Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kualitas Air Bersih Masyarakat Di Sekitar Tempat Pembuangan akhir (TPA) Sampah Talumelito Hasan, Ruslin; Suleman, Rahman; Ali, Indra Haryanto
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No 2 (2022): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v12i2.2497

Abstract

Final Disposal Site (TPA) The existence of a waste Final Processing Site (TPA) has the potential to be a source of water pollution. This study is a descriptive study, the sample used in this study is water used by the community around the Talumelito TPA location, which was taken at 5 different points. The results showed that of the 5 water samples taken, the pH, temperature, and TDS parameters met the requirements, while for turbidity, there were 2 samples taken from point 2 and point 3 that did not meet the requirements because they had a turbidity value of 26.7 NTU, and 26.9 NTU. This result is not in accordance with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017, namely the NAV for water turbidity is 25 NTU. The conclusion of this study is that the turbidity for the samples obtained from point 2 and point 3, which is clean water consumed daily by the people in that place, does not meet the requirements. Meanwhile, the parameters of pH, temperature, and TDS in water taken from 5 sampling locations met the requirements.
Penyuluhan Kesehatan di SDIT Nurul Fikri: Langkah Edukatif Menghadapi Ancaman Diare Hapsari, Restiana Kartika Mantasti; Tazkiah, Misna; Fadhilah, Noor Ahda; Ali, Indra Haryanto; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian; Nisa, Mufatihatul Aziza; Noor, Ihya Hazairin
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/3xtae265

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada anak-anak usia dini. Penyakit ini dapat dicegah melalui edukasi kesehatan, khususnya tentang pentingnya mencuci tangan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa kelas I SDIT Nurul Fikri Banjarbaru dalam mencegah diare melalui penerapan teknik cuci tangan tujuh langkah. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan berbasis video animasi, praktik cuci tangan bersama, dan sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa tentang diare dan kemampuan mencuci tangan secara benar. Program ini menegaskan pentingnya edukasi berbasis visual dan praktik langsung dalam membangun kebiasaan hidup bersih pada anak-anak. Dengan demikian, pendekatan ini berpotensi menjadi model preventif untuk mengurangi kejadian diare di kalangan anak sekolah.
Implementasi Program “Jumat BERSAMA” dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Desa Lok Baintan Dalam Ali, Indra Haryanto; Audia, Rifa; Wahyuni, Sri; Aufa, Ahmad Arrizki
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i1.130

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah RT.02 dan RT.03 Desa Lok Baintan Dalam masih menjadi tantangan utama yang memengaruhi kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah secara benar menjadi alasan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan edukatif dan aksi gotong royong. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan menggunakan leaflet, pelaksanaan gotong royong, dan pemasangan media edukatif berupa banner. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2024 dengan melibatkan partisipasi aktif warga dan aparat desa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan warga berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dengan rerata nilai meningkat dari 44.00 menjadi 84.67 (p = 0.000). Kegiatan gotong royong mampu mengurangi jumlah sampah di lingkungan dan menumbuhkan solidaritas sosial. Pemasangan banner turut memperkuat pesan edukatif secara visual dan menjadi media pengingat permanen di ruang publik desa. Selain perubahan perilaku, kegiatan ini juga memunculkan tokoh lokal yang berpotensi menjadi agen perubahan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan edukatif dapat menciptakan perubahan perilaku dan transformasi sosial dalam pengelolaan sampah di tingkat komunitas.
Hubungan Peran Petugas Surveilans dengan Tindakan Masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Ali, Indra Haryanto; Imelda Tumulo; Bun Yamin M. Badjuka; Tumartony T. Hiola; Hamka; Hadrianti Haji Darise Lasari
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.91

Abstract

Kejadian DBD di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun dan menyebar luas, penyakit ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. DBD adalah penyakit menular yang paling umum menimpa anak-anak. DBD masih menjadi masalah kesehatan, karena masih banyak wilayah endemis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran petugas surveilans dengan tindakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel yang digunakan petugas surveilans tersebar di 10 Puskesmas dan masyarakat di 10 Puskesmas di ambil 1 penderita di masing-masing Puskesmas dan 8 KK disekitar rumah penderita DBD sehingga sampel masyarakat yaitu 80. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai signifikansi (p value) sebesar 0.001 < ? 0.05 dan nilai chi square hitung sebesar 11.723 > chi-square tabel 3.841. Kesimpulan ada hubungan peran petugas surveilans dengan tindakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk.
Intervensi Edukatif Berbasis Komunitas untuk Pencegahan Stroke pada Lansia: Studi di Kabupaten Banjar Ridha, Muhammad Rasyid; Ali, Indra Haryanto; Andiarsa, Dicky; Rosadi, Dian; Fadillah, Noor Ahda; Fakhriadi, Rudi; Musafaah, Musafaah; Tazkiah, Misna
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2ytz6s54

