Claim Missing Document
Check
Articles

Found 96 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

Pengalaman Akomodasi Komunikasi (Kasus: Interaksi Etnis Jawa dengan Etnis Batak) Osa Patra Rikastana; Turnomo Rahardjo; Lintang Ratri Rahmiaji; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.245 KB)

Abstract

Geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, berada diantara dua benua dan dua samudra, dan pernah menjadi jalur utama perdagangan kuno menjadikan kultur yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia menjadi beragam. Keberagaman budaya, selain menjadi anugerah negeri juga menjadi potensi masalah. Potensi masalah yang bisa muncul yaitu kesalahpahaman ketika proses komunikasi antarbudaya, bahkan dalam taraf yang drastis dapat memicu konflik. Kasus yang diangkat merupakan interaksi antara etnis Jawa dengan Batak. Nilai dan norma yang dipegang oleh anggota dari etnis ini dinilai saling bertolak belakang.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk akomodasi komunikasi serta kendala yang muncul ketika individu dari etnis Jawa dengan Batak berinteraksi pada tahap perkenalan. Penelitian ini menggunakan paradigma Interpretif dan pendekatan fenomenologi yang digunakan untuk memahami suatu fenomena menurut perspektif informan, dalam hal ini yaitu individu dari etnis Jawa dengan Batak ketika melakukan proses akomodasi komunikasi pada tahap perkenalan. Teori Akomodasi Komunikasi digunakan sebagai alat untuk membaca bentuk akomodasi yang digunakan oleh masing-masing informan. Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam kepada empat informan yang masing-masing berasal dari etnis Jawa dan Batak.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk akomodasi komunikasi yang digunakan oleh individu dari etnis Jawa dan Batak adalah Konvergensi, dimana individu berusaha untuk menyamakan perilaku komunikasi dengan lawan bicaranya. Selama proses komunikasi mereka mengesampingkan atribut-atribut kultural yang mereka miliki dengan tujuan mengakomodasi, hal ini menunjukkan adanya kesadaran untuk melakukan akomodasi pada komunikasi antarbudaya. Kedua etnis ini memiliki perbedaan faktor yang mendorong mereka untuk melakukan akomodasi, individu dari etnis Jawa mengakomodasi karena dorongan kultural, sedangkan individu dari etnis Batak mengakomodasi agar diterima kedalam kelompok. Kendala yang muncul selama proses komunikasi adalah stereotip, penggunaan bahasa, dan kurangnya informasi kultural.
Segmen Berita Feature Pada Program Berita Jawa Tengah Hari Ini di TVRI Stasiun Jawa Tengah Abimanyu Satriyo Wicaksono; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 9, No 2: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Television is still one of the media with the highest number of access currently in Indonesia. The presentation of shows that are increasingly diverse and entertaining has made many television stations now compete with each other. No exception in presenting news broadcasts. One of the television stations, namely TVRI Stasiun Jawa Tengah, tries to present a broadcast in the form of a feature news segment as one of the steps to support the rebranding that is being carried out. The implementation of rebranding targeting the millennial generation certainly makes TVRI Central Java Station have to provide interesting news shows. One of them is the feature news segment which was produced by the Communication Science Team of Diponegoro University. The feature news segment is produced according to the interests of the millennial generation, which provides information, entertainment, and education about tourism, culinary, and communities, especially in areas around Central Java. During the production process the roles of producer, reporter, scriptwriter, cameraman, voice-over, and editor are very important, in order to present complete information supported by delivery and attractive visuals. Of course it is not easy to do each of these roles. Idea selection, crew distribution, news angle determination, shooting techniques, and editing in accordance with the script and standard operating procedures must be done maximally in order to produce news worthy of broadcast on television. The feature news segment airs on the Central Java program Today on TVRI Central Java Station at 16.00-17.00 WIB every Monday to Thursday with a total of 48 news segments. Aired from 26 July 2020 to 2 November 2020.
Produksi Program Acara Talk Show “Sore Binggo” di Pro 2 RRI Semarang (Pengarah Kreatif) Herusna Yoda Sumbara; Triyono Lukmantoro; Lintang Ratri Rahmiaji; Titiek Hendriama
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.727 KB)

