Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN BONEKA TANGAN KARAKTER WAYANG SEBAGAI MODEL SALURAN KAMPANYE Winny Gunarti Widya Wardani; Rina Wahyu Winarni; Ndaru Ranuhandoko
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.56904

Abstract

Cangik and Limbuk are two characters in wayang kulit plays that are often performed to entertain the audience. Through dialogue full of humor, the characters of this mother and child often become a means to convey various information and at the same time accommodate public complaints. The popularity of Cangik and Limbuk has the potential to be used as a campaign channel. This is because the success of the campaign is also influenced by the communication channel. This study examines the design of hand puppets wayang characters of the Cangik and Limbuk as campaign channel models. Qualitatively, this study uses a multimodal approach in visual modalities which consists of visualization of verbal and nonverbal texts as visual elements in the hand puppets of the Cangik and Limbuk wayang characters which have visual power to convey messages. The results of the study describe a model of the narrative structure and the meaning of visual signs that can be processed through hand puppets of the Cangik and Limbuk wayang characters in a combination campaign channel that combines direct channels as well as media channels. This study is expected to be a reference in developing a campaign channel model that is more attractive to the public while preserving local cultural values.Keywords: Hand puppets, Cangik and Limbuk, campaign channel modelAbstrakCangik dan Limbuk merupakan dua tokoh dalam lakon pertunjukan wayang kulit yang sering dimunculkan untuk menghibur para penonton. Melalui dialog yang penuh humor,  karakter Ibu dan anak ini kerap menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai informasi sekaligus menampung keluh kesah masyarakat. Kepopuleran Cangik dan Limbuk berpotensi untuk dijadikan saluran kampanye. Hal ini dikarenakan keberhasilan kampanye juga dipengaruhi oleh saluran komunikasinya. Studi ini membahas desain boneka tangan karakter wayang Cangik dan Limbuk sebagai model saluran kampanye. Secara kualitatif, studi ini menggunakan pendekatan multimodal di dalam modalitas visual yang terdiri atas visualisasi teks verbal dan nonverbal sebagai unsur-unsur visual pada boneka tangan karakter wayang Cangik dan Limbuk yang memiliki kekuatan visual untuk membawa pesan. Hasil penelitian menjabarkan model struktur narasi dan makna tanda-tanda visual yang dapat diolah melalui boneka tangan karakter wayang Cangik dan Limbuk di dalam saluran kampanye kombinasi yang menggabungkan saluran langsung sekaligus saluran bermedia. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam desain model saluran kampanye yang lebih menarik perhatian masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Kata Kunci:  Boneka tangan, Cangik dan Limbuk, model saluran kampanyeAuthors:Winny Gunarti Widya Wardani : Universitas Indraprasta PGRIRina Wahyu Winarni : Universitas Indraprasta PGRINdaru Ranuhandoko : Universitas Indraprasta PGRI ReferencesAl Fajri, T. A. (2018). Pentingnya Penggunaan Pendekatan Multimodal Dalam Pembelajaran. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 2(1), 57“72. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2018.002.01.5Andjarwati, T. (2015). Motivasi dari Sudut Pandang Teori Hirarki Kebutuhan Maslow, Teori Dua Faktor Herzberg, Teori X Y Mc Gregor, dan Teori Motivasi Prestasi Mc Clelland. JMM17 Jurnal Ilmu Ekonomi & Manajemen, 1(1), 45“54. http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jmm17/article/view/422/386Anggraini, A.A. (2013).  