Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) Dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X MIA 1 SMAN 7 Gowa Dewi, Nurwana; Ridha, M. Rasyid; Bustan, Bustan
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah sampai saat ini masih banyak menggunakan pembelajaran tradisional, baik ceramah atau eksplanasi. Dalam pembelajaran sejarah yang hanya memaparkan materi dengan ceramah dirasa kurang efektif, karena peserta didik sulit untuk mengerti dan memahami materi. Penelitian Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT)  Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X MIA 1 SMAN 7 Gowa merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar sejarah siswa kelas X MIA  1 SMAN 7 Gowa setelah menerapkan model pembelajaraan Kooperatif Teams Games  Tournament (TGT). Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 1 SMAN 7 Gowa yang berjumlah 24 orang dengan 10 orang siswa laki-laki dan 14 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan 3 kali pertemuan pada masing-masing siklus melalui 4 tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi tindakan; (4) refleksi tindakan. Pengumpulan data motivasi belajar dilakukan dengan pengisian angket motivasi dan observasi langsung selama penelitian, sedangkan pengumpulan data terkait hasil belajar dilakukan dengan  pembagian lembar pretest diawal pertemuan dan lembar post test di akhir pertemuan. Hasil penelitian terkait motivasi belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata motivasi siswa berada pada kategori sedang yakni 70.17% dan pada siklus II rata-rata motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi yakni 81.00%. Hasil penelitian terkait hasil belajar siswa menunjukkan bahwa sebelum penerapan model pembelajaran TGT rata-rata hasil belajar siswa berada pada kategori sangat rendah dengan skor 43.33%. Pada siklus 1 rata-rata hasil belajar siswa berada pada kategori rendah dengan skor 53.75%. Dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan skor 80.83%. berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar sejarah siswa kelas X MIA 1 SMAN 7 Gowa.
Objek Wisata Rammang-Rammang Kabupaten Maros 2012-2021 Rohim, Nur Fatimah; Ahmadin, Ahmadin; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberian gambaran latar belakang keberadaan awal Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, proses perkembangan Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, dan dampak keberadaan Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros bagi masyarakat sekitar maupun bagi pemerintah kabupaten maros. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sehingga dalam proses penelitiannya menggunakan metode penelitian yang sesuai dengan kaidah keilmuan sejarah yang terdiri tas beberapa tahapan. Tahapan tersebut ialah heuristik, kritik, intrepetasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kabupaten Maros memiliki potensi Pariwisata yang dapat dikembangkan secara maksimum oleh kelompok sadar wisata dan unit ekowisata badan usaha milik desa Desa Salenrang, sehingga objek wisata rammang-rammang resmi memiliki izin pengelolaan sejak tahun 2015 oleh pemerintah Kabupaten Maros. Keberadaan objek wisata rammang-rammang memberikan dampak bagi kehidupan perekonomian, baik bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan kabupaten maros pada umumnya yang dapat dilihat melalui meningkatnya taraf hidup masyarakat.
Deskripsi Indikator Program Keluarga Berencana di Provinsi Kalimantan Utara Ridha, M. Rasyid; Goma, Edwardus Iwantri
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v1i2.373

