Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

E-Book Interaktif Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan HOTS dan Berpikir Kritis Siswa SMP MIPA: SLR Agnes Ike Wicaksari; Andi Mariono; Fajar Arianto
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4671

Abstract

Rendahnya kemampuan bernalar, mengevaluasi informasi, dan memecahkan masalah MIPA pada siswa SMP menunjukkan perlunya inovasi bahan ajar digital yang terarah. Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada jenjang SMP memerlukan bahan ajar digital yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga mengaktifkan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti tentang e-book interaktif berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan higher order thinking skills dan berpikir kritis siswa SMP dalam pembelajaran MIPA. Penelitian menggunakan systematic literature review dengan pelaporan mengacu pada PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan pada artikel terbit tahun 2017 sampai 2025 melalui portal jurnal, Garuda, DOAJ, dan penelusuran DOI menggunakan kombinasi kata kunci e-book interaktif, e-module, Problem Based Learning, higher order thinking skills, critical thinking, science, mathematics, dan junior high school. Sebanyak 62 rekaman teridentifikasi, 45 rekaman disaring setelah penghapusan duplikasi, 21 artikel ditelaah penuh, dan 16 studi dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi e-book atau media digital interaktif dengan tahapan Problem Based Learning konsisten mendukung peningkatan berpikir kritis, HOTS, literasi sains, dan aktivitas pemecahan masalah. Keunikan penelitian ini terletak pada pemetaan terpadu antara fitur media, sintaks Problem Based Learning, luaran HOTS, berpikir kritis, dan konteks MIPA SMP. Disimpulkan bahwa e-book interaktif berbasis Problem Based Learning relevan untuk pembelajaran MIPA SMP, namun penelitian lanjutan perlu memperkuat desain eksperimen dan memperluas implementasi pada materi Matematika.
Pengaruh Project Based Learning dengan Pendekatan Science, Enviroment, Technology and Society (SETS) Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMK Heni Hamdiyah; Bachtiar Sjaiful Bachri; Fajar Arianto
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4784

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu strategi pembelajaran yang tidak mempertimbangkan karakteristik materi dan peserta didik menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan model pembelajaran project based learning yang diintegrasikan dengan pendekatan Science, Enviroment, Technology and Society (SETS) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMK pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini mengadopsi desain eksperimental semu (Quasi Experimental Design) dengan menggunakan The Matching-Only Posttest-Only Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMK N 1 Sidayu Gresik, melibatkan dua kelas XI APHPi sebagai sampel. Kelas XI APHPi 2 berfungsi sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model project based learning dengan pendekatan SETS, sementara kelas XI APHPi 1 bertindak sebagai kelompok kontrol yang hanya menerapkan model project based learning. Setiap kelas terdiri dari 30 siswa. Analisis data meliputi uji prasyarat (normalitas dan homogenitas) serta uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan model project based learning dengan pendekatan SETS memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam konteks materi olahan produk diversifikasi hasil perikanan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang menunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Kelompok eksperimen menunjukkan tingkat kemampuan berpikir kreatif yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan rata-rata skor 88,87 berbanding 80,18. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model project based learning dengan pendekatan SETS merupakan alternatif yang efektif bagi pendidik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan.
Pengaruh Model Learning Cycel 7e terhadap Kemandirian Belajar pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas VIII SMPN 1 Unter Iwes Sumbawa Besar Ainurrahmi Ainurrahmi; Fajar Arianto; Citra Fitri Kholidya
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.7944

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu  bagi siswa untuk dapat belajar secara mandiri, karena hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mempermudah pemahaman materi pembelajaran, sehingga membantu mereka mengembangkan karakter yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model siklus pembelajaran 7e terhadap kemandirian belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental. Subjek penelitian yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Unter Iwes Sumbawa Besar, yang terdiri dari 2 kelas dengan total 60 siswa, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Kuesioner menggunakan skala Likert dengan indikator kemandirian belajar, yaitu inisiatif belajar, tanggung jawab terhadap tugas, kepercayaan diri dalam belajar, kemampuan mengatur waktu belajar, dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri dalam proses belajar. Kedua kelas diberi pretest-posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan nilai rata-rata, simpangan baku, nilai maksimum, dan nilai minimum kemandirian belajar siswa. Selanjutnya, sebelum melakukan uji hipotesis (uji-t), data terlebih dahulu diuji melalui uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil Uji Sampel Independen, ditemukan bahwa kemandirian belajar siswa memperoleh nilai signifikansi 0,342 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model siklus pembelajaran 7e tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII IPA di SMP Negeri 1 Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Hal ini karena siswa terbiasa mengandalkan informasi atau arahan dari guru karena model pembelajaran yang sering digunakan adalah berpusat pada guru.
DEEP DIGITAL LEARNING (DDL) MODEL EFFECT ON HIGHER EDUCATION CRITICAL THINKING AND PROBLEM-SOLVING SKILLS: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Fajar Arianto; Alim Sumarno; Hari Sugiharto Setyaedhi; Fahlulia Rahma Shofiana; Muhammad Hanif
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Australia, Taiwan, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i1.8272

