Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa Di Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya Tahun 2021 Ukhtian Uula Cahyani Firdaus; Alfina Mahfudhotin Ahadah; Suyono
PILAR Vol 2 No 2 (2022): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.096 KB) | DOI: 10.36456/p.v2i2.6912

Abstract

Sebagai generasi penerus bangsa, tentu ada bekal yang harus dimiliki oleh setiap individu. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah adanya pendidikan dan karakter yang baik. Pendidikan merupakan suatu pembelajaran, pengetahuan, keterampilan, dan bahkan suatu kebiasaan yang diturunkan dari tiap generasi selanjutnya. Pendidikan dapat diperoleh dengan adanya bimbingan dari orang lain ataupun dapat kita dapatkan secara mandiri dari diri sendiri. Salah satu pendidikan yang harus diturunkan yaitu adanya pendidikan kewarganegaraan sebagai bentuk wujud dari masyarakat yang cerdas dan juga berkarakter. Kemampuan dalam berpikir kritis, tanggung jawab, dan juga sikap demokratis tak kalah penting dalam menunjang pembentukan karakter generasi penerus bangsa ini. Hal lain yang dapat menunjangnya adalah peran dari beberapa faktor. Dapat melalui peran orang tua dan bahkan peran dari lingkungan sekitar. Di era saat ini, sudah banyak generasi penerus yang menunjukkan sikap bahwa adanya penurunan semangat belajar dalam kehidupannya. Hal inilah yang menjadi titik berat dalam penulisan karya ini. Sebagai sampel, penelitian ini kami lakukan di Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya. Lokasi yang strategis dengan subyek penelitian dari tim mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Pengumpulan data yang dilakukan dengan membagikan kuesioner tersebar langsung kepada masyarakat, yang akhirnya menunjukkan hasil bahwa masyarakat sekitar tersebut setuju bahwa memang seharusnya yang dijadikan pilar pembangunan karakter dan juga jati diri bangsa merupakan Pendidikan karakter, khususnya para generasi penerus. Untuk itu, mari kita bersama-sama menyadari bahwa sebetulnya pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting sebagai bentuk pembentukan karakter bangsa.
ANTUSIAS ANAK-ANAK DESA KERET PADA GERAKAN “SINAU BARENG” DI DESA KERET, KECAMATAN KREMBUNG, KABUPATEN SIDOARJO Suyono Suyono; Nur Octaviana P; Tefanya Laili M; Anggun Widiyanti; Wanda Arieska R
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 3 (2023): DedikasiMU September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i3.6343

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dalam kegiatan gerakan sinau bareng dalam meningkatkan dan menanamkan antusiasme belajar anak-anak yang berada di Desa Keret, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang di lakukan di Desa Keret, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Subyek penelitian ini adalah anak-anak dari kelas 1-6 SD. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti meliputi memulai kegiatan, wawancara, hasil dan pembahasan, diskusi dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya gerakan sinau bareng dapat meningkatkan antusiasme anak-anak dalam belajaran dan dapat meningkatkan materi pembelajaran diluar jam sekolah
Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah: PPM Bagi Guru PKn di Kabupaten Probolinggo Suyono; Dwi Retnani Srinarwati; I Wayan Arsana; Bernadetta Budi Lestari; I Made Arsana
Kanigara Vol 1 No 1 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i1.3232

Abstract

Pendidik Profesional tidak hanya melakukan kegiatannya sebagai pengajar yang baik tetapi juga dengan kompetensi yang professional. Diperlihatkan dengan peningkatan peran yang profesinal dalam penulisan karya ilmiah. Pengabdian pada masyarakat dengan mitra Pengabdian kepada Masyarakat ini bekerjasama dengan mitra para pendidik PPKn se-Kota dan Kabupaten Probolinggo dengan tujuan untuk melatih para Pendidik menulis karya ilmiah dengan bagus, bersamaan dengn mempublikasikan karya tulisnya. Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk kegiatan pelatihan, pangajaran , tanya jawab, diskusi dan praktek menulis karya ilmiah dengan bagus. Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya pelatihan karya tulis ilmiah untuk pendidik PPKn se-Kota dan Kabupaten Probolinggo ini sejalan dengan langkah-langkah yang telah direncanakan sebelumnya. Keefektifan pelatihan ini diukur dengan angket keefektifan dan jumlah guru yang mampu membuat karya tulis ilmiah.
Upaya Deradikalisasi di Lingkungan Masyarakat Melalui Implementasi Sosial Dalam Nilai-Nilai Pancasila Suyono; Suhartono; I Wayan Arsana; Dwi Retnani Srinarwati
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.5056