Abstract

Bagi sebagian besar negara berkembang, jumlah penduduk yang besar, tingkat pertumbuhannya yang masih tinggi, dan penyebaran antar daerah yang tidakseimbang merupakan gambaran umum penduduk secara kuantitatif. Permasalahan jumlah dan komposisi penduduk menjadi masalah utama di bidang kependudukan.Dalam beberapa dekade terakhir sejak era tahun 1980-an negara-negara berkembang dan tertinggal mulai menyadari pentingnya mengurangi tingkat pertumbuhan penduduknya. The International Conference on Population and Development Program of Action (ICPD) 1994 secara eksplisit menjadikan target program demografi dan keluarga berencana untuk mendukung kebijakan secara luas yang mencakup kebijakan reproduksi termasuk didalamnya program keluarga berencana.Hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan kenaikan laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari 1,45 persen pada periode 1990-2000 menjadi 1,49 persen pada periode 2000-2010. Kalimantan Utara merupakan provinsi pemekaran yang terbentuk tahun 2011 baru menjadi pembahasan dalam SDKI secara terpisah dari Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2017. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan menggambarkan kondisi capaian program Keluarga Berencana di Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan beberapa indikator TFR, CPR, Modern CPR, MKJP, Unmeet Need dan Pengetahuan Akseptor Keluarga Berencana dibandingkan dengan capaian Provinsi lainnya di wilayah Regional Kalimantan dan Nasional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder hasil SDKI 2017 dengan analisis deskriptif. Indikator – indikator program Keluarga Berencana disajikan dan dianalisa dalam bentuk grafik. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan capaian Provinsi Kalimantan Utara untuk indikator TFR 2,8; CPR 52,8; Modern CPR 46.9; MKJP 8,5; Unmeet Need 15,8. Hampir di semua indikator yang digunakan untuk mengukur program keluarga berencana provinsi Kalimantan Utara mendapatkan nilai di bawah provinsi-provinsi lainnya yang berada di regional Kalimantan dan juga nasional.
Eksistensi Gua Leang-Leang 2000-2020, Suatu Kajian Sejarah Pariwisata Radiatul, Radiatul; Ridha, M. Rasyid; Ahmadin, Ahmadin
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lukisan di Gua Leang-Leang atau di kenal dengan sebutan Goa Leang-Leang. Goa ini merupakan situs bersejarah goa purba di Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan. Taman prasejarah Leang-Leang memberikan gambaran kehidupan manusia masa lampau. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui eksistensi dan menganalisis factor pendukung pengembangan Taman Prasejarah Leang-Leang Kabupaten Maros sebagai destinasi wisata sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: heuristik (pengumpulan data/sumber), kritik sumber, interpretasi atau penafsiran sumber, dan historiografi (penulisan sejarah). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta analisis terhadap data yang diperoleh maka dapat dikatakan bahwa, letak Taman Prasejarah Leang-Leangsangat strategis dengan lingkungan alam yang masih asli kekhawatiran ancaman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab serta ingin mengeksploitasi bebatuan yang usianya sudah ribuan tahun hanya untuk kepentingan diri sendiri dengan memanfaatkan situasi yang ada menjadi perhatian khusus. Selain itu masih terdapat fasilitas yang perlu adanya pembenahan maupun pemeliharaan demi kenyamanan pengunjung. 
Masyarakat Polongbangkeng dalam Upaya Penolakan NIT di Polongbangkeng, 1945-1950 Risal, Muhammad; Ridha, M. Rasyid; Malihu, La
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya penolakan NIT di Polongbangkeng, reaksi masyarakat Polongbangkeng dalam menolak kehadiran NIT, serta untuk mengetahui dampak penolakan NIT di Polongbangkeng. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode Sejarah yang terdiri dari atas empat tahap yakni: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.Hasil penelitian ini menunjukkan: Reaksi masyrakat Polongbangkeng pada saat mengetahui keberadaan NICA di wilayah Polongbangkeng tentunya menolak hal tersebut termasuk pembentukan NIT karena menganggap bahwa NIT ini dapat mengancam kemerdekaan Indonesia. Dalam rangka untuk menolak NIT maka dibentuklah LAPRIS yang berkedudukan di Borongkaramasa di Polongbangkeng, yang diketuai oleh Kelaskaran Lipan Bajeng dan pada saat itu di wakili oleh Ranggong Dg. Romo dari Polongbangkeng. Dalam rangka penoalakan NIT perjuangan dilakukan kurang lebih 5 tahun (1945-1950) terdapat dua bentuk yaitu perjuangan fisik dan perjuangan non fisik perjuangan ini diperiodesasikan menjadi masa Gerakan Muda Bajeng dan Lipan Bajeng bersama LAPRIS. Adapun Dampak dari penolakan masyarakat Polongbangkeng terhadap NIT dari sisi politik ialah terbentuknya LAPRIS yang merupakan persatuan ke-19 laskar di Sulawesi Selatan yang berfokus pada penolakan pembentukan NIT. Adapun dampak dari sisi ekonomi ialah ditandai dengan besarnya jumlah ekspor beras di Suawesi Selatan terkhusus didaerah Polongbangkeng. 
Petani Kelapa Sawit di Kampung Bukit Makmur Kabupaten Berau, 2014-2020. Sari, Shinta Purnama; Ridha, M. Rasyid; Wati, Fitra Widya
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang keberadaan petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur Kabupaten Berau, perkembangan petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur Kabupaten Berau, dan untuk mengetahui Keadaan sosial ekonomi petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur Kabupaten Berau. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari 4 tahap, yakni Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa (1) latar belakang keberadaan petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur dikarenakan ketersediaan lahan yang mencukupi, dilaksanakannya program Desa yang berfokus pada pertanian dan perkebunan, harga kelapa sawit yang semakin tinggi, serta beban kerja yang cukup ringan membuat banyak petani kelapa sawit memiliki pekerjaan sampingan, (2) perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur yakni dimulai pada fase awal penanaman dan pengembangan (2014 – 2017), kemudian berlanjut ke fase produksi dan periode perkembangan (2018 – 2020), dan (3) pengaruh keberadaan perkebunan kelapa sawit bagi petani kelapa sawit di Kampung Bukit Makmur dapat dlihat dari segi ekonomi dan sosial. Kehidupan ekonomi petani kelapa sawit semakin berkembang jika dilihat dari pendapatan, kualitas rumah, dan kepemilikan aset lainnya. Sedangkan dalam kehidupan sosial petani kelapa sawit dapat dilihat dari sistem kekerabatan, hubungan kerjasama, waktu kerja, dan pendidikan yang semakin berkembang dari tahun ke tahun.
Pelabuhan Belang-Belang di Kabupaten Mamuju, 1993-2020 Ramli, Sapriani; Najamuddin, Najamuddin; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang pembangunan Pelabuhan Belang-belang, perkembangan, dan dampaknya terhadap bidang sosial dan ekonomi mayarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelabuhan belang-belang dibangun pada tahun 1993 karena keberadaan pelabuhan dibutuhkan oleh masyarakat sebagai alat transportasi dan perdagangan, serta wilayah Belang-belang sangat strategis sebagai tempat dibangunnya pelabuhan. Dalam perkembangannya, pelabuhan ini dapat memperlancar transportasi laut keluar dan masuk ke Kabupaten Mamuju. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan bongkar muat barang dan pada tahun 2015 memfasilitasi masyarakat dengan kapal penyebrangan. Akan tetapi, kurangnya jumlah masyarakat yang menggunakan sarana transportasi penyebrangan tersebut, fungsi itu kemudian dihapuskan sehingga pelabuhan belang-belang telah berfokus pada pengangkutan barang dan peti kemas. Hadirnya pelabuhan Belang-belang memberikan dampak terhadap masyarakat, dengan tersedianya lapangan pekerjaan dan memberikan perubahan terhadap kehidupan masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan serta membantu pembangunan ekonomi wilayah terkait.
Character education during the Glory of Islam in Baghdad Awwal, Muhammad Al; Sanur, Ilham Samudra; Ridha, M. Rasyid; Rahman, Abdul
Jurnal Edukasi Terkini Vol. 1 No. 2 (2024): JET - Desember
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/kh3hgj89