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia. Lansia di panti sosial merupakan populasi yang sangat rentan akibat prevalensi hipertensi yang tinggi dan keterbatasan pengetahuan tentang pencegahan stroke. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sebuah intervensi edukatif berbasis komunitas dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stroke pada lansia. Sebuah studi pra-pasca (one-group pre-test post-test design) dilakukan terhadap 17 lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera II, Kabupaten Banjar. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan tunggal tentang epidemiologi, faktor risiko, gejala, dan pencegahan stroke. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Tekanan darah juga diukur untuk melihat profil risiko. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired t-test. Terjadi peningkatan yang signifikan secara statistik dalam skor pengetahuan peserta (nilai rata-rata pre-test: 60; post-test: 80; p < 0.001). Namun, pengukuran tekanan darah mengungkapkan bahwa 68% peserta mengalami kondisi prehipertensi hingga hipertensi stage 3. Intervensi edukatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan stroke. Namun, tingginya prevalensi hipertensi yang tidak terkelola menunjukkan bahwa edukasi saja tidak cukup. Diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, yang mengintegrasikan promosi kesehatan dengan pemantauan klinis faktor risiko secara rutin untuk dampak yang lebih nyata.
The relationship between environmental sanitation and nutritional status with soil-transmitted helminths infection in elementary school children Maksum, Tri Septian; Mokodompis, Yasir; Ali, Indra Haryanto; Nurfadillah, Ayu Rofia
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2023): gema wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i2.360

Abstract

Soil-Transmitted Helminths (STH) infection is still a significant public health problem worldwide, including in Indonesia. This infection is caused by worms whose life cycle requires a soil medium in the maturation of eggs or larvae into an infective form and mainly occurs in children of primary school age. Poor environmental sanitation and malnutrition are the leading causes of STH infection. This study aims to determine the relationship between ecological sanitation, nutritional status, and STH infection incidence in elementary school children. This type of research is descriptive research. The research location is SDN 22 Telaga Biru, Telaga Biru District, Gorontalo Regency. The sample was 32 SDN 22 Telaga Biru students, obtained using the total sampling technique. Data was collected using questionnaire instruments, Body Mass Index (BMI) examinations, and fecal examinations at the UPTD Regional Health Laboratory Center of Gorontalo Province. The data were further analyzed univariately. The results showed that most environmental sanitation conditions did not qualify, such as latrine conditions (68.8%), SPAL conditions (75.0%), trash can conditions (87.5%), and clean water facilities (68.8%). Nutritional status (BMI/U) was most in the normal category (65.6%), and no helminth eggs were found in respondents (negative STH), so a relationship analysis could not be carried out. It is suggested that the school and parents support government programs related to providing mass worm-prevention drugs.
Hubungan Kualitas Fisik Air Bersih dan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Kejadian Stunting Datunsolang, Sitti Wasila; Badjuka, Bun Yamin M; Ali, Indra Haryanto
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v4i1.981

Abstract

Stunting di Provinsi Gorontalo merupakan tertinggi keempat secara nasional yaitu sebesar 29,0%, untuk Kota Gorontalo yaitu sebesar 26,5% hal ini menjadi atensi bagi pemerintah dalam meningkatkan upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo hingga 14% pada tahun 2024. Kondisi sanitasi dan hygiene lingkungan secara tidak langsung dapat mempengaruhi prevalensi stunting karena menyebabkan masuknya penyakit pada tubuh balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas fisik air bersih dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian stunting di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 sampel. Teknik pengambilan sampel penelitian yaitu simple random sampling menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Analisis data menggunakan SPSS dengan indeks kepercayaan 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitas fisik air bersih (p-value 0,002) dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p-value<0,001) dengan kejadian stunting di Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo. Kesimpulan terdapat hubungan kualitas fisik air bersih dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian stunting di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.Stunting in Gorontalo Province is the fourth highest nationally, namely 29.0% for Gorontalo City, namely 26.5%. This is a concern for the government as it increases efforts to accelerate stunting reduction in Gorontalo Province to 14% by 2024. Sanitation and hygiene conditions The environment can indirectly influence the prevalence of stunting because it causes disease to enter the bodies of toddlers. The aim of the research was to determine the relationship between the physical quality of clean water and the habit of washing hands with soap and the incidence of stunting in Lekobalo Village, Kota Barat District, Gorontalo City. Quantitative research design with a cross-sectional approach. The number of samples was 80. The research sampling technique is simple random sampling using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Data analysis used SPSS with a confidence index of 0.05. The results of statistical tests show that there is a significant relationship between the physical quality of clean water (p-value 0.002) and the habit of washing hands with soap (p-value <0.001) and the incidence of stunting in Lekobalo Village, Kota Barat District, Gorontalo City. The conclusion is that there is a relationship between the physical quality of clean water and the habit of washing hands with soap and the incidence of stunting in Lekobalo Village, West City District, Gorontalo City.
Sociopreneur Pembuatan Gantungan Kunci Dari Limbah Sampah Plastik Pada Warga Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia “Budi Sejahtera” Martapura Hamka, Hamka; Haryanto Ali, Indra; Rizqo Abdillah, Ahmad; Awaluddin Zidane, Muhammad
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2059

