Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Kalacakra

ANCAMAN BUDAYA POP (POP CULTURE) TERHADAP PENGUATAN IDENTITAS NASIONAL MASYARAKAT URBAN Istiqomah, Annisa; Widiyanto, Delfiyan
JURNAL KALACAKRA: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v1i1.2687

Abstract

Identitas nasional berkaitan dengan nilai-nilai, sejarah, dan cita-cita yang menyatukan suatu kelompok masyarakat dalam suatu ikatan. Identitas nasional dipahami sebagai suatu kondisi dinamis yang terbentuk dari faktor etnisitas, teritorial, bahasa, agama, dan sejenisnya, selain itu dari faktor pembangunan. Salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika identitas nasional adalah globalisasi. Globalisasi dimaknai sebagai kebebasan masyarakat dunia dalam mengembangkan berbagai aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, teknologi, nilai-nilai, dan budaya. Interaksi masyarakat dunia yang semakin mudah menyebabkan proses transmisi nilai-nilai budaya lintas negara seperti berkembangnya budaya pop di Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan berbagai referensi baik sumber primer dan sekunder yang relevan dengan ancaman budaya pop terhadap penguatan identitas nasional masyarakat urban. Hasil dari kajian penelitian menunjukkan bahwa budaya pop identik dengan perilaku kebarat-baratan yang cenderung pragmatis, hedonis, dan konsumtif. Ideologi tersebut bertentangan dengan ideologi Pancasila yang mengancam bagi bangsa Indonesia dalam penguatan identitas nasional. Dengan demikian, perlu upaya untuk menguatkan  identitas nasional khususnya masyarakat urban yang sudah terpapar dengan budaya pop, melalui: 1) internalisasi nilai-nilai budaya masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan; 2) upaya filterisasi berbagai budaya asing yang dianggap membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan budaya Indonesia; 3) pendidikan multikultural untuk menguatkan pondasi setiap individu agar tidak mudah tercerabut akar budayanya.
PERAN ULAMA SEPUH MAGELANG DALAM MEWUJUDKAN INTEGRASI NASIONAL Delfiyan Widiyanto; Yasnanto Yasnanto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v2i2.4364

Abstract

Gagasan negara Islam dan pendirian negara berdasarkan Islam seringkali menjadi isu disintegrasi bangsa. Kelompok-kelompok ini tidak mengakui keberadaan Pancasila dan negara, sehingga dapat mengancam kebhinekaan Indonesia. Harmonisasi agama dan negara terganggu, bisa memecah belah pertahanan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ulama sepuh Magelang dalam mewujudkan toleransi, kerukunan, toleransi, dan integrasi bangsa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Ulama Tua di Magelang khususnya di Pondok Pesantren Darussalam memiliki peran dalam hal sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, penguatan ideologi negara, dan pengaruh Ulama dalam memahami pluralisme dan multikulturalisme.  
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI BUDAYA SEKOLAH Annisa Istiqomah; Delfiyan Widiyanto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v2i2.4353

Abstract

Pendidikan multikultural dinilai dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang arti penting dari keberagaman. Tujuan dari tulisan ini yaitu menguraikan bentuk implementasi pendidikan multikultural melalui budaya sekolah.  Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan mengumpulkan berbagai referensi yang mendukung kajian terkait. Hasil dari kajian berbagai referensi menunjukkan bahwa pendidikan multikultural  tidak diberikan dalam satu mata pelajaran yang terpisah, tetapi secara implisit terintegrasi dalam seluruh aspek kegiatan pembelajaran melalui budaya sekolah. Budaya sekolah dapat memainkan peran dalam membangun pendidikan multikultural melalui 1) komitmen visi dan misi sekolah terhadap keberagaman; 2) konsep pedagogik kesetaraaan; 3) kurikulum sekolah yang inklusif; 4) metode atau model  pembelajaran yang berpusat pada peserta didik; dan 5) menciptakan kultur pola asuh Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.
PENGUATAN SIKAP BELA NEGARA SISWA DALAM MENANGKAL RADIKALISME Suwandoko Suwandoko; Yasnanto Yasnanto; Delfiyan Widiyanto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v1i1.2688