Abstract

This study covers religion and morality, which have a close and inseparable relationship, where good morality reflects the quality of a person's religiosity. In Islam, morality is considered not only an important component of religious teachings but also a basis for building a prosperous and civilised society. This study examines the relationship between religion, morality, and the success of Islamic civilisation with a focus on the contribution of the Abbasid Dynasty, especially the city of Baghdad, to the advancement of science, technology, and government administration. In addition, this study also tries to explain the role of Baghdad as a centre of global trade, culture, and education that drives the progress of the Islamic world. Heuristics, criticism, interpretation, and historiography are the four main steps in the historical research method. The purpose of this study is to show that religion and morality play an important role in building successful civilisations. With its headquarters in Baghdad, the Abbasid Dynasty made great advances in administration, science, and technology that still influence the world today. To build individuals and societies with character, good moral education is the main foundation for building an advanced and civilised civilisation. When citizens possess ethical frameworks to guide their actions and decisions, civilisations flourish. By prioritising moral education, societies can foster a sense of responsibility and community, eventually leading to greater social cohesion and progress.
Sosialisasi Penerapan Pembelajaran Sejarah Melalui Team Games Tournament dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Menciptakan Peserta Didik yang Aktif di SMAN 10 GOWA Khaeruddin, Khaeruddin; Tati, Andi Dewi Riang; Ridha, M. Rasyid; Asmunandar, Asmundandar; Balkis, Syarifah
Pinisi Journal of Community Service Volume 1, Nomor 2, 2024
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode ceramah yang digunakan dalam pendidikan memiliki kelemahan dengan dominasi guru yang menghambat kreativitas dan keaktifan siswa, serta kurang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern yang menekankan keterampilan belajar abad ke-21. Selain itu, metode ini tidak mampu secara maksimal mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa yang justru dapat menurunkan minat belajar dan pemahaman terhadap materi. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk mempertimbangkan dan menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik sehingga menghasilkan peserta didik yang kooperatif, kompetitif dan aktif. Metode yang digunakan yaitu kooperatif learning. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi metode kooperatif learning dengan tipe TGT (Team Games Tournament) di kelas X. 2 SMAN 10 Gowa dapat dikatakan memuaskan dan berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Hal ini dibuktikan dengan peserta didik yang kooperatif, kompetitif dan aktif pada saat proses pembelajaran. Kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, dimana peserta didik menunjukkan antusiasme selama pembelajaran sejarah berlangsung. Team Games Tournament merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan rendahnya minat peserta didik terhadap mata pelajaran sejarah.
Transformasi Pesta Pernikahan Dari Tradisional Ke Modern Pada Masyarakat Di Kota Palopo Abdullah, Aulia Ramadhani; Awaru, A. Octamaya Tenri; Ridha, M. Rasyid
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.17933

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana bentuk transformasi pesta pernikahan dari tradisional ke modern pada masyarakat di Kota Palopo. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian sebanyak 9 orang yang dipilih melalui teknik informan purpose sampling dengan kriteria informan yaitu pasangan yang sudah menikah pada tahun 2020-2024, orangtua yang berusia 40-70 tahun, memiliki status sosial, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam berbagai aspek pernikahan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan member check. Teknik analisis data digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk transformasi pesta pernikahan dari tradisional ke modern pada masyarakat di Kota Palopo yaitu prosesi pertunangan, sesi foto prawedding, pemilihan baju pengatin, penentuan lokasi pernikahan, penggunaan jasa pernikahan, dan pelaksanaan akad nikah dan resepsi. Pesta pernikahan mengalami transformasi di Kota Palopo. Perubahan ini mencerminkan pergeseran nilai dan kebiasaan masyarakat akibat modernisasi dan teknologi. Salah satu perubahan utama terlihat dalam prosesi pertunangan yang awalnya bersifat tertutup kini menjadi lebih terbuka dan mewah. Meski mengalami modernisasi, beberapa tradisi tetap dipertahankan sebagai bentuk pelestarian budaya.