Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR SANOKIR DI KELOMPOK TANI RUKUN SENTOSA KELURAHAN SINDANGSARI KECAMATAN SAMBUTAN Sutejo, Hery; Napitupulu, Marisi; Rahmi, Abdul; Fatah, Abdul; Sujalu, Akas Pinaringan; Syahfari, Helda; Astuti, Puji; Ernawati, Ernawati; Hanafi, Imam; Suhebi, Yulianto
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 2, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v2i2.8311

Abstract

Pupuk organik cair sebagai alternatif pengurangan pemakaian pupuk kimia diharapkan mampu mengurangi biaya produksi dan ramah lingkungan. Penyuluhan dilaksanakan di Kelompok Tani Rukun Sentosa Kelurahan Sindangsari, Sambutan, Samarinda. Pembuatan POC SANOKIR dengan bahan Urine sapi 20 liter. bawang merah seper empat kg, gula merah deper empat kg, kecambah   rawaon seper empat kg, EM4, iga tulang sapi yang sudah dihaluskan. Alat yan digunakan jerigen 25 liter, pisau, telanan, blender (palu dan alu), ember plastik besar, alat pengaduk (sendok yang besar atau kayu). Pengabdian telah terlaksana dengan baik dengan pendampingan dari PPL dan para petani sangat antusias mengikuti kegiatan pembuatan Pupuk Organik Cair SANOKIR sampai aplikasi. Penerapan pertanian organik sangat membantu petani dalam mengurangi ketergantungan dengan pupuk kimia dan ramah lingkungan cocok untuk aplikasi tanaman pertanian. POC SANOKIR sebagai pupuk organic cair dapat meningkat produksi tanaman padi dan holtikultura. Aplikasi SANOKIR terhadap tanaman padi 400 ml per 16 liter air atau 25 ml per 1 liter untuk tanaman holtikultura
PENGARUH PUPUK Si DAN N, P, K TERHADAP KANDUNGAN Si DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccaharata) Sofyan, Emma Trinurani; Mulyani, Oviyanti; Agnia, Ilma; Rahmi, Abdul
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7528

Abstract

Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai karakteristik tanah terutama kesuburan tanah yang berkaitan dengan ketersediaan unsur hara. Pengelolaan kesuburan  tanah harus diperhatikan agar tanah dapat menyokong pertumbuhan dan hasil tanaman yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Percobaan ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk Si terbaik terhadap perubahan kandungan unsur hara tanah, pertumbuhan tanaman dan hasil panen tanaman jagung manis. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang pada bulan Mei sampai Agustus 2021. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu: kontrol; N, P, K rekomendasi; ¼ dosis pupuk Si + 1 dosis N, P, K rekomendasi; ½ dosis pupuk Si + 1 dosis N, P, K rekomendasi; ¾ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 ¼ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 ½ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; dan 1 ¾ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 1 ½ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K mampu memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan kandungan Si tanah dan meningkatkan hasil panen tanaman jagung manis.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NUTRISI ORGANIK TANAMAN (NOT) LAU KAWAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS ZATAVY F1 Rohimat, Galih Rian; Syahfari, helda; Rahmi, Abdul; Orianto, Karolina Sherly
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.8987

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas holtikultura jenis sayuran yang popular konsumen Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan (NOT) Lau Kawar serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun varietas Zatavy F1, serta memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi NOT yang tepat untuk pertumbuhan tanaman mentimun varietas Zatavy F1. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024 sampai dengan bulan Maret 2024. Lokasi penelitian di lahan P4S Lau Kawar Jl. Soekarno Hatta Km 36 Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan analisis faktorial 4 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang diulang sebanyak 4 kali. Setiap faktor perlakuan diberi 4 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang ayam (a0), pupuk kandang ayam 10 ton/ha (a1), pupuk kandang ayam 15 ton/ha, pupuk kandang ayam 20 ton/ha.  Faktor konsentrasi NOT Lau Kawar terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa NOT Lau Kawar atau kontrol (n0), NOT Lau Kawar 18 ml/1 liter air (n1), NOT Lau Kawar 28 ml/1 liter air, dan NOT Lau Kawar 38 ml/1 liter air (n3). Perlakuan pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 10 hari setelah tanam, jumlah daun 10 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 30 hari setelah tanam, jumlah daun 20 hari setelah tanam, dan jumlah buah per tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap parameter panjang tanaman 20 hari setelah tanam, jumlah daun 30 hari setelah tanam, berat buah per tanaman dan panjang buah. Berat buah terberat per tanaman terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 kg/ha (a2), yaitu 124,99 g/tanaman. Perlakuan NOT Lau Kawar tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 10 hari setelah tanam, jumlah daun, umur saat berbunga, umur saat panen, panjang buah, dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 20,30 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah per tanaman. Berat buah terberat per tanaman terdapat pada perlakuan NOT Lau Kawar (n2), yaitu dengan konsentrasi 28 ml/1 liter air. Interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman, jumlah daun, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang buah.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L.) VARIETAS DEWATA F1 Pangga, Yohansen Jair; Rahmi, Abdul; Sutejo, Hery; Norhadi, Norhadi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9245

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat Kesehatan. Tujuan penelitian adalah: untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit, untuk memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan pupuk NPK mutiara yang sesuai. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Ombau Asa Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, pada Juni-September 2023. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 3 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (P) terdiri atas 3 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang ayam (p0), 10 g polibag-1 (p1), dan 20 g polibag-1 (p2). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK mutiara (N) terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK mutiara (n0),  1,5 g polibag-1 (p1), 3,0 g polibag-1 (p2), dan 4,5 g polibag-1 (p3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.   Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 20 g polibag-1 (p2) yaitu 31,28 g tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang ayam ((p0) yaitu 25,19 g tanaman-1; (2) pemberian pupuk NPK mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.  Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 4,5 g polibag-1 (n3) yaitu 29,38 g tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk NPK mutiara (n0) yaitu 26,30 g tanaman-1.; dan (3) interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK mutiara berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga dan umur tanaman saat panen,  tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.