Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

EMPOWERING HOUSEWIVES FOR FAMILY ECONOMIC RESILIENCE IN NAGARI BALAIGURAH, WEST SUMATRA Endrizal, Endrizal; Suharti; Kahanna, Mutia
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1.119

Abstract

For women who are housewives, developing their potential should also be something that needs to be done, especially for those who depend on their husbands for economic income. Such is the case in nagari Balaigurah, District IV angkek, Agam Regency, West Sumatra. Most housewives there have not even realised their potential. This reason is the background of the counselling activities aimed at motivating and exploring the potential of housewives in Nagari Balaigurah, District IV Angkek. The method used in this research is qualitative method. Data was collected by means of in-depth interviews, documentation and Focus Group Discussions. Through this research, it is found that the involvement of Nagari as a stakeholder is an undeniable element to achieve the expected results so that later the potential of housewives who have been explored can synergise with the Nagari programme.
FENOMENA TUKANG OJEK PANGKALAN PEREMPUAN (OPP) DI KOTA PADANGPANJANG PROVINSI SUMATERA BARAT Millenia Larasati; Mutia Kahanna; Suharti
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.231

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi perempuan bekerja sebagai tukang ojek pangkalan (OPP) dan kehidupan sosial ekonomi tukang ojek pangkalan perempuan yang berada di Kota Padangpanjang. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori fenomenologi Alfred Schutz. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Faktor yang melatarbelakangi perempuan bekerja sebagai tukang ojek yaitu, pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, faktor pendidikan, fleksibilitas waktu dan faktor sosial. Kehidupan sosial tukang ojek perempuan pangkalan (OPP) dalam kehidupan sehari-hari meliputi: interaksi sosial, tantangan sosial dan tantangan pekerjaan serta dukungan komunitas. Selanjutnya, kehidupan ekonomi tukang ojek pangkalan perempuan dalam kehidupan sehari-hari mencakup: sumber pendapatan, pengeluaran dan pengelolaan keuangan serta pemberdayaan ekonomi.
TRADISI BAARAK BAKO PADA ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SIMPANG RUMBiO KECAMATAN LUBUK SIKARAH KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT Difa Melani; Mutia Kahanna
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.236

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Tradisi Baarak bako Pada Adat Pernikahan Masyarakat Di Kelurahan Simpang Rumbio Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi baarak bako serta mendeskripsikan makna simbolik yang terkandung dalam tradisi baarak bako. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interpretatif simbolik dari Clifford Geertz. Metode yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi baarak bako merupakan sebuah arak-arakan yang dilakukan oleh pihak bako. Prosesi pelaksanaan diawali dengan memanggil orang, memasak nasi kunik, bararak, dan makan bersama. Makna yang terdapat pada tradisi baarak bako yaitu hubungan kedekatan antara anak pisang dan bakonya. Adapun makna dari barang bawaan bako yaitu carano bermakna tanggung jawab, nasi kunik bermakna hubungan kedekatan anak pisang dan bako, katidiang bagatang bermakna khatam al-quran, selimut bermakna kehangatan dan kasih sayang, kado bermakna penghargaan, katidiang hitam bermakna saling berbagi antar esam.