5%.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA BERKELANJUTAN DI DESA PARE MAS KECAMATAN JEROWARU Eldiranata, Iswa; Nessa, Syarifa Helnia; Mulajati, Mardiansa Rohana; Khotimah, Amalia Nurul; Rizki, M. Syakroni; Rizal, Muhammad Khairul; Qomariah, Qomariah; Haryani, Ni Made Astiti; Maryam, Indah; Rahma, Nurhadijah
Jurnal Wicara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i2.6730

Abstract

Pare Mas Village, Jerowaru District, East Lombok, has great potential in developing mangrove-based ecotourism, but its current condition is starting to fade. The mangrove tourism destination of Pare Mas Village needs further restoration and development, not only to attract tourists to visit, but also as a form of community maintenance of their village tourism area. By implementing the right strategy, Pare Mas Village has a great opportunity to become a leading ecotourism destination in East Lombok. This KKN PMD Unram aims to revive the mangrove tourism destination of Pare Mas Village by implementing a sustainable village development strategy, helping to promote tourist villages through social media, and socializing the strengthening of village tourism institutions. The data collection method uses observation and interviews, with the aim of obtaining information about Pare Mas Village. With the implementation stage of the activity divided into 3 important parts, namely observation and planning, socialization, and the provision of tours and promotion of Pare Mas Village tourism, the socialization activity of strengthening village tourism institutions is in line with the main objective of the KKN PMD activity to revive the tourism sector of Pare Mas Village which is starting to fade, and all of that begins with strengthening village tourism institutions. This received a positive response from the Pare Mas Village community, which then became a driver in reviving the tourism sector of Pare Mas Village, as well as village MSMEs. Empowerment of Village Communities was given the opportunity to participate in the One Day Trip to Pesona Desa Pare Mas tourism activity, such as becoming a tour guide to selling typical Pare Mas Village products. Tourism promotion was also held by reviewing the tourism potential in Pare Mas Village, including famous tourist attractions in Pare Mas Village to attract visitors. Overall, the KKN PMD program was successfully implemented and had a positive impact on the Pore Mas Village community, both in terms of economy, tourism, and environmental awareness. With the assistance and follow-up programs, it is hoped that the community can manage their local potential independently and sustainably, making the village more independent, creative, and competitive
Optimisation of Compressive Strength of Fast Track Concrate Using Superplasticizer and Accelerator as Bridge Slab of Upper Structure Firdaus, Arga Agung; Rahman, Aulia; Qomariah, Qomariah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 6, No 1 (2025): January
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2025.v6i1.6348

Abstract

Fast track concrete is designed to accelerate the construction process, particularly in pouring operations. This study aims to determine the optimal early-age compressive strength of concrete applied to bridge decks, where flexural strength testing will be conducted. The admixtures used are superplasticizer (SP) and accelerator (AC). The dosages used are 0.8% and 1.2% of cement weight for superplasticizer, and 2.7% and 4.5% of cement weight for accelerator. Compressive strength testing is conducted at 6 hours, 1 day, 7 days, and 28 days after casting.The mix combination used includes SP 0.8% – AC 2.7%, SP 0.8% - AC 4.5%, SP 1.2% - AC 2.7%, and SP 1.2% - AC 4.5%. The concrete design uses a strength of fc’30 MPa with cylindrical test specimens. The results show that compressive strength increases with age. Flexural strength testing is applied to a bridge deck slab measuring 1 x 0.5 x 0.1 m, tested at 3 days of age. The concrete mix uses fc’30 with an SP dosage of 1.2% and AC dosage of 4.5% of cement weight. In the flexural test, the average load-bearing capacity is 40 kN.
Analisis Limbah Marmer sebagai Substitusi Pasir pada Campuran Beton ditinjau dari Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Bramantya Prambudi, Akbar; Suryanto, Sunarto; Qomariah, Qomariah
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 7 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i7.32255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengujian limbah marmer sebagai substitusi pasir dengan persentase campuran beton tertentu terhadap nilai kuat beton press dan nilai modulus elastisitas beton serta menghitung biaya limbah marmer sebagai substitusi pasir pada campuran beton dibandingkan dengan beton biasa. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dimana membandingkan limbah marmer campuran beton normal dan beton sebagai substitusi pasir dengan presentase 5%, 15% dan 25% dengan rencana yang kuat sebesar 25 MPa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat pemanfaatan pers limbah marmer pada level 0%, 5%, 15% dan 25% berturut-turut adalah 27,57 MPa, 28,73 MPa, 27,58 MPa dan 24,56 MPa. Dari hasil tersebut, nilai pers yang kuat pada kadar limbah marmer sebesar 5% dan 15% meningkat, sedangkan tingkat nilai kuat pers sebesar 25% menurun. Sedangkan hasil penelitian untuk nilai elastisitas modulus pada campuran limbah marmer 0%, 5%, 15% dan 25% secara berturut-turut adalah 2,238 N/mm2, 1,359 N/mm2, 7,065 N/mm2, dan 0,951 N/mm2. Untuk biaya pembuatan beton dengan kandungan limbah marmer 0%, 5%, 15% dan 25% berturut-turut adalah Rp.774.913, Rp.771.701, Rp.765.025 dan Rp.757.763. Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa biaya pembuatan beton dengan campuran limbah marmer sebagai substitusi agregat halus lebih murah dibandingkan dengan biaya produksi normal, dimana untuk tarif 5% lebih murah 0,41%, tarif 15% lebih murah 1,28% dan tarif 25% lebih murah 2,21%. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa limbah marmer berpotensi menjadi material alternatif yang berkelanjutan dalam industri konstruksi, asalkan penggunaannya diatur secara proporsional agar tetap menjaga kualitas struktural beton.
Sharing Session Pengelolaan Keuangan UMKM Apriani, Reni Dwi; Sayoga, Raditya; Qomariah, Qomariah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/mb4vem84

