Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dampak Variasi Latihan Passing terhadap Perkembangan Karakter pada Atlet Bola Voli Miftah Aini Amelia; Susi Yundarwati; Adi Suriatno
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i1.991

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah banyak pemain yang belum menunjukan kemampuan passing yang optimal, serta karakter seperti disiplin, kerja sama tim, dan tanggung jawab yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan variasi passing terhadap perubahan karakter pemain bola voli di Club Kelurahan Monggonao. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test, yang melibatkan 20 pemain bola voli sebagai sampel. Latihan variasi passing dilakukan selama 6 minggu untuk mengevaluasi perubahan dalam aspek karakter pemain, seperti disiplin, kerjasama tim, tanggung jawab, dan sportivitas. Instrumen yang digunakan untuk mengukur karakter pemain adalah angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan hasil uji validitas menunjukkan korelasi Pearson antara item angket yang sangat tinggi (0.992–1.000) dan hasil uji reliabilitas yang memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.999. Hasil analisis uji t-berpasangan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p-value = 0.000), yang menunjukkan bahwa latihan variasi passing memiliki pengaruh positif terhadap perubahan karakter pemain. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa latihan variasi passing tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis pemain, tetapi juga memperbaiki aspek karakter mereka, termasuk disiplin, kerjasama tim, tanggung jawab, dan sportivitas. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan pelatihan bola voli yang menyeluruh, yang meliputi peningkatan keterampilan dan pembentukan karakter pemain.
Pengaruh Latihan Menggunakan Media Botol Plastik dan Cone terhadap Keberhasilan Pointing Semi Lob pada Atlet Petanque Sintia Atrini; Susi Yundarwati; Edi Kurniawan
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i1.997

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat keberhasilan pointing semilob pétanque jarak 6 meter pada atlet pemula serta belum optimalnya metode latihan yang digunakan oleh pelatih. Variasi media latihan yang terbatas menyebabkan atlet kurang mendapatkan stimulasi latihan yang efektif dan efisien, sehingga diperlukan alternatif media latihan yang mudah diperoleh namun tetap mampu meningkatkan kemampuan teknik pointing semilob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan latihan menggunakan botol plastik dan cone terhadap keberhasilan pointing semilob petanque jarak 6 meter. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain two groups pre-test and post test design. populasi penelitian ini adalah atlet club MOPC yang terdiri dari 16 atlet. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, test, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample t-test dan Independent Sample t-test setelah melalui uji normalitas dan homogenitas. Hasil uji Paired Sample t-test penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok media botol plastik terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 2,75 menjadi 4,50 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pretest dan posttest. Pada kelompok media cone, nilai rata-rata meningkat dari 3,00 menjadi 7,37 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan. Selanjutnya, hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan. Dengan demikian hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua media memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan peserta, namun media cone lebih efektif dibandingkan media botol plastik. Dengan demikian, penggunaan cone direkomendasikan sebagai media latihan yang lebih optimal dalam meningkatkan hasil kemampuan atlet terhadap keberhasilan pointing semilob petanque jarak 6 meter.
Efektivitas Model Pembelajaran STAD terhadap Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli pada Siswa SMP Iga Mawarni; Susi Yundarwati; Kurnia Taufik
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1069

Abstract

Rendahnya hasil belajar teknik dasar passing bawah bola voli pada siswa kelas VII A di SMPN 1 Gunung Sari akibat penerapan metode mengajar yang masih konvensional dan monoton menjadi latar belakang urgensi dilaksanakannya penelitian ini. Pembelajaran satu arah menyebabkan siswa pasif, kurang berinteraksi, dan enggan saling membantu sehingga memicu kesenjangan pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar teknik dasar passing bawah bola voli pada siswa kelas VII A di SMPN 1 Gunung Sari tahun pelajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam pra-siklus dan dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi terhadap 32 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi aktivitas serta tes praktik penilaian hasil belajar yang mengukur ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara proporsional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan; pada kondisi pra-siklus nilai rata-rata kelas hanya 71,8 dengan ketuntasan klasikal 25% (8 siswa). Setelah intervensi model STAD berbasis kerja kelompok heterogen dan tutor sebaya, rata-rata kelas meningkat pada siklus I menjadi 78,1 dengan ketuntasan klasikal 71,8% (23 siswa), dan mencapai puncaknya pada siklus II dengan rata-rata 90,2 serta ketuntasan klasikal mutlak 100% (32 siswa). Pembahasan hasil membuktikan elemen kompetisi tim dan akuntabilitas individu dalam STAD berhasil memicu motivasi serta koordinasi motorik gerak siswa secara optimal. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar teknik dasar passing bawah bola voli pada siswa.