Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Identifikasi molekuler rotifer Brachionus sp. asal perairan Tumpaan, Minahasa Selatan Sahari, Jefri; Rimper, Joice; Wullur, Stenly
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 1 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.1.2017.15006

Abstract

Rotifer yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Tumpaan, Minahasa Selatan dan telah dikultur massal selama beberapa generasi.  DNA genom rotifer diekstraksi mengikuti prosedur qiagen DNeasy Blood & Tissue kit; amplifikasi gen COI (Cytochrome oxidase sub unit 1) dilakukan dengan bantuan mesin PCR (Polymerase chain reaction) menggunakan primer universal (LCO1490 (forward) dan HCO2198 (reverse));dan dilanjutkan dengan pengurutan nukleotida produk PCR. Pengolahan data hasil sekuens dilakukan dengan menggunakan program ABsequens dan MEGA (Molecular Evolutionary Genetics Analysis) Identifikasi spesies dilakukan dengan menggunakan teknik BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) di situs Genbank. Hasil amplifikasi gen COI menggunakan DNA template ekstrak DNA genom rotifer terobservasi adanya pita DNA pada posisi sekitar 700 bp.Kualitas hasil pengurutan nukeotida menggunakan produk PCR menunjukan nilai CRL (contignous read length) dan QV20+(quality value lebih besar dari 20) yang tinggi (>600 nukleotida).Hasil BLAST menunjukkan bahwa rotifer dalam penelitian ini merujuk pada rotifer Brachionus plicatilis complex spesies.Maximum dan total score, prosentase query cover dan prosentase identity masing-masing pada nilai1003-1116, 87-96% dan 96-97%.
Penapisan (skrining) aktivitas antibakteri beberapa ekstrak spons dari Teluk Manado Nowin, Edgar; Warouw, Veibe; Rimper, Joice; Paulus, James; Pangkey, Henneke; Sumilat, Deiske
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20198

Abstract

Spons merupakan salah satu biota laut yang sangat prospektif sebagai sumber senyawa bahan-bahan alami seperti peptida, terpenoid, steroid, asetogenin, alkaloid, halida siklik, dan senyawa nitrogen lainnya. Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas farmakologis seperti antifouling, antitumor, antiinflamasi, antivirus, antibakteri, antijamur, antimalaria. Telah diekstrak dua belas spons yang dikoleksi dari Teluk Manado, Sulawesi Utara. Pengujian aktivitas antibakteri dalam penelitian ini menggunakan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini  dari  koleksi beberapa ekstrak spons sebanyak 9,442 gram melalui proses maserasi dengan pelarut etanol dan evaporasi.  Kedua belas ekstrak yang diskrining didapatkan 10,6 mm (ekstrak 1), 7,4 mm (ekstrak 4) dan (10,6 mm) ekstrak 9  yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus megaterium sedangkan pada media bakteri Escherichia coli hanya ekstrak 1 (8,9 mm) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kontrol positif sebagai pembanding memiliki aktivitas yang jauh lebih besar terhadap bakteri B. megaterium dan E.  coli sehingga senyawa antibakteri yang terdapat dalam ekstrak spons yang dikoleksi dari Teluk Manado digolongkan sebagai senyawa yang bersifat sedang/moderate.
Struktur Komunitas Plankton Di Perairan Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara Usman, Muhamad Shabir; Kusen, Janny D.; Rimper, Joice R. T. S. L.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.2.2013.2149

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Pengambilan sampel plankton dilakukan pada 6 (enam) titik dengan 2 (dua) kedalaman berbeda yaitu pada lapisan permukaan dan kedalaman 10 meter yang dilakukan pada bulan Februari 2012. Pengambilan sampel menggunakan plankton net dengan penarikan secara horizontal dan  vertikal. Proses pengawetan plankton menggunakan formalin 4%, selanjutnya proses identifikasi dilakukan di Laboratorium Biologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plankton yang ditemukan di perairan Pulau Bangka pada dua titik kedalaman terdiri dari 6 genera dari 5 ordo yaitu ordo Gonyaulacales 1 genus, ordo Bacillariales 1 genus, ordo Centrales 2 genus, dan ordo Oscillatoriales 1 genus, Penales 1 genus. Jenis plankton yang ditemukan pada setiap stasiun menunjukkan bahwa hampir semua daur hidupnya adalah holoplankton, plankton dari jenis diatom adalah yang banyak ditemukan. Indeks nilai penting yang diperoleh berdasarkan hasil analisis pada lapisan permukaan adalah Pseudoenotis doliolus dengan nilai tertinggi yaitu 86,017 dan jenis Skeletonema sp, memiliki nilai penting tertinggi di kedalaman 10 meter dengan nilai 88,627. Keanekaragaman plankton di perairan Pulau Bangka menunjukkan suatu bentuk keanekaragaman yang sedang. Dominansi plankton di perairan Pulau Bangka menunjukkan suatu bentuk dominansi rendah.
ANALISIS JENIS-JENIS PIGMEN ALGA COKLAT Padina australis Hauck DARI PERAIRAN LAUT SULAWESI Kalalo, Julia L.; Mantiri, Desy; Rimper, Joice
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.2.1.2014.6352

