Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Profil Pasien Glaukoma pada Lansia di Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Padang Eye Center Tahun 2021 Hasan, Rosalina; Ashan, Haves; Ade Yuli Amelia, Ade; Triola, Seres
Scientific Journal Vol. 1 No. 5 (2022): SCIENA Volume I No 5, September 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v1i5.66

Abstract

Latar Belakang: Kebutaan merupakan hal yang masih mengerikan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu penyebab kebutaan di seluruh dunia yaitu glaukoma yang dianggap sebagai si pencuri penglihatan, dimana pada penderita glaukoma dapat mengalami kehilangan penglihatan yang bersifat permanen (irreversible) sehingga terjadi penurunan kualitas hidup pada penderita. Tujuan: Untuk mengetahui profil pasien glaukoma pada lansi di Rumah Sakit Khusus mata (RSKM) Padang Eye Center tahun 2021. Metode: Ruang lingkup penelitian ini adalh ilmu penyakit mata. Penelitian dilakukan pada bulan Februari tahun 2021 sampai selesai. Jenis penelitian adalah deskriptif kategorik. Populasi terjangkau pada penelitian adalah pasien lansia yang terdiagnosis glaukoma di RSKM Padang Eye Center pada tahun 2021 sebanyak 100 sampel dengan teknik simple random sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dengan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi 20.0. Hasil: Kelompok usia terbanyak adalah 60-75 tahun yaitu 83 pasien (83,0%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 61 pasien (61,0 %), tipe glaukoma terbanyak adalah Primary Open Angle Glaucoma (POAG) yaitu 43 pasien (43,0%), riwayat penyakit sistemik terbanyak adalah hipertensi yaitu 46 pasien (46,0%), tatalaksana terbanyak adalah medikamentosa yaitu 58 pasien (58,0%), dan kejadian kebutaan terbanyak yaitu unilateral sebanyak 41 pasien (41,0%). Kesimpulan:  Kelompok usia terbanyak adalah 60-75 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, tipe glaukoma terbanyak adalah Primary Open Angle Glaucoma (POAG), riwayat penyakit sistemik terbanyak adalah hipertensi, tatalaksana terbanyak adalah dengan medikamentosa saja, kejadian kebutaan terbanyak adalah unilateral.  
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) Sebagai Penyebab Gangguan Pendengaran Triola, Seres; Indrayani, Cici; Ayu Hamama Pitra, Dian; Ashan, Haves
Scientific Journal Vol. 2 No. 2 (2023): SCIENA Volume II No 2, Maret 2023
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v2i2.94

Abstract

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) dapat berdampak signifikan terhadap fungsi pendengaran. Infeksi yang berulang dan peradangan pada telinga tengah dapat menyebabkan kerusakan pada gendang telinga, tulang pendengaran, dan jaringan pendengaran lainnya. Hal ini menyebabkan gangguan pendengaran baik secara sementara maupun permanen, tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan respons pengobatan.Penelitian sebelumnya juga mengungkapkan bahwa OMSK memiliki prevalensi yang tinggi di beberapa kelompok populasi, seperti anak-anak dan orang dewasa dengan faktor risiko tertentu, seperti kekurangan kekebalan tubuh dan pola hidup yang tidak sehat. Selain itu, penundaan dalam diagnosis dan pengobatan OMSK dapat memperburuk gangguan pendengaran dan berpotensi menyebabkan masalah pendengaran jangka Panjang. upaya pencegahan dan pengelolaan OMSK menjadi penting guna mengurangi dampaknya terhadap gangguan pendengaran. Pendidikan tentang pentingnya kebersihan telinga, vaksinasi, pengobatan yang tepat waktu, dan pengawasan rutin oleh tenaga medis dapat membantu mengurangi risiko terjadinya OMSK dan komplikasi pendengaran yang mungkin terjadi.Kesimpulan dari tinjauan literatur ini menekankan perlunya kesadaran yang lebih tinggi terhadap OMSK sebagai penyebab gangguan pendengaran. Pencegahan, diagnosis dini, dan pengobatan yang tepat harus ditekankan untuk mengurangi dampak OMSK terhadap pendengaran individu. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga perlu dilakukan untuk memahami faktor risiko, mekanisme patofisiologi, dan pengembangan terapi yang lebih efektif dalam mengatasi OMSK dan masalah pendengaran yang terkait.
Media Supuratif Kronik di Poliklinik THT RSUP Dr. M. Djamil Tahun 2020-2022 Triola, Seres; Andraini, Mia; Khomeini; Ashan, Haves
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.129