Abstract

Pengabdian pada masyarakat kerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan di desa Desa Kebaron Kecamatan Tulangan kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur dengan tujuan untuk sosialisasi dan penyuluhan dan bimbingan deradikalisasi di lingkungan masyarakat melalui implementasi sosial dalam nilai-nilai pancasila dengan baik, bersamaan dengan mempublikasikan karya tulisannya. Adapun kegiatan yang telah dilakukan dalam bentuk kegiatan Sosialisasi, bimbingan dan penyuluhan dan tanya jawab, dan cara mengatasi apabila di desa Kebaron Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo berkembang paham radikal. Adapun kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2021 sampai 10 Januari 2022 yang menempati Kantor desa Kebaron, Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan Sosialisasi dan penyuluhan dan bimbingan pada masyarakat Desa Kebaron Kecamatan Tulangan Sidoarjo dengan tujuan guna memberikan penjelasan pada warga masyarakat Kebaron tentang paham radikalisme dan bahaya-bahaya, yang ditimbulkan dan ada iktiar dari warga masyarakat sejak awal dalam menanggulangi masuknya paham radikalisme di Desa Kebaron. Metode yang dipakai dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat tersebut memberikan edukasi melalui penjelasan interaktif, berikutnya tanya jawab. Dalam pelaksanaan PPM dari 36 peserta yang telah hadir pada kegiatan PPM sebanyak 18 peserta telah paham hakikat radikal, dan dampak yang timbul apabila paham ini dibiarkan menyebar di masyarakat, dan cara menanggulangi paham radikal. Dapat diketahui dari pertanyaan pendahuluan yang ditanyakan oleh pemateri kepada peserta yang hadir, para peserta dapat menjawab pertanyaan secara urut. Peserta yang telah memahami paham radikal dari perwakilan kelompok Karang taruna, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat dan perwakilan dari Ibu-ibu PKK. Mereka menyampaikan bahwa pengetahuan paham radikal diperoleh dari Melihat tayangan TV, siaran radio dan media sosial. Sedang peserta lainnya belum paham pengertian paham radikal, dan hanya sebatas pelaku radikal merakit dan memiliki BOM dan dapat mengancam dan membahayakan keselamatan warga Masyarakat.
Patronage Network for the 2020 Bohar Village Head Election (PILKADES) Suyono Suyono; Bernadetta Budi Lestari; Kinanda Pandu Listanto; Jihan Aulia Salma
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 9, No 1 (2024): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v9i1.13623

Abstract

This study describes the Implementation of the Bohar Village Head Election Patronage Network that supports the success of the victory of the elected Village Head which is understood through patronage theory that is built and developed through knowledge and skills resources, private property resources and public ownership resources. To understand this, researchers formulated two research questions.  How is the patronage network built by the elected village head to win power? How does the Bohar village's political patronage network impact public services? Through a qualitative method approach with a case method approach, this study found that the victory of the power of the elected Village Head was built on personal strength, patronage relations and patrimonial politics.  Local cultural values are exploited as resources for imaging the victory of the power of the Elected Village Head. The patronage network that underpinned the victory of power of the elected village head in Bohar Village which had implications for the weakening of the Village Institution. Village democracy has become hijacked under the guise of the welfare of villagers.
Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Daerah terhadap Konstruksi Pemerintahan di Desa Bohar Sidoarjo Suyono; I Wayan Arsana
Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.511 KB) | DOI: 10.57251/hij.v2i2.832

