Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEDALAMAN DAN LEBAR PONDASI MENERUS YANG DIPERKUAT DENGAN 2 LAPIS GEOGRID DENGAN JARAK 0,5B TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RC = 70% Alfi Syahr, Enrico Widy; Rachmansyah, Arief; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.719 KB)

Abstract

Dalam suatu bangunan, sebuah pondasi berfungsi sebagai perantara untuk meneruskan beban struktur yang ada di atas muka tanah dan gaya-gaya lain yang bekerja ke tanah pendukung bangunan tersebut. Setiap pondasi bangunan perlu direncanakan berdasarkan jenis, kekuatan dan daya dukung tanah tempat berdirinya. Salah satu tanah yang labil adalah tanah pasir. Tanah pasir memiliki nilai kohesif yang sangat rendah dan juga dapat menyebabkan penurunan yang cepat ketika beban bekerja. Tanah pasir juga akan mengalami penurunan yang tidak seragam, oleh karena itu diperlukannya perbaikan tanah, agar tanah pasir dapat stabil dan dibangun diatasnya.Penelitan yang dilakukan adalah tanah pasir dengan RC 70% dan dibebani oleh pondasi menerus diatasnya. Untuk perkuatannya digunakan geogrid tipe biaksial dengan rasio kedalaman pondasi dan lebar pondasi. Penelitian ini digunakan variasi lebar pondasi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm dan juga rasio d/B sebesar 0; 0,5; dan 1. Pengujian pada penelitian ini menggunakan LVDT, load cell, dan hidraulik jack. Untuk pembacaan dibaca tiap beban 50 kg sampai model mengalami keruntuhan. Pada penelitan ini didapatkan hasil bahwa semakin besar lebar pondasi dan rasio kedalaman pondasi maka semakin besar pula nilai daya dukung ultimatenya. Akan tetapi untuk Bearing Capacity Ratio (BCR) tidak demikian. Nilai daya dukung BCR untuk lebar pondasi meningkat seiring dengan semakin besarnya lebar pondasi. Sedangkan untuk rasio kedalaman didapatkan nilai d/B yang paling besar yaitu d/B = 0,5. Sehingga dari pelitian ini didapatkan nilai daya dukung paling besar yaitu pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 1. Sedangkan untuk nilai Bearing Capacity Ratio (BCR) yang paling optimum adalah pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 0,5. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi menerus, geogrid,    variasi kepadatan  relatif, variasi jarak lapis geogrid teratas.
PENGARUH KEDALAMAN DAN LEBAR PONDASI MENERUS YANG DIPERKUAT DENGAN 3 LAPIS GEOGRID DAN JARAK LAPIS ATAS u = 0,75B TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RC 70% Wulansari, Yunita; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.894 KB)

Abstract

Dalam pembangunan, hal yang harus diperhatikan adalah masalah pondasi. Pondasi merupakan struktur bawah dari suatu bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Pondasi berfungsi meneruskan beban yang ada diatasnya ke tanah dasar pondasi. Pembangunan pondasi diatas tanah pasir lepas kurang menguntungkan. Hal tersebut tentu memerlukan perbaikan tanah, guna menahan beban bangunan yang ada diatasnya. Caranya dengan perbaikan tanah geosintetik menggunakan geogrid. Berdasakan penelitian, didapatkan hasil bahwa semakin besar lebar pondasi dan rasio kedalaman pondasi maka semakin besar pula nilai daya dukung ultimatenya. Nilai daya dukung BCR untuk lebar pondasi meningkat seiring dengan semakin besarnya lebar pondasi. Sedangkan untuk rasio kedalaman didapatkan nilai d/B yang paling besar yaitu d/B = 0,5. Sehingga dari pelitian ini didapatkan nilai daya dukung paling besar yaitu pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 1. Sedangkan untuk nilai Bearing Capacity Ratio (BCR) yang paling optimum adalah pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 0,5. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, geogrid, bearing capacity ratio, pondasi menerus, variasi lebar pondasi, variasi kedalaman pondasi.
PERUBAHAN PERILAKU TANAH EKSPANSIF AKIBAT STABILISASI DENGAN DSM BERPOLA TRIANGULAR MENGGUNAKAN KAPUR KADAR 8% Dharmawan, Aditya Leo; Rachmansyah, Arief; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.34 KB)

