Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL UNTUK MEMPERMUDA PENCARIAN KOLEKSI BUKU DAN PEMBARUAN DATA ANGGOTA Angela Un Bria, Apriani; Krispina S. Lopo, Yohana; Avensiana Abi, Maria; Moreno Tegaona, Arthur; Ronaldy Kabu, Desky; B. Njurumana, Isto; Kopong, Mateus; Joakim Fernandez, Aloysius; B. Ndang, Yohana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Perpustakaan modern dituntut untuk menyediakan layanan yang cepat, akurat, dan mudah diakses. Namun, banyak perpustakaan sekolah masih menggunakan sistem manual yang menyebabkan proses pencarian buku dan pembaruan data anggota menjadi lambat serta tidak efisien. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem perpustakaan digital yang mampu mengintegrasikan pendataan buku, pencarian koleksi berbasis kata kunci, manajemen anggota, dan proses sirkulasi secara otomatis. Metode yang digunakan adalah pendekatan Research and Development (RD) dengan model Waterfall, yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa digitalisasi perpustakaan mempercepat proses pencarian buku, meningkatkan kerapian data, dan mempermudah pemantauan peminjaman. Waktu pencarian buku yang sebelumnya lebih dari lima menit berkurang menjadi kurang dari satu menit melalui fitur pencarian digital. Selain dampak praktis, pengembangan sistem ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan literasi informasi, manajemen sumber belajar, dan kualitas layanan perpustakaan sekolah sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.
Analyzing the Mathematical Thinking Flexibility of Pre-Service Mathematics Teachers in Solving Quadratic Inequalities Aloysius Joakim Fernandez; Akbar Nasrum
Global Journal of Mathematics Education Vol. 1 No. 2 (2026): GJME (Jan - Jun)
Publisher : PT. Integrasi Sains Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the mathematical thinking flexibility of pre-service mathematics teachers in solving quadratic inequalities, identify the strategies they employed, and explore the factors contributing to the dominance of procedural approaches. The study adopted a mixed methods approach using an explanatory sequential design. The participants consisted of 22 undergraduate students enrolled in a Real Analysis course in a Mathematics Education program. Data were collected through a mathematical problem-solving test and semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The findings revealed that all participants relied exclusively on the interval testing method to solve the given problems. No participants employed alternative strategies, such as factor sign analysis, graphical representation, completing the square, or function property analysis. Furthermore, all participants used only symbolic-algebraic representations and did not demonstrate key indicators of mathematical thinking flexibility, including the ability to generate multiple solution strategies, explain relationships among different strategies, and evaluate the effectiveness of the strategies used. Interview findings indicated that the predominance of procedural approaches was influenced by prior learning experiences, the belief that interval testing is the only correct method, and limited opportunities to explore diverse mathematical representations. These findings suggest that obtaining correct answers does not necessarily reflect an adequate level of mathematical thinking flexibility.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK Arnoldus Fernandez; Aloysius Joakim Fernandez; Yustinus Didimus Nai
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14090

Abstract

This study aims to determine the effect of the problem-based learning model on the mathematical problem-solving ability of eighth-grade students at SMPK Sta. Maria Assumpta Kupang in the 2025/2026 academic year. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental design, specifically a one-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of 26 students from class VIIIC, selected using total sampling technique. Data collection tools included observation sheets for teacher and student activities, as well as pretest and posttest questions to measure mathematical problem-solving ability. Data analysis involved descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis, including normality test using Kolmogorov-Smirnov and hypothesis test using Paired Samples T-Test with SPSS 26 software. The results showed that: (1) the implementation of the problem-based learning model ran well, with the activity of teachers and students classified as very good (97.32% and 94.16% respectively); (2) there was a significant effect of the problem-based learning model on students' mathematical problem-solving ability, as evidenced by the significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 < 0.05 and the calculated t-value of 26.457 > the t-table value of 2.060. Thus, the problem-based learning model is effective in improving the mathematical problem-solving ability of eighth-grade students at SMPK Sta. Maria Assumpta Kupang. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII SMPK Sta. Maria Assumpta Kupang tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, yaitu one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 26 peserta didik kelas VIIIC yang dipilih dengan teknik total sampling. Alat pengumpul data meliputi lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta soal pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial, yaitu uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis dengan Paired Samples T-Test menggunakan perangkat lunak SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan model pembelajaran berbasis masalah berjalan dengan baik, dengan aktivitas guru dan peserta didik tergolong sangat baik (masing-masing sebesar 97,32% dan 94,16%); (2) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 26,457 > nilai t tabel sebesar 2,060. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis masalah efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII SMPK Sta. Maria Assumpta Kupang.
Sosialisasi Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika di Sekolah Menengah Pertama Wilfridus Beda Nuba Dosinaeng; Michael Fernandez; Yohana Rina Rowa; Kristoforus Djawa Djong; Irmina Veronika Uskono; Meryani Lakapu
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v6i12023p27-34

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didasarkan pada hasil analisis situasi bersama para guru mata pelajaran matematika tentang dibutuhkannya suatu pendekatan yang dapat menarik minat para siswa dalam belajar matematika dan mampu menciptakan suatu proses pembelajaran yang bermakna. Pendekatan etnomatematika dipilih sebab kaya akan nilai budaya, bersifat kontekstual, dan sejalan dengan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir ilmiah dan pendidikan karakter melalui integrasinya dalam pembelajaran matematika. Unsur budaya yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu lopo, salah satu rumah tradisional Suku Timor yang dekat dengan kehidupan keseharian para siswa. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Di tahap persiapan, Tim bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika merancang maket berbentuk lopo yang akan digunakan pada saat pembelajaran di kelas. Maket ini berfungsi sebagai media pembelajaran untuk membantu para siswa dalam mempelajari konsep-konsep matematika khususnya geometri. Pembelajaran diawali dengan deskripsi singkat tentang lopo sebagai artefak budaya dan kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi unsur-unsur matematis melalui pengamatan dan pengukuran langsung pada maket lopo. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan baik. Pada kegiatan evaluasi, guru mata pelajaran dan para siswa mengungkapkan antusiasme terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Mempelajari matematika menggunakan alat peraga sudah pernah dilakukan di kelas, namun melibatkan budaya dalam pembelajaran matematika merupakan suatu pengalaman yang baru serta menambah wawasan para guru dan siswa bahwa matematika sebenarnya dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.