Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENYIMPANAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DIRUMAH SAKIT Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO Fajrin, Cicilia; Rusba, Komeyni; Pratamasari, Iin
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1315

Abstract

Pengelolaan limbah medis padat yang termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan karena berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia, keselamatan kerja, serta pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Rumah sakit sebagai penghasil limbah medis wajib menerapkan sistem penyimpanan limbah B3 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penyimpanan limbah medis padat serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada fasilitas penyimpanan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep K3, pengelolaan limbah B3, klasifikasi limbah medis, serta persyaratan teknis penyimpanan limbah B3 di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan menggunakan checklist, wawancara mendalam dengan informan kunci, serta studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petugas yang bertanggung jawab langsung terhadap pengelolaan limbah dan penerapan K3. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual di lapangan dengan standar yang tercantum dalam Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sistem penyimpanan limbah medis padat telah memenuhi sebagian besar persyaratan teknis penyimpanan, seperti penggunaan wadah sesuai karakteristik limbah dan pemisahan limbah berdasarkan jenisnya. Namun, masih ditemukan beberapa aspek yang belum sepenuhnya sesuai, khususnya pada penerapan aspek K3, seperti kelengkapan fasilitas pendukung dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri oleh petugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun penyimpanan limbah medis padat telah berjalan cukup baik, diperlukan peningkatan pengawasan dan penguatan penerapan aspek K3 guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan dampak lingkungan.
Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Karyawan Terhadap Keadaan Darurat Melalui Penguatan Budaya Keselamatan Kerja Di PT. Bhumi Phala Perkasa Balikpapan Sari, Iin Pratama; Budiani, Farrel Luthfi Haidar; Zulfikar, Iwan; Rinaldi, Aditya
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1116

Abstract

Kesiapsiagaan karyawan terhadap keadaan darurat merupakan aspek penting dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), terutama pada perusahaan yang bergerak di bidang workshop, pemeliharaan, dan permesinan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan karyawan, mengevaluasi ketersediaan sarana dan prasarana tanggap darurat, serta mengidentifikasi upaya peningkatan yang dilakukan oleh PT. Bhumi Phala Perkasa Balikpapan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi fasilitas keselamatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menyediakan fasilitas dasar keselamatan seperti APAR, hydrant, jalur evakuasi, alarm kebakaran, serta titik kumpul. Namun, kesiapsiagaan karyawan masih tergolong moderat karena pelatihan tanggap darurat belum dilaksanakan secara rutin, sosialisasi SOP belum merata, dan keterlibatan karyawan dalam budaya K3 masih rendah. Selain itu, ditemukan beberapa kendala seperti tingginya beban kerja operasional dan minimnya inspeksi fasilitas keselamatan berkala. Upaya peningkatan yang direkomendasikan meliputi pelatihan dan simulasi darurat secara rutin, pembentukan Emergency Response Team (ERT), penguatan budaya keselamatan, serta perbaikan sistem dokumentasi dan evaluasi insiden. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem tanggap darurat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan responsif terhadap keadaan kritis.
Penerapan Surat Izin Kerja Aman (Sika) Pada Pekerjaan Overhaul Tangki N-2 Di PT. XYZ Deja, Aurora Bidadari; Noeryanto, Noeryanto; Sari, Iin Pratama
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1118

Abstract

Penerapan ini menganalisis Surat Izin Kerja Aman (SIKA) pada pekerjaan overhaul tangki N-2 di PT XYZ. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi jenis SIKA yang digunakan, mengevaluasi tingkat kepatuhan terhadap prosedur, serta mengkaji kendala dalam pelaksanaannya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumen selama periode Praktek Kerja Industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis SIKA yang diterapkan, yaitu SIKA Panas, SIKA Pergerakan Alat Berat, dan SIKA Ruang Terbatas, telah sesuai dengan potensi bahaya pekerjaan. Namun, tingkat kepatuhan terhadap isi SIKA belum optimal, yang ditandai dengan ketidaksesuaian antara checklist administratif dan kondisi aktual di lapangan. Kendala utama yang dihadapi adalah lamanya proses penerbitan SIKA akibat koordinasi yang kurang efisien dan rendahnya pemahaman pekerja serta pengawas terhadap substansi persyaratan keselamatan dalam SIKA. Disimpulkan bahwa diperlukan penyederhanaan alur persetujuan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, dan validasi lapangan yang lebih ketat untuk memaksimalkan efektivitas SIKA sebagai alat pengendalian risiko.