Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGURANGI KETERGANTUNGAN GADGET DI MASA PANDEMIC Annisa Yuli Kartikasari; Devina Ayuningtyas; Totok Wahyudi; Endrat Kartiko Utomo
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.918 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1246

Abstract

Virus corona merupakan bagian dari keluarga virus yang menyerang makluk hidup seperti manusia dan hewan. Selama pandemic covid-19 berlangsung, pemerintah gencar mensosialisasikan kebijakan ‘work from home’ guna mengurangi penyebaran virus. Hal ini menyebabkan pengguna sosial mediapun menjadi meningkat sangat drastis. Anak anakpun juga tak luput menggunakan sosial media sebagai sarana pembelajaran. banyak ke khawatiran orang tua ketika sang anak terus berselancar disosial media salah satunya adalah kecanduan gadget. Namun, itu semua dapat diatasi apabila orang tua terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan anak selama menggunakan internet. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam memantau kegiatan anak saat berselancar di sosial media dan juga mengurangi efek kecanduan pada anak. Metode penelitian : metode yang digunakan adalah metode kuanlitaitif dimana penulis menggumpulkan data dari berbagai penelitian sebelumnya atau literatur review dari jurnal jurnal yang telah terbit dalam berbagai platform. Kesimpulan : penggunaan sosial media saat pandemic covid-19 kian mengalami peningkatan yang signifikan. Sosial media digunakan oleh anak untuk berkomunikasi dengan rekannya. Dari situ peran orang tua sangat penting dalam membatasi dan mengawasi kegiatan anak saat menggunakan sosial media.Kata Kunci : covid-19, gadget, kecanduan
OLAHRAGA DAN HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Nuri Okta Pratiwi; Ade Putri Nurul Qolbi; Endrat Kartiko Utomo; Totok Wahyudi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.11 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1272

Abstract

Pendahuluan: Lansia dan penyakit degenatif adalah dua hal yang berkaitan, hal tesebut dikarenakan lansia terjadi penurunan fungsi organ/penurunan proses fisiologis khususnya pada sistem kardiovaskuler. Penyakit hipertensi diketahui juga menjadi faktor penyebab berkembangnya penyakit serius lainnya, misalnya gagal jantung, gagal ginjal, stroke dll. Penyakit hipertensi diketahui juga menjadi faktor penyebab berkembangnya penyakit serius lainnya, misalnya gagal jantung, gagal ginjal, stroke dll. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merekomendasikan praktik bagi perawat mengenai intervensi apa yang dapat diterapkan untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Metode pencarian artikel yang relevan menggunakan database Garuda, Onesearch dan Google Scholar dengan kata kunci: “Exercise” + “Hipertensi” + “Lansia” + “Eksperimen”. Pencarian literatur dari 2018 hingga 30 Mei 2021 dan analisis literatur menggunakan pedoman PRISMA dan penilaian kelayakan menggunakan penilaian kritis JBI. Hasil: Tiga belas artikel dimasukkan dalam tinjauan literatur. Penelitian ini menemukan bahwa pemberian senam lansia, relaksasi otot progresif, senam ergonomik, senam prolanis, senam jalan cepat, jalan pagi, slow deep Breathing, senam hipertensi, relaksasi nafas diafragma mampu mengontrol dan menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Kesimpulan: Semua intervensi ini memiliki salah satu efek yang sama, khususnya untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah. Namun studi masa depan diperlukan untuk meningkatkan penelitian berbasis bukti latihan.Keyword: Hipertensi. Exercise, Tekanan darah
NYERI DAN PASIEN KANKER: LITERATURE REVIEW Endrat Kartiko Utomo; Totok Wahyudi; Sitti Rahma Soleman; Salma Putri Hazanah; Adinda Laras Sri Karno Putri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.196 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1273

Abstract

Pendahuluan: Nyeri merupakan hal yang umum pada pasien kanker, dilaporkan sekitar 64% nyeri dikeluhkan oleh pasien kanker dengan metastasis dan 59% pasien melaporkan nyeri selama pengobatan kemoterapi. Dalam hal ini nyeri menjadi tantangan tersendiri bagi perawat khususnya dalam merawat pasien kanker. Tujuan: Tujuan dari tinjauan ini untuk merumuskan dan merekomendasikan praktik bagi perawat mengenai intervensi apa yang dapat diterapkan untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien yang menjalani kemoterapi. Metode: Metode pencarian artikel yang relevan menggunakan database PubMed, Science Direct dan Google Scholar dengan kata kunci: "Cancer” + “Chemotherapy” + “Pain” + “Nursing Intervention” + “Randomized Control Trial”. Penelusuran literatur dari tahun 2017 hingga 17 Mei 2021 dan analisis literatur menggunakan pedoman PRISMA dan penilaian kelayakan menggunakan penilaian kritis JBI. Hasil: sembilan artikel dimasukkan dalam tinjauan literatur. Penelitian ini menemukan bahwa pemberian pijat refleksi, pijat aromaterapi, pijat refleksi dan relaksasi otot progresif, relaksasi otot dan guide imagery mampu menurunkan tingkat nyeri pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Kesimpulan: Pemberian intervensi pijat refleksi, pijat aromaterapi, pijat refleksi dan relaksasi otot progresif, relaksasi otot dan guide imagery dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien yang menjalani kemoterapi. Semua intervensi ini memiliki salah satu efek yang sama, khususnya merangsang serabut saraf besar untuk memblokir transmisi impuls nyeri sebelum mencapai otak.Keyword: Nyeri, Kanker, Kemoterapi
Pengaruh Musik Terhadap Nyeri dan Status Hemodinamik Pasien Setelah Operasi Jantung Endrat Kartiko Utomo; Sitti Rahma Soleman; Totok Wahyudi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.834 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2077