Abstract

The general election for regional heads or the 2020 Sidoarjo post-conflict local election should be an important stage in social and state life, because in this post-conflict local election, the community is involved or is involved as a fundamental element that determines the functioning of democracy. Democracy will maintain its sanctity in the hands of post-conflict local election organizers and the people. One of the political crimes and legal deviations that tarnishes the image of a democratic party is money politics. This study aims to analyze the practice of money politics carried out by political elites with the aim of buying people's votes and forms of politicians'behavior that damage government buildings. The research method used is qualitative research equipped with an analytical, conceptual approach, prioritizing primary data and secondary data with qualitative analysis. The results of the study show that the causes of the practice of money politics carried out by political elites with the aim of buying people's votes include: money is the root of problems and damage to government and democracy buildings, and the power of bribery practices has entered the deepest pores or networks of people's lives. , both to fight for and reap the values and norms of goodness, justice, and human dignity.
Etika dan Keamanan Digital dalam Penggunaan AI di Kelas SMA Wachid Hasim 5 Surabaya Suyono; Suhartono; Icha Dwi Listari; Meia Melati Putri; Valentina Suryani Ades; Efrandi Arnoldus Sandur
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jm9f2426

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan yang menuntut guru untuk memahami etika dan keamanan digital, terutama dalam penerapannya di kelas. Namun, banyak guru di SMA Wachid Hasyim 5 Surabaya masih kurang terlatih, sehingga diperlukan pendampingan untuk mampu meningkatkan kompetensi mereka. Kegiatan ini yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan guru dalam menerapkan etika dan keamanan digital saat menggunakan AI di dalam kelas, serta memetakan potensi yang dimiliki sekolah untuk upaya pengembangan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Pendekatan yang digunakan Asset Based Community Development (ABCD) dengan 5 (lima) tahapan: 1) Wawancara Apresiatif untuk memahami kebutuhan guru; 2) Pemetaan Potensi (Assets Mapping) untuk mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki sekolah; 3) Tautan dan Mobilisasi Aset (Linking and Mobilizing Assets) dengan memanfaatkan kompetensi guru, fasilitas, dukungan dari komunitas; 4) Penyusunan Rencana Aksi; dan 5) Monitoring dan Evaluasi. Peserta yang terdiri dari 25 guru, termasuk kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Kegiatan ini yang berhasil meningkatkan antusiasme dan respons positif para peserta, dengan 68% guru menyatakan materi yang disampaikan baik dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, 56% peserta merasa praktik relevan dalam menerapkan AI secara etis di dalam kelas.
Seni Tari Sebagai Media Pendidikan Karakter: Penguatan Nasionalisme Pada Peserta Didik SMA Risma Widia Ramadhanti; Dwi Retnani Srinarwati; Suyono Suyono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18633

Abstract

Ekstrakurikuler tari adalah kegiatan tambahan yang berkontribusi menumbuhkan rasa nasionalisme peserta didik, khususnya menjaga kebudayaan lokal yang merupakan bagian dari warisan bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi kegiatan ekstrakurikuler tari dalam meningkatkan rasa nasionalisme peserta didik di SMA Antartika Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik, guru PPKn, pembina ekstrakurikuler tari, wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Antartika Sidoarjo dilaksanakan dengan baik dan tersusun sistematis sebagai bagian dari program yang ada di sekolah. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari kebijakan, anggaran, dan sarana yang disediakan sekolah. Proses menumbuhkan dan menguatkan rasa nasionalisme di SMA Antartika Sidoarjo dilakukan dengan menggabungkan kegiatan di dalam dan di luar kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler seni tari memberikan kontribusi memperkuat rasa nasionalisme peserta didik. Kontribusi ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, tanggung jawab, semangat kesatuan, dan kerja sama, serta sikap menghormati berbagai budaya.
Penggunaan Quizizz Sebagai Asesmen Formatif Sejarah Kelahiran Pancasila Peserta Didik Kelas VI Choirudin Abdul Ghoni; Dwi Retnani Srinarwati; Suyono Suyono; Akhmad Qomaru Zaman
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.2026121.480

