Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Dini dengan Perkembangan Motorik Anak Usia 6-24 Bulan Hapsari, Ovita Putri; Wahyudi, Totok; Marni, Marni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3757

Abstract

Tumbuh kembang merupakan perubahan fisik dengan peningkatan ukuran bagian tubuh seseorang individu yang setiap prosesnya mengalami perbedaan, beserta bertambahnya kemampuan, keterampilan, dan fungsi tubuh yang lebih optimal dalam perkembangan motorik kasar, motorik halus, berbicara, berbahasa, serta sosilisasi dan kemandirian yang dimiliki individu untuk beradaptasi dilingkungannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengethuan ibu tentang stimulasi dini dengan perkembangan motorik anak usia 6-24 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan dengan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan sampling total. Jumlah sampel sebanyak 61 responden ibu dan anak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner setiap ibu responden. Evaluasi hasil kuesioner penelitian dan catat hasilnya, mengumpukan data serta mengola data menggunakan SPSS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penyimpangan perkembangan anak sebanyak 2 responden (3,3%), dengan tingkat pengetahuan ibu rendah sebanyak 2 responden (3,3%). Analisa data menggunakan uji chi-square, hasil uji statistik yang didapatkan yaitu p-value = 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang stimulsi dini dengan perkembangan motorik anak usia 6-24 bulan dan anak yang mempunyai ibu dengan pengetahuan tntang stimulasi dini yang rendah akan beresiko lebih besar untuk mengalami dugaan keterlambatan motorik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GATAK SUKOHARJO Savita Putri, Riska Lutfi; Wahyudi, Totok; Probowati, Rovica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31015

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi berulang, dan menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak, Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi balita yang terdaftar di Puskesmas Gatak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner variabel yang diteliti meliputi riwayat kehamilan ibu, asupan gizi, pola asuh, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p=0,000), pola asuh ibu (p=0,000), dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting. Sedangkan faktor pendidikan dan pekerjaan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Faktor pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh, dan status ekonomi keluarga (pendapatan) merupakan faktor yang paling mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dan perbaikan pola asuh serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga sangat penting untuk menurunkan prevalensi stunting.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Posyandu Hidayah Jekani, Mondokan, Sragen Elsa Nafilatus sholihah, Elsa; Wahyudi, Totok; Mulyono, Puput
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31471

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan umumnya terjadi pada masa kejayaan, karena pada masa ini pertumbuhan akan terjadi dengan cepat untuk menentukan jangka waktu berikutnya Stunting merupakan suatu keadaan malnutrisi bersifat kronik yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan fisik, penurunan kognitif serta penurunan motorik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan didesa jekani, untuk mengetahui karakteristik responden (jenis kelamin, pendidikan,pekerjaan) untuk mengetahui ada tidaknya hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting. Metode: menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik, dengan desain pendekatan cross sectional.Hasil: faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting mekanisme koping pada ibu mayoritas baik dan  status sosial pada keluarga masih rendah.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara mekanisme koping dengan kejadian stunting dengan  nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,062 maka Ho ditolak karena p vaule 0,062 > 0,05. Sedangkan Terdapat hubungan bermakna antara status ekonomi terhadap kejadian stunting dengan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,006 maka Ha diterima karena p vaule 0,006 <0,05.
Hubungan Usia, Jenis Kelamin, Dan Faktor Pendidikan Terhadap Kualitas Hidup Anak Penderita Kanker Yang Menjalani Kemoterapi Saputri, Diah Ayu; Wahyudi, Totok; Musta'in
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer is one of the non-communicable diseases that is still a serious health problem and a cause of death in the world. The prevalence of cancer in children in Indonesia is 4%, this is one of the major problems of children's health in Indonesia. Chemotherapy treatment has a physiological and psychological impact which can later cause problems that can have an impact on the quality of life of children. This study aims to determine the relationship between age, gender, and education factors on the quality of life of children with cancer during chemotherapy at Dr. Moewardi Hospital Surakarta. This study used a descriptive method with a cross sectional design. The sample in the study was a child with cancer who underwent chemotherapy. Sampling was done using the consecutive sampling method with a total of 50 respondents. The measuring tool uses the PedsQL 4.0 quality of life questionnaire.The results of the research that have been conducted by statistical tests obtained a sig value of 0.036 (p<0.05) and a positive correlation test of 0.298 between age and quality of life, gender is not related to quality of life, education level is not related to quality of life. It can be concluded that there is a weak relationship between age and the quality of life of children with cancer during chemotherapy.  
Hubungan Jenis Kanker dan Lama Pengobatan dengan Kualitas Hidup Anak Penderita Kanker di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Karunia Wulan Sari, Melita; Wahyudi, Totok; Agung Yudhianto, Kresna
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childhood cancer is the second leading cause of death after accidents among children aged 0–18 years and significantly impacts children’s quality of life, both physically, psychologically, socially, and spiritually. The type of cancer and duration of chemotherapy treatment are known to influence various aspects of children’s quality of life, including physical, emotional, social, and school functioning. In a previous study, 107 children (97%) were classified as having poor quality of life, while only 29 children (21%) had good quality of life.The purpose of this study is to analyze the relationship between the type of cancer and the duration of treatment with quality of life in children with cancer undergoing chemotherapy at Dr. Moewardi General Hospital in Surakarta. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample was selected using consecutive sampling among children with cancer undergoing chemotherapy. Data were collected using the PedsQL 4.0 cancer module questionnaire and analyzed using the bivariate Chi-Square statistical test. Results: The study results showed a significant relationship between cancer type and quality of life in children with cancer (p=0.028), as well as a significant relationship between treatment duration and quality of life in children with cancer (p=0.043). Children with solid cancers and those undergoing treatment for more than 6 months tended to have lower quality of life. Cancer type and duration of treatment significantly influence the quality of life of children with cancer. Therefore, special attention is needed in nursing approaches that consider both factors to improve the quality of life of children during chemotherapy.
Integrating Infant Massage and Aromatherapy as a Complementary Non-Pharmacological Intervention in Supporting Infant Growth and Development Darah Ifalahma; Totok Wahyudi; Cindy Octavia; Risma Nurul Istiqomah
International Journal of Public Health Vol. 2 No. 4 (2025): December : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v2i4.560

Abstract

Early childhood is a critical period for growth and development, characterized by rapid changes in neurological, motor, sensory, and emotional systems. Stimulation during this stage plays a vital role, and non-pharmacological interventions such as massage and aromatherapy may enhance developmental outcomes. This quasi-experimental study employed a pretest–posttest control group design to evaluate the effectiveness of infant massage combined with aromatherapy. Twenty infants aged 3–12 months who met inclusion and exclusion criteria were recruited and assigned to either a control group (infant massage only) or an intervention group (infant massage with aromatherapy). Growth parameters (weight, length, head circumference) and developmental outcomes were measured using the Developmental Pre-Screening Questionnaire, covering gross motor, fine motor, language, and personal-social domains. Infants in the intervention group demonstrated significantly greater improvements in body weight, body length, head circumference, and developmental scores compared to the control group. These findings indicate that the addition of aromatherapy to infant massage provides measurable benefits for both physical growth and developmental progress. Combined infant massage and aromatherapy represent effective non-pharmacological strategies for early stimulation, supporting optimal growth and developmental trajectories in infants.