Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Dini dengan Perkembangan Motorik Anak Usia 6-24 Bulan Hapsari, Ovita Putri; Wahyudi, Totok; Marni, Marni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3757

Abstract

Tumbuh kembang merupakan perubahan fisik dengan peningkatan ukuran bagian tubuh seseorang individu yang setiap prosesnya mengalami perbedaan, beserta bertambahnya kemampuan, keterampilan, dan fungsi tubuh yang lebih optimal dalam perkembangan motorik kasar, motorik halus, berbicara, berbahasa, serta sosilisasi dan kemandirian yang dimiliki individu untuk beradaptasi dilingkungannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengethuan ibu tentang stimulasi dini dengan perkembangan motorik anak usia 6-24 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan dengan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan sampling total. Jumlah sampel sebanyak 61 responden ibu dan anak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner setiap ibu responden. Evaluasi hasil kuesioner penelitian dan catat hasilnya, mengumpukan data serta mengola data menggunakan SPSS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penyimpangan perkembangan anak sebanyak 2 responden (3,3%), dengan tingkat pengetahuan ibu rendah sebanyak 2 responden (3,3%). Analisa data menggunakan uji chi-square, hasil uji statistik yang didapatkan yaitu p-value = 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang stimulsi dini dengan perkembangan motorik anak usia 6-24 bulan dan anak yang mempunyai ibu dengan pengetahuan tntang stimulasi dini yang rendah akan beresiko lebih besar untuk mengalami dugaan keterlambatan motorik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GATAK SUKOHARJO Savita Putri, Riska Lutfi; Wahyudi, Totok; Probowati, Rovica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31015

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi berulang, dan menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak, Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi balita yang terdaftar di Puskesmas Gatak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner variabel yang diteliti meliputi riwayat kehamilan ibu, asupan gizi, pola asuh, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p=0,000), pola asuh ibu (p=0,000), dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting. Sedangkan faktor pendidikan dan pekerjaan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Faktor pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh, dan status ekonomi keluarga (pendapatan) merupakan faktor yang paling mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dan perbaikan pola asuh serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga sangat penting untuk menurunkan prevalensi stunting.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Posyandu Hidayah Jekani, Mondokan, Sragen Elsa Nafilatus sholihah, Elsa; Wahyudi, Totok; Mulyono, Puput
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31471

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan umumnya terjadi pada masa kejayaan, karena pada masa ini pertumbuhan akan terjadi dengan cepat untuk menentukan jangka waktu berikutnya Stunting merupakan suatu keadaan malnutrisi bersifat kronik yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan fisik, penurunan kognitif serta penurunan motorik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan didesa jekani, untuk mengetahui karakteristik responden (jenis kelamin, pendidikan,pekerjaan) untuk mengetahui ada tidaknya hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting. Metode: menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik, dengan desain pendekatan cross sectional.Hasil: faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting mekanisme koping pada ibu mayoritas baik dan  status sosial pada keluarga masih rendah.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara mekanisme koping dengan kejadian stunting dengan  nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,062 maka Ho ditolak karena p vaule 0,062 > 0,05. Sedangkan Terdapat hubungan bermakna antara status ekonomi terhadap kejadian stunting dengan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,006 maka Ha diterima karena p vaule 0,006 <0,05.