Abstract

This study aims to examine the effect of using Quizizz as a formative assessment instrument on student learning outcomes in the History of the Birth of Pancasila material. Low learning achievement due to monotonous evaluation methods requires the integration of technology in learning. This research applied a quantitative approach with a quasi-experimental method using a Nonequivalent Control Group Design. The population included all seventh-grade students at SMPN 3 Candi Sidoarjo, with sampling conducted via random sampling technique, selecting class VII-8 as the experimental group and class VII-3 as the control group. Data collection instruments consisted of learning outcome tests (pretest and posttest) which were valid and reliable. Data analysis was performed using the Independent Sample T-Test inferential statistic after meeting the normality and homogeneity prerequisite tests. The results showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between the two groups. Students who used Quizizz-based assessment obtained significantly higher average learning outcomes compared to students who used conventional assessment. This study concludes that Quizizz is proven effective as an adaptive evaluation alternative and capable of improving student learning outcomes in Pancasila Education subjects.
Hubungan Kegiatan Keagamaan dengan Pembentukan Karakter Religius Siswa Kelas VIII Maimunatul Latifah; Dwi Retnani Srinarwati; Akhmad Qomaru Zaman; Suyono Suyono; Suhartono Suhartono
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.2026121.489

Abstract

This study aimed to describe the implementation of religious activities, identify the level of religious character, and examine the relationship between both variables among eighth-grade students at SMP Negeri 16 Gresik. The study used a quantitative correlational design. The population consisted of 295 students, and 75 students were selected through proportionate random sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires on religious activities and students' religious character. Data analysis employed descriptive statistics, normality and linearity tests, Pearson Product Moment correlation, and coefficient of determination. The results show that religious activities were in the high category (M = 61.46), while students' religious character was also high (M = 61.00). The prerequisite tests confirmed normal distribution and linear relationship. Hypothesis testing revealed a positive and significant relationship between religious activities and students' religious character (r = 0.612; p < 0.05). Religious activities contributed 37.4% to the formation of religious character. These findings indicate that systematic school religious programs support the internalization of religious values in students' daily lives.
Co-Authors Abi Yazid Busthomi Abil Wafa Almaulana Achmad Ali Rizal Agnes Sandri Diana Selek Agung Sundoro Aisyah Akhmad Qomaru Zaman Aldila Novitasari Alfina Mahfudhotin Ahadah Alfrianti Alfrianti Anggun Widiyanti Arfiansyah Dewa Artija Aris Ispriyanti Aviv Syafiin Rifai’i BERNADETTA BUDI LESTARI Billy Jack Sony Choirudin Abdul Ghoni Dhetty Eko Dionisius Ronaldino Fernandes Dugis Dwi Retnani Srinarwati Dwi Setyawati Efrandi Arnoldus Sandur Ella Djamilah Syah Erdianto Widogo Ermelinda Wamul Flavintus Risando Gunita Gunita Hartono Hartono I Made Arsana I Wayan Arsana Icha Dwi Listari Icha Dwi Listari Icha Nurul Laili Fitrah Imam Syafi’i Intan Duwi Irnawati Jihan Aulia Salma Kinanda Pandu Listanto Laila Puspitasari Lailatul Rohmah Lailis Saadah Lizaristi Berliana Putri Maimunatul Latifah Marsela Keventina Iwas Masullah Aprilia Mayta Nur Azizah Meia Melati Putri Mia Fitria Nisa'Q Miftahuniz Miftahuniz Mohammad Solehudin Muh. Ikbar Alfaruk Muhammad Bintang Prayoga Muhammad Rizki Rizal Maulana Natasha Bilqies Andriayani Natasha Bilqies Andriyani Nazhwa Lahmirza Masyithoh Nonik Fatimatuz Zahroh Nur Octaviana P Nur Sabilatul Ulfa Pandu Rudy Widyatama Patrisia Karmenita Ngene Priyastutik Priyastutik Putri Nabilla Mujo Widyaharum Ratu Aimartasia Rayhan Kanza Albani Reza Nur Alfiani Agustin Risma Widia Ramadhanti Shecyl Ananda Agusta Putri Shisi Raisyah Everdiana Siti Mahluk Attus Sholihak Sugeng Ariyanto Suhari Suhartono Suhartono Suhartono Sumani Sumani Taris Puteri Oktaviani Tarizkya Nianwardani Tefanya Laili M Ukhtian Uula Cahyani Firdaus Valentina Suryani Ades Vani Soraya Vicha Cahyani Kueain Wanda Arieska R Yew Yun Xin Zohaib Hassan Sain