Abstract

Radio Republik Indonesia merupakan radio tertua di Indonesia dan satu satunya radio milik pemerintah yang memiliki visi mewujudkan lembaga penyiaran publik radio republik Indonesia sebagai radio berjejaringan terluas, pembangunan karakter bangsa, berkelas dunia. RRI memiliki jaringan yang sangat luas dari Aceh hingga Papua, namun tidak banyak orang khususnya anak muda yang berminat untuk mendengarkan Radio Republik Indonesia. Alasan utama adalah citra RRI sebagai radio berita dan radio untuk orang tua, sehingga kurang menarik bagi anak muda.Salah satu solusi adalah membuat program talk show Sore Binggo di Pro 2 RRI Semarang dan menyasar anak muda sebagai target pendengarnya. Sehingga diharapkan dapat kembali meningkatkan pendengar radio khususnya Pro 2 RRI Semarang yang memiliki target pendengar kalangan anak muda. Selama pelaksanaan program ini, penulis bertugas pengarah kreatif. Sebagai pengarah kreatif, penulis bertugas memberikan ide-ide kreatif agar dapat menarik minat pendengar untuk mengikuti acara Sore Binggo.Dari hasil kuesioner mengenai pendengar RRI Pro 2, diperoleh hasil peningkatan sebanyak 54% dari data awal yang diperoleh. Dan untuk pendengar program “Sore Binggo” yang awalnya hanya 3% meningkat menjadi 79%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya format baru yang dimasukkan ke dalam program “Sore Binggo” selain dapat meningkatkan jumlah pendengar program tersebut juga dapat meningkatkan jumlah pendengar dari RRI Pro 2.
AUDIT BRANDING GRAND CANDI HOTEL SEMARANG DALAM MEMPERTAHANKAN OKUPANSI Rony Kristanto Setiawan; Agus Naryoso; Lintang Ratri Rahmiaji; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.604 KB)

Abstract

Grand Candi Hotel merupakan salah satu independent hotel bintang limayang berdiri di Kota Semarang. Okupansi Grand Candi Hotel pada awal tahun2015 sangat rendah, di bawah 60%. Okupansi awal tahun 2015 lebih rendahdibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Rendahnya okupansi disebabkan olehbeberapa faktor, diantaranya: melemahnya kondisi ekonomi Indonesia di tahun2015 yang berdampak krisis pada semua sektor usaha, diterbitkannya surat edaranMen-PAN RB No. 10/2014, dan persaingan bisnis perhotelan yang sangat tinggidengan dibangunnya hotel-hotel baru di Semarang.Dalam menghadapi situasi tersebut, Departemen Marketing KomunikasiGrand Candi Hotel merencanakan berbagai program untuk mempertahankan danmeningkatkan okupansi. Grand Candi Hotel menetapkan konsep branding sebagaithe galery hotel sebagai unique selling propostion (USP), yaitu sebagai satusatunyahotel di Kota Semarang dengan konsep the galery hotel .Peneliti menggunakan audit branding untuk mengevaluasi danmenganalisis branding yang dilakukan oleh Grand Candi Hotel Semarang padatahun 2015. Teori yang dipakai adalah teori branding, teori positioning, dan teorikomunikasi pemasaran terpadu. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatifdengan tipe penelitian audit komunikasi. Teknik pengumpulan data yangdigunakan berupa berupa wawancara dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa Grand Candi Hotel sejak tahun 2000telah menggunakan konsep branding “the galery hotel” untuk mempertahankandan meningkatkan pendapatan hotel. Konsep tersebut diimplementasikan kedalam berbagai program yang ditentukan bersama-sama oleh seluruh HOD danGM. Program-program tersebut berupa kegiatan marketing komunikasi untukmembangun brand value, price value, brand association, brand experience,business to business branding, dan online branding. Dalam pelaksanaanya,ditemukan kekurangan pada pelaksanaan media relations, community relations,pemanfaatan website, pemanfaatan social media, mengukur media coverage,program membership, dan pengurangan pada anggaran branding.Saran peneliti bagi akademis yaitu: bagi penelitian selanjutnyadiharapkan tidak menggunakan indikator keberhasilan branding pada hotel darimeningkatnya okupansi saja, tetapi juga dapat menggunakan indikatorpeningkatan pada jumlah member hotel, peningkatan penjualan pada foods andbaverages, dan penggunaan fasilitas ruangan untuk MICE (Meeting, Incentive,Conference, Exibition).Saran praktis bagi Grand Candi Hotel yaitu: mengadakan programgathering dan media visit, mengelola dan mengayomi suatu forum komunitas,merubah website ke dalam bentuk yang lebih dinamis dan menarik, membuatperencanaan yang matang dalam melakukan online branding, melakukan mediacoverage, meningkatkan jumlah pengguna Priviledge Card Membership,mempertahankan dan meningkatkan service quality pada tamu hotel, sertamelakukan renovasi untuk memperluas fasilitas Grand Sport.
Produksi Program Acara “Pro 2 Activity” di Pro 2 RRI Semarang (Pengarah Kreatif) Antika Yolanza; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.357 KB)