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek mendengarkan pilihan musik terhadapstatus hemodinamik pada pasien yang telah menjalani operasi jantung. Desain studi ini quasieksperimen. Pasien dipilih melalui pengambilan sampel kenyamanan di Unit Perawatan IntensiveBedah Kardiovaskular di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian dilakukan dengan total30 pasien yang menjalani operasi jantung: 15 grup musik, 15 di kelompok kontrol, usia antara 18dan 78 tahun. Melalui desain pretest-posttest, data hari pertama pasca operasi dikumpulkan.Pertama, parameter fisiologis (tekanan darah, detak jantung, saturasi oksigen, dan lajupernapasan) dicatat dan skala intensitas nyeri verbal unidi- mensional diterapkan pada semuapeserta. Kemudian, kelompok kontrol beristirahat di tempat tidur mereka sementara grup musikitu bertahan dengan pilihan musik selama 30 menit. Data fisiologis kemudian dikumpulkan danskala intensitas diterapkan nyeri sekali lagi. Dalam kelompok musik, ada peningkatan yangsignifikan secara statistik dalam saturasi oksigen (p=0.001) dan skor nyeri yang lebih rendah(p=0.001) daripada kelompok pada kontrol. Tidak ada perbedaan antara kelompok-kelompokdalam parameter fisiologis lainnya. Hasil penelitian ini memberikan evidence dalam pemberianterapi musik. Musik mungkin merupakan metode yang sederhana, aman, dan efektif untukmenurunkan respon fisiologis yang berpotensi berbahaya yang timbul dari rasa sakit pada pasiensetelah operasi jantung.
TUBERCULOSIS MANAGEMENT IN CHILD : LITERARTUR REVIEW Totok Wahyudi; Endrat Kartiko Utomo; Dessy Nourma Siska Savitri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.601 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2078

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis menurut World Health Organization (WHO) adalahpenyakit yang menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Ibu dan anakmerupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan upayakesehatan, karena ibu dan anak merupakan kelompok rentan terhadap keadaan keluarga dansekitarnya secara umum Tujuan: Mengetahui manajemen penatalaksanaan Tuberculosis padaanak . Metode: penelitian ini merupakan literatur review yang menggunakan beberapa artikelyang diambil dari database publikasi elektronik seperti PubMed, grey literartur Hasil:Tuberculosis masih menjadi masalah besar bagi negara berkembang, Karena menjadi salah satupenyakit yang dapat menyebabkan kematian, termasuk tingkat kematian anak. faktor yangberpengaruh terhadap tingkat kejadian TB pada anak adalah paparan atau riwayat kontakdengan pasien TB lainnya. Peran orang sangat berpengaruh terhadap penaggulangan ataupencegahan terjadinya TB pada anak. Tenaga kesehatan mampu menyadarkan masyarakat untukmelakukan pemeriksaan dahak jika telah mengetahui ciri-ciri akan terjadinya TB. Kesimpulan:edukasi secara dini baik pada orang tua dan lingkungan sekitar tentang bagaimana penularanTuberculosis pada penderita kepada anak sangat penting dilakukan khususnya diberikan oleh timkesehatan kepada keluarga atau orang tua. Pemberian terapi obat sesuai dengan rekomendasi timdan pelayanan kesehatan dalam penanggulangan pencegahan dan pengobatan pada anak denganTuberculosis
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PAPARAN INFORMASI TENTANG BAHAYA MEROKOK TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Witiryani, Witiryani; Romadhani, Nurul; Firdaus, Insanul; Wahyudi, Totok
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3927

