Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Transformasi Pesta Pernikahan Dari Tradisional Ke Modern Pada Masyarakat Di Kota Palopo Abdullah, Aulia Ramadhani; Awaru, A. Octamaya Tenri; Ridha, M. Rasyid
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.17933

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana bentuk transformasi pesta pernikahan dari tradisional ke modern pada masyarakat di Kota Palopo. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian sebanyak 9 orang yang dipilih melalui teknik informan purpose sampling dengan kriteria informan yaitu pasangan yang sudah menikah pada tahun 2020-2024, orangtua yang berusia 40-70 tahun, memiliki status sosial, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam berbagai aspek pernikahan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan member check. Teknik analisis data digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk transformasi pesta pernikahan dari tradisional ke modern pada masyarakat di Kota Palopo yaitu prosesi pertunangan, sesi foto prawedding, pemilihan baju pengatin, penentuan lokasi pernikahan, penggunaan jasa pernikahan, dan pelaksanaan akad nikah dan resepsi. Pesta pernikahan mengalami transformasi di Kota Palopo. Perubahan ini mencerminkan pergeseran nilai dan kebiasaan masyarakat akibat modernisasi dan teknologi. Salah satu perubahan utama terlihat dalam prosesi pertunangan yang awalnya bersifat tertutup kini menjadi lebih terbuka dan mewah. Meski mengalami modernisasi, beberapa tradisi tetap dipertahankan sebagai bentuk pelestarian budaya.
Sosialisasi Ruang Ekologis Berbasis Nilai-Nilai Religius Pada Masyarakat Nelayan di Desa Liya One Melangka, Wangi-Wangi Selatan Wakatobi Rifal, Rifal; Ahmadin, Ahmadin; Malihu, La; Ridha, M. Rasyid; Sanur, Ilham Samudra
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1775

Abstract

Artikel ini membahas sosialisasi ruang ekologis berbasis nilai-nilai religius pada masyarakat nelayan di Desa Liya One Melangka, Wangi-Wangi Selatan Wakatobi. Rendahnya tingkat kesadaran ini membuat beberapa praktik yang kurang ramah lingkungan masih terjadi, seperti penggunaan alat tangkap yang merusak terumbu karang. Selain itu, sebagian besar masyarakat belum menguasai konsep ekologi dasar, seperti keanekaragaman hayati dan keberlanjutan. Walaupun masyarakat desa ini memiliki kepercayaan yang kuat terhadap ajaran agama, kaitan antara ajaran tersebut dan upaya pelestarian lingkungan belum sepenuhnya terefleksi dalam keseharian mereka. Metode dalam artikel ini dalam tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tindak lanjut. Nilai-nilai religius seperti menjaga amanah dari Tuhan sering kali belum terwujud dalam tindakan ekologis yang konkret, terutama dalam aktivitas penangkapan ikan dan pengelolaan sumber daya laut dengan melakukan sosialisasi dan pembagian brosur ruang ekologis dan religius.
“Pasang Ri Kajang” Di Era Generasi Milenial: Eksistensi dan Resistensi Alvira, Evi; Ridha, M. Rasyid; Ahmadin, Ahmadin; Najamuddin, Najamuddin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8783

Abstract

Penelitian penulisan artikel ini bertujuan untuk menyelidiki peran generasi milenial dalam melestarikan kepercayaan masyarakat adat Kajang. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan jenis penelitian di mana temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau perhitungan lainnya. Pengumpulan data melibatkan empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Generasi milenial di masyarakat adat Kajang memiliki peran krusial dalam mempertahankan kepercayaan tradisional dengan terlibat dalam pendidikan, berpartisipasi dalam upacara adat, bekerjasama dengan komunitas lokal, menerapkan nilai-nilai sehari-hari, dan mendapatkan dukungan keluarga. Faktor-faktor yang terlibat dalam melestarikan kepercayaan adat Kajang mencakup kesadaran akan identitas budaya, tantangan era modern, partisipasi dalam acara adat, persepsi terhadap nilai-nilai tradisional, keterlibatan dalam proses pembelajaran, inovasi, kesadaran akan nilai ekonomi dan sosial, serta penerimaan terhadap perbedaan. Generasi muda yang menempuh pendidikan di luar kawasan tetap setia pada Pasang Ri Kajang dan norma adat ketika kembali ke kampung halaman.
Pendirian Koperasi Makarorrong UPTD SMAN 1 Nosu: Prosedur, Tantangan, dan Manfaat Sebagai Sarana Pendidikaan Kewirausahaan Peserta Didik Halim, Muhammad Hamka; Majdina, Richlah Nur; Ridha, M. Rasyid; Suhaeb, Firdaus W.; Najamuddin, Najamuddin
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 7 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i7.4458

Abstract

This study aims to describe the procedures, challenges, and benefits of establishing the Makarorrong Cooperative at UPTD SMAN 1 Nosu as a means of entrepreneurship education for students. The research used a descriptive qualitative approach with data collection through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, involving the head of the education unit, deputy head of student affairs, cooperative advisors, and cooperative administrators from teachers and students. The results showed that the establishment of the cooperative was carried out through stages of internal planning meetings, the formation of a founding committee, the drafting of the articles of association, and socialisation to the school community, with the active involvement of all elements of the school as a determining factor for success. However, this process also faced obstacles in the form of limited capital, a lack of managerial training, and minimal external support from the local government. The Makarorrong Cooperative has a positive impact on students, particularly in terms of character building, independence, cooperation, leadership, and a basic understanding of business management gained through hands-on practice. Thus, the cooperative functions not only as a school economic institution but also as a laboratory for entrepreneurship education based on real-world experience. This study confirms that the development of school cooperatives requires a participatory approach and continuous guidance in order to function optimally