Perancangan Kampanye Gemar Menabung Untuk Anak TK Oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta Melalui Media Komunikasi Visual. Skripsi,  Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Arsana, I.G. Y. (2023). Visualisasi Karakter Superhero Film Animasi 2D Satria Barong. Gorga: Jurnal Seni Rupa. 12(2), 270-275. file:///C:/Users/TinkPad/Downloads/46217-114495-2-PB.pdfAsmarani, R. (2004). Dialog Cangik dan Limbuk Dalam Kajian Feminisme. Kajian Sastra, 3(XXVIII), 192“201. http://eprints.undip.ac.id/19382/2/DIALOG_CANGIK_dan_ LIMBUK_ratna.pdfBeiman, N. (2015). Prepare to Board! Creating Story and Characters for Animated Features and Shorts. Prepare to Board! Creating Story and Characters for Animated Features and Shorts. https://doi.org/10.4324/9780240818993Gunarti, W., Wardani, W., Listya, A., Winarni, R. W., & Eview, L. I. R. (2017). Political Campaigns Music Video As A Strategy For Forming Perceptions. International Journal of Scientific & Technology Research, 6(11), 95“98.Kress, G. and van Leeuwen, T. (2020). Reading Images: The Grammar of Visual Design (3rd ed.). London and New York: Routledge.Martina, R. T. (2013). Struktur Lakon Wayang œCekel Endralaya Karya R.M. Ismangun Danuwinata dan Ratnawati Rachmat. In Skripsi.Nurgiyantoro, B. (2011). Wayang dan Pengembangan Karakter Bangsa. Jurnal Pendidikan Karakter. 1(1), 18-34. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1314Permasih, S. T., Ernalis, I. T. (2015). Penggunaan Media Boneka Untuk Mengembangkan Keterampilan Menyimak Anak TK di Kelompok B. Cakrawala Dini, 5(2), 89“100. file:///C:/Users/TinkPad/Downloads/10524-21738-2-PB (2).pdfRakhmat, J. (2012). Psikologi Komunikasi (Cetakan ke). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Sarup, M. (2011). Panduan Pengantar Untuk Memahami Postrukturalisme dan Posmodernisme. Yogyakarta:Jalasutra.Setyaningsih, R. (2017). Model Literasi Media Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat. Komuniti: Jurnal Komunikasi Dan Teknologi, 9(2), 118“125. http://journals.ums.ac.id/index.php/komuniti/article/viewFile/4520/3503Sidik, A. H. (2014). Wayang Kulit Sebagai Media Dakwah ( Pendekatan Komunikasi Antar Budaya Terhadap Pementasan Wayang Kulit Ki Yuwono Di Desa Bangorejo Banyuwangi ). Skripsi, 17“19.Suratno. (2012). Kajian Sosiopragmatik Tindak Tutur Adegan Limbukan Dalam Seni Pertunjukan Wayang Purwa di Surakarta (Studi Kasus Terhadap Ki Anom Suroto, Ki Purbo Asmoro, dan Ki Warseno Slenk. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Venus A. (2019). Manajemen Kampanye, Panduan Teoretis dan Praktis Dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi Publik (Edisi Revi). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.Wardani, W. G. W. (2011). Representasi Manusia Sebagai Makhluk Budaya Dalam Film Animasi Jepang Nonverbal La Maison En Petits Cubes. Universitas Trisakti.Wardani, W. G. W., dkk., Syahid, dan Akbar, T. (2022). Pembingkaian Ruang Visual Dalam Desain Video Musik Animasi Sabda Alam Sebagai Seni Menyampaikan Pesan Kampanye. Gorga: Jurnal Seni Rupa. 11(2), 402-409. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/39919/20279Wardhani, A. K. (20114). Teater Koma Angkat Semangat Feminisme di Republik Cangik, https://www.tribunnews.com/seleb/2014/11/04/teater-koma-angkat-semangat-feminisme-di-republik-cangik.White, T. (2009). How To Make Animated Films, Tony White™s Complete Masterclass on The Traditional Principles of Animation. Elsevier, Inc.Winarni, R. W., Ranuhandoko, N., Gunarti, W., & Wardani, W. (2021). Creativity And Originality Of Cangik And Limbuk Characters Through The Design Of Hand Puppet. 10(07), 2019“2022. https://www.ijstr.org/finalprint/jul2021/Creativity-And-Originality-Of-Cangik-And-Limbuk-Characters-Through-The-Design-Of-Hand-Puppet.pdf
DESAIN BONEKA TANGAN KARAKTER WAYANG SEBAGAI MODEL SALURAN KAMPANYE Wardani, Winny Gunarti Widya; Winarni, Rina Wahyu; Ranuhandoko, Ndaru
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.56904