Abstract

Purpose – This study investigates the effectiveness of the Deep Digital Learning (DDL) model to address the failure of conventional digital learning to foster Higher-Order Thinking Skills (HOTS). Unlike prior fragmented approaches, the model proposes a novel conceptual synthesis of personalization, collaboration, authentic problem-based learning, and data-driven feedback to enhance critical thinking and problem-solving.Methodology – This quasi-experimental design employed 70 students from the Educational Technology study program. The experimental group (n = 35) used the DDL intervention via the SIDIA Learning Management System (LMS). In contrast, the control group (n = 35) used Conventional Digital Learning (CDL) as a non-equivalent control for seven weeks. Data were collected using validated rubrics for Critical Thinking (CT) and Problem-Solving (PS) skills tests, which were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA).Findings – The ANOVA results statistically showed that the DDL group achieved significantly higher post-test scores for both Critical Thinking skills (F(1, 68) = 169.30, p < 0.001) and Problem-Solving skills (F(1, 68) = 140.65, p < 0.001). The mean difference confirmed the superiority of the experimental class in both skills (3.35 points for CT and 3.37 points for PS). This confirms DDL is more effective than CDL in enhancing students’ HOTS.Contribution – Beyond statistical significance, this study positions DDL as a strategic instructional blueprint in advancing HOTS. It provides Higher Education with a proven framework to strengthen digital transformation, ensuring the achievement of Outcome-Based Education (OBE) and 21st-century skills.
Kajian Problem Based Blended Learning sebagai Bentuk Implementasi Kurikulum Merdeka Fahmi Yahya; Fajar Arianto
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning process in the Merdeka Campus curriculum is one of the manifestations of student-centered learning, which is essential. In this curriculum, educators are given the freedom to implement more interactive and collaborative learning, as well as to use a variety of learning resources. The learning process in the Merdeka curriculum can be more flexible, not only face-to-face in the classroom, but also online through e-learning. This study was conducted to discuss learning reviews in accordance with the Merdeka curriculum from various theories. It then describes how problem-based learning (PBL) is integrated into blended learning in higher education, which is referred to as problem-based blended learning (PB2L). The results of the study show that this model is in line with the demands of the Independent Campus curriculum. PB2L combines face-to-face learning with online learning (synchronous and asynchronous) based on problems. This model can develop students' independence in seeking and discovering knowledge through reality and field dynamics, using real problems, utilizing technology, requiring social interaction, collaboration, and self-management to achieve learning outcomes.
The Effect of Integrating Problem-Based Learning with Interactive Multimedia on Students’ Communication Skills in Pancasila Education Fofi Fana; Andi Kristanto; Fajar Arianto; Shahrin bin Hashim
Pedagogy Review Vol 5, No 1 (2026): Pedagogy Review
Publisher : Institute of Multidisciplinary Research and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61436/pedrev/v5i1.pp147-157

Abstract

Effective communication skills are essential competencies in 21st-century learning; however, students often demonstrate limited ability to express ideas, engage in discussions, and respond appropriately in classroom interactions. This issue highlights the need for innovative instructional approaches that actively involve students in meaningful learning processes. Therefore, this study aims to examine the effect of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model supported by interactive multimedia on students’ communication skills. This study employed a quasi-experimental nonequivalent control group design. The participants consisted of 64 eleventh-grade students at SMA Negeri 9 Surabaya, divided into an experimental group (n = 32) and a control group (n = 32), selected through convenience sampling. Data were collected using a communication skills performance test administered as a pretest and posttest. The instrument was validated by experts to ensure content validity. Data analysis included normality and homogeneity tests, followed by an independent samples t-test to examine differences between groups. The results showed that the experimental group achieved a higher mean posttest score (M = 90.63) compared to the control group (M = 81.09). The independent samples t-test yielded a p-value of 0.000 (p 0.05), indicating a statistically significant difference between the two groups. In conclusion, the implementation of PBL supported by interactive multimedia has a significant positive effect on students’ communication skills. This approach promotes active engagement and meaningful learning, making it an effective strategy for improving communication skills in Pancasila Education. Keywords: PBL, Interactive Multimedia, Communication Skills