Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PARACETAMOL PADA JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI PASAR PAGI KOTA SAMARINDA Viola Apristarani; Susana Linden; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.850

Abstract

Jamu pegal linu merupakan obat tradisional yang digunakan untuk mengurangi rasa lelah, nyeri otot, serta menyegarkan tubuh. Paracetamol merupakan obat yang paling umum digunakan masyarakat untuk meredakan gejala nyeri dan menurunkan demam. Penggunaan paracetamol dalam jamu dilarang karena dapat menyebabkan terjadinya interaksi yang tidak diinginkan antara obat tradisional dengan obat sintetik dan jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan gagal ginjal dan gangguan hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bahan kimia obat paracetamol dalam jamu pegal linu yang beredar di Pasar Pagi Kota Samarinda secara kualitatif yaitu menggunakan uji kromatografi lapis tipis dan kuantitatif yaitu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Serta memenuhi uji validasi dengan parameter validasi metode dalam penelitian meliputi linieritas, limit of detection (LOD) dan limit of Quantification (LOQ). Sampel yang diuji sebanyak 10 sampel. Hasil pengamatan pada uji kualitatif menggunakan plat KLT dengan fase gerak kloroform : etanol (8:1) terdapat sampel yang positif mengandung paracetamol yaitu sampel dengan nilai Rf A (0,135), B (0,121), C (0,121), D (0,189) dan E (0,135) yang mendekati dengan standar paracetamol Rf (0,135). Pada uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang maksimum 242 nm. Kadar rata-rata paracetamol dalam 10 sampel yaitu 0.41 % - 74,87% hal ini menunjukkan bahwa jamu pegal linu yang beredar tidak memenuhi syarat BPOM karena mengandung paracetamol. Kata Kunci : Jamu pegal linu, Paracetamol, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometri UV-Vis
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BIOADSORBEN KULIT PISANG AMBON DAN KULIT SUKUN TERHADAP LOGAM Pb(II) PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM FARMASI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Desti Natalia Lantika T; Nurillahi Febria Leswana; Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.848

Abstract

Kegiatan manusia mengakibatkan pencemaran limbah logam berat ke ling- kungan dalam aneka macam bentuk, termasuk limbah kegiatan industri, limbah laboratorium, pembuangan transportasi, limbah kota, kawasan pembuangan sampah, limbah pertambangan, dan pelapisan listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perbandingan efektivitas bioadsorbeni serbuk kulit buah pisang ambon dan serbuk kulit buah sukun terdapat logam Pb limbah cair laboratorium farmasi dan mengetahui perbandingan kemampuan bioadsorben serbuk kulit buah pisang ambon dan serbuk kulit buah sukun terhadap logam Pb limbah cair laboratorium farmasi. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visible. Berdasarkan kurva hubungan absorbansi terhadap waktu diperoleh kondisi yang stabil yaitu pH 4 pada menit ke 45 sampai 60. Pada penelitian ini menunjukkan pisang ambon waktu optimum kulit pisang ambon adalah 60 menit pada 23,4% dan efektivitas dari pisang ambon yaitu sebesar 29,7% dengan kondisi pH optimum pada pH 5. Sedangkan kulit sukun pada waktu optimum 60 menit 27,4%. Dari data didapat dikatakan bahwa bioadsroben kulit sukun memiliki efektivitas yang cukup baik dalam proses penyerapan Pb dengan nilai efektivitas sebesar 79,6%. sedangkan sukun dengan kondisi optimum pH 5, waktu kontak 60 menit dan massa 125 mg semakin bertambahnya bobot maka semakin menurunnya absorbansi dari limbah. Kata Kunci : Kulit Pisang Ambon, Kulit Sukun, Timbal Pb (II), Limbah Laboratorium Farmasi
ANALISIS KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL TERPURIFIKASI DAUN BETADIN (jatropha multifida Linn) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETERI UV-Vis Maria Meylennia Bulan; Susana Linden; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.849

Abstract

Tanaman betadin (jatropha multifida Linn) berdasarkan pengalaman secara turun temurun banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyembuhkan luka baru, sehingga dikalangan masyarakat lebih dikenal dengan tanaman Betadin. Flavonoid adalah metabolik pada tanaman dan merupakan senyawa yang polar, maka dari itu dapat dilarutkan dalam alcohol. Senyawa flavonoid pada umunya banyak terdapat di semua bagian tumbuhan termasuk daun, akar, kayu, kulit, tepung sari, nektar, bunga, buah dan biji. Kira-kira 2% dari seluruh karbon yang difotosintesis oleh tumbuh-tumbuhan diubah menjadi flavonoid. Adapun masalah dari penelitian ini adalah berapa total kandungan flavonoid antara ekstrak etanol terpurifikasi dan yang tidak terpurifikasi pada tanaman daun betadin (jatropha multifida Linn). Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar flavonoid ektrak etanol terfurifikasi pada daun betadin (jatropha multifida Linn) Oleh karena itu, dilakukan analisis kadar flavonoid ekstrak etanol terpurifikasi daun betadin (jatropha multifida Linn) dengan Metode Spektrofotometeri UV-Vis. Salah satu prinsip kerja spektrofotometri didasarkan pada fenomena penyerapan sinar oleh spese kimia tertentu didaerah ultra violet dan sinar tampak. Hasil kadar ekstrak etanol daun betadin 1,9873% dan hasil ekstrak etanol daun betadin terpurifikasi 0,1363%. Kesimpulan bahwa estrak etanol terpurifikasi lebih kecil kadar yang dihasil kan dibandingkan ekstrak etanol tidak terpurifikasi. Kata Kunci: Jatropha multifida Linn, Terpurifikasi, Flavonoid, Spektrofotometri UV-Vis
POTENSI ANTIOKSIDAN CLAY MASK STICK BERBASIS RICE BRAN OIL TERHADAP RADIKAL BEBAS DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Karolina Yordan; Muh. Taufiqurrahman; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.851