Abstract

Expansive clay has a high potential of shinkrage in case of changes in water contents. It can cause some damage to wall of building and cracks in the road.  There are some methods of soil stabilisation that already known, such as Deep Soil Mixing. DSM is a method using coloumn which contain soil mixing with material, it use variety of configuration that includes space of coloumn (L) and depth of coloumn (Df). Purpose of this research is to increasing bearing capacity and reducing swelling potential with DSM method in Ngasem, Bojonegoro for purpose of pavement construction. This research using 8% lime with triangular configuration with diameter of coloumn (D) is 3,2 cm. It uses variety space of coloumn (L) which is 1D, 1,25D and 1,5D and uses variety depth of coloumn which is 10 cm, 15 cm and 20 cm. Some test are required to determine characteristic of soil sample, such as spesific gravity, atteberg limit, clasification of soil based on USCS and standar compaction. To determine bearing capacity of soil it use loading test, and for test to determine swelling potential is based on ASTM 4546-86. Sample of soil is clasified as CH (anorganic clay with high plastisity). Result of this research proved that 8% lime can improve bearing strength and reduce swelling. Ratio of stabilisation soil is a important factor that determine improvement of bearing strength and swelling. Changes of depth (Df) will slightly give a higher improvement of bearing strength than changes of spacing (L). Triangular configuration which using space of coloumn (L) 3,2 cm and depth of coloumn (Df) 20 cm will give the most high value of improvement with 243,077% and reducement of swelling with 94,098 %. This variety of configuration can be use for flexible pavement as subgrade layer. Keywords: Expansive Soil, Deep Soil Mixing, Soil Stabilisation, Bearing Capacity, Swelling
PERUBAHAN PERILAKU TANAH EKSPANSIF AKIBAT STABILISASI MENGGUNAKAN METODE DEEP SOIL MIXING POLA PANELS DENGAN KAPUR 8% Raditya, Achmad Gusti; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.456 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perubahan kadar air yang menyebabkan daya dukungnya rendah. Selain itu, tanah ini memiliki potensi mengembang yang tinggi. Volume tanah akan menyusut pada musim kemarau dan akan mengembang pada musim penghujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku tanah akibat pengaruh variasi jarak dan kolom stabilisasi. Proses stabilisasi menggunakan metode deep soil mixing dengan kapur 8%. Pemodelan tanah dicetak di dalam box akrilik berukuran (30x30x30) cm di laboratorium. Pengujian yang dilakukan adalah uji beban (load test). Pada kolom DSM, dilakukan variasi jarak antar kolom (L) = 4,8 cm, 6 cm, 7,2 cm dan variasi kedalaman kolom (Df) = 10 cm, 15 cm, 20 cm. Sebelum dilakukan uji pembebanan, sampel uji dieramkan (curing) selama 3 hari. Setelah dilakukan stabilisasi menggunakan metode DSM berpola panels dengan kapur 8%, perilaku tanah ekpansif di Bojonegoro mengalami perubahan yang signifikan. Daya dukung terbesar mencapai 38,4 kg/cm2 terjadi pada variasi kedalaman 20 cm dengan jarak kolom 4,8 cm dan nilai pengembangan terkecil mencapai 0,55% pada variasi kedalaman dengan jarak kolom yang sama, yaitu kedalaman 20 cm dengan jarak kolom 4,8 cm. Variasi jarak dan kedalaman kolom dengan pola panels berdiameter 4,8 cm memberikan nilai daya dukung yang memenuhi untuk struktur perkerasan jalan raya. Sedangkan variasi jarak kolom (L) = 4,8 cm dan (L) = 6 cm dengan variasi kedalaman kolom (Df) = 20 cm memberikan nilai izin swelling untuk struktur perkerasan jalan raya dengan nilai 0,55% dan 0,8%. Kata kunci : lempung ekspansif, daya dukung, swelling, stabilsasi tanah, deep soil mixing
ANALISIS STABILITAS LERENG ZONA TANAH RESIDUAL AKIBAT PENGARUH VARIASI POLA HUJAN Pratama, Dicky Rosian; Suryo, Eko Andi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.311 KB)