Abstract

Padina australis Hauck is one of the brown algae that belongs to a class Phaeophyceae, Dictyotales order. This species is very important because it is useful as animal feed, fertilizer, pharmaceutical ingredients, human food and cosmetics. Sample taken in marine waters Sulawesi, precisely in the waters of cape Kalasey, Tongkaina waters, and the waters Blongko. The purpose of this study is to analyze the type of pigment chlorophyll with qualitatively and quantitatively. Process of extraction is done with organic solvent, and the developer with PE and acetone (80:20). Extraction results then analyzed with a spectrophotometer at a wavelength of 380-700nm, for the type of pigment chlorophyll. Type of pigment found in the pigment extraction P. australis Hauck of three waters is chlorophyll-a and chlorophyll-b, with an average concentration of chlorophyll-a value that is the highest in the waters Blongko 0.381 µg/ml in PTK3, with a range from 0.293 to 0.381 µg/ml, and lowest in the waters Tongkaina is 0.143 µg/ml PT3, with a range from 0.431 to 0.30 µg/ml.
Comparison of Zooplankton Abundance Vertically and Horizontally in The Waters of Boulevard II, Manado City Utomo, Victoria O.S.E.; Rimper, Joice R.T.S.L; Bara, Robert A.; Mamuaja, Jane M.; Wagey, Billy T.; Sumilat, Deiske A.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.65009

Abstract

Zooplankton are microscopic organisms that play an important role in the marine food chain as primary consumers and as a food source for other organisms. Their presence and composition can serve as indicators of the health of aquatic ecosystems. This study was conducted in the waters of Boulevard II, Manado City, using a plankton net equipped with a cod end. Samples were collected vertically at a depth of 5 m and horizontally along a 10 m transect. Physico-chemical parameters such as temperature, salinity, and dissolved oxygen (DO) were measured in situ at each station using a Water Quality Monitor. Zooplankton identification was carried out at the Bio-Ecology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Science, using a microscope and referring to Illustrations of the Marine Planktons of Japan (Yamaji, 1979) and WoRMS data. The results showed that the zooplankton found belonged to the class Copepoda, e.g. Nauplii, Acartia sp., Oithona sp., and Paracalanus sp.. The highest vertical abundance was recorded at station 1 with 11.51 Ind/L, while the lowest was at station 2 with 6.99 Ind/L. Horizontally, the highest abundance occurred at station 2 with 6.04 Ind/L and the lowest at station 1 with 3.21 Ind/L. These variations were influenced by temperature, salinity, and dissolved oxygen, which affect the distribution of zooplankton. Keywords : comparison, horizontal, vertical, zooplankton   Abstrak Zooplankton merupakan organisme mikroskopis yang berperan penting dalam rantai makanan laut sebagai konsumen primer dan sumber makanan bagi organisme lain. Kehadiran serta komposisi zooplankton dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem perairan. Penelitian ini dilakukan di Perairan Boulevard II, Kota Manado, menggunakan plankton net yang dilengkapi cod end. Pengambilan sampel dilakukan secara vertikal pada kedalaman 5 m dan horizontal sepanjang 10 m. Parameter fisika-kimia seperti suhu, salinitas, dan oksigen terlarut (DO) diukur secara in situ menggunakan Water Quality Monitor di setiap stasiun. Identifikasi zooplankton dilakukan di Laboratorium Bio-Ekologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menggunakan mikroskop dengan acuan Illustrations of the Marine Planktons of Japan (Yamaji, 1979) dan data WoRMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zooplankton yang ditemukan berasal dari kelas Copepoda, yaitu Nauplii, Acartia sp., Oithona sp., dan Paracalanus sp.. Kelimpahan vertikal tertinggi terdapat di stasiun 1 sebesar 11,51 Ind/L dan terendah di stasiun 2 sebesar 6,99 Ind/L. Secara horizontal, kelimpahan tertinggi terdapat di stasiun 2 sebesar 6,04 Ind/L dan terendah di stasiun 1 sebesar 3,21 Ind/L. Variasi kelimpahan ini dipengaruhi oleh suhu, salinitas, dan oksigen terlarut yang memengaruhi penyebaran zooplankton. Kata kunci: perbandingan, horizontal, vertikal, zooplankton
Identification and Density of Bivalves on Coral Reef Flats in The Water of Mandolang and Malalayang, North Sulawesi Lolaro, Wildy; Ompi, Medy; Manembu, Indri; Djamaludin, Rignolda; Roeroe, Kakaskasen; Rimper, Joice
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.66011