Abstract

Cangik and Limbuk are two characters in wayang kulit plays that are often performed to entertain the audience. Through dialogue full of humor, the characters of this mother and child often become a means to convey various information and at the same time accommodate public complaints. The popularity of Cangik and Limbuk has the potential to be used as a campaign channel. This is because the success of the campaign is also influenced by the communication channel. This study examines the design of hand puppets wayang characters of the Cangik and Limbuk as campaign channel models. Qualitatively, this study uses a multimodal approach in visual modalities which consists of visualization of verbal and nonverbal texts as visual elements in the hand puppets of the Cangik and Limbuk wayang characters which have visual power to convey messages. The results of the study describe a model of the narrative structure and the meaning of visual signs that can be processed through hand puppets of the Cangik and Limbuk wayang characters in a combination campaign channel that combines direct channels as well as media channels. This study is expected to be a reference in developing a campaign channel model that is more attractive to the public while preserving local cultural values.Keywords: Hand puppets, Cangik and Limbuk, campaign channel modelAbstrakCangik dan Limbuk merupakan dua tokoh dalam lakon pertunjukan wayang kulit yang sering dimunculkan untuk menghibur para penonton. Melalui dialog yang penuh humor,  karakter Ibu dan anak ini kerap menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai informasi sekaligus menampung keluh kesah masyarakat. Kepopuleran Cangik dan Limbuk berpotensi untuk dijadikan saluran kampanye. Hal ini dikarenakan keberhasilan kampanye juga dipengaruhi oleh saluran komunikasinya. Studi ini membahas desain boneka tangan karakter wayang Cangik dan Limbuk sebagai model saluran kampanye. Secara kualitatif, studi ini menggunakan pendekatan multimodal di dalam modalitas visual yang terdiri atas visualisasi teks verbal dan nonverbal sebagai unsur-unsur visual pada boneka tangan karakter wayang Cangik dan Limbuk yang memiliki kekuatan visual untuk membawa pesan. Hasil penelitian menjabarkan model struktur narasi dan makna tanda-tanda visual yang dapat diolah melalui boneka tangan karakter wayang Cangik dan Limbuk di dalam saluran kampanye kombinasi yang menggabungkan saluran langsung sekaligus saluran bermedia. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam desain model saluran kampanye yang lebih menarik perhatian masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Kata Kunci:  Boneka tangan, Cangik dan Limbuk, model saluran kampanyeAuthors:Winny Gunarti Widya Wardani : Universitas Indraprasta PGRIRina Wahyu Winarni : Universitas Indraprasta PGRINdaru Ranuhandoko : Universitas Indraprasta PGRI ReferencesAl Fajri, T. A. (2018). Pentingnya Penggunaan Pendekatan Multimodal Dalam Pembelajaran. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 2(1), 57“72. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2018.002.01.5Andjarwati, T. (2015). Motivasi dari Sudut Pandang Teori Hirarki Kebutuhan Maslow, Teori Dua Faktor Herzberg, Teori X Y Mc Gregor, dan Teori Motivasi Prestasi Mc Clelland. JMM17 Jurnal Ilmu Ekonomi & Manajemen, 1(1), 45“54. http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jmm17/article/view/422/386Anggraini, A.A. (2013).  