Abstract

Latar Belakang: Kematian akibat merokok memiliki dampak yang sangat besar bagi remaja. Kemudahan akses dan rasa ingin tahu yang tinggi dari remaja terhadap informasi di era digital dapat mempengaruhi perilaku merokok. Deteksi dini tentang faktor yang mempengaruhi perilaku merokok perlu digali untuk mencegah peningkatan perilaku merokok Tujuan: mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan paparan informasi tentang bahaya merokok terhadap perilaku merokok pada remaja Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini berjumlah 600 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 276 orang. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data menggunakan chi square. Hasil: Respon dengan tingkat pengetahuan rendah sebanyak 140 orang, sedang 63 orang dan tinggi 73 orang. Responden yang terpapar informasi sebanyak 152 orang dan responden tidak terpapar informasi sebanyak 126 orang. Tingkat pengetahuan memiliki hubungan terhadap perilaku merokok dengan p-value 0,000 dan paparan informasi memiliki hubungan terhadap perilaku merokok dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan paparan informasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku merokok siswa SMP. Pendampingan dan peningkatan aktifitas fisik perlu ditingkatkan pada siswa SMP untuk menurunkan perilaku merokok siswa.
Relationship Duration of Treatment Between Anxiety in a Child with Cancer During Chemotherapy Wahyudi, Totok; Utomo, Endrat Kartiko; Marhamah, Lin; Kartikasari, Annisa Yuli
Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 3 July 2024
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer is the second-leading cause of death (after accidents) in children between the ages of 5 and 14 years old. Cancer can cause psychosocial anxiety problems that can lead to psychological problems that affect adulthood. The aim of this study is to find out the long-standing relationship between the treatment of anxiety and cancer in a child who will undergo chemotherapy at Dr. Moewardi Surakarta. This research method uses a cross-sectional design. Sampling using a non-probability sampling technique with a consecutive sampling method with a sample number of 30. The measurement tool uses a questionnaire that has been tested for validity and reliability by previous researchers, namely an emergency questionnaire by Aidar (2011) with 10 subjects matching the criteria using a competition application with a cronbach alpha analysis of 0.862. The results of the statistical tests showed that there was no long-term meaningful relationship between treatment and anxiety (p = 0.595).
PLAY THERAPY AND ITS EFFECT ON ANXIETY LEVELS IN HOSPITALIZED PEDIATRIC PATIENTS: A LITERATURE REVIEW Wahyudi, Totok; Mustain, Mustain; Rahmasari, Ikrima; Nurmawati, Niya
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/1es4pj37

Abstract

Hospitalization in children often leads to stress and anxiety due to separation from parents, unfamiliar environments, and invasive medical procedures. These conditions can negatively impact children’s emotional well-being and recovery. Play therapy has been identified as an effective non-pharmacological intervention to reduce anxiety and support coping mechanisms during hospitalization. This literature review was conducted through a comprehensive search of journal databases including ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar, using the keywords Play therapy, Therapeutic play, Anxiety, Child, and Hospitalized. The inclusion criteria were full-text articles published within the last five years, including systematic reviews, randomized controlled trials, clinical trials, and meta-analyses. The reviewed studies consistently show that play therapy effectively reduces anxiety in hospitalized children. Interventions such as coloring, storytelling, role-playing with medical kits, puppet play, and traditional games like snakes and ladders were associated with lower anxiety scores, improved cooperation, and greater comfort during medical procedures. Moreover, parental involvement was highlighted as a crucial factor in optimizing therapeutic outcomes by providing emotional, psychological, and spiritual support to children. Play therapy serves as an effective complementary intervention to alleviate anxiety and enhance cooperation in hospitalized children. Integrating therapeutic play into pediatric care, combined with active parental involvement, not only improves the hospital experience but also promotes holistic child development and emotional resilience.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang pada Anak Usia 0 – 24 Bulan Kusumaningrum, Rahma Puspita; Wahyudi, Totok; Mursudarinah, Mursudarinah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3748

Abstract

Tumbuh kembang merupakan aspek yang menjelaskan proses mengenai pembentukan seseorang, baik secara fisik maupun psikososial. Angka gangguan pertumbuhan dan perkembangan khususnya gangguan perkembangan motorik berkisar 27,5%. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak usia 0 – 24 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61. Alat ukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas oleh peneliti sebelumnya yaitu berupa kuesioner pola asuh, sosial ekonomi pendapatan diukur berdasarkan perkapita, pola makan dan KPSP kuesioner baku. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Uji statistic menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna pola asuh dengan tumbuh kembang p=0,000, tidak ada hubungan bermakna sosial ekonomi dengan tumbuh kembang p=0,550, tidak ada hubungan bermakna pola makan dengan tumbuh kembang p=0,440. Kesimpulan: Terdapat hubungan faktor pola asuh dengan tumbuh kembang dan tidak terdapat hubungan faktor sosial ekonomi dan pola makan dengan tumbuh kembang.
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation terhadap Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Wahyuningsih, Novi; Rahmasari, Ikrima; Wahyudi, Totok
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3753

Abstract

Pasien pre operasi yang akan menjalani operasi biasanya akan mengalami kecemasan. Kecemasan adalah suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental yang mengganggu sebagai reaksi umum terhadap ketidakmampuan untuk menghadapi masalah atau perasaan yang tidak menyenangkan. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pasien meliputi farmakologi, pendekatan dukungan dan psikoterapi. Teknik utama psikoterapi dalam pengobatan kecemasan adalah melalui relaksasi dan biofeedback. Teknik relaksasi yang digunakan untuk mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi adalah progressive muscle relaxation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation terhadap kecemasan pada pasien pre operasi. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif Pre-experimental dengan one group pretest and posttest. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 18 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Non probability sampling dengan Purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji statistic Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 (p<0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya progressive muscle relaxation efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.