Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERAN GURU KRISTEN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SUATU SEKOLAH KRISTEN DI TANGERANG [CHRISTIAN TEACHER’S ROLE IN LEARNING MATHEMATICS AT A CHRISTIAN SCHOOL IN TANGERANG] Imran, Septianus; Hidayat, Dylmoon; Winardi, Yonathan
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 2 No. 2 (2019): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1683

Abstract

This research used a qualitative approach with a case study design in a Christian school in Tangerang. The research’s subjects included eight mathematics teachers and 143 students from different classes, each one taught by the eight mathematics teachers. Data collection was based on interviews, observations, and distributing questionnaires. The data analysis used the Miles and Huberman model which consists of three processes: data reduction, data display, and conclusion drawing. The research results showed that student negative behaviours included having a low self value in mathematics, saying negative words to classmates, being disrespectful towards the mathematics teachers, abusing the learning environment, and assuming God has no connection with mathematics learning. To redeem student negative behaviours, mathematics teachers at the school gave advice, warnings, consequences, and attempted to be a role model for students. Student responses towards teachers' actions can be grouped into two categories: positive responses: students receive advice, warnings, concequences and repair their negative behaviour and negative responses: students think trivially about advice, warnings, or consequences given by teachers.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di suatu sekolah Kristen di Tangerang. Subjek penelitiannya adalah delapan guru Matematika dan 143 orang siswa-siswi yang masing-masing diajar oleh delapan guru tersebut. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk perilaku negatif siswa, yaitu menilai diri rendah dalam Matematika, mengeluarkan kata-kata negatif kepada teman kelas, tidak menghargai atau menghormati guru Matematika, menyalahgunakan lingkungan belajar, serta menganggap Tuhan tidak ada kaitannya dengan Matematika. Untuk memulihkan perilaku negatif siswa, guru Matematika di sekolah Kristen tersebut memberi nasihat, teguran, konsekuensi, serta berusaha menjadi teladan akan kesabaran, ketegasan dan pengampunan bagi siswa-siswinya. Respon siswa terhadap tindakan guru dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu positif: siswa menerima nasihat, teguran, maupun konsekuensi dan merubah perilaku negatifnya dan respon negatif: siswa menganggap sepele nasihat, teguran atau konsekuensi yang diberikan guru.
Pengembangan buku panduan modular berbasis teknologi untuk teacher librarian academic program (TLAP) dengan model ADDIE Nurtanto, Levana Vivian; Winardi, Yonathan; Baskoro, Dhama Gustiar
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 13 No. 1: Juni 2025
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v13i1.15955

Abstract

Artikel ini memaparkan pengembangan sebuah program pelatihan dan buku panduan program tersebut untuk mengembangkan kompetensi guru pustakawan dalam memenuhi tuntutan pendidikan dan perpustakaan modern. Menggunakan model ADDIE, sebuah buku panduan pelatihan dikembangkan dengan fitur-fitur teknologi pembelajaran yang menitikberatkan pada keterampilan utama guru pustakawan untuk dipakai oleh peserta pelatihan yang merupakan guru, pustakawan, dan staf perpustakaan sekolah di Indonesia. Data dikumpulkan pada Oktober-Desember 2024 melalui analisis kebutuhan (needs analysis) dengan menggunakan e-form, lembar validasi ahli media dan ahli pelatihan pustakawan, tes pilihan ganda dalam bentuk e-form, lembar kerja peserta, presentasi, dan survei e-form. Data analisis kebutuhan dan validasi ahli digunakan untuk mendesain dan mengembangkan buku panduan, sedangkan data e-form menggunakan analisis deskriptif melalui skor empiris rata-rata, nilai rata-rata tes pilihan ganda serta lembar kerja peserta dan presentasi dijumlahkan sesuai dengan kelompok peserta guru, pustakawan, dan staf perpustakaan. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan peningkatan dalam persepsi dan kemampuan peserta pelatihan, yakni skor empiris survei rata-rata 90%, skor tes pilihan ganda 89,62, dan skor lembar kerja dan presentasi 82,72. Hasil mendukung buku panduan sebagai sumber belajar yang efektif dan praktis untuk digunakan dalam pelatihan guru pustakawan.
Navigating Leadership Succession and Regeneration in a Private Christian School: A Case Study Maharani, Laksmi; Winardi, Yonathan
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 7 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v7i2.9721

