Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Collaboration as a Value in Islamic Education from Learning from Corpse Management M Nurul Humaidi; Ahmad Saefulloh; Romelah Romelah; Syafrul Nalus; Kadar Risman
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 8 No 3 (2024): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Al-Hayat Al-Istiqomah Foundation collab with Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v8i3.603

Abstract

This article examines collaboration as a core value in Islamic education, focusing on the partnership between two funeral organizations: the Muhammadiyah Branch Leadership Muslim Corpse Association (RKM PCM Palangkaraya) and the Shalahuddin Muslim Family Association (KKM Shalahuddin), which is affiliated with the University of Palangkaraya. The study utilizes a qualitative multi-case research approach to analyze the nature of cooperation, motivations, benefits, obstacles, and challenges in the kifayah process between the two families. Data collection methods included interviews with organizational administrators, observations of the kifayah process, and analysis of organizational charter documents and membership fees. The findings revealed a clear division of responsibilities: RKM PCM Palangkaraya oversees the rituals of washing and praying for the deceased, while KKM Shalahuddin provides equipment and coordinates the burial. This collaboration is vital for ensuring that the burial aligns with Islamic law, despite facing challenges such as communication barriers and funding limitations. The partnership enhances service delivery and nurtures mutual respect between the organizations. However, the lack of prior discussions regarding tahlil practices may create confusion about roles and responsibilities. The study underscores the importance of incorporating effective communication and mutual understanding into educational curricula, allowing students to grasp the values of cooperation and the principles of corpse management in Islam. This knowledge ultimately fosters character development and community skills, highlighting education's role in addressing societal needs within an Islamic framework. Future research is recommended to further investigate tahlil practices in this collaborative context to clarify the roles and responsibilities of each organization.
Faktor Kurangnya Minat Remaja Dalam Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Di Kecamatan Togo Binongko Rahmat; Basri; Madi; Kadar Risman
Andragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/adrg.v5i2.1958

Abstract

Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap individu termasuk remaja. Tingkat kemajuan suatu negara ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya sehingga pendidikan para remaja saat ini akan menentukan kemajuan negara kedepannya. Namun, banyak kalangan remaja yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini tentu saja menjadi perhatian bagi berbagai lintas sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat remaja di Kecamatan Togo Binongko, Kabupaten Wakatobi dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Sampel pada panelitian ini yakni para remaja, orang tua, guru, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi rendahnya minat remaja untuk melanjutkan pendidikan tinggi adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung, kurangnya motivasi dan kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi, serta keterbatasan akses informasi mengenai perguruan tinggi. Selain itu, budaya lokal yang lebih menekankan pada pekerjaan praktis setelah lulus sekolah menengah juga berperan besar dalam mengurangi minat remaja untuk melanjutkan studi.