Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL TERPURIFIKASI DAUN BETADIN (jatropha multifida Linn) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETERI UV-Vis Maria Meylennia Bulan; Susana Linden; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.849

Abstract

Tanaman betadin (jatropha multifida Linn) berdasarkan pengalaman secara turun temurun banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyembuhkan luka baru, sehingga dikalangan masyarakat lebih dikenal dengan tanaman Betadin. Flavonoid adalah metabolik pada tanaman dan merupakan senyawa yang polar, maka dari itu dapat dilarutkan dalam alcohol. Senyawa flavonoid pada umunya banyak terdapat di semua bagian tumbuhan termasuk daun, akar, kayu, kulit, tepung sari, nektar, bunga, buah dan biji. Kira-kira 2% dari seluruh karbon yang difotosintesis oleh tumbuh-tumbuhan diubah menjadi flavonoid. Adapun masalah dari penelitian ini adalah berapa total kandungan flavonoid antara ekstrak etanol terpurifikasi dan yang tidak terpurifikasi pada tanaman daun betadin (jatropha multifida Linn). Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar flavonoid ektrak etanol terfurifikasi pada daun betadin (jatropha multifida Linn) Oleh karena itu, dilakukan analisis kadar flavonoid ekstrak etanol terpurifikasi daun betadin (jatropha multifida Linn) dengan Metode Spektrofotometeri UV-Vis. Salah satu prinsip kerja spektrofotometri didasarkan pada fenomena penyerapan sinar oleh spese kimia tertentu didaerah ultra violet dan sinar tampak. Hasil kadar ekstrak etanol daun betadin 1,9873% dan hasil ekstrak etanol daun betadin terpurifikasi 0,1363%. Kesimpulan bahwa estrak etanol terpurifikasi lebih kecil kadar yang dihasil kan dibandingkan ekstrak etanol tidak terpurifikasi. Kata Kunci: Jatropha multifida Linn, Terpurifikasi, Flavonoid, Spektrofotometri UV-Vis
POTENSI ANTIOKSIDAN CLAY MASK STICK BERBASIS RICE BRAN OIL TERHADAP RADIKAL BEBAS DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Karolina Yordan; Muh. Taufiqurrahman; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.851

Abstract

Masalah kesehatan kulit wajah menjadi perhatian penting, terutama bagi perempuan, karena berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan penampilan. Salah satu upaya perawatan kulit wajah adalah penggunaan masker berbahan alami yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Seiring berkembangnya inovasi di bidang kosmetik, sediaan clay mask stick hadir sebagai bentuk baru yang lebih praktis digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antioksidan dari clay mask stick yang diformulasikan dengan minyak bekatul (rice bran oil/RBO) menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Minyak bekatul diketahui mengandung senyawa antioksidan alami seperti tokoferol, tokotrienol, dan oryzanol. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC50 menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 520 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang mengandung RBO (F2 dan F3) memiliki nilai IC50 < 50 ppm, yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula (p = 0,003), dan uji lanjut LSD membuktikan bahwa formula F2, F3, serta pembanding vitamin C secara signifikan berbeda dari formula kontrol (F0). Selain itu, hasil uji karakteristik fisik (pH, homogenitas, daya sebar, dan waktu kering) menunjukkan bahwa seluruh sediaan memenuhi standar mutu kosmetik yang baik. Kesimpulannya, clay mask stick berbasis rice bran oil memiliki potensi kuat sebagai produk perawatan kulit topikal dengan aktivitas antioksidan yang efektif dan stabil Kata kunci: clay mask stick, minyak bekatul, antioksidan, metode DPPH, IC50, tokoferol
POTENSI TOKOFEROL SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN KRIM DARI FRAKSI NON POLAR CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Yesi Bayaq; Nurillahi Febria Leswana; Muh Taufiqurrahman
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.866

Abstract

Tokoferol merupakan senyawa antioksidan alami yang banyak ditemukan dalam fraksi non-polar Crude Palm Oil (CPO). Antioksidan memiliki peran penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari fraksi non-polar CPO dalam sediaan krim menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil). Fraksi non-polar CPO diformulasikan ke dalam krim dengan konsentrasi 0% (F0), 1% (F1), 2% (F2), dan 3% (F3). Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC₅₀ masing-masing formula dan dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim F3 memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 56,167 µg/mL. Hasil uji ANOVA dan LSD menunjukkan perbedaan yang signifikan antara F0 dengan F3 dan vitamin C (p < 0,05). Selain itu, semua formula memenuhi parameter mutu fisik sediaan krim yang meliputi homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Dapat disimpulkan bahwa fraksi non-polar CPO memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami dan dapat dikembangkan dalam sediaan krim Kata kunci: α-Tokoferol, Crude Palm Oil (CPO), Antioksidan, DPPH, Krim
Formulasi dan Evaluasi Sleeping Mask Ekstrak Biji Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L) dan Biji Kopi Robusta (Coffea Robusta L) dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 sebagai Gelling Agent Dari, Dewi Wulan; Tresia Butar-Butar, Maria Elvina; Febria Leswana, Nurillahi
Majalah Farmasetika Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.66017