Abstract

Masalah kesehatan kulit wajah menjadi perhatian penting, terutama bagi perempuan, karena berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan penampilan. Salah satu upaya perawatan kulit wajah adalah penggunaan masker berbahan alami yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Seiring berkembangnya inovasi di bidang kosmetik, sediaan clay mask stick hadir sebagai bentuk baru yang lebih praktis digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antioksidan dari clay mask stick yang diformulasikan dengan minyak bekatul (rice bran oil/RBO) menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Minyak bekatul diketahui mengandung senyawa antioksidan alami seperti tokoferol, tokotrienol, dan oryzanol. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC50 menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 520 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang mengandung RBO (F2 dan F3) memiliki nilai IC50 < 50 ppm, yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula (p = 0,003), dan uji lanjut LSD membuktikan bahwa formula F2, F3, serta pembanding vitamin C secara signifikan berbeda dari formula kontrol (F0). Selain itu, hasil uji karakteristik fisik (pH, homogenitas, daya sebar, dan waktu kering) menunjukkan bahwa seluruh sediaan memenuhi standar mutu kosmetik yang baik. Kesimpulannya, clay mask stick berbasis rice bran oil memiliki potensi kuat sebagai produk perawatan kulit topikal dengan aktivitas antioksidan yang efektif dan stabil Kata kunci: clay mask stick, minyak bekatul, antioksidan, metode DPPH, IC50, tokoferol
POTENSI TOKOFEROL SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN KRIM DARI FRAKSI NON POLAR CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Yesi Bayaq; Nurillahi Febria Leswana; Muh Taufiqurrahman
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.866

Abstract

Tokoferol merupakan senyawa antioksidan alami yang banyak ditemukan dalam fraksi non-polar Crude Palm Oil (CPO). Antioksidan memiliki peran penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari fraksi non-polar CPO dalam sediaan krim menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil). Fraksi non-polar CPO diformulasikan ke dalam krim dengan konsentrasi 0% (F0), 1% (F1), 2% (F2), dan 3% (F3). Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC₅₀ masing-masing formula dan dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim F3 memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 56,167 µg/mL. Hasil uji ANOVA dan LSD menunjukkan perbedaan yang signifikan antara F0 dengan F3 dan vitamin C (p < 0,05). Selain itu, semua formula memenuhi parameter mutu fisik sediaan krim yang meliputi homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Dapat disimpulkan bahwa fraksi non-polar CPO memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami dan dapat dikembangkan dalam sediaan krim Kata kunci: α-Tokoferol, Crude Palm Oil (CPO), Antioksidan, DPPH, Krim
Formulasi dan Evaluasi Sleeping Mask Ekstrak Biji Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L) dan Biji Kopi Robusta (Coffea Robusta L) dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 sebagai Gelling Agent Dari, Dewi Wulan; Tresia Butar-Butar, Maria Elvina; Febria Leswana, Nurillahi
Majalah Farmasetika Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.66017

Abstract

Sleeping mask merupakan skincare yang digunakan dimalam hari saat sebelum tidur. Kandungan antioksidan pada bahan alami dapat menghambat radikal bebas mencegah penuaan dini. Didalam biji kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) terdapat kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang memiliki fungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Kopi robusta (Coffea robusta L.) memiliki kandungan kafein sebagai antioksidan dan mempunyai aroma khas kopi yang menenangkan sehingga kedua bahan alam tersebut cocok dikombinasikan. Dalam penelitian ini diformulasikan karbopol 940 sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi sifat fisik pada sediaan gel sleeping mask ekstrak biji kurma ajwa dan biji kopi robusta dengan variasi konsentrasi terbaik gelling agent. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Biji kurma ajwa dan kopi robusta diekstraksi dengan cara maserasi dalam etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 variasi konsentrasi karbopol 940 yaitu F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%). Uji evaluasi sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, uji pH, viskositas, dan uji stabilitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variasi karbopol 940 memenuhi semua kriteria uji evaluasi fisik dan hasil uji One Way ANOVA pada daya lekat, pH, dan viskositas menunjukan perbedaan yang signifikan antara kelompok karena nilai signifikasi lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05.
Sunscreen Activity Test of Tahongai (Kleinhovia hospita L) Leaves Infusion use UV-Vis Spectrophotometry Method Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Sianturi, Sister; Leswana, Nurillahi Febria; Muh. Taufiqurrahman
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmasi Galenika Volume 13 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v13i1.425

Abstract

Excessive frequency and duration of UV exposure causes adverse effects, including erythema, pigmentation, premature aging, and even skin cancer. Therefore, additional protection is required, such as the use of sunscreen. The development of natural active ingredients is necessary to reduce the negative impact of sunscreen products. Tahongai (Kleinhovia hospita L) contains flavonoid compounds that have the potential as sunscreens due to the presence of chromophore groups that can absorb UVA and UVB rays. The purpose of this study was to determine the potential of tahongai leaf infusion as a sunscreen. The test method of sunscreen activity was carried out in-vitro using UV-Vis spectrophotometry. The sunscreen activity test was carried out by calculating the percent transmission value (%Te), the percent transmission value of pigmentation (%Tp), and the SPF value. The results of the calculation of %Te, %Tp, and SPF values, as well as the sunscreen category at a concentration of 0.5 g are %Te of 3.368 (extra protection), %Tp of 1.248 (sunblock), and SPF value of 21.945 (ultra protection). Tahongai leaf infusion has potential as an active ingredient for sunscreen products and still requires further in vivo research to ensure its effectiveness as well as the duration of its protection