Abstract

Radio Republik Indonesia is the oldest radio station in Indonesia and is the only radio owned by the Indonesian government. As a public broadcasting institution, RRI has a vision of realizing an Indonesian public broadcasting institution as a trusted and worldwide radio. RRI has a very wide network, from Aceh to Papua. However, there are still many young people who don’t know Radio Republik Indonesia. The number of private radios that have sprung up today causes the popularity of RRI decreased. In addition, the image of RRI as news radio and radio for parents in the society, so it is considered less attractive for young people who need entertainment and the latest things. In order to make RRI and its programs known to the public, especially young people, one solution that can be done is to re-concept or re-create the program "Pro 2 Activity" with a new concept by involving students and communities as resource persons in this program. By targeting the youth as target audience, it is hoped that this program will be able to increase radio listeners, especially in Pro 2 RRI Semarang. During the program’s excecution, the author served as a creative director, who is responsible for recreate "Pro 2 Activity" program by creating creative ideas. In "Pro 2 Activity" program, the creative director is responsible for making program scripts and package scripts such as earcatchers, radio dramas (paparazy), viral interludes (selvi), and voxpop. During 8 weeks, the writer and team succeeded in producing 24 episodes of the "Pro 2 Activity" program with a duration of 3 hours in each episode and presenting the youth and communities as resource persons with the concept of the program being packaged differently from before, successfully attract listeners to listen “Pro 2 Activity Program”. Through this program, the writer and team also succeeded in increasing the number of active listeners, which initially only 3 to 4 people in each episode, with a new concept, now the active listeners of "Pro 2 Activity” program is increased 8 to 10 active listeners in each episode.
Produksi Program Acara Berita Feature “Harmoni Islam” di Cakra Semarang TV Sebagai Penulis Naskah Arum Sawitri Wahyuningtias; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.367 KB)

