Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY (ERT) UNTUK MENGETAHUI BIDANG LONGSOR PADA MODEL LERENG Fadh, Ghulam Aghnia; Suryo, Eko Andi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.457 KB)

Abstract

Longsoran yang terjadi pada lereng merupakan salah satu permasalahan utama di bidang geoteknik. Untuk melakukan perbaikan maupun perkuatan pada lereng perlunya dilakukan penyelidikan tanah guna memprediksi bidang longsor pada lereng tersebut sehingga perbaikan dan perkuatan yang dilakukan dapat dilakukan secara efektif. Salah satu alternatif metode yang dapat dipakai adalah penggunan metode geofisika, seperti geolistrik khususnya Electrical Resistivity Tomography (ERT). Penyelidikan ini diwujudkan dengan dembuatan suatu model fisik lereng dengan variasi keretakan dan diberikan pembebanan sebanyak 5 macam pembebanan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode penyelidikan geolistrik untuk mengetahui bidang longsor. Berdasarkan penelitian ini bidang longsor ataupun retakan terdapat pada lapisan dengan nilai resistivitas yang memiliki nilai resistivitas berbeda cukup signifikan.   Kata kunci : ERT, Keretakan, Resistivitas, Lereng, Bidang Longsor
PENGARUH JARAK DAN PANJANG DEEP SOIL MIXING BERPOLA TRIANGULAR TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH EKSPANSIF (The Effect Spacing and Length of Deep Soil Mixing by Using Triangular Configuration on The Bearing Capacity of Expansive Soil) Ardiyansari, Anisa Oktavia; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.992 KB)

Abstract

Tanah ekspansif adalah tanah yang mempunyai perilaku kembang susut akibat adanya perubahan kadar air. Dalam penelitian ini menggunakan metode deep soil mixing (DSM) berpola triangular. Metode deep soil mixing merupakan metode pencampuran dengan bahan additive untuk meningkatkan stabilitas tanah. Dari hasil uji klasifikasi tanah, tanah di Kabupaten Bojonegoro termasuk jenis tanah ekspansif. Variasi Jarak antar kolom yang digunakan  yaitu 1D, 1,25D dan 1,5D, dimana D adalah diameter kolom 3cm. Sedangkan variasi panjang kolom adalah 2B, 3B dan 4B, dimana B adalah lebar plat pondasi. Hasil dari stabilisasi tanah ekspansif menggunakan metode deep soil mixing berpola triangular diameter kolom 3 cm menunjukkan bahwa jarak dan panjang kolom maksimum adalah jarak antar kolom 1D dan panjang kolom 4B dengan peningkatan nilai daya dukung tanah hingga 281%. Selain itu, persentase tanah yang distabilisasi sebesar 91,2% mampu menurunkan pengembangan dari tanah asli sebesar 3,36%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa stabilisasi 10% kapur dengan metode DSM berpola triangular dapat meningkatkan daya dukung tanah dan mampu mengurangi potensi pengembangan seiring dengan meningkatnya volume tanah yang distabilisasi.   Kata Kunci : tanah ekspansif, kapur, deep soil mixing, jarak, panjang, daya dukung.
PENGARUH JARAK LAPIS TERATAS DAN JUMLAH LAPISAN GEOGRID TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN PONDASI MENERUS Widagda, Rahamdhana Purwa; Munawir, As'ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.429 KB)

Abstract

Tanah pasir secara umum mempunyai daya dukung yang relatif baik, hanya saja pada tanah ini memiliki permasalahan yang sering timbul adalah jika tanah dalam keadaaan longgar dan keadaan butiran tanah yang seragam yang dipengaruhi oleh kondisi tingginya muka air tanah. Oleh sebab itu memerlukan metode perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah pasir. Dalam penelitian ini dilakukan uji pemodelan tanah fisik pondasi menerus di atas tanah pasir perkuatan geogrid menggunkan variasi jumlah lapis geogrid dan jarak lapis geogrid teratas. Variasi yang digunakan pada penelitian ini disesuaikan dengan B, yaitu lebar pondasi. Pada penelitian ini menggunakan B=6 cm. Varisi yang digunakan untuk jarak lapis geogrid teratas adalah u/B= 0,25B;0,5B dan 0,75B sedangkan pada variasi jumlah lapis geogrid (n) digunakna sebanyak 3 lapisan. Tujuan utamanya adalah membandingkan daya dukung tanah pada tanah pasir tanpa perkuatan terhadap daya dukung tanah pasir yang diberi perkuatan. Pada penelitian ini dilakukan dengan bahan pasir bergradasi buruk RC 85%. Dari hasil penelitian ini maka didapatkan bahwa variasi yang optimal untuk nilai daya dukungnya terdapat pada jarak lapis geogrid teratas dengan variasi 0,5B dan variasi jumlah lapisan geogrid yang ke 3 berarti bertambahnya daya dukung juga diiringi dengan peningkatan jumlah perkuatan geogrid. Kata kunci : daya dukung pondasi, tanah pasir, geogrid, variasi jumlah lapis geogrid, variasi jarak lapis geogrid teratas.
PENGARUH LEBAR PONDASI DAN JARAK LAPIS GEOGRID KE PONDASI TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI MENERUS Aji, Muhammad Satria Bayu; Rachmansyah, Arief; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.312 KB)