Abstract

Latar belakang: Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah peradangan kronis pada telinga tengah berlangsung lebih dari 2-6 minggu, ditandai dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya cairan dari telinga (otorea). OMSK terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe aman dan tipe berbahaya. OMSK tipe bahaya sering berkaitan dengan kolesteatoma dan sering menyebabkan komplikasi. Prinsip terapinya adalah pembedahan, yaitu mastoidektomi, dengan atau tanpa timpanoplasti. Pada tipe aman dapat dilakukan terapi medikamentosa dan terapi pembedahan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran terapi pada pasien otitis media supuratif kronik di poliklinikTHT RSUP DR. M. Djamil tahun 2020-2022. Metode: Penelitian  ini mencakup ruang lingkup ilmu kedokteran THT, penelitian ini dilakukan di poli THT RSUP DR. M. Djamil dari bulan Maret 2023 sampai Desember  2023, penelitian  ini merukakan penelitian deskriptif kategorik dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis pasien di RSUP DR. M. Djamil Padang. Populasi terjangkau dari penelitian ini adalah pasien yang menjalani terapi di diagnosis otitis media supuratif kronik, di Poliklinik THT RSUP Dr. M. Djamil tahun 2020-2022 dengan 110 sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data univariate disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 23.0. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar pasien OMSK berusia remaja akhir sebanyak 40 orang (36,4%) dengan jenis kelamin pada laki-laki sebanyak 60 orang (54,5%). Sementara itu berdasarkan faktor risiko OMSK banyak dijumpai faktor risiko perempuan sebanyak 50 orang (45,5%). Tipe perforasi membran timpani yang banyak dijumpai pada pasien OMSK adalah subtotal sebanyak 63 orang (57,3%). Tipe OMSK yang banyak dijumpai adalah tipe aman sebanyak 64 orang (58,2%). Terapi tipe aman yang banyak dijumpai pada pasien OMSK adalah antibiotik sistemik sebanyak 59 orang (92,2%) dengan pembedahan timpanoplasti  sebanyak 54 orang (84,4%). Terapi tipe bahaya yang banyak dijumpai pada pasien OMSK adalah antibiotik sistemik sebanyak 46 orang (100%) dengan pembedahan timpanomastoidektomi sebanyak 39 orang (84,8%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien OMSK di RSUP Dr. M. Djamil berdasarkan kelompok usia adalah remaja akhir dengan  jenis kelamin laki-laki. Sementara itu berdasarkan  faktor risikonya jenis kelamin perempuan memiliki persentase yang tinggi dibandingkan faktor risiko lainnya. Tipe perforasi membran timpani yang banyak dijumpai adalah subtotal, sedangkan untuk tipe OMSKnya yaitu aman. Untuk terapi tipe aman yang sering diberikan  adalah antibiotik  sistemik dan pembedahan  timpanoplasti  dan untuk tipe bahaya  yaitu antibiotik sistemik dan pembedahan timpanomasteodektomi.
Hubungan Status Pekerjaan dengan Kejadian Pterigium di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang Tahun 2021 – 2022 Ashan, Haves; Ainun Nabila, Syafa; Susanti, Melya; Triola, Seres
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.130

Abstract

Latar belakang: Pterigium adalah pertumbuhan fibrovaskular konjungtiva yang berbentuk sayap yang dapat mencapai kornea. Daerah tropis seperti Indonesia, memiliki resiko 44 kali lebih tinggi terkena Pterigium di bandingkan dengan daerah non-tropis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status pekerjaan dengan kejadian pterigium di rumah sakit islam siti rahmah tahun 2021-2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan menggunakan Metode Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Poli Mata Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang tahun 2021-2022 sebanyak 86. Hasil: Analisis univariat menujukkan usai terbanyak adalah 18-65 tahun yaitu 54 orang (62,8%), jenis kelamin terbanyak adalah Perempuan yaitu 50 orang atau (58,1%), status pekerjaan terbanyak adalah indoor yaitu 65 orang (75,6%), dan pasien yang mengalami pterigium sebanyak 43 orang (50,0%). Analisis bivariat dengan uji chi square mendapatkan nilai p value sebesar 0,045 yang mejelasakan ada hubungan yang signifikan status pekerjaan dengan kejadian ptarigium. Kesimpulan: Terdapat hubungan status pekerjaan dengan kejadian pterigium di Poli Mata Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang Tahun 2021 - 2022.
Sosialiasi Gangguan Pendengaran pada Pasien di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Triola, Seres; Ashan, Haves; Hasni, Dita; Rafli, Rhandyka; Ayu Hamama Pitra, Dian; Anggraini, Debie
Abdika Sciena Vol 1 No 1 (2023): JURABDIKES Volume I No 1, Juni 2023
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v1i1.90