Abstract

This study explores the complexity of leadership succession and regeneration in a private Christian school in West Jakarta and possible ways to navigate the challenges, as the school has experienced a high turnover rate in its leadership in the past five years. Using a qualitative case study approach, this research collected the data through in-depth interviews, observations, and document analysis. Principals as well as heads of schools participated and the research results revealed a discrepancy between the educational philosophy of Christian schools and the practices of leadership succession and regeneration, lacking a specific system or strategy. Moreover, there is no formal succession and inadequate spiritual mentoring for the school leader candidates. Therefore, considering that succession is also a spiritual mandate, this study offers a contextual and values-based pathway for leadership regeneration, which includes early-stage talent mapping, structured leadership development, spiritual mentorship, and alignment with the school’s Christian philosophy to ensure the continuity of biblically grounded leadership.
PENGEMBANGAN HANDBOOK STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU HOMESCHOOLING DI KOTA BANDUNG [THE DEVELOPMENT OF AN INNOVATIVE LEARNING STRATEGY HANDBOOK TO IMPROVE THE COMPETENCE OF HOMESCHOOLING TEACHERS IN BANDUNG CITY] Jeremy, Edsel; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10027

Abstract

Homeschooling is increasingly popular as an alternative educational model, but it faces challenges, including the need for competent teachers who can cater to diverse student needs. This study aimed to develop and evaluate a competency development program for homeschooling teachers in Bandung City, packaged as a handbook titled "Strategi Pembelajaran Inovatif" (Innovative Learning Strategies). The research utilized a Research and Development (R&D) method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The Define stage involved a Focus Group Discussion (FGD) with homeschooling leaders and interviews with teachers, revealing a need for enhanced teacher competency, particularly in innovative learning strategies. The Design stage focused on creating the handbook structure and content, covering "Mengenal Homeschooling" (Understanding Homeschooling) and "Strategi Pembelajaran Inovatif," which includes personalized learning, project-based learning, inquiry-based learning, and technology integration. The Develop stage included expert validation (content, design, technology) which rated the handbook favorably (average scores 2.8, 2.9, and 2.9 out of 3, respectively, leading to minor revisions) and a trial with homeschooling teachers. The trial showed an increase in participants' understanding, with average pre-test scores of 61.17 and post-test scores of 70.75. Feedback on the training program and handbook was generally "good" (average rating 83.77). The Disseminate stage involved distributing the handbook to four other homeschooling institutions in Bandung, which provided "sufficient" feedback (average rating 75/100) and positive impressions. The study concludes that the developed handbook is a viable and relevant tool for enhancing the competencies of homeschooling teachers in Bandung. Abstrak Bahasa Indonesia Homeschooling semakin diminati sebagai model pendidikan alternatif, namun menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan akan guru yang kompeten dan mampu melayani kebutuhan siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pengembangan kompetensi bagi guru homeschooling di Kota Bandung, yang dikemas dalam bentuk sebuah handbook berjudul "Strategi Pembelajaran Inovatif". Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap Define melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan pimpinan homeschooling dan wawancara dengan guru, yang mengungkap kebutuhan peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam strategi pembelajaran inovatif. Tahap Design berfokus pada perancangan struktur dan konten handbook, yang mencakup materi "Mengenal Homeschooling" dan "Strategi Pembelajaran Inovatif" (pembelajaran personalisasi, project-based learning, inquiry-based learning, dan integrasi teknologi). Tahap Develop meliputi validasi ahli (konten, desain, teknologi) yang menilai handbook secara positif (rata-rata skor 2,8, 2,9, dan 2,9 dari 3, yang mengarah pada revisi minor) dan uji coba kepada guru homeschooling. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan skor rata-rata pre-test 61,17 dan post-test 70,75. Umpan balik terhadap program pelatihan dan handbook umumnya "baik" (rata-rata penilaian 83,77). Tahap Disseminate melibatkan pendistribusian handbook ke empat institusi homeschooling lain di Kota Bandung, yang memberikan umpan balik "cukup" (rata-rata penilaian 75/100) dan kesan positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa handbook yang dikembangkan merupakan alat yang layak dan relevan untuk meningkatkan kompetensi guru homeschooling di Kota Bandung.
PENERAPAN MODEL INTEGRASI BIBLIKA BRYAN SMITH TAHAP 2 PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN WAWASAN KRISTEN ALKITABIAH (WAK) SISWA KELAS XI IPA-2 DI SUATU SMA DI TORAJA [THE IMPLEMENTATION OF THE BRYAN SMITH STAGE 2 BIBLICAL INTEGRATION MODEL IN LEARNING MATHEMATICS TO IMPROVE THE UNDERSTANDING OF A BIBLICAL CHRISTIAN WORLDVIEW (BCW) OF GRADE 11 SCIENCE-2 STUDENTS IN A HIGH SCHOOL IN TORAJA] Adhi, Yoel; Winardi, Yonathan; Listiani, Tanti
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 2 No. 1 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i1.979