Abstract

Sleeping mask merupakan skincare yang digunakan dimalam hari saat sebelum tidur. Kandungan antioksidan pada bahan alami dapat menghambat radikal bebas mencegah penuaan dini. Didalam biji kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) terdapat kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang memiliki fungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Kopi robusta (Coffea robusta L.) memiliki kandungan kafein sebagai antioksidan dan mempunyai aroma khas kopi yang menenangkan sehingga kedua bahan alam tersebut cocok dikombinasikan. Dalam penelitian ini diformulasikan karbopol 940 sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi sifat fisik pada sediaan gel sleeping mask ekstrak biji kurma ajwa dan biji kopi robusta dengan variasi konsentrasi terbaik gelling agent. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Biji kurma ajwa dan kopi robusta diekstraksi dengan cara maserasi dalam etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 variasi konsentrasi karbopol 940 yaitu F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%). Uji evaluasi sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, uji pH, viskositas, dan uji stabilitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variasi karbopol 940 memenuhi semua kriteria uji evaluasi fisik dan hasil uji One Way ANOVA pada daya lekat, pH, dan viskositas menunjukan perbedaan yang signifikan antara kelompok karena nilai signifikasi lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05.
ANALISIS KANDUNGAN ZAT WARNA METHANYL YELLOW PADA TAHU KUNING YANG BEREDAR DI KECAMATAN SAMARINDA ULU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Atika Cristina; Susana Linden; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v4i2.819

Abstract

Research on methanyl yellow dye in yellow tofu was carried out to determine the presence or absence of methanyl yellow and to determine the levels of methanyl yellow in yellow tofu samples circulating on the market in Samarinda Ulu sub- district by Thin Layer Chromatography and UV-Vis Spectrophotometry. This study began with a TLC test on 10 samples of yellow tofu so that the results obtained after the test obtained a standard Rf value of 0.946 while in the 10 samples of yellow tofu, the presence of methanyl yellow dye was not identified. In the UV-Vis Spectrophotometry test, the maximum wavelength was 422 nm with an absorbance of 0.279, which is still within the standard range for the maximum wavelength of methanyl yellow, namely 390-450 nm. The standard curve equation results obtained are y = 0.1062x – 0.0719 with a correlation coefficient (r) of 0.9989, this indicates that the correlation is very strong if the R2 value obtained is above 0.9 but less than 1.0. The UV-Vis spectrophotometry method was also carried out on 10 samples of yellow tofu although it had been tested using the thin layer chromatography method and did not identify the presence of methanyl yellow dye. The aim was to see the wavelength produced by each sample along with its absorbance value.
Relationship of Knowledge and Motivation with Compliance in Taking Anti-Tuberculosis Drugs in TB Patients at North Bontang Health Center 1 Husna husna husna; Nurillahi Febria Leswana; Maria Elvina Tresia Butar-Butar
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.619

Abstract

Tuberculosis (TB) treatment requires six months of continuous Anti-Tuberculosis Drug (OAT) therapy; non-compliance leads to treatment failure and Multi-Drug Resistant TB. This study aimed to analyze the relationship between patient knowledge and motivation with medication compliance among TB patients at the North Bontang Health Center 1, Indonesia. This cross-sectional study involved tuberculosis patients at North Bontang 1 Health Center. From a total registered population of 325 patients, a strict purposive sampling technique was applied based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 30 eligible patients who participated in this study during the period of December 2024 to January 2025. Data on knowledge and motivation were collected using structured questionnaires; compliance was determined via triangulation (interviews, TB Form 01, PMO). Bivariate analysis used the Fisher's Exact Test (n=30). Results showed the majority demonstrated good knowledge (83.3%) and high motivation (90.0%), resulting in a high overall compliance rate (93.3%). Statistical analysis revealed a significant relationship between knowledge and compliance (p=0.006). No statistically significant relationship was found between motivation and compliance (p=0.193), likely due to data homogeneity
DOI: - Research Article Formulasi dan Uji Aktivitas Lotion Tabir Surya Fraksi Etil-Asetat Daun Pucuk Merah (Syzygium oleana Walp) dengan Variasi Tween 80 dan Span 80 sebagai Emulgator Nadia Panca Wati; Maria Elvina Tresia Butar - Butar; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 6 No 1 (2026): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v6i1.901

Abstract

Paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan eritema, hiperpigmentasi, penuaan dini, dan kerusakan kulit sehingga diperlukan sediaan tabir surya yang aman serta stabil. Daun pucuk merah (Syzygium oleana Walp) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan sekaligus fotoprotektan alami. Penelitian ini bertujuan memformulasi lotion tabir surya fraksi etil asetat daun pucuk merah dengan variasi Tween 80 dan Span 80 sebagai emulgator serta mengevaluasi nilai Sun Protection Factor (SPF) dan mutu fisiknya. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium. Simplisia diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode maserasi, kemudian difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Lima formula lotion dibuat dengan variasi Tween 80 dan Span 80, kemudian diuji nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada 290-320 nm dan dievaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, serta stabilitas penyimpanan 28 hari. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak 21,9980% dan rendemen fraksi etil-asetat 15,1196%. Fraksi etil-asetat 10 ppm memiliki nilai SPF 15,4148 dengan kategori perlindungan ultra. Nilai SPF lotion tertinggi diperoleh pada F3 sebesar 9,3651 (perlindungan maksimal), diikuti F4 sebesar 8,5158 dan F5 sebesar 8,4629 (perlindungan tinggi). F3 dan F4 memenuhi parameter mutu fisik, stabil selama penyimpanan, dan tidak menunjukkan pemisahan fase. Formula F3 dinilai sebagai formula terbaik karena menghasilkan SPF tertinggi dengan daya sebar yang baik dan stabilitas fisik yang memenuhi persyaratan.