Abstract

Gangguan pendengaran atau tuli merupakan salah satu masalah yang cukup serius dan banyak terjadi di seluruh negara di dunia. Gangguan pendengaran adalah hilangnya kemampuan untuk mendengar bunyi dalam cakupan frekuensi yang normal untuk didengar . Salah satu penyebabnya adalah pemakaian obat-obat ototoksik seperti streptomisin yang dapat merusak stria vaskularis. Selain tuli konduksi dan sensorineural, dapat juga terjadi tuli campuran. Tuli campuran adalah tuli baik konduktif maupun sensorineural akibat disfungsi konduksi udara maupun konduksi tulang. Pengabdian ini berupa penyuluhan pada semua pasien di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah pada semua usia tentang gangguan pendengaran
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH ANGKATAN 2020 Laura Zeffira; Seres Triola; Elfi Yulfienti; Elvi Fitraneti; Fitra Deny; Adilla Caseria Utari
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 6 (2023): Nusantara Hasana Journal, November 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i6.1289

Abstract

The incidence rate of COVID-19 in Indonesia that still high, especially in medical school students at Baiturrahmah University Batch 2020 who registered few students infected by COVID-19, then need to do further research about the image of knowledge, manner, and behavior toward the covid-19 prevention so that it could give the education about procedures of preventing the spread of COVID-19, especially on the society particularly for students of Baiturrahmah University. This research to find out the image of knowledge, manner, and behavior level toward the covid-19 prevention in medical school students at Baiturrahmah University Batch 2020. This research's scope is the combination of virology, pulmonary disease science, and public health science. The research is held from March 2021 until January 2022. The type of this research is categorical descriptive. This research's accessible population is medical school students at Baiturrahmah University Batch 2020, with as many as 96 samples with simple random sampling technique. The univariate data analysis is displayed in frequency distribution and data processing using the computerized program SPSS version IBM 25.0. The most gender is female, which is 67 people (69,8%), most knowledge levels are good, which is 49 people (51,0%), most manners are good, which is 84 people (87,5%), and most behaviors are good which is 69 people (71,9%). The most gender is female with most knowledge levels are good, most manners are good, and most behaviors are good.
PEMERIKSAAN KADAR FERITIN SERUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PERSALINAN Anggraini, Debie; Triola, Seres; Ashan, Haves; Hamama Pitra, Dian Ayu; Hasni, Dita; Zulyati Oktora, Meta
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.2213

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, dan berkontribusi terhadap berbagai komplikasi persalinan. Kadar feritin serum sebagai indikator status cadangan zat besi memiliki nilai diagnostik lebih tinggi dibandingkan hemoglobin, sehingga penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar feritin serum pada ibu hamil trimester ketiga guna mencegah komplikasi obstetri. Kegiatan dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang dengan sasaran ibu hamil usia kehamilan ≥28 minggu yang menjalani kunjungan antenatal rutin. Pemeriksaan feritin dilakukan menggunakan metode ELISA dari serum darah vena. Hasil menunjukkan bahwa dari 95 responden, sebanyak 65 orang (68,4%) memiliki kadar feritin <30 μg/L yang mengindikasikan defisiensi zat besi. Rentang usia terbanyak adalah 20–35 tahun (94,7%), yang merupakan usia ideal untuk kehamilan. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil trimester ketiga berada dalam kondisi defisiensi besi, yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, perdarahan postpartum, dan morbiditas ibu-janin. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan feritin sebagai bagian dari evaluasi rutin antenatal care serta mendorong intervensi nutrisi yang lebih tepat sasaran.
Risk Factors of Opthalmoplegia in Diabetes Mellitus Lassie, Naima; Ashan, Haves; Triola, Seres; Widiastuti, Wisda
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4676