Abstract

Bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara.  Upaya penguatan sikap bela negara dapat dilakukan di sekolah yang merupakan wahana pendidikan bagi generasi muda bangsa untuk membentuk sikap bela negara  dengan penanaman nilai-nilai Pancasila dalam menangkal adanya paham radikalisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganilis urgensi sikap bela Negara dan menganalisis penguatan sikap bela negara siswa dalam menangkal radikalisme. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis sosiologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa urgensi sikap bela negara yang ditinjau dari aspek filosofis, sosiologis dan yuridis. Penguatan sikap bela negara siswa dalam menangkal radikalisme yang didalamnya terbentuk hubungan sinergi antara kepala sekolah dengan guru dan pembina pramuka melalui pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan pramuka. Sehingga mampu siswa mampu menerapkan nilai-nilai luhur pada Pancasila yang mampu menangkal adanya paham radikalisme.
PELAKSANAAN PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGENEGARAAN Annisa Istiqomah; Delfiyan Widiyanto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v2i2.4355

Abstract

Persaingan dan tuntutan zaman yang semakin bertambah dengan adanya teknologi, persaingan global dan ekonomi dunia perlunya paradigma baru orientasi pendidikan berbasis pengetahuan. Adaptasi kurikulum menjadi salah satu penyesuaian pembelajaran secara formal untuk merespons tuntunan kompetisi global. Mata pelajaran PPKn mengenalkan jati diri dan nilai budaya untuk membentuk warga negara muda yang kritis maupun kreatif. Penilaian hasil belajar menjadi bagian dari menentukan evaluasi terhadap proses pembelajaran. Penilaian terdapat tiga ranah, yaitu; afektif, kognitif dan psikomotorik. Penilaian yang meliputi tiga aspek tersebut untuk mengukur keberhasilan pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar dan perbaikan hasil belajar siswa. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki aspek sikap, pengetahuan, keterampilan. Keseluruhan memiliki bagian-bagian dari penilaian. Menilai pembelajaran hendaknya dirancang sehingga jelas reliabilitas yang harus dinilai, materi penilaian, alat penilaian dan interpretasi nilai. Hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan kurikulum 2013 diantaranya yaitu pembuatan tujuan penilaian, validitas instrumen, penskoran atau rubrik penilaian, pelaksanaan penilaian sikap, pemahaman guru mengenai penilaian keterampilan, penskoran pada rapor, dan perubahan format penilaian pada kurikulum.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM PERSPEKTIF KESEJAHTERAAN EKONOMI Delfiyan Widiyanto; Annisa Istiqomah; Yasnanto Yasnanto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v2i1.3621

Abstract

Kemiskinan merupakan tantangan bangsa yang perlu mendapatkan penyelesaian. Persoalan kemiskinan berhubungan dengan meningkatnya pengangguran, rendahnya kualitas hidup, dan rendahnya pendapat per kapita. Persoalan kemiskinan banyak terdapat di negara berkembang, seperti Indonesia. Salah satu kebijakan pemerintah dalam mengatasi persoalan kemiskinan adalah dengan alokasi dana desa. Kebijakan alokasi dana desa adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari tingkat desa. Bentuk dari penyaluran dana dapat berupa alokasi dana desa dan dana desa. Rencana pendapatan dan belanja desa diatur dalam APBDes yang dibuat oleh pemerintah desa atas partisipasi masyarakat desa. Pengeluaran dana desa terbagi menjadi dua, yaitu pembagunan dan pemberdayaan desa. Pada realitasnya pemanfaatan dana desa lebih pada sektor pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, dll, sedangkan aspek pemberdayaan belum berjalan dengan baik. Hal ini dapat ditinjau dari masih tingginya angka kemiskinan. Penyaluran dana dari pusat ke daerah perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Pemerintah hendaknya melakukan pengawasan dalam proses penyelengaraan program desa. Upaya yang perlu dilakukan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan desa, rencanan anggaran desa yang lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat, pembekalan ketrampilan masyarakat, dan pendampingan pemerintah daerah dalam program pemberdayaan masyarakat desa.
IMPLEMENTASI SEMANGAT KEBINEKAAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukron Mazid, M.Pd; Ahmad Busrotun Nufus; Novitasari Novitasari; Delfiyan Widiyanto; Yasnanto Yasnanto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v4i1.7302