Abstract

Lereng adalah sisi tanah yang membentuk suatu kemiringan dengan sudut tertentu terhadap bidang horizontal pada sebuah bukit, gunung, perbukitan, ataupun pegunungan. Lereng dapat menimbulkan masalah berupa bencana longsor yang biasanya terjadi pada musim hujan karena air masuk ke dalam tanah menyebabkan tanah menjadi jenuh dan tekanan air pori meningkat dan kuat geser tanah mengecil yang berpotensi longsor. Gunung Banyak Kota Batu Propinsi Jawa Timur adalah daerah pegunungan dengan potensi hujan yang tinggi, perlu dilakukan analisis pengaruh air hujan terhadap kestabilan lereng tersebut.  Analisis dilakukan sebanyak tiga kali percobaan berdasarkan tiga pola hujan yang didapat dari Stasiun Hujan Selorejo yaitu pola hujan rata – rata, pola hujan naik dan pola hujan turun tertinggi yang pernah dicatat.  Kemudian parameter berupa berat volume tanah (), kohesi (c), sudut geser dalam(∅), water content, liquid limit, grain size dan permeabilitas (k) yang didapatkan dan diolah dari penelitian  sebelumnya.Hasil yang diperoleh dari analisis faktor keamanan menggunakan software Geostudio 2018 menunjukkan angka keamanan lereng sebelum terjadi hujan sebesar 1,189. Setelah dimasukkan data hujan yang telah ditentukan angka keamanan lereng turun menjadi  1,176 untuk pola hujan rata – rata, 1,177 untuk pola hujan naik dan 1,175 untuk pola hujan turun. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pola hujan berpengaruh terhadap kestabilan atau angka keamanan lereng dengan angka keamanan terendah diakibatkan oleh pola hujan yang menurun. Kata kunci : angka keamanan, stabilitas lereng, pengaruh hujan terhadap lereng
PERUBAHAN STABILITAS TANAH AKIBAT PENAMBAHAN KAPUR, SEMEN, DAN FLY ASH PADA TANAH LUNAK PROYEK TOL GEMPOL-PASURUAN Darmawan, Wahid; Rachmansyah, Arief; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.513 KB)

Abstract

Jalan tol Gempol - Pasuruan merupakan jalan tol yang menghubungkan daerah Gempol, Sidoarjo dengan Kota Pasuruan. Seperti yang telah diketahui bahwa tanah di daerah tersebut besifat kohesif, sehingga dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi tidak stabil. Perlu dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah untuk mengetahui karakteristik tanah. Dilakukan pengujiankuat tekan bebas (Unconfied Compression Test),uji triaksial (Triaxial Test), dan ujiKonsolidasi (Consolidation Test) untuk mengetahui nilai stabilitas kadar zat additif yang bervariasi, untuk kapur yaitu sebesar 3%; 6%; 9%; 12%; dan 15%, untuk semen sebesar 5%, 8%, 10%, 12%, dan 15%, dan untuk fly ash sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Hasildari penelitian uji kuat tekan bebas (unconfined compression test) didapatkan semakin besar kadar additif nilai qu, dan Cu semakin besar. Untuk sudut geser (ф) yang diuji dengan uji triaksial (triaxial test) didapatkan semakin besar kadar additif maka sudut geser (ф) semakin besar dan grafik nilai kohesi (c) berbanding terbalik terhadap nilai sudut geser (ф). Dari hasil pengujian konsolidasi (consolidation test) adalah semakin besar nilai koefisien konsolidasi maka semakin besar pula nilai penurunan tanah.   Kata kunci: tanah lunak, fly ash, kapur, semen, kuat geser, konsolidasi.
INTERPRETATION OF BOUGUER ANOMALY TO DETERMINE FAULT AND SUBSURFACE STRUCTURE AT BLAWAN-IJEN GEOTHERMAL AREA Azhari, Anjar Pranggawan; Maryanto, Sukir; Rachmansyah, Arief
Jurnal Neutrino Vol 9, No 1 (2016): October
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1341.356 KB) | DOI: 10.18860/neu.v9i1.3664

Abstract

Gravity survey has been acquired by Gravimeter Lacoste Romberg G-1035 at Blawan-Ijen geothermal area. It was a focusing study from previous research. The residual Bouguer anomaly data was obtain after applying gravity data reduction, reduction to horizontal plane, and upward continuation. Result of Bouguer anomaly interpretation shows occurrence of new faults and their relative movement. Blawan fault (F1), F2, F3, and F6 are normal fault. Blawan fault is main fault controlling hot springs at Blawan-Ijen geothermal area. F4 and F5 are oblique fault and forming a graben at Banyupahit River. F7 is reverse fault. Subsurface model shows that Blawan-Ijen geothermal area was dominated by the Ijen caldera forming ignimbrite (ρ1=2.670 g/cm3), embedded shale and sand (ρ2=2.644 g/cm3) as Blawan lake sediments, magma intrusion (ρ3=2.814 g/cm3 ρ7=2.821 g/cm3), andesite rock (ρ4=2.448 g/cm3) as geothermal reservoir, pyroclastic air fall deposits (ρ5=2.613 g/cm3) from Mt. Blau, and lava flow (ρ6=2.890 g/cm3).
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI RAKIT DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS BRAWIJAYA Ratri, Lola Kumala; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.605 KB)