Perancangan Kampanye Gemar Menabung Untuk Anak TK Oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta Melalui Media Komunikasi Visual. Skripsi,  Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Arsana, I.G. Y. (2023). Visualisasi Karakter Superhero Film Animasi 2D Satria Barong. Gorga: Jurnal Seni Rupa. 12(2), 270-275. file:///C:/Users/TinkPad/Downloads/46217-114495-2-PB.pdfAsmarani, R. (2004). Dialog Cangik dan Limbuk Dalam Kajian Feminisme. Kajian Sastra, 3(XXVIII), 192“201. http://eprints.undip.ac.id/19382/2/DIALOG_CANGIK_dan_ LIMBUK_ratna.pdfBeiman, N. (2015). Prepare to Board! Creating Story and Characters for Animated Features and Shorts. Prepare to Board! Creating Story and Characters for Animated Features and Shorts. https://doi.org/10.4324/9780240818993Gunarti, W., Wardani, W., Listya, A., Winarni, R. W., & Eview, L. I. R. (2017). Political Campaigns Music Video As A Strategy For Forming Perceptions. International Journal of Scientific & Technology Research, 6(11), 95“98.Kress, G. and van Leeuwen, T. (2020). Reading Images: The Grammar of Visual Design (3rd ed.). London and New York: Routledge.Martina, R. T. (2013). Struktur Lakon Wayang œCekel Endralaya Karya R.M. Ismangun Danuwinata dan Ratnawati Rachmat. In Skripsi.Nurgiyantoro, B. (2011). Wayang dan Pengembangan Karakter Bangsa. Jurnal Pendidikan Karakter. 1(1), 18-34. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1314Permasih, S. T., Ernalis, I. T. (2015). Penggunaan Media Boneka Untuk Mengembangkan Keterampilan Menyimak Anak TK di Kelompok B. Cakrawala Dini, 5(2), 89“100. file:///C:/Users/TinkPad/Downloads/10524-21738-2-PB (2).pdfRakhmat, J. (2012). Psikologi Komunikasi (Cetakan ke). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Sarup, M. (2011). Panduan Pengantar Untuk Memahami Postrukturalisme dan Posmodernisme. Yogyakarta:Jalasutra.Setyaningsih, R. (2017). Model Literasi Media Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat. Komuniti: Jurnal Komunikasi Dan Teknologi, 9(2), 118“125. http://journals.ums.ac.id/index.php/komuniti/article/viewFile/4520/3503Sidik, A. H. (2014). Wayang Kulit Sebagai Media Dakwah ( Pendekatan Komunikasi Antar Budaya Terhadap Pementasan Wayang Kulit Ki Yuwono Di Desa Bangorejo Banyuwangi ). Skripsi, 17“19.Suratno. (2012). Kajian Sosiopragmatik Tindak Tutur Adegan Limbukan Dalam Seni Pertunjukan Wayang Purwa di Surakarta (Studi Kasus Terhadap Ki Anom Suroto, Ki Purbo Asmoro, dan Ki Warseno Slenk. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Venus A. (2019). Manajemen Kampanye, Panduan Teoretis dan Praktis Dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi Publik (Edisi Revi). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.Wardani, W. G. W. (2011). Representasi Manusia Sebagai Makhluk Budaya Dalam Film Animasi Jepang Nonverbal La Maison En Petits Cubes. Universitas Trisakti.Wardani, W. G. W., dkk., Syahid, dan Akbar, T. (2022). Pembingkaian Ruang Visual Dalam Desain Video Musik Animasi Sabda Alam Sebagai Seni Menyampaikan Pesan Kampanye. Gorga: Jurnal Seni Rupa. 11(2), 402-409. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/39919/20279Wardhani, A. K. (20114). Teater Koma Angkat Semangat Feminisme di Republik Cangik, https://www.tribunnews.com/seleb/2014/11/04/teater-koma-angkat-semangat-feminisme-di-republik-cangik.White, T. (2009). How To Make Animated Films, Tony White™s Complete Masterclass on The Traditional Principles of Animation. Elsevier, Inc.Winarni, R. W., Ranuhandoko, N., Gunarti, W., & Wardani, W. (2021). Creativity And Originality Of Cangik And Limbuk Characters Through The Design Of Hand Puppet. 10(07), 2019“2022. https://www.ijstr.org/finalprint/jul2021/Creativity-And-Originality-Of-Cangik-And-Limbuk-Characters-Through-The-Design-Of-Hand-Puppet.pdf
MENDESAIN POSTER MOTIVASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI ANAK-ANAK PEMULUNG DAN DHUAFA DI SEKOLAH KAMI, BEKASI BARAT Wardani, Winny Gunarti Widya; Winarni, Rina Wahyu
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v2i2.1199