Abstract

Televisi, sebagai media massa memiliki peran yang besar dalam pembentukan opini publik. Televisi menjadi salah satu media massa yang paling disukai masyarakat untuk memperoleh informasi dan hiburan. Karakteristik televisi yang dapat didengar dan dilihat (audiovisual) membuat televisi menjadi primadona bagi masyarakat. Berdasarkan fakta ini, menimbulkan persaingan dalam membuat konten program yang menarik bagi masyarakat antar stasiun televisi.Ketika bulan Ramadhan tiba, berbagai macam acara dihadirkan untuk menemani penonton disela-sela aktivitas. Sehingga, kemunculannya adalah, tayangan bulan Ramadhan yang banyak syarat akan hiburan namun kering dari esensi Ramadhan yang sebenarnya. Harmoni Islam adalah program acara di bulan Ramadhan dengan mengangkat isu-isu yang dekat sekali dengan masyarakat muslim, menjadi solusi ditengah konten program televisi yang tidak memperhatikan kualitas dan edukasi bagi penonton.Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, karya ditayangkan di Cakra Semarang TV setiap hari selama Bulan Ramadhan mulai dari tanggal 28 Juni 2014 sampai 27 Juli 2014 pukul 17.00 WIB. Melalui karya ini diharapkan masyarakat mendapatkan tayangan yang mendidik mengedukasi dan menambah informasi khalayak mengenai serba-serba Islam sehingga meningkatkan ibadah di Bulan Ramadhan dan menambah wawasan khasanah Isla di setiap insan umat muslim.Kata kunci : Program, Berita Feature, Islam, Televisi, Ramadhan.
Produksi Program Radio “Jateng Pagi” di RRI PRO 1 Semarang (Pengarah Acara) Josinita Endah Juniarlin; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.655 KB)

Abstract

Radio Republik Indonesia is the oldest radio in Indonesia and the only government-owned radio that has the vision to realize Indonesia's public broadcasting institution as the largest networked radio, nation character builder, world-class. RRI has very wide network from Aceh to Papua. However, there are still many young people who do not know Radio Republik Indonesia. The number of private radios emerging has made RRI's popularity waning. The main reason is the image of RRI as a radio news and radio for parents, so less attractive for young people who are thirsty for entertainment and the latest things. One solution is to re-concept or re-create "Jateng Pagi" talk show program with a new concept by involving students as resource persons in this program and targeting the youth as the target audience, so it is expected to increase radio audience especially RRI PRO 1 Semarang. During the program's execution, the author served as a creative director who re-created “Jateng Pagi”. The results of the post-production questionnaire showed through the production of "Jateng Pagi", the team succeeded in increasing the number of listeners of "Jateng Pagi" RRI PRO 1 Semarang to 81 listeners. Similarly, at first the active listeners only 3 pepople in each episode, with the new concept now "Jateng Pagi" managed to increase 8 to 19 active listeners in each episode
Persepsi Khalayak tentang Aksi Demonstrasi FPI di Surat Kabar Suara Merdeka Anike Puspita Yunita; Joyo NS Gono; Lintang Ratri Rahmiaji; Taufik Suprihatini
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.563 KB)