Abstract

Pondasi merupakan bagian terbawah dari suatu bangunan yang berfungsi meneruskan beban-beban diatasnya, beban-beban yang diterima maupun di dekat permukaan tanah ke tanah di bawahnya. Gedung Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawijaya (RSGM UB) merupakan salah satu infrastruktur yang akan dibangun di Universitas Brawijaya, Malang. RSGM UB direncanakan menggunakan pondasi dalam berupa pondasi tiang bor. Pada studi ini dilakukan perencanaan ulang pondasi pada RSGM UB menggunakan pondasi dangkal berupa pondasi rakit. Hasil studi dan analisis menunjukkan bahwa pondasi rakit tidak ada permasalahan pada daya dukung, daya dukung ijin netto yang didapat berdasarkan uji lapangan dengan metode Hansen menghasilkan nilai daya dukung ijin 14012.54 kg/m². Tegangan netto pondasi rakit akibat beban gravitasi adalah sebesar 5611.79 kg/m², sehingga masih di bawah nilai kapasitas dukung ijin tanah. Dengan demikian tanah aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung. Namun pada analisis penurunan hasil yang ditunjukkan lumayan besar, yaitu mencapai 14 cm. Nilai penurunan tersebut tergolong besar namun normal terjadi karena beban struktur gedung dan pondasi rakit yang besar. Analisis biaya konstruksi menunjukkan bahwa pondasi tiang bor lebih ekonomis sejumlah Rp. 5.77.2.733.207,27 dibandingkan pondasi rakit yang memerlukan sejumlah Rp. 6.819.519.605,14. Analisis ini dapat disimpulkan bila memperhatikan aspek fungsional maka pemakaian pondasi tiang bor pada RSGM UB lebih dianjurkan karena biayanya yang lebih murah.   Kata Kunci: Pondasi rakit, pondasi tiang bor, daya dukung, penurunan, biaya konstruksi
PERUBAHAN KEKUATAN AKIBAT VARIASI BEBAN PRELOADING PADA PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN PVD BERPOLA SEGIEMPAT Undiprastya, Guruh; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia terutama jalan bebas hambatan sedang marak dibangun. Salah satunya jalan bebas hambatan Gempol-Pasuruan. Pada data sebelumnya karakteristik tanah di daerah tersebut memiliki karakteristik struktur masif dengan konsistensi tanah yang tidak stabil dikarenakan memiliki kandungan air tanah yang berlebih.  Dari data tersebut ternyata diperlukan perbaikan tanah pada tanah dengan metode preloading dan akandikombinasikan dengan PVD (Prefabricated Vertical Drain) pola persegi dengan timbunan yang akan  diberikan yaitu secara bertahap dengan skalal laboratorium. Pada penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan pelaksanaan, yaitu persiapan, kegiatan lapangan, dan pekerjaan laboratorium. Pengambilan sampel tanah di daerah Grati dengan metode undisturbed soil dan disturbed soil. Sampel tanah kemudian dilakukan uji konsolidasi, kadar air, density, Vane shear. Analisis data untuk mengetahui perilaku tanah lunak terhadap daya dukung  tanah dengan metode preloading dikombinasikan dengan PVD variasi bebanpreloading  yang ditentukan. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini adalah tanah di daerah tersebut dapat diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan tebal lapisan 15,5 m,lalu  kemudian ditinjuau kuat gesernya dengan uji Vane Shear. Penambahan beban secara bertahap (setiap beban sama), dengan meningkatnya tegangan maka akan menaikkan harga koefisien kompresi yang akan menyebabkan kenaikan penurunan.Dengan selisih dari Cc antara tegangan 1,015(kg/cm2) tanpa PVD dengan yang menggunakan PVD ialah 148,958 %, dan tegangan terbesar didapatkan Cc sebesar 0,8874.  Selisih antara yang menggunakan PVD dengan tanpa PVD tegangan yang sama ialah 123,27 %, dan selisih antara uji vane shear sebelum pembebanan dengan tegangan terbesar ialah 400,25 %.   Kata kunci: Tanah Lunak,Prefabricated Vertical Drain (PVD), Konsolidasi, Vane Shear, Kuat Geser