Abstract

Permasalahan di wilayah Desa Sutojayan yaitu kurangnya pemahaman dan keterampilan pengelolaan keuangan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang baik dan benar kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa. Tim KKN akan memberikan pelatihan dan bimbingan praktis dalam perencanaan keuangan, pencatatan transaksi, dan manajemen keuangan usaha. Metode kegiatan yang dilakukan pada kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan mulai dengan Perizinan dan koordinasi ke kantor desa, Survey lokasi kegiatan Sharing Session Pengelolaan Keuangan UMKM, Pelaksanaan program dan dokumentasi serta Evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah Peserta dapat memahami dengan baik terkait teori dan praktik pengelolaan Keuangan UMKM. Hal ini terwujud sebagai hasil dari sharing session dan diskusi bertujuan untuk mengedukasi pemilik usaha kecil dan menengah tentang pengelolaan keuangan yang baik dan berkelanjutan serta memberikan contoh praktik terbaik dalam mengelola keuangan UMKM dan mengatasi tantangan keuangan.
PEMBANGUNAN DATABASE SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGI BERBASIS ELEKTRONIK Gurusinga, Calvin; Widhiyatna, Denni; Sukmayana, Indra; Qomariah, Qomariah
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4 No 3 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v4i3.187

Abstract

Mineral merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan modern saat ini. Indonesia dan negara-negara ASEAN (Association of South East Asian Nations) lainnya masih mengandalkan bahan tambang sebagai sumber utama devisa negara sehingga ada kecenderungan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi bahan tambang tersebut. Bidang pertambangan juga memberikan dampak bagi pembangunan ekonomi dan sosial terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya. Kegiatan pertambangan sebagai salah satu sumber devisa sebaiknya dikelola dengan baik agar dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan sehingga diperlukan data cadangan mineral yang akurat. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kebutuhan mineral di dunia, diperlukan informasi mengenai keterdapatan mineral beserta sumberdaya dan cadangannya yang mana diperlukan suatu sistem informasi dan database mineral yang terintegrasidan mudah didapatkan. Pusat Sumber Daya Geologi sebagai instansi yang bertanggung jawab mengelola data dan informasi sumber daya mineral di Indonesia, melihat pentingnya hal tersebut di atas dan perlu ditindak lanjuti. Sebagai bentuk konkrit, Pusat Sumber Daya Geologi telah mengembangkan Aplikasi Sumber Daya Geologi untuk menampung data-data hasil kegiatan inventarisasi dan Aplikasi SIGNAS Sumber Daya Geologi untuk menampung data-data sumber daya geologi yang dimiliki daerah yang belum terdatadi Pusat Sumber Daya Geologi. Untuk tingkat ASEAN juga telah dikembangkan Aplikasi Database Mineral Asean, sesuai kesepakatan ASEAN untuk mengadakan kerjasama dalam pengembangan database mineral yang dimaksudkan untuk dapat menampung data potensi mineral di negara anggota ASEAN. Adanya aplikasi-aplikasi database yang berbasis web tersebut akan memudahkan dalampengumpulan data dan menginformasikan data potensi sumber daya mineral dan energi kepada masyarakat yang memerlukan melalui internet yang sekaligus mempromosikan potensi geologi di daerah tersebut.
MEMBANGUN APLIKASI ASEAN MINERAL TRADE DATABASE Qomariah, Qomariah; Widhiyatna, Denni
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5 No 3 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v5i3.265

Abstract

ASEAN Mineral Trade Database Aplication atau Aplikasi Basis Data Perdagangan Mineral ASEAN merupakan bagian dari aplikasi ASEAN Minerals Database and Information System yang terdiri dari aplikasi ASEAN Mineral Resources Database dan ASEAN Mineral Trade Database. Aplikasi ASEAN Mineral Resources Database sudah dikembangkan oleh Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi sejak Tahun 2007.  Dalam topologi jaringan mineral ASEAN terdapat 6 macam konten yaitu : sumber daya mineral, direktori perusahaan, legislasi pengembangan mineral dan lingkungan, ekspor impor mineral, persediaan dan permintaan, direktori bisnis penelitian dan pengembangan. Database sumber daya mineral menjadi satu sub database tersendiri, sedangkan sisanya digabung kedalam database  perdagangan mineral ASEAN.Dengan tersedianya aplikasi ini diharapkan negara-negara anggota ASEAN akan lebih mudah mempublikasikan informasi potensi mineral dan perdagangannya ke seluruh dunia secara efisien dan efektif apabila dimanfaatkan dengan pengisian data terkait secara berkesinambungan.