Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Manajemen Tekanan Cuff ETT terhadap Aspirasi Sekret dan VAP pada Pasien Ventilasi Mekanik di ICU RS Murni Teguh Medan Sartika Hutahaean; Nur Asnah Sitohang; Mula Tarigan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57806

Abstract

Ventilasi mekanik merupakan sistem bantuan napas untuk mempertahankan pertukaran gas pada pasien dengan gangguan pernapasan berat, yang memerlukan pengendalian jalan napas buatan secara terstandar dalam keperawatan kritis. Pengelolaan tekanan cuff Endotracheal Tube (ETT) oleh perawat ICU penting untuk menjaga airway seal, karena tekanan yang tidak optimal dapat menyebabkan kebocoran mikro, aspirasi sekret, dan meningkatkan risiko Ventilator-Associated Pneumonia (VAP). Oleh karena itu, pemantauan tekanan cuff menggunakan manometer perlu dievaluasi efektivitasnya dalam praktik klinik. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas manajemen tekanan cuff ETT terhadap aspirasi sekret dan VAP pada pasien ventilasi mekanik. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan post-test only with control group design. Sampel sebanyak 82 pasien diambil dengan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 41 pasien). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi aspirasi sekret dan Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS). Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan pengaruh manajemen tekanan cuff ETT terhadap aspirasi sekret pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p<0,001 (p<0,05) serta ada perbedaan pengaruh manajemen tekanan cuff ETT terhadap angka kejadian VAP pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p<0,001 (p<0,05). Manajemen tekanan cuff ETT yang terkontrol secara rutin efektif dalam mencegah aspirasi sekret dan menurunkan risiko VAP.
Efektivitas Inspiratory Muscle Training (IMT) Terhadap Weaning ventilator pada Pasien ICU Di RS Murni Teguh Medan Normi Hotriani Purba; Nur Asnah Sitohang; Mula Tarigan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57932

Abstract

Weaning ventilator merupakan proses pelepasan ventilasi mekanik secara bertahap hingga pasien mampu mempertahankan pernapasan spontan secara adekuat tanpa bantuan alat selama minimal 48 jam setelah ekstubasi. Proses ini berperan penting dalam menentukan luaran klinis pasien ICU, namun masih menjadi tantangan karena tingginya angka kegagalan, reintubasi, serta komplikasi seperti ventilator-associated pneumonia yang berkaitan dengan kelemahan otot pernapasan. Intervensi seperti Inspiratory Muscle Training (IMT) diperlukan untuk meningkatkan kekuatan otot inspirasi dan mendukung keberhasilan weaning ventilator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas IMT terhadap keberhasilan weaning ventilator pada pasien ICU. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan pre test–post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 78 pasien ventilasi mekanik yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 39 kelompok intervensi yang diberikan IMT dan 39 kelompok kontrol dengan perawatan standar. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi fisiologis (HR, RR, TD, SpO₂, suhu, dan RSBI), dengan analisis data menggunakan uji t dependen atau Wilcoxon serta t independen atau Mann–Whitney sesuai distribusi data. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan rerata parameter fisiologis (TD, HR, RR, suhu, SpO₂, dan RSBI) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dengan nilai p < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan IMT. Pada kelompok kontrol juga terjadi perubahan rerata parameter fisiologis, namun tidak signifikan dan tidak sebesar kelompok intervensi. Selain itu, terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa IMT lebih efektif dalam meningkatkan kondisi fisiologis dan keberhasilan weaning ventilator pada pasien ICU. IMT disarankan sebagai intervensi pendukung dalam praktik keperawatan ICU untuk meningkatkan parameter fisiologis dan keberhasilan weaning ventilator pada pasien kritis.
Efektivitas Terapi Musik dalam Menurunkan Mual Muntah Pada Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tania Cristine Br Barus; Mula Tarigan; Farida Linda Sari Siregar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58235

Abstract

Mual muntah akibat kemoterapi atau chemotherapy induced nausea and vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping yang paling sering dialami pasien kanker payudara dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien selama menjalani terapi. Walaupun terapi antiemetik telah diberikan, sebagian pasien masih mengalami mual muntah sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis sebagai terapi pendamping. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi musik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi musik dalam menurunkan mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi musik selama 25 menit sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan saat kemoterapi berlangsung, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi antiemetik standar. Instrumen penelitian menggunakan Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan mual muntah yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi musik dengan nilai p-value <0,05. Hasil uji Mann Whitney juga menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada hasil posttest dengan nilai p-value <0,05. Terapi musik efektif dalam menurunkan mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.