Abstract

The research problems addressed in this study were what species of bivalve and what densities each species of bivalves inhabit on the coral reef flats both  Mandolang and Malalayang, North Sulawesi. This study aimed to identify the species of bivalves and the species density of bivalves.  Data were collected using a belt transect method measuring 20 m in length and 1 m in width on both the left and right sides of the transect line at a depth of 3 m. Three belt transects as replicates were deployed at each site of coral reef.  All specimens of bivalves encountered were documented and identified, and species density values were subsequently calculated. The results revealed four bivalve species, namely Tridacna maxima, Tridacna crocea, Ruditapes philippinarum, and Barbatia barbata. T. crocea, T. maxima, and R. philippinarum were identified only in Mandolang, whereas R. philippinarum, B. barbata, and T. crocea were identified in Malalayang. Furthermore, R. philippinarum and T. crocea were found in both Mandolang and Malalayang. Bivalve density in Mandolang varied among species, with T. crocea at 2.67 ind/40 m² (0.07 ind/m²), T. maxima at 1.33 ind/40 m² (0.03 ind/m²), and R. philippinarum at 0.67 ind/40 m² (0.02 ind/m²). Similarly, in Malalayang waters, R. philippinarum showed the highest density at 10.33 ind/40 m² (0.26 ind/m²), while B. barbata and T. crocea exhibited the same average density of 1.33 ind/40 m² (0.03 ind/m²). Key words: Bivalves, Density, Coral reef, Mandolang, Malalayang   Abstrak Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja jenis- jenis bivalva yang menempati habitat terumbu karang di Perairan Mandolang dan Malalayang, Sulawesi Utara, dan bagaimana kepadatan jenis-jenis bivalvia di perairan Mandolang dan Malalayang Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis bivalva yang menempati substrat karang serta mengetahui kepada jenis-jenis bivalva yang menempati rataan karang di Mandolang dan Malalayang Sulawesi Utara. Metode pengambilan data menggunankan belt transect sepanjang 20m dengan lebar 1m ke kiri dan 1m ke kanan garis transek pada ke dalaman 3 meter. Tiga ‘belt transek’ sebagai ulangan telah digunakan dalam pengambilan sampel di setiap rataan karang ini.  Sampel yang ditemukan didokumentasikan dan diidentifikasi, kemudian nilai kepadatan jenis bivalvia dihitung.  Hasil penelitian terdapat empat jenis bivalvia, yaitu T. maxima, T. crocea, Ruditapes philippinarum, dan  Barbatia barbata.  T. crocea, T. maxima, Ruditapes philippinarum teridentifikasi hanya di Mandolang, sedangkan Ruditapes philippinarum, Barbatia barbata, T. crocea teridentifikasi hanya di Malayang.  Ruditapes philippinarum, dan T. crocea teridentifikasi baik di Mandolang dan Malalayang.  Kepadatan bivalvia pada perairan Mandolang bervariasi menurut jenis, yaitu T. crocea (2,67 ind/40m2) atau 0,07 ind./m2, T. maxima (1,33 ind/40m2) atau 0,03 ind./ m2, dan Ruditapes philippinarum 0,67 ind/40m2 atau 0,02ind./ m2), demikian pula dengan yang di Malalayang, yaitu: Ruditapes philippinarum dengan 10,33 ind/40m2, atau 0,26 ind./m2, selanjutnya masing jenis memiliki kepadatan rata-rata yang sama, yaitu Barbatia barbata dan T. crocea dengan 1,33 ind./40m2, atau 0,03 ind./ m2. Kata kunci: Bivalvia, Kepadatan, Terumbu karang, Mandolang, Malalayang