Abstract

Pascareformasi, demonstrasi marak terjadi di berbagai daerah di tanah air.Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh anggota Front Pembela Islam (FPI)rupanya memiliki daya tarik tersendiri bagi media massa untuk mengangkatnyamenjadi berita. Suara Merdeka merupakan salah satu media cetak yang menulisdemonstrasi FPI dalam pemberitaannya. Akan tetapi, Suara Merdekamengidentikkan demonstrasi yang dilakukan oleh anggota FPI dengan tindakananarkis dan selalu berujung dengan bentrokan pada berita yang dihasilkannya.Kata-kata bentrokan, kericuhan, keributan, perusakan, dan kemacetan hampirselalu ada dalam berita demonstrasi FPI di Suara Merdeka.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana persepsikhalayak tentang aksi demonstrasi FPI di surat kabar Suara Merdeka. Tipepenelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis resepsi.Dalam analisis resepsi, khalayak dipandang sebagai produser makna, tidak hanyamenjadi konsumen media. Khalayak akan menerima berita demonstrasi FPI yangdibacanya sesuai dengan latar belakang sosial, budaya, dan pengetahuan mereka.Penelitian ini juga menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall, untukmenjelaskan jalannya proses encoding dan decoding berita-berita aksi demonstrasiFPI.Hasil penelitian menunjukkan bahwa khalayak aktif dalammenginterpretasi berita demonstrasi FPI yang diterimanya. Interpretasi khalayakterbagi dalam tiga posisi pemaknaan: dominant-hegemonic position, negotiatedposition, dan oppositional position. Khalayak yang masuk dalam dominanthegemonicposition, memaknai demonstrasi FPI identik dengan tindakan anarkisdi dalamnya. Khalayak tersebut memaknai demonstrasi FPI sesuai dengan maknadominan yang dihadirkan Suara Merdeka. Sementara khalayak dengan negotiatedposition, akan menerima makna dominan yang ada, tetapi mereka memilikipemaknaan alternatif dimana ada campur tangan pihak lain atau pemerintah dalamdemonstrasi FPI. Kemudian tidak ada khalayak yang berada pada posisi oposisi.Hal ini dilihat dari kecenderungan pemberitaan yang seragam.Temuan lain dari penelitian ini yaitu tidak ada korelasi antara perbedaanagama dengan pemaknaan khalayak terhadap berita aksi demonstrasi FPI.
MEMAHAMI FENOMENA CYBERBULLYING YANG TERJADI TERHADAP TRANSGENDER Anastasya Yuca Venina; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyberbullying is an act of uploading or sending messages or images that are abusive and harmful through the digital media or internet that can happen to anyone, including transgender. This study aims to understand the communication process and mindset that can be the reason for someone to do cyberbullying. Qualitative research methods and Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach are used in this study. The theories used as a reference are new media theory, social prejudice theory, and social norm theory. Based on this study, the three informants confirmed the existence of cyberbullying against transgender in social media Instagram. During the 6 (six) months of observation period, there are 3 (three) forms of cyberbullying found, namely flaming, harassment, and denigration. This study found that besides prejudice and social norm embraced by each informant, personal factors such as problems with self-ability, getting influenced by their surroundings, and also envines are the important factors that trigger cyberbullying. In addition, the cyberbullies misinterpret the freedom of expression by using a fake account while they are doing cyberbullying because they feel more comfortable to express their opinion because of the anonymit. The communication process carried out is that the cyberbullies choose whether they want to communicate it to someone else or not and two of the three informants who communicated it to someone else feel that they get a support and also validation so that they consider cyberbullying as a normal thing to do.
Pembuatan Program Talk Show Sore Binggo (Sebagai Pengarah Acara) Frans Agung Prabowo; Triyono Lukmantoro; Lintang Ratri Rahmiaji; Titiek Hendriama
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.81 KB)