Abstract

Kebinekaan merupakan sebuah perbedaan yang menyatukan, karena bangsa Indonesia terdiri dari multi agama, suku, budaya dan golongan. Bangsa Indonesia patut bersyukur karena keragaman yang universal memberikan warna dan keadaban. Masyarakat merupakan suatu golongan terkecil yang menjadi cerminan sebuah identitas nasional. Oleh karena itu, Kebinekaan menjadi sebuah pengikat perbedaan bagi bangsa. Maka, sebuah kebinekaan harus terus dijaga dan dirawat karena merupakan jati diri bangsa. Dirasa perlu bagi warga bangsa untuk selalu aktif, kritis, analitis dan demokratis dalam berbangsa dan bernegara. Terutama bagaimana penerapan semangat kebinekaan di masa pandemic saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep, urgensi dan implementasi semangat kebinekaan di masa pandemic Covid 19. Jenis Penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, sumber data terdiri atas sumber literatur dengan memilih referensi buku serta jurnal yang mempunyai hubungan kebinekaan di masa pandemi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi semangat kebinekaan di masa pandemic Covid 19 adalah wujud tindakan dengan saling menghormati, menjaga, menolong, dan menghargai sesama. 
REFORMASI SEKOLAH MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY (LSLC) Istiqomah, Annisa; Widiyanto, Delfiyan
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9327

Abstract

Indonesia menduduki posisi terendah dari 79 negara peserta PISA tahun 2018. Rendahnya hasil asesmen PISA di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi kompetensi siswa. Kajian yang dilakukan PISA 2018 melalui angket siswa dan angket sekolah menunjukkan beberapa faktor sebagai berikut: faktor internal (misalnya: ketangguhan/daya tahan, sifat kompetitif, motivasi diri dalam belajar, dan lain sebagainya), faktor eksternal (misalnya, lingkungan belajar yang baik di sekolah atau di rumah, praktik mengajar yang dilakukan guru, serta kelengkapan sarana belajar, dan lain sebagainya). Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengkaji alternatif solusi dalam mengatasi rendahnya hasil asesmen PISA bagi Indonesia melalui pembenahan sekolah dengan mengembangkan model pembelajaran kolaboratif berbasis lesson study for learning community dengan menggunakan pendekatan teori ZPD Vygotsky dan Scaffolding Brunner. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk memperkuat permasalahan yang diteliti dan menjadi dasar dalam memberikan berbagai argumentasi mengenai reformasi sekolah melalui pengembangan model pembelajaran kolaboratif berbasis Lesson Study for Learning Community (LSLC). Sumber penelitian yang digunakan meliputi jurnal, buku, artikel, laporan penelitian, dan sebagainya yang terkait dengan model pembelajaran kolaboratif berbasis Lesson Study for Learning Community (LSLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu rendahnya hasil asesmen PISA untuk Indonesia dapat diatasi dengan melakukan upaya reformasi sekolah melalui pengembangan model pembelajaran kolaboratif Lesson Study for Learning Community (LSLS).
Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Nilai-Nilai TIDAR di Lingkungan Kampus Widiyanto, Delfiyan; Wahyono, Hari; Novitasari, Novitasari; Istiqomah, Annisa; Prasetyo, Riyan
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v5i2.9199

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of students' attitude aspects after taking project-based Citizenship Education courses. Citizenship Education aims to form good citizens and have ideal young citizen skills. As a form of improving the skills of young citizens with education in a formal environment, it has a greater impact on the internalization of values. This study uses a quasi-experimental research type (quasi-experimental design). This study uses a quasi-experimental design without a control or comparison class. The experimental design used is one group pre-test-post-test. The results of the study show that project-based learning can improve attitudes towards Tidar values. These values are in the form of tough, integrative, dedicated, active, and responsive values. Students' responses to project-based learning are easy and they really like the learning that is carried out. However, the improvement in attitudes towards Tidar values has not been maximized in all indicators, especially in tough and active values. In order to be able to increase all values to the maximum, a more comprehensive project learning evaluation needs to be carried out.