Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Biosense

STUDI ETNOBOTANI TANAMAN BERKHASIAT OBAT BERBASIS PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT SUKU OSING DI KECAMATAN LICIN BANYUWANGI Khotimah, Kusnul; Nurchayati, N.; Ridho, Rosyid
JURNAL BIOSENSE Vol 1 No 01 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.182 KB)

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Suku Osing pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Banyuwangi khususnya. Proses ini sudah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Akan tetapi, saat ini ada kecenderungan tradisi ini mulai ditinggalkan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menggali kembali pengetahuan tentang spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat Suku Osing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan dan mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat yang ada dimasyarakat Suku Osing Kecamatan Licin Banyuwangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2017 di 3 desa yaitu Desa Tamansari, Desa Licin, dan Desa Segobang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan teknik survei, wawancara semi terstruktur dan kuisioner. Sampel berjumlah 70 responden meliputi masyarakat yang dianggap memahami tentang tumbuhan obat. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat 43 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat. Tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat Suku Osing didominasi oleh spesies tumbuhan dari famili Zingiberaceae, diantaranya kunyit (Curcuma longa Linn) sebesar 55% dan sirih (Piper bettle Rosc) dari famili Piperaceae. Masyarakat Suku Osing memperoleh tanaman obat dengan cara: liar sebesar 32%, budidaya sebesar 39%, dan membeli 29%. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan untuk obat adalah daun sebesar 30%, rimpang sebesar 27%, bunga sebesar 13%, buah sebesar 8%, batang sebesar 9%, akar sebesar 6%, dan getah sebesar 7%. Jenis penyakit yang paling banyak diobati menggunakan obat adalah penykit tidak menular sebesar 47%, penyakit menular sebesar 30%, dan penyakit kronik sebesar 23%. Cara pengolahan tumbuhan obat diminun tanpa direbus sebesar 34%, diminum setelah direbus 45%, dan dioleskan sebesar 21%. Kata kunci: Etnobotani, Tanaman obat, dan Suku Osing Banyuwangi
Hubungan Kepadatan Nerita undata dengan Tipologi Mangrove di Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Sujatmiko Arif Rafi; Ridho Rosyid; Fuad Ardiansyah
JURNAL BIOSENSE Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.822 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v3i2.1158

Abstract

Gastropoda Nerita undata merupakan salah satu spesies yang memiliki ingsang dan operculum dari famili neritidea, gastropoda ini merupakan gastropoda umum yang ditemukan di vegetasi hutan mangrove Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo, gastropoda ini hidup berkelompok dengan membebentuk koloni sebagai komunitas yang mendiami hutan mangrove dengan populasi yang beragam dan berada dalam jumlah besaran dan kondisi yang berbeda pula. Mangrove dapat mengakumulasikan material organik yang terbawa oleh aliran air, sehingga terjadi adanya sedimentasi yang kemudian oleh gastropoda untuk tempat mencari makan, dan habitat tempat tinggal. Tujuan penelitian ini untuk: (1) Untuk mengetahui kepadatan Nerita undata pada hutan mangrove Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo; (2)Untuk mengetahui indeks nilai penting hutan mangrove di Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo; (3)Untuk mengetahui keterkaitan kerapatan mangrove dengan kepadatan Nerita undata pada hutan mangrove Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo.Metode yang digunakan dalam pengambilan data vegetasi mangrove yaitu dengan metode transek plot, pada tiap transek masing-masing dibuat plot dengan ukuran 20m×20m untuk pohon, kemudian didalam plot tersebut dibuat plot yag lebih kecil berukuran 10m×10m untuk tregakan pancang, dan didalam plot ini dibuat lagi plot berukuran 5m×5m untuk ukuran tiang. Hubungan kepadatan Nerita undata di vegetasi hutan mangrove resort kucur taman nasional alas purwo menununjukan bahwa hubungan antara kerapatan vegetasi mangrove dengan kepadatan Nerita undata menunjukan dengan nilai R2 =1. Hal ini menujnukan bahwa kenaikan kerapatan jenis mangrove diikuti oleh tingginya kepadatan Nerita undata sehingga kerapatan vegetasi mangrove seperti jenis mangrove Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata juga berpengaruh terhadap keberadaanya.