Abstract

Berdasarkanpenelitiansebelumnya, geogridterbuktimampumeningkatkandayadukungtanahpasir.Namundiperlukanpenelitianlebihlanjutmengenaivariasi yang mempengaruhikinerjageogrid agar dihasilkanpeningkatandayadukung yang maksimum.Jurnalinimenyajikanhasilpenelitiantentangpengaruhlebarpondasidanjarakgeogridkepondasiterhadapdayadukungtanahpasir.DalampemodelandigunakantanahpasirbergradasiburukdenganRc 85%, pondasimenerusdengan d/B = 0, perkuatan 1 lapis geogrid, 3 variasijarakgeogridkepondasisebesar 0,25B; 0,5B; 0,75B, dan3 variasilebarpondasisebesar 6cm, 8cm dan 10cm. Kesimpulan yang dihasilkandaripenelitianiniadalahdayadukungmaksimumterletakpadajarakgeogridkepondasi 0,75B danlebarpondasi 10cm. Kata Kunci: Dayadukung, tanahpasir, pondasimenerus, lebarpondasi, jarakgeogridkepondasi
PENGARUH JARAK DAN PANJANG KOLOM DEEP SOIL MIXING (DSM) TIPE PANELS DENGAN CAMPURAN 10% KAPUR TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH EKSPANSIF Putro, Galih Karno; Rachmansyah, Arief; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.213 KB)