Abstract

Sekolah Kami merupakan sekolah informal yang didirikan secara swadaya untuk membantu memberikan pendidikan kepada anak-anak pemulung dan kaum dhuafa di wilayah Bekasi Barat. Sekolah Kami menyediakan pendidikan gratis setara SD, SMP, dan SMA, sebelum mereka disalurkan ke sekolah-sekolah kejuruan. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan pihak Sekolah Kami, diketahui bahwa para peserta didik sering kali kurang memiliki motivasi belajar. Rendahnya motivasi ini terutama  dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga karena mereka harus membantu orang tua bekerja. Akibatnya mereka sulit membagi waktu dan kurang bersemangat belajar. Pembahasan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Desain Komunikasi Visual, yaitu memberikan  solusi berupa mendesain poster motivasi sebagai media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada anak-anak pemulung dan dhuafa tersebut. Penyampaian pesan melalui poster berisi motivasi  tentang kedisiplinan, rasa percaya diri, komitmen, dan berpikir positif. Saat ini, area Sekolah Kami masih memiliki keterbatasan dalam penyediaan poster edukasi yang ditempel di dinding ruang kelas maupun di area sekolah. Perancangan poster motivasi ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi yang menarik perhatian peserta didik, sekaligus sebagai indoktrinasi pesan secara tidak langsung setiap kali mereka datang ke sekolah.
Perancangan film dokumenter Bathara Katong dan Reog Ponorogo sebagai upaya pelestarian kesenian tradisi Jawa Timur Surandi, Ade Yusup; Wardani, Winny Gunarti Widya; Rosita, Dhika Quarta
Cipta Vol 2, No 3 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v2i3.2787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menambah pemahaman akan kesenian Reog, mengingat kesenian tersebut tidak banyak masyarakat yang mengetahui dan diharapkan kearifan lokal kesenian budaya Ponorogo tetap terjaga eksistensinya. Metode kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian dalam penulisan ini. Metode kualitatif deskriptif merupakan metode yang berasal dari sumber terpercaya seperti buku, jurnal, wawancara, dan dokumentasi pribadi untuk mendapatkan informasi tanpa perhitungan angka. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini yaitu film dokumenter Kesenian Tradisional Jawa Timur Berjudul Bathara Katong dan Reog Ponorogo yang menceritakan mengenai sejarah atau asal-usul serta bagaimana proses pertunjukan Reog Ponorogo berlangsung. Film dokumenter ini ditujukan untuk rentang usia 12-23 tahun khususnya untuk wilayah Ponorogo dan umumnya kota-kota besar di Indonesia. Diharapkan melalui film dokumenter ini, generasi penerus tertarik untuk mempelajari dan melestarikan Reog Ponorogo.
Perancangan Buku Informasi Vincke Passer sebagai Sejarah Perkembangan Pasar Senen Jakarta Tsabitah, Asma; Wardani, Winny Gunarti Widya; Saptodewo, Febrianto
Cipta Vol 2, No 2 (2023): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v2i2.2483