Abstract

Radio merupakan salah satu media yang bertahan cukup lama dan bisa bertahan meskipun muncul media-media baru yang lain dalam memberikan informasi dan hiburan. Radio Republik Indonesia (RRI) mulai berdiri sejak 11 September 1945 yang merupakan salah satu radio tertua di Indonesia. Radio Republik Indonesia Semarang juga merupakan radio yang cukup tua dibanding radio-radio swasta lainnya. Radio dengan empat programa ini memiliki programa yang dikhususkan untuk pendengar yang segmentasinya anak muda. Programa tersebut adalah Pro 2 RRI. Pro 2 RRI itu sendiri memiliki program unggulan, salah satunya adalah Sore Binggo.Program Sore Binggo sudah berjalan di Pro 2 RRI Semarang selama 7 bulan dan merupakan salah satu program unggulan di Pro 2 RRI Semarang. Inilah alasan penulis memilih program Sore Binggo untuk dikembangkan lagi. Selain karena program yang baru, penulis juga ingin merubah pandangan pendengar yang mengatakan bahwa RRI merupakan radio orang tua dan hanya berisi berita saja.Tugas penulis adalah sebagai pengarah acara yang bertugas menjalankan acara sesuai dengan run down dan sesuai konsep yang telah dibuat oleh pengarah kreatif serta telah disetujui oleh produser. Promosi dengan menggunakan media sosial seperti twitter, instagram, Line, whatsapp dilakukan sebelum acara berlangsung dan selama acara berlangsung.
Co-Authors ABDURRAHIM DJALINS, RAZI Abimanyu Satriyo Wicaksono Ade Armando Adi Nugroho Adi Nugroho Afi Sultan Ramadhan, Muhammad Afiati Tsalitsati, Afiati Afra Widyawiratih Arini Afra, Adeela Afrilia Wening Anindya Agus Naryoso Agustina Rahmawati Aisyah Nadhilah Arsyi Malik Akmalia Rasyid, Alifa Alya Azma Fazira Alya Nur Hana Amrina, Afrilla Anastasya Yuca Venina Andre Ghozali Putra Riyadi Anike Puspita Yunita Anissa Meiriam Swastinastiti Antika Yolanza Apriyani, Tiara Arbi Azka Wildan, Arbi Azka Arham Syarif, Muhamad Arlinda Nurul Nugraharini Arum Sawitri Wahyuningtias Azalea Puspa Sessarina Azif, Zahra Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Bambang Sadono Bambang Sadono Bayu Satwika, Jonathan Bayu Widagdo, Muhammad Bethania Swasti Akmarani Chela Merchela Funay Dafa H.D, Krisna Desynta Kurnia Hapsari Dhea Ayu Fairuzha Djoko Setyabudi DR Sunarto Dwi Purbaningrum, Dwi Estadista Herdini, Reyna Faiz Syarafullana, Mirwa Farhan Haritz, Abdullah Fitri Damayanti Frans Agung Prabowo Freshia Trinanda Hamid Geralda Mewengkang, Rafaela Ginting, Stefany Hanifah Widyadhana, Nastiti Hanna Oliviati, Nur Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas S, Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hasan Hendratmoko Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrianto Noor Ikhwan Herusna Yoda Sumbara I Nyoman Winata Iffah Shofiyah Ariefah Indra Pratama Isti Prabandari, Ayu Josinita Endah Juniarlin Joyo Nur Suyanto Gono Juwita Veronica Kaisya Ukima Tiara Anugrahani Keke Meidyluana Sitalaksmi Kristiawan Agma Bima Setyanto Liza Margaret, Liza M Bayu Widagdo Maria Gabrielle P., Maria Marisa Arum Larasati Mayangsari Cantika Mutiara Mellisa Indah Purnamasari Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Imaduddin Naabigha, Tsaabitah Nanda Dwitiya Swastha Nisa Bela Dina, Nisa Bela Nisa Safitri, Aiko Nisrina Aulianovanda, Althafa NUR CAHYANINGSIH, DEWI Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurul Hasfi Nurul Syifa, Salsa Octari Ambarita, Angelica Oki Riski Karlisna Osa Patra Rikastana Pehulisa, Karin Primada Qurrota Ayun Puji Purwati Qonita Andini, Annisa Raghabendra, Octova Rakanita Oktaviani Hadi Saputri Rezeki Amalia, Annisa Rieda Anindita Putri, Rieda Anindita Rimadhani Putri Budiana Rizka Rahmawati Rizki Rengganu Suri Perdana Rony Kristanto Setiawan S Rouli Manalu Sabda Nugraha, Detrina Safira Nurin Aghnia Septiana Hadiwinoto, Jessica Siska Ratih Dewanti Sri Budi Lestari Sri Budi Lestari Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Surya Mutumanikam, Gempita Tandiyo Pradekso Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Titiek Hendriama Titiek Hendriama, Titiek Tri Fajariani Fauzia Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vivi Yolanda Wafda Afina Dianastuti Warapsari, Dhyayi Wimala Wimardana Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yoana Putri Elianna Yohanes Erik Wibawa Yoshita Rindha Anggraini Yulistra Ivo Azhari Yunni Wulan Ndari Yunusiah, Septia