Abstract

The purpose of this research is meaningful, namely to find out what are the risk factors for ophthalmoplegia in diabetes mellitus. Ophthalmoplegia, although rare in DM, is associated with great anxiety for the patient and often appears to be a serious problem from a diagnostic and therapeutic standpoint. This study took the library method in accordance with the objects involved in the research. The results of the study found that there were several risk factors for ophthalmoplegia in patients suffering from Diabetes Miletus. Diabetes is everything related to sugar or glucose, meaning how the body produces or uses insulin effectively to control blood glucose. In this case what is meant by glucose is related to the energy needed and urgent for the body's cells, perhaps the kidneys, heart and blood vessels and small blood vessels in the eyes. Older people are more likely to experience diabetic ophthalmoplegia. Some of the risk factors include micro factors and macroangiopathy factors of chronic diabetes, which include retinopathy, nephropathy, neuropathy and severe vascular disease.
Presbiakusis: Patofisiologi, Faktor Risiko, dan Implikasi Klinis pada Lansia Seres Triola; Muhamad Anton Maulana; Haves Ashan; Fidiariani Sjaf
Scientific Journal Vol. 3 No. 6 (2024): SCIENA Volume III No 6, November 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i6.161

Abstract

Presbiakusis adalah gangguan pendengaran neurosensorik bilateral yang progresif dan ireversibel akibat penuaan organ pendengaran. Gangguan ini lebih umum terjadi pada lansia dan berdampak pada kualitas hidup serta interaksi sosial mereka. Dengan meningkatnya populasi lanjut usia secara global, termasuk di Indonesia, pemahaman yang lebih mendalam tentang patofisiologi, faktor risiko, dan implikasi klinis presbiakusis menjadi semakin penting. Kajian ini bertujuan untuk meninjau aspek patofisiologi, faktor risiko, dan implikasi klinis presbiakusis berdasarkan bukti ilmiah terbaru. Literatur yang berkaitan dengan presbiakusis dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk penelitian epidemiologi, studi patofisiologi, dan laporan klinis mengenai manajemen presbiakusis. Presbiakusis disebabkan oleh degenerasi koklea dan jalur auditorik akibat penuaan. Faktor risiko meliputi predisposisi genetik, hipertensi, diabetes mellitus, paparan kebisingan, dan konsumsi zat ototoksik seperti rokok dan alkohol. Secara klinis, presbiakusis ditandai dengan penurunan kemampuan mendengar suara berfrekuensi tinggi, gangguan diskriminasi bicara, serta gejala tambahan seperti tinnitus dan vertigo. Tatalaksana presbiakusis melibatkan penggunaan alat bantu dengar, rehabilitasi pendengaran, serta pencegahan melalui kontrol faktor risiko.Presbiakusis merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada lansia dengan dampak luas terhadap kognisi, kesejahteraan mental, dan sosial. Meskipun tidak dapat disembuhkan, intervensi dini dengan alat bantu dengar dan modifikasi gaya hidup dapat meningkatkan kualitas hidup penderita. Edukasi serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini dan strategi pencegahan presbiakusis sangat diperlukan untuk mengurangi dampak buruk kondisi ini.
PROFIL PASIEN PRESBIKUSIS POLI KLINIK THT-KL RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH PADANG PERIODE JANUARI 2023-DESEMBER 2024 Seres Triola; M. Anton Maulana; Rika Amran
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1840

Abstract

Presbycusis is a neural sensory hearing loss that is bilaterally symmetrical and occurs with age characterized by high frequency hearing loss. This hearing loss is progressive, irreversible, and symmetrical bilateral neurosensory hearing loss that often occurs in the elderly (>60 years). The purpose of this study was to determine the profile of presbycusis patients at Siti Rahmah Islamic Hospital Padang January 2023-December 2024. This study used a descriptive observational design with a cross sectional design using secondary data with total sampling technique. The number of samples used was 32 data with total sampling technique. In this study, data analysis was performed with univariate analysis using the Statistical Product and Service Solution (SPSS) 25 program. Of the 32 samples of data obtained, presbycusis patients with female gender, totaling 17 people (53.1%) were the most common results compared to men. Presbycusis patients with the highest age group ≥65 years, totaling 21 people (65.6%). Presbycusis patients with the highest frequency were comorbidities, totaling 25 people (78.13%) with the highest comorbidity being hypertension. Presbycusis patients with moderate hearing loss were found, totaling 13 people (40.6%) which was the highest result. Presbycusis patients were more common in women than men, with the largest proportion being in the age group ≥65 years, indicating a higher prevalence in the elderly. Most patients had comorbidities, especially hypertension, which was the dominant risk factor in this case. Most patients had a moderate degree of hearing loss, compared to mild, moderate severe and very severe categories. Early detection, education, and integrated management are needed to prevent complications and improve quality of life.