Abstract

Pasar Senen adalah pasar terbesar di daerah Jakarta. Akan tetapi, meskipun menjadi salah satu pusat perekonomian terbesar di Jakarta, Pasar Senen juga menghadapi tekanan karena adanya perkembangan bisnis di era digital saat ini. Selain itu, meskipun keberadaannya masih akrab terdengar di masyarakat, tetapi informasi mengenai sejarah, perkembangan, dan aktivitas jual-beli yang ada di Pasar Senen masih jarang diketahui oleh banyak masyarakat terutama generasi muda yang tinggal di wilayah Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk merancang buku informasi Pasar Senen dengan judul “Vincke Passer, Dulu dan Kini” yang akan membahas mengenai sejarah dan perkembangan pasar di DKI Jakarta, khususnya sejarah serta perkembangan kawasan Pasar Senen. Buku informasi dipilih sebagai media perancangan karena isi konten yang tersedia di dalamnya dapat mencakup pembahasan mengenai objek penelitian dengan maksimal. Selain itu, buku informasi ini juga memuat foto-foto sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda hingga kondisi Pasar Senen saat ini. Buku ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan tenaga pendidik di daerah Jabodetabek sebagai sumber pengetahuan mengenai sejarah dan perkembangan pasar yang ada di DKI Jakarta, khususnya Pasar Senen.
Perancangan film dokumenter sejarah stasiun Indische Empire sebagai pengenalan sejarah stasiun Bogor Pratiwi, Citra Nurdiyanti; Wardani, Winny Gunarti Widya; Rosita, Dhika Quarta
Cipta Vol 3, No 2 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v3i2.3366

Abstract

Tujuan penelitian untuk merancang film dokumenter tentang Stasiun Bogor dengan tema Indische Empire. Fokus utamanya adalah memperkenalkan sejarah, arsitektur, dan keindahan gaya Indische Empire yang masih ada hingga kini. Film ini akan mengkaji sejarah pembangunan Stasiun Bogor, karakteristik gaya arsitektur yang mempengaruhinya, serta peran pentingnya dalam menghubungkan berbagai kota di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang menekankan analisis mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Bogor memiliki nilai historis yang signifikan dan berkontribusi pada perkembangan transportasi di tanah air. Film dokumenter ini menyajikan informasi terperinci dan menarik, mampu menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk pecinta sejarah, seni, dan arsitektur. Selain sebagai media promosi objek wisata sejarah, film ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan wisatawan yang ingin memahami lebih dalam tentang Stasiun Bogor. Dengan demikian, penelitian ini memberikan nilai tambah bagi pengelola Stasiun Bogor dalam mempromosikan warisan budaya kepada masyarakat luas.
Paradigmatic-Syntagmatic Structure Relation in the Narrative of Animated Music Video “Sabda Alam” as a Campaign Design for Endemic Birds in Indonesia Wardani, Winny Gunarti Widya; Syahid, Syahid; Akbar, Taufiq
VCD: Journal of Visual Communication Design Vol. 9 No. 1 (2024): VCD: Journal of Visual Communication Design
Publisher : Universitas Ciputra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/vcd.v9i1.4675

Abstract

There are many media campaign models, one of which is an animated music video. In 2021, an animated music video entitled “Sabda Alam” by students of SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus won appreciation from national and international filmmakers at the Balinale International Film Festival 2021. As an audio visual-based campaign design, “Sabda Alam” has become one of the creative economic product models produced by vocational high school students. This video presents a narrative about the life of endemic birds in Indonesia that are threatened with extinction. The urgency of the issue of endangered species underlies the importance of this study to analyze the structure of visual narratives in animated music video designs that is able to carry campaign messages in ways that attract attention. This research uses a combination method, namely qualitative and quantitative analysis using a paradigmatic and syntagmatic structural approach in semiotic theory. Qualitatively, examines the visual narrative of animated music videos based on three storyline structures, namely the beginning, middle, and ending storyline. In each part of the storyline, analysis refers to the visualization of visual signs of the subject, event, and setting in the scene. While quantitatively, this study formulates the audience's level of understanding of the campaign message in the animated music video. The results of the analysis of the structure of the visual narrative show that there are paradigmatic associations from the scenes that link the existence of interest as a message clue. While syntagmatically, analysis refers to the existence of a function in the scene about something. The two are interrelated to produce a campaign message about the importance of protecting endemic birds in Indonesia. This study can be an academic reference, both in vocational high schools and universities, in developing inspiring campaign media designs in the creative industry.