Abstract

This article discusses the problem of students’ poor understanding of a Biblical Christian Worldview (BCW) as related to their learning mathematics. The problem was discovered through tests and observations that the researcher conducted in a class of grade 11 Science-2 students at a high school in Toraja. The pre-cycle result showed that 23 students had a poor BCW understanding of mathematics. To improve students’ BCW understanding of mathematics, the researcher implemented the Bryan Smith Stage 2 Biblical Integration Model. The instruments that were used were teacher-mentor and peer-teacher observation sheets, student questionnaires, and simple understanding tests. Results showed improvements on the indicator of Creation from 96,2% in the first cycle to 100% in the second cycle, the indicator of Fall 100% in the first and the second cycles, and the indicator of Redemption from 88.8% in the first cycle to 92.5% in the second cycle. Over all, it could be concluded that the implementation of the Bryan Smith Stage 2 Biblical integration model could improve students’ BCW understanding in learning mathematics.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Artikel ini membahas permasalahan mengenai pemahaman Wawasan Kristen Alkitabiah (WAK) siswa yang rendah pada pembelajaran Matematika. Permasalahan tersebut ditemukan berdasarkan observasi dan tes yang dilakukan oleh peneliti di Kelas XI IPA-2 di suatu SMA di Toraja. Hasil prasiklus menunjukkan bahwa 23 siswa memiliki pemahaman BCW yang rendah pada pembelajaran Matematika. Untuk meningkatkan pemahaman BCW siswa pada pembelajaran Matematika, maka penelitian ini menerapkan integrasi Alkitab model Bryan Smith tahap 2. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru mentor dan teman sejawat, lembar angket siswa, serta lembar tes pemahaman sederhana. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat dilihat peningkatkan pada indikator Creation dari 96,2 % di siklus I menjadi 100% di siklus II, indikator Fall 100% di siklus I dan siklus II, serta indikator Redemption dari 88,8% di siklus I menjadi 92,5% di siklus II. Secara keseluruhan penelitian menyimpulkan bahwa penerapan model integrasi Bryan Smith tahap 2 dapat meningkatkan pemahaman BCW siswa pada pembelajaran Matematika.
HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X IPA BASIC SMA ABC PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA [ON THE RELATIONSHIP BETWEEN CREATIVITY AND COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF GRADE 10 BASIC SCIENCE HIGH SCHOOL STUDENTS IN MATHEMATICS LEARNING] Banjarnahor, Evander; Winardi, Yonathan; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 2 No. 1 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i1.1268

Abstract

Creativity is a very important aspect of learning, including learning mathematics, because creativity helps students in problem solving. This article is an associative quantitative correlational research to determine the relationship between creativity and cognitive learning outcomes of students in grade 10 (basic science track) at a high school in Tangerang. Data collection techniques were carried out by questionnaires and tests. The questionnaire obtained data on the students' creativity and the tests gathered data on the students' cognitive learning outcomes. The results of the study showed that the creativity of the students were categorized as (1) high (14.29%) , (2) quite high at 55.10%, (3) fair (26.53%) and (4) low (4.08 %). For the cognitive learning outcomes, students were categorized as (1) high (44.90%), (2) quite high (28.57%), (3) average (22.45%) and (4) low (4.08%). This study shows that there is a positive and significant association (r = 0.372, p = 0.004) between creativity and cognitive learning outcomes of these grade 10 students presented by the regression equation Y = 9.908 + 0.638 X.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kreativitas merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika, karena kreativitas membantu siswa dalam pemecahan masalah.  Artikel ini merupakan suatu penelitian kuantitatif asosiatif korelasional untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kreativitas dengan hasil belajar kognitif siswa kelas X IPA Basic SMA ABC Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan tes. Angket digunakan untuk memperoleh data mengenai kreativitas siswa dan tes untuk memperoleh data mengenai hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kreatifitas siswa kelas X IPA Basic SMA ABC Tangerang dapat dikategorikan sebagai (1) tinggi (14,29%), (2) cukup tinggi (55,10%), (3) rata-rata (26,53%) dan (4) rendah (4,08%). Sedangkan hasil belajar kognitif siswa kelas X IPA Basic SMA ABC  Tangerang dapat dikategorikan sebagai (1) tinggi (44,90%), cukup tinggi (28,57%), rata-rata (22,45%) (4) rendah (4,08%). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat asosiasi positif dan signifikan ( r = 0.372, p = 0.004) antara kreativitas dengan hasil belajar kognitif siswa kelas X IPA Basic SMA ABC, yang dinyatakan dengan persamaan regresi.
HAMBATAN BELAJAR MATEMATIKA: STUDI KASUS DI KELAS VIII SUATU SEKOLAH DI SEMARANG [BARRIERS TO LEARNING MATHEMATICS: A CASE STUDY OF GRADE 8 STUDENTS AT A SCHOOL IN SEMARANG] Fernandes, Luis; Winardi, Yonathan; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.2071