Abstract

Latar Belakang: Pendekatan kewirausahaan sosial yang diterapkan dalam proyek ini mencerminkan sinergi antara inovasi, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan memberdayakan masyarakat lansia untuk menciptakan produk yang bermanfaat, kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan limbah, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan komunitas. Tujuan: Mengurangi limbah plastik serta meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi lansia melalui pembuatan gantungan kunci berbahan dasar limbah plastik. Metode: Pemberdayaan Masyarakat ini melibatkan warga Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia “Budi Sejahtera” Martapura. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan yang komprehensif berupa pelatihan partisipatif dengan tahapan pengumpulan bahan baku dari masyarakat, penyediaan peralatan, pembentukan tim kerja, serta pelatihan kewirausahaan yang meliputi edukasi kepada lansia mengenai pentingnya daur ulang sampah, proses pemilahan, pembersihan, pemotongan, pencampuran resin, pencetakan, hingga finishing produk gantungan kunci. Hasil: Adanya peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai, serta terbukanya peluang ekonomi melalui penjualan produk. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan kepercayaan diri lansia, sementara dari sisi lingkungan, berkontribusi nyata dalam pengurangan sampah plastik dan pencemaran lingkungan. Kesimpulan: kegiatan sociopreneur ini membuktikan bahwa melalui pendekatan inovatif berbasis partisipasi, lansia dapat diberdayakan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi.
Peningkatan Gerakan Berhenti Merokok untuk Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Hiola, Tumartony Thaib; Mahdang, Putri Ayuningtias; Mustafa, Yanti; Ali, Indra Haryanto
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v4i2.15407

Abstract

World Health Organization (WHO) states that cigarette smoke environment is the cause of various diseases, in active and passive smokers. Health problems that arise at this time are the result of unhealthy behavior, this can be prevented if the focus is on health efforts for family and community independence to have a clean and healthy lifestyle (PHBS). One of the breakthroughs is through the Community Healthy Life Movement (GERMAS). The purpose of this community service is to provide education and socialization of the Stop Smoking Movement to Support the Community Healthy Life Movement (GERMAS) in Pauwo Village. The method of implementation is: visiting houses where active smokers are present, then conducting a pre-test as initial data to determine public understanding of the dangers of smoking and the importance of clean and healthy living habits; After that, education and leaflets that are designed as attractive as possible are given so that people are interested in reading them. Leaflets contain information about the dangers of smoking, tips on quitting smoking and the importance of implementing PHBS; and finally, an evaluation was carried out using a post-test questionnaire. The results of the activity show that there is an increase in people's understanding of the dangers of smoking and the importance of implementing PHBS in everyday life. The conclusion of this community service is that the community's understanding of smoking and the importance of implementing PHBS in life to support the GERMAS program has increased.
Advokasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Banjarbaru: Advocacy for Smoke-Free Areas (SFA) in Banjarbaru City Khairiyati, Laily; Ali, Indra Haryanto; Khadijah, Siti; Sutaji, Sutaji; Saleha, Anis Kamila
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i1.10332

Abstract

One way to protect the public from exposure to cigarette smoke is to implement Smoke-Free Areas (SFAs). This activity was carried out through KTR advocacy in Banjarbaru City for the period May - August 2024. The implementing elements consisted of the Advocacy Team, the Health Office, Regional Work Units (RWUs), educational institutions, religious institutions, and student organizations in Banjarbaru City. The implementation method consisted of Initial Coordination, Audiences and FGD, SFA Task Force Coordination Meetings, Monitoring and Visual Intervention, Educational Socialization in schools, and Institutional Advocacy to RWU. The results of the activity included obtaining permits and directions for SFA activities, gaining support for SFA implementation in 7 settings, strengthening task force coordination, and using cigarette advertising tax data. In addition, it led to the signing of inter-agency commitments, the proposed revisions to the Task Force Decree, and the establishment of an online reporting system. The results of monitoring the implementation of SFA in Public Transportation recorded the highest violation rate at 75%, followed by public places (73.33%) and children's playgrounds (64.29%). Meanwhile, places of worship (40.38%) and workplaces (34.62%) showed moderate levels of violations. The socialization of SFA in schools received a positive response from students and teachers. The advocacy stage of the RWU, through a structural advocacy approach, increased awareness and institutional responsibility for the SFU policy. Strengthening the cross-agency reporting system, providing more extensive educational media in public spaces, and replicating socialization activities across other school levels are needed.