Abstract

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang memiliki kembang susut tinggi dan daya dukung rendah.  Untuk memperbaiki sifat buruk pada tanah ekspansif dilakukan upaya stabilisasi mekanik maupun kimiawi. Penelitian ini menggunakan stabilitas kimiawi, dengan cara mencampurkan bahan additive (kapur) pada tanah menggunakan metode deep soil mix (DSM). Metode ini merupakan upaya perbaikan tanah dalam yang dilakukan dengan cara membuat kolom-kolom tanah dengan campuran bahan kapur pada lokasi tanah yang diperbaiki. Dari hasil uji klasifikasi tanah dan uji kosistensi tanah, tanah dari Desa Jelu, Kec. Ngasem, Kab.Bojonegoro, tergolong tanah ekspansif sehingga diperlukan upaya stabilisasi tanah. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat sampel tanah asli di dalam box dengan volume tanah 30x30x20 cm3. Pada pengujian tanah Stabilisasi diberikan kolom berdiameter3cm dengan variasi jarak (3cm; 3,75cm dan 4,5cm) dan panjang (10cm, 15cm dan 20cm) berpola panels. Uji pembebanan dilakukan pada tanah asli dan tanah stabilisasi. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa semakin dekat jarak  dan semakin panjang kedalaman kolom dapat meningkatkan daya dukung tanah. Berdasarkan Nilai Bearing Capacity Improvement (BCI), Hasil daya dukung maksimum terjadi pada jarak terdekat (L= 3cm) dan panjang terpanjang (Df= 20cm), daya dukung meningkat 200,301% dari tanah asli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh jarak terlihat lebih dominan dibanding pengaruh panjang, dibuktikan dengan rata-rata peningkatan BCI jarak lebih tinggi dibanding rata-rata peningkatan BCI panjang. Selain itu, kenaikan rasio volume DSM dalam tanah dapat mengurangi potensi pengembangan (swelling).   Kata kunci: Tanah Ekspansif, Deep Soil Mix, Jarak, Panjang, Daya Dukung, Swelling
PENGARUH JARAK DAN PANJANG KOLOM DENGAN DIAMETER 4 CM PADA STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF MENGGUNAKAN METODE DSM BERPOLA TRIANGULAR TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH Prana, Resa Bagus Dharma; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.225 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan jenis lempung yang memiliki sensitifitas tinggi terhadap perubahan kadar air sehingga sifat kembang susutnya juga tinggi. Jika kandungan air bertambah besar maka tanah ini akan mengembang dan mengakibatkan berkuangnya daya dukung dari tanah tersebut, dan sebaliknya jika kadar airnya semakin sedikit maka tanah ini akan menyusutt dan daya dukungnya akan meningkat. Penelitian ini dilakukan perbaikan tanah lempung ekspansif dengan menggunakan metode deep soil mixing berpola triangular dengan diameter kolom 4cm yang bertujuan unutuk meningkatkan nilai daya dukung. Metode deep soil mixing merupakan metode pencampuran dengan bahan aditif pada tanah untuk meningkatkan stabilitas tanah dengan tebal atau kedalaman tanah tertentu. Jenis bahan aditif yang digunakan dalam penelitian ini adalah fly ash, hal ini dikarenakan penambahan fly ash pada tanah ekspansif mampu meningkatkan daya dukung tanah. Pada penelitian ini digunakan 9 variasi jarak dan panjang kolom berupa variasi jarak antar kolom (4, 5, 6 cm) dan variasi panjang kolom (5, 10, 15 cm). Hasil dari stabilisasi tanah lempung ekspansif menggunakan metode deep soil mixing berpola triangular dengan diameter kolom 4 cm memberikan peningkatan nilai daya dukung hingga 156% dari daya dukung tanah asli. Stabilisasi dengan bahan aditif 15% fly ash pada metode DSM berpola triangular dapat mengurangi nilai pengembangan (swelling) seiring dengan meningkatkan volume tanah yang distabilisasi. Prosentase stabilisasi sebesar 30,63% telah mampu menghentikan pengembangan (swelling). Kata kunc : lempung ekspansif, fly ash, Deep Soil Mixing, jarak, panjang,daya dukung.
PENGARUH PERBAIKAN TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN METODE DEEP SOIL MIXING PADA BERBAGAI KADAR AIR LAPANGAN TANAH ASLI TERHADAP NILAI CBR DAN PENGEMBANGAN Hutama Putra, Made Dwika; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.118 KB)

Abstract

Tanah merupakan bagian terpenting pada pekerjaan konstruksi. Kondisi tanah sangat berpengaruh terhadap konstruksi yang akan dibangun di atasnya. Oleh karena itu kondisi tanah dan sifat fisiknya harus diketahui terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan konstruksi diatasnya. Untuk dapat memperbaiki tanah hal yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan zat aditif. zat aditif yang digunakan untuk stabilisasi tanah ekspansif dapat berupa limbah suatu proses produksi seperti coal flyash, coal bottom ash, steel fly ash, rice husk ash (abu sekam padi). Pada penelitian ini zat aditif yang digunakan adalah fly ash. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar air lapangan terhadapa nilai CBR dan nilai pengembangan.Pada penelitian ini objek yang digunakan adalah tanah lempung ekspansif di dareah Ngasem, Bojonegoro. Campuran zat aditif yang ditambahkan adalah fly ash dengan kadar 10%, 15%, dan 20%. Kadar air yan digunakan adalah 14%, 21%, dan 28%. Pengujian laboratorium yang dilakukan adalah uji kekuatan CBR dan uji swelling. Percobaan CBR ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu percobaan CBR terendam (soaked) dan percobaan CBR tak terendam (unsoaked).Hasil dari penelitian ini adalah Kadar air lapangan pada kondisi lebih kering dan lebih basah mempengaruhi nilai CBR. Nilai CBR mengalami penurunan pada kondisi tersebut, namun penurunan nilai CBR lebih besar pada kondisi kadar air lebih kering karena pada kondisi ini tanah tidak dapat bereaksi secara optimum dengan fly ash. Nilai pengembangan (swelling) mengalami penurunan seiring dengan penambahan kadar fly ash dan kadar air lapangan. Ini dikarenakan tanah telah mengalami pengembangan pada proses curing dan mengalami reaksi sementasi antara fly ash dengan tanah, sehingga bertambahnya kadar fly ash mengurangi potensi pengembangan tanah. Kata kunci: tanah lempung, fly ash, kadar air, swelling, CBR
Pengaruh Luas Permukaan Deep Soil Mixing dengan Fly Ash Terhadap Perilaku Heave Tanah Lempung Ekspansif Alfianto, Galih; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.508 KB)