PENGARUH LUAS GEOGRID DAN JARAK ANTAR GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Bangalino, Arvi; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang sering dijumpai pada tanah pasir adalah sebagian besar butirannya memiliki ukuran yang seragam. Hal ini menyebabkan adanya rongga-rongga antar partikel pasir, sehingga tanah pasir tersebut memiliki kerapatan relatif yang rendah. Tanah pasir dengan kerapatan yang relatif rendah jika diberikan pembebanan di atasnya akan menyebabkan penurunan yang berlebih dan mengalami keruntuhan geser. Selain itu, momen yang disebabkan oleh beban eksentris dapat mereduksi daya dukung tanah. Oleh karena itu, perlu adanya metode perbaikan pada tanah pasir dengan menggunakan lapisan geogrid.Pengujian ini dilakukan pada tanah pasir dengan RC 80%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pengaruh variasi luas geogrid (A) dan jarak antar geogrid (h). Pengujian yang dilakukan di laboratorium menggunakan luas geogrid dengan ukuran 40x48 cm2, 50x60 cm2, 60x70 cm2 dan jarak antar geogrid 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas sebesar 1 cm dan ukuran pondasi yaitu 10x12 cm2. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Dari hasil penelitian ini berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model pondasi yang menghasilkan daya dukung tanah maksimum yaitu pondasi dengan A = 60x70 cm2 dan h = 3 cm.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban eksentris, geogrid, variasi luas geogrid, variasi jarak antar geogrid.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya, Tri Destian Afifuddin, Annas Agung, Annisa Tri Kurnia Agus Suharyanto Agustia, Daffa Fadhiel Aji, Muhammad Satria Bayu Akbarrina, Ailia Rizky Akhmad Afandi Al Islami, Auliya Nusyura Alfi Syahr, Enrico Widy Alfianto, Galih Alwafi Pujiraharjo Amin Setyo Leksono Aminudin Afandhi Andrianto, Haris Anisa Zairina Anjar Pranggawan Azhari Ansor, Zakaria Al Anthon Efani Ardiyansari, Anisa Oktavia Asyifa, Hira Atikah, Laras Bagyo Yanuwiadi Bambang Semedi Bangalino, Arvi Bayuaji, Gerardus David Ady Purnama Chandra, Farhan Prima Darmawan, Wahid Dharmawan, Aditya Leo Dian Novitasari Dirman, Eris Nur Diza, Novia Fara Eko Andi Suryo El Khaldi, Malika Fadh, Ghulam Aghnia Faradita, Putri Agil GITA PERMATA LIANSARI Halim, Lusiani Ferelia Harimurti . Haristama, Iffat Shafwan Harsuko Riniwati Hidayat, Mahesa Hikmawati, Viona Faiqoh Hutama Putra, Made Dwika imaniyah, rifatul Indradi Wijatmiko Iswardhana, Fanny Pramudya Karimah, Maslin Akhlaqul Karl Raffeelino Y.H, Raynard Kartikasari, Retna Ludfi Djakfar M. Hamzah Hasyim Machsusiyah, Firanda Nuriszatul Maharani Pertiwi Koentjoro Marjono Marjono Meisy Putri Rahmawati, Ika Mohammad Bisri Munawir, As'ad Munawir, As’ad Nizar, Faisal Nuddin Harahab Pertiwi, Maharani Pramadana, Farhan Prana, Resa Bagus Dharma Prasetyo, Raenal Adji Pratama, Dicky Rosian Pudyono . PUJI LESTARI Pujo Susilo, Ekki Darmawan Purbiantoro, Arie Putro, Galih Karno Qomariyatus Sholihah Raditya, Achmad Gusti Raehanayati Raehanayati Rahayu Kusumaningrum Rahmadya, Reza Roseno Ratri, Lola Kumala Rifqi, Moch. Fachrur Safitri, Ni Luh Eka Sanjaya, Rofi Trianto Sauri, Sofyan Sjaputra, Rakha Soemarno Soemarno Solimun, Solimun Suhasmoro, Auliyah Rizky Sukir Maryanto Suwandoko, Adiwena Bachtiar Syam's, Nova Dewi Safitri Tonny Sahusilawane Undiprastya, Guruh Wardhana, Febra Ndaru Widagda, Rahamdhana Purwa Wulansari, Yunita Yulvi Zaika Yuniar Yuniar