Abstract

Christian education aims to enable students to take part in serving God and others both now and forever. The barriers to learning mathematics make it difficult for students to achieve the goals of Christian education. In some cases, students are found to have barriers to learning mathematics. Based on this problem, the researchers wanted to know the types of barriers to learning mathematics, the causes, and the responses of teachers, schools, and students to these barriers. This study used the case study method of a qualitative approach and the subjects were grade 8 students. The data collection techniques used were interviews for mathematics teachers and principals as well as open-ended questionnaires for students. The results revealed that there were barriers to learning mathematics that can be categorized into internal and external factors including a lack of learning willingness on the part of the students, inappropriate views of mathematics, uncontrolled classroom conditions, and the contagion of the environment. The responses given by teachers, schools, and students about mathematics learning barriers include reviewing, giving additional lessons, and relearning either individually or through others. Suggestions for teachers and principals are to organize workshops related to mathematics learning barriers and improving teaching quality.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pendidikan Kristen bertujuan membuat para siswa dapat mengambil bagian pelayanan kepada Tuhan dan sesama baik sekarang maupun selamanya. Dengan adanya hambatan belajar matematika menyebabkan siswa sulit mencapai tujuan dari pendidikan Kristen. Dalam beberapa kesempatan, sering ditemukan siswa yang memiliki hambatan belajar matematika. Untuk itu peneliti ingin mengetahui macam hambatan belajar matematika, penyebabnya, serta respon guru, sekolah dan siswa terkait dengan hambatan belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terhadap guru matematika dan kepala sekolah serta kuisioner terbuka bagi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hambatan belajar matematika yang dapat dikategorikan ke dalam faktor internal dan eksternal, diantaranya siswa malas belajar, pandangan yang kurang tepat terhadap pelajaran matematika, kondisi kelas yang tidak kondusif dan pengaruh yang buruk dari lingkungan sekitar. Respon yang diberikan guru, sekolah dan siswa terhadap hambatan belajar matematika diantaranya menjelaskan kembali materi, memberikan pelajaran tambahan dan belajar kembali secara individu maupun melalui orang lain. Saran bagi guru dan kepala sekolah adalah dengan mengadakan pelatihan terkait dengan hambatan belajar matematika serta meningkatkan kualitas mengajar.
USING OAS.WEB.ID TO CREATE ENGLISH VOCABULARY SIZE QUIZ Winardi, Yonathan; Hananto, Hananto
Polyglot Vol 19 No 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v1i19.5703

Abstract

ABSTRACTA systematic and continuous vocabulary assessment is required to monitor the progress of learners’ learning and readiness to follow certain instr8uctional programs. The purpose of this study is to report a tryout of constructing an online quiz using http://oas.web.id/.  OAS is an ongoing R&D project to help teachers and/or educational researchers create an online quiz by converting multiple-choice questions from a spreadsheet program (i.e. MS Excel or Google Sheets) into a Google Forms quiz, Moodle, paper-based quiz, Kahoot, or any other quiz makers that have import facility. This paper focuses on describing the making and tryout of a vocabulary-size quiz into Google Forms quiz to find out whether the resulting quiz works. The result shows that OAS offered an easy and very quick way in creating a vocabulary-size quiz successfully by copying the already available vocabulary-size questions based on Nation and Beglar’s Vocabulary Size Test. The researcher and the voluntary test students got the scores immediately after they had submitted the Google Forms. It can then be concluded that the OAS created the vocabulary quiz successfully without any serious technical problems.BAHASA INDONESIA ABSTRAKSebuah asesmen kosakata yang sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk memonitor kemajuan dan kesiapan pembelajar untuk mengikuti program-program pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan sebuah uji coba dari penyusunan sebuah kuis dalam jaringan menggunakan http://oas.web.id/.  OAS adalah sebuah proyek penelitian dan pengembangan untuk menolong guru-guru dan/atau peneliti-peneliti pendidikan membuat sebuah kuis dalam jaringan dengan cara mengonversi pertanyaan-pertanyaan pilihan berganda dari sebuah program lembar kerja (misalnya Microsoft Excel atau Google Sheets) ke dalam kuis Google Forms, Moodle, lembar kuis cetak, Kahoot, atau program-program pembuat kuis lainnya yang memiliki fitur impor. Paper ini fokus pada penggambaran proses pembuatan dan uji coba sebuah kuis kosakata dengan Google Forms untuk mengetahui apakah kuis tersebut bisa digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa OAS menawarkan sebuah cara yang mudah dan sangat cepat dalam membuat sebuah kuis kosakata dengan menyalin pertanyaan-pertanyaan kosakata yang telah disediakan berdasarkan tes kosakata Nation and Beglar’s. Peneliti dan mahasiswa/i yang berpartisipasi di uji coba, langsung mendapatkan hasil kuis setelah mereka mengumpulkan Google Forms. Kemudian dapat disimpulkan bahwa OAS sukses membuat kuis kosakata tanpa ada masalah-masalah teknis yang berarti.