Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Batu Bara (FABA) Sebagai Kompos Solusi Pertanian Ramah Lingkungan di Nagari Ketaping Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Utama, M.Zulman Harja; Sunadi, Sunadi; Jamilah, Jamilah; Ernita, Milda; Haryoko, Widodo; Thesiwati, Aslan Sari; Diyanti, Afri Rona; Rafindo, Hadi; Amallia, Chairun
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jpmd.v8i2.1224

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Nagari Ketaping Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan pengabdian ini fokus kepada sosialisasi dan pendampingan pembuatan kompos dari limbah batu bara FABA (Fly Ash dan Bottom Ash).Tujuan kegiatan ini adalah memberikan solusi alternatif pengelolaan limbah FABA melalui pemanfaatannya sebagai kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai solusi pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia atau anorganik. Metode pengabdian meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan kompos berbahan FABA serta demonstrasi lapangan di lahan petani.
Pengaruh Bokashi Feses Sapi dan Pupuk Organik Cair Kulit Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Sunadi; Nurfatiah; Afri Rona Diyanti; Milda Ernita; Widodo Haryoko; Aslan Sari Thesiwati
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/czappx15

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis bokashi feses sapi dan konsentrasi POC kulit bawang merah yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan telah dilaksanakan di Jorong Kubang Nan Duo, Kenagarian Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok dari Desember 2024 sampai April 2025 pada ketinggian  tempat 1.400 mdpl. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah bokashi feses sapi yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 0, 5, dan 10 t/ha. Faktor kedua adalah POC kulit bawang merah dengan 3 taraf yaitu: 0, 50, dan 100 ml/L. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, akar terpanjang, jumlah umbi per rumpun, bobot basah dan bobot kering umbi per rumpun, persentase penurunan bobot umbi, produksi umbi kering per hektar, dan klasifikasi umbi. Hasil percobaan diperoleh tidak terdapat interaksi bokashi feses sapi dan POC kulit bawang terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan bokashi feses sapi secara tunggal dapat meningkatkan tinggi tanaman, akar terpanjang, bobot basah umbi per rumpun, bobot kering per rumpun, persentase penurunan bobot umbi, dan produksi umbi kering per hektar. Perlakuan POC kulit bawang merah secara tunggal meningkatkan tinggi tanaman, jumlah umbi per rumpun, dan persentase penurunan bobot umbi. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah dapat digunakan bokashi feses sapi dosis 10 t/ha dan konsentrasi POC kulit bawang merah  50 ml/L.
PENGARUH VARIABILITAS UNSUR IKLIM TERHADAP SERANGAN WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens) DI KABUPATEN PESISIR SELATAN: THE EFFECT OF CLIMATE VARIABILITY ON BROWN PLANTHOPPER (Nilaparvata lugens) ATTACKS IN PESISIR SELATAN REGENCY Suryanto, Fitri Adi; Ernita, Milda; Sunadi, Sunadi; Azhar, Noerlena
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.2.1

Abstract

Meningkatnya populasi wereng batang coklat (WBC) pada tanaman padi dapat dipengaruhi oleh faktor iklim. Perubahan iklim dapat memicu peningkatan populasi serangga hama sehingga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan berpotensi menurunkan hasil produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabilitas unsur iklim, antar lain intensitas radiasi matahari, kecepatan angin, suhu udara, curah hujan, hari hujan dan kelembaban udara terhadap luas serangan WBC di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Metode analisis yang digunakan untuk mengkaji pengaruh variabel iklim terhadap luas serangan WBC adalah analisis korelasi dan regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kecepatan angin dan kelembapan udara berpengaruh signifikan secara parsial terhadap luas serangan WBC. Variabel intensitas radiasi matahari, kecepatan angin, suhu udara, curah hujan, hari hujan, dan kelembapan udara secara simultan memengaruhi luas serangan WBC di Kabupaten Pesisir Selatan selama periode 2015–2024 (F = 2,378; p = 0,034).
PENGARUH JENIS KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) Afri Rona Diyanti; Milda Ernita
Jurnal Embrio Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v17i1.1153

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi varietas jagung hibrida dengan jenis bahan kompos yang diperkaya Trichoderma sp yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produks. Untuk mengetahui varietas jagung hibrida yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi Untuk mengetahui jenis bahan kompos diperkaya Trichoderma sp yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung hibrida. Percobaaan ini dilakukan dari bulan Juli sampai November 2024 di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan dengan ketinggian tempat 18 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam bentuk faktorial, Faktor pertama yaitu Jenis Bahan kompos diperkaya Trichoderma sp terdiri dari 4 taraf yaitu; tanpa kompos, Kompos Jerami Padi, kompos jerami jagung dan kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Sedangkan faktor kedua adalah Pareitas jagung terdiri 3 taraf yaitu; Pioneer23, NK 22 dan Bisi. Selanjutnya masing-masing kombinasi diulang sebanyak 3 kali maka terdapat 36 satuan percobaan berupa plot. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5%. Jika F hitung lebih besar dari F tabel 5%, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), data akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.Berdasarkan kesimpulan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung hibirda dengan pemberian bisi.
Respon Jagung Hibrida (Zea Mays L.) Terhadap Fly Ash Batu Bara Dan Kompos Limbah Tanaman Jagung Erlina E; Widodo Haryoko; Jamilah j; M. Zulman Harja Utama; Sunadi S; Milda Ernita
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2077