Abstract

Daya dukung pada tanah lempung merupakan hal yang sangat diperhitungkan dalam setiap kontruksi baik jalan, gedung, maupun konstruksi lainnya. Selain daya dukung, sifat ekspansif tanah lempung tersebut perlu diberi perhatian khusus. Tanah lempung ekspansif memiliki daya dukung tanah yang rendah pada kondisi kadar air yang tinggi, sifat kembang susut (swelling)  yang besar dan plastisitas yang tinggi. Selain itu, karena sifat kembang susut yang cukup besar pada tanah lempung ekspansif mengakibatkan terjadinya penurunan yang sering kali tidak dapat dipikul oleh kekokohan struktur diatasnya. Salah satu metode stabilisasi tanah yang digunakan dalam upaya untuk memperbaiki mutu tanah yang kurang baik antara lain yaitu stabilisasi kimiawi. Stabilisasi kimiawi dilakukan dengan cara menambahkan zat additive pada tanah dasar yang akan ditingkatkan mutunya. Zat additive yang digunakan dalam penelitian ini adalah abu terbang (fly ash). Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu, untuk mengetahui pengaruh  pencampuran fly ash terhadap daya mampat (konsolidasi) dan mengetahui berapa rasio luas efektif utuk melakukan perbaikan tanah lempung ekspansif di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Pada penelitian ini objek yang diamati adalah, tanah lempung ekspansif dengan  stabilisasi. Tanah distabilisasi dengan kadar fly ash 10%, 15%, dan 20% dari berat kering tanah. Dalam melakukan penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (antecedent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas pada pelaksanaan penelitian ini adalah rasio luas. Sedangkan untuk variabel terikat adalah besar penurunan total. Penelitian ini meliputi pengujian sifat fisik yaitu analisis butiran, Specific Gravity, Atterberg Limit, dan pemadatan, serta pengujian konsolidasi dan free swell. Dari hasil pengujian benda uji Semakin besar nilai campuran fly ash pada percobaan konsolidasi, maka nilai Cs dan Ps akan semakin kecil. Begitu pula dengan nilai pengembangan pada free swelling test, didapatkan potensi berkembangnya tanah berbanding terbalik dengan prosentase penambahan fly ash tersebut. Dari analisa data yang dilakukan, nilai heave komposit pada masing masing campuran maka area rasio yang paling efektif untuk dilakukan DSM yaitu pada  area rasio 10%-40% Kata - kata kunci : Lempung Ekspansif, Stabilisasi Tanah,  fly ash, konsolidasi, free swelling
PENGARUH JARAK ANTAR GEOGRID (h/B) DAN JARAK LAPIS PERTAMA GEOGRID (u/B) TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI Faradita, Putri Agil; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.67 KB)

Abstract

Pondasi merupakan struktur utama dalam menopang struktur diatasnya, sala satu jenis pondasi yang banyak digunakan adalah pondasi dangkal. Podasi dangakal ini harus memiliki daya dukung tnah dasar yang kuat, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki daya dukung yang rendah pada tanah pasir lepas adalah dengan menggunakan geogrid. Variasi yang digunakan adalah jarak antar geogrid yaitu h/B (0,2; 0,25; 0,3) dan jarak lapis pertama geogrid terhadap dasar pondasi yaitu u/B (0,3; 0,4; 0,5). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa  dengan semakin besar nilai h/B maka daya dukung yang didapatkan semakin kecil. Menurut analisis BCR (Bearing Capacity Ratio) yang dilakukan didapatakan nilai BCR  terbesar adalah pada variasi nilai h/B= 0,2. Kemudian pada variasi u/B didaptkan hasil dengan samkin kecilnya nilai u/B maka nilai daya dukung semakin meningkat. Berdasarkan analisis nilai BCR nilai u/B yang optimum adalah 0,3. Pengaruh yang diberikan oleh variasi h/B dan u/B menunjukkan peningkatan yang sama. Kata kunci :daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi lebar pondasi, variasi rasio kedalaman pondasi terhadap lebar pondasi.
PENGARUH KEDALAMAN PONDASI (DF/B) DAN JARAK LAPIS PERTAMA GEOGRID (U/B) TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI PERSEGI DENGAN DIMENSI PONDASI (L/B) = 1,5 DAN JARAK ANTAR GEOGRID (H/B) = 0,3 Pujo Susilo, Ekki Darmawan; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.464 KB)

