Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : jurisprudence

ANTINOMI DISKRESI DALAM BENTUK FREIES ERMESSEN UNTUK PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN BERWAWASAN PANCASILA Muhammad Aziz Zaelani; I Gusti Ketut Ayu Rachmi Handayani; Isharyanto Isharyanto
Jurnal Jurisprudence Vol 9, No 1 (2019): Vol. 9, No. 1, Juni 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurisprudence.v9i1.8096

Abstract

Tujuan: Penelitian ini mempertimbangkan 3 (tiga) permasalahan, (1) diskresi memberikan kuasa besar kepada eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan, (2) diskresi memberikan ruang gerak dengan limitasi minimal, (3) diskresi dalam bentuk freies ermessen, menuntut batasan dan kemungkinan tanggung gugat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal. Sumber informasi hukum menggunakan bahan hukum primer (peraturan dan dokumen relevan) untuk selanjutnya dilakukan analisis secara kualitatif. Pendekatan konseptual, historis, dan perbandingan hukum membantu pemecahan rumusan masalah. Antinomi digunakan sebagai unit analisis terhadap diskresi dalam bentuk freies ermessen untuk menyelenggarakan pemerintahan yang berwawasan Pancasila. Temuan: (1) diskresi sebagai kuasa eksekutif memungkinkan tuntutan pertanggungjawaban mengingat batasan Konstitusionalisme dan demokrasi; (2) dalam praktik di Indonesia, perlu optimalisasi tafsir teologis Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang administrasi pemerintahan untuk mewujudkan cita keadilan dalam birokrasi sebagaimana wawasan Pancasila. Kegunaan: diperlukan adanya mekanisme diskresi dengan segala kebebasan pemerintah berinisiatif dalam menyelesaikan permasalahan konkret yang mendesak dalam masyarakat, dengan catatan harus tetap memperhatikan batas atas dan batas bawah dalam pelaksanaannya. Kebaruan/Orisinalitas: Model diskresi disesuaikan dengan Pancasila yang memberikan preferensi batas atas dan batas bawah berupa norma peraturan perundang-undangan.
Co-Authors Abdul Kadir Jaelani Abdul Wahid Achmad Fawaid Agus Riwanto Agus Riwanto Agusweka Poltak Siregar Albertus Sentot Sudarwanto Aldo Putra Yudhistira Alvin Devote Azaria Ardana Anis Mashdurohatun Annisa Fianni Sisma Anurat Anantanatorn Arifin Ma’aruf Arvin Asta Nugraha Asih Wastuti Atika Rahmadanty Auliya Istiqomah Ramadhanty Danendra, Ravi Davela Navisa Risandhi Dian Furqani Tenrilawa Dimas Firmansyah Wijaya Dimas Pramodya Dwipayana Ditya Metta Ayu Fernanda Eka Rismawati Endang Retno Suryowati Erman Suparman Fatma Ulfatun Najicha Fatma Ulfatun Najicha Fatma Ulfatun Najicha Fatma Ulfatun Najicha Fatma Ulfatun Najicha Fatma Ulfatun Najicha Fatma Ulfatun Najicha Fatma Ulfatun Najicha Gustiaji Gustiaji Hari Purwadi Hartiwiningsih Hartiwiningsih Hayat, Muhammad Jihadul Henning Glaser Hilaire Tegnan Ika Rahmawati Imranullah Akhtar Intan Hanisa Intan Hanisa Intan Sekar Arum Irene Vera Purba Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Ismunarno Jaco Barkhuizen Jaelani, Abdul Kadir Jelang Fajar Putra Perdana Johanna Griselda Joy Saputro Jonathan Chandra Suryajaya Josephine Santosa Komaruddin Komaruddin Kukuh Tejomurti Tedjomurti Lego Karjoko Marzuki, Ismail MM. Thanisa Dita Murbarani Muhammad Ainurrasyid Al Fikri Muhammad Aziz Zaelani Muhammad Imam Wicaksono Muhammad Mukhtarrija Nadila Maysila Herdarezki Ninna Ghonia Noventasya Nidya Megasafitri Oky Shiang Pradana Popi Yoniawati Puji Wulandari Kuncorowati Rachmawaty Rachmawaty, Rachmawaty Raden Rara Mutiara Wijaya Rahayu Subekti Ravi Danendra Ravi Danendra Rizki Jayuska Rosita Chandrakirana Seno Wibowo Gumbira Septya Hanung Surya Dewi Siska Diana Sari Sultoni Fikri Sunarto Sunarto Tajali Yudhanto Tegar Pratama Basuki Putra Trisya Benazir Dewinagara Willy Naresta Hanum Willy Naresta Hanum Willy Naresta Hanum Yudho Taruno Muryanto Zainab Ompu Jainah