Abstract

Penelitian bertujuan mendapatkan respon jagung hibrida diameliorasi fly ash batu bara dan kompos limbah tanaman jagung dilakukan di Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam dari Oktober 2025 – Januari 2026 dengan jenis tanah inceptisol. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor.  Faktor pertama adalah Fly ash batu bara dosis 0, 2, dan 4 t ha⁻¹ dan faktor kedua adalah kompos limbah tanaman jagung dosis 0, 5, dan 10 t ha⁻¹. Hasil percobaan menunjukkan 1) amelioran fly ash batu bara dengan kompos limbah tanaman jagung memperlihatkan interaksi terhadap laju tumbuh relatif, laju assimilasi bersih, umur berbunga jantan dan bobot tongkol per tanaman, 2) Fly Ash batu bara dosis 2 t ha-1  meningkatkan hasil jagung dengan produksi 7.07 t  ha-1, dan 3) kompos limbah tanaman jagung dosis 10 t ha-1. meningkatkan produksi jagung 7.07 t ha-1..
IMPLEMENTASIRIZOBAKTERI SEBAGAI PUPUK HAYATIUNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SOLOK Milda Ernita; Diyanti, Afri Rona; Thesiwati, Aslan Sari; Ermawati, Ermawati; Sunadi, Sunadi; Haryoko, Widodo; Yulfidesi, Yulfidesi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v8i2.876

Abstract

Simpang Tanjung Nan Ampek Village, located in the Danau Kembar Subdistrict of Solok Regency, is one of the key potato-producing areas. Potato production in Solok Regency has reached 28,939 tonnes per hectare (BPS, 2023). To date, potato cultivation in this region has been heavily dependent on synthetic fertilisers and high levels of pesticide use, which can have detrimental effects on both biotic and abiotic components of the environment. One viable solution to mitigate these impacts is the application of local microorganisms, particularly Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR), which are well-known for their ability to enhance nutrient availability, promote plant growth, and improve overall plant health. This community engagement programme aimed to increase farmers’ knowledge regarding the role of PGPR in enhancing potato growth and productivity. The activity was conducted in Simpang Tanjung Nan Ampek Village, Danau Kembar Subdistrict, Solok Regency, in February 2025. The programme employed three main methods: (1) socialisation activities to raise awareness of the functions and benefits of PGPR, (2) training sessions on PGPR propagation techniques, and (3) the practical application of PGPR on potato crops. The programme yielded positive outcomes. Farmers gained a better understanding of the benefits of PGPR, as well as the skills required for its propagation and application on potato plants. The educational and hands-on approaches used in the programme significantly improved the farmers’ knowledge and competence in implementing PGPR. 
Aplikasi Kompos dan Pupuk Organik Cair Azolla Pinnata Terhadap Kadar Nitrogen, Pertumbuhan dan Produksi Padi Gogo Inpago12 Pada Ultisol Ega Rusiani; Jamilah Jamilah; Milda Ernita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.188

Abstract

Padi gogo (Oryza sativa L.) berpotensi dikembangkan di lahan kering marginal seperti Ultisol, namun produktivitasnya masih rendah akibat keterbatasan nitrogen dan kesuburan tanah masam. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis kompos dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) Azolla pinnata serta interaksi keduanya terhadap kadar nitrogen, pertumbuhan, dan produksi padi gogo Inpago12 pada Ultisol. Penelitian dilaksanakan Januari–Mei 2026 di Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama dosis kompos 0; 2,5; 5,0 ton ha⁻¹ dan faktor kedua konsentrasi POC 0; 50; 100; 150 mL L⁻¹, 12 kombinasi perlakuan, 3 ulangan. Data dianalisis dengan ANOVA, dilanjutkan uji DMRT taraf 5%. Hasil menunjukkan interaksi kedua faktor berpengaruh sangat nyata terhadap kadar nitrogen tanaman, dengan kombinasi kompos 5,0 ton ha⁻¹ dan POC 150 mL L⁻¹ menghasilkan kadar nitrogen tertinggi (1,89%), namun tidak nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan produksi. Kompos A.pinnata secara mandiri berpengaruh nyata hingga sangat nyata pada sebagian besar peubah, dengan dosis 5,0 ton ha⁻¹ konsisten memberikan nilai tertinggi, antara lain tinggi tanaman 75 HST (94,09 cm), indeks panen (0,48), dan produksi gabah per hektar (4,03 ton ha⁻¹). POC A.pinnata juga berpengaruh nyata hingga sangat nyata, dengan konsentrasi 100–150 mL L⁻¹ umumnya memberikan hasil tertinggi meski keduanya sering tidak berbeda nyata. Produksi gabah per hektar tertinggi secara deskriptif diperoleh pada kombinasi kompos 5,0 ton ha⁻¹ dan POC 150 mL L⁻¹ (4,31 ton ha⁻¹), meningkat 64% dibanding kontrol (2,63 ton ha⁻¹). Disimpulkan bahwa kombinasi kompos dan POC A.pinnata mampu meningkatkan kadar nitrogen serta memperbaiki kesuburan Ultisol, pertumbuhan, dan produksi padi gogo Inpago12, berpotensi sebagai pupuk organik alternatif ramah lingkungan dan berkelanjutan.