Abstract

Tanah berpasir merupakan.salah satu tanah yang memiliki beberapa.masalah geoteknik dikarenakan sifat pasir yang memiliki ikatan antar partikel yang kecil.dan sudut gesek dalam yang besar, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada tanah tersebut. Perbaikan yang dapat dilakukan.pada tanah berpasir adalah penggunaan geogrid. Geogrid merupakan salah satu jenis geosintetis dimana. dapat memberikan pengaruh interlocking pada tanah pasir sehingga dapat meningkatkan daya dukung tanah tersebut.Pemodelan fisikpada penelitian ini.menggunakan tanah pasir dengan perkuatan geogrid 3 lapis serta menerapkan variasi berupa.kedalaman.pondasi (3,6 cm; 5,4 cm; 7,2 cm) dan rasio jarak lapis pertama geogrid terhadap lebar pondasi (0,3; 0,4; 0,5). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa penggunaan geogrid mempengaruhi peningkatan daya dukung.tanah pasir sebesar 30,532 %. Selain itu nilai daya dukung maksimum terjadi ketika semakin kecilnya variasi rasio jarak lapis pertama geogrid dengan prosentase peningkatan sebesar 11,154% serta saat semakin meningkatnya variasi rasio kedalaman pondasi dengan prosentase peningkatan 13,008%. Jika dilihat dari analisa BCR terlihat bahwa kenaikan daya dukung maksimum terletak pada kedalaman pondasi 3,6 cm dengan rasio u/B = 0,3. Kata kunci :daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi kedalaman pondasi, variasi rasio jarak lapis pertama geogrid terhadap lebar pondasi.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya, Tri Destian Afifuddin, Annas Agung, Annisa Tri Kurnia Agus Suharyanto Agustia, Daffa Fadhiel Aji, Muhammad Satria Bayu Akbarrina, Ailia Rizky Akhmad Afandi Al Islami, Auliya Nusyura Alfi Syahr, Enrico Widy Alfianto, Galih Alwafi Pujiraharjo Amin Setyo Leksono Aminudin Afandhi Andrianto, Haris Anisa Zairina Anjar Pranggawan Azhari Ansor, Zakaria Al Anthon Efani Ardiyansari, Anisa Oktavia Asyifa, Hira Atikah, Laras Bagyo Yanuwiadi Bambang Semedi Bangalino, Arvi Bayuaji, Gerardus David Ady Purnama Chandra, Farhan Prima Darmawan, Wahid Dharmawan, Aditya Leo Dian Novitasari Dirman, Eris Nur Diza, Novia Fara Eko Andi Suryo El Khaldi, Malika Fadh, Ghulam Aghnia Faradita, Putri Agil GITA PERMATA LIANSARI Halim, Lusiani Ferelia Harimurti . Haristama, Iffat Shafwan Harsuko Riniwati Hidayat, Mahesa Hikmawati, Viona Faiqoh Hutama Putra, Made Dwika imaniyah, rifatul Indradi Wijatmiko Iswardhana, Fanny Pramudya Karimah, Maslin Akhlaqul Karl Raffeelino Y.H, Raynard Kartikasari, Retna Ludfi Djakfar M. Hamzah Hasyim Machsusiyah, Firanda Nuriszatul Maharani Pertiwi Koentjoro Marjono Marjono Meisy Putri Rahmawati, Ika Mohammad Bisri Munawir, As'ad Munawir, As’ad Nizar, Faisal Nuddin Harahab Pertiwi, Maharani Pramadana, Farhan Prana, Resa Bagus Dharma Prasetyo, Raenal Adji Pratama, Dicky Rosian Pudyono . PUJI LESTARI Pujo Susilo, Ekki Darmawan Purbiantoro, Arie Putro, Galih Karno Qomariyatus Sholihah Raditya, Achmad Gusti Raehanayati Raehanayati Rahayu Kusumaningrum Rahmadya, Reza Roseno Ratri, Lola Kumala Rifqi, Moch. Fachrur Safitri, Ni Luh Eka Sanjaya, Rofi Trianto Sauri, Sofyan Sjaputra, Rakha Soemarno Soemarno Solimun, Solimun Suhasmoro, Auliyah Rizky Sukir Maryanto Suwandoko, Adiwena Bachtiar Syam's, Nova Dewi Safitri Tonny Sahusilawane Undiprastya, Guruh Wardhana, Febra Ndaru Widagda, Rahamdhana Purwa Wulansari, Yunita Yulvi Zaika Yuniar Yuniar