Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pembuatan Alat Permainan Edukatif Tikar Pelangi: Pengabdian Ahmad Syukri Sitorus; Ilham Yunus; Velissa Amelia Batubara; Siti Fadhilah Harahap; Hervani Anggraini Sefia Maja; Rekha Dyta Amelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1931

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan APE (Alat Permainan Edukatif) Tikar Pelangi sebagai media pembelajaran yang mendukung perkembangan holistik anak usia dini. Tikar Pelangi dirancang dengan mempertimbangkan enam aspek perkembangan anak yaitu fisik motorik, kognitif, bahasa, moral dan agama, sosial emosional, serta seni dan kreativitas. Pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode PAR (Participatory Action Research)yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa sebagai pengabdian dan guru TK sebagai praktisi lapangan. Kegiatan dilaksanakan di TK Kurnia melalui tahap koordinasi, perancangan dan pembuatan tikar, serta pelatihan guru. Meskipun observasi langsung terhadap anak tidak dapat dilakukan karena masa libur sekolah, pelatihan kepada guru berhasil dilaksanakan dengan fokus pada teknik penggunaan media dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa APE Tikar Pelangi memiliki potensi besar dalam merangsang perkembangan anak melalui permainan yang menarik secara visual dan interaktif. Desain yang fleksibel memungkinkan penggunaan dalam berbagai aktivitas kelompok, mengenalkan variasi pola warna, serta merangsang komunikasi dan pergerakan anak. Evaluasi informal melalui diskusi dengan guru menunjukkan kesiapan dan antusiasme dalam menggunakan media edukatif ini ketika pembelajaran kembali aktif. This study aims to develop Educational Game Tools (APE) Rainbow Mat as a learning medium that supports the holistic development of early childhood. The Rainbow Mat is designed by considering six aspects of child development: physical motor, cognitive, language, moral and religious, social emotional, and arts and creativity. The research uses a qualitative approach with Participatory Action Research (PAR) method involving active participation of students as researchers and kindergarten teachers as field practitioners. Activities were carried out at Kurnia Kindergarten through coordination, design and mat making, and teacher training stages. Although direct observation of children could not be conducted due to school holidays, teacher training was successfully implemented with focus on media usage techniques in various learning activities. The research results show that Rainbow Mat APE has great potential in stimulating child development through visually and interactively engaging games. The flexible design allows use in various group activities, introduces color pattern variations, and stimulates children's communication and movement. Informal evaluation through discussions with teachers showed readiness and enthusiasm in using this educational media when learning becomes active again.
Peran Guru dalam Membangun Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di TK Islam Terpadu Nurul Ilmi Septi Ayu Harahap; Rustam Pakpahan; Ahmad Syukri Sitorus
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v3i4.2394

Abstract

Socio-emotional skills are an essential aspect that must be developed from an early age because they directly influence children’s ability to interact, regulate emotions, understand themselves, and adapt to their environment. The age of 5–6 years is a very strategic period for instilling these skills, as at this stage children begin to learn how to express feelings, build relationships with peers, and understand prevailing social norms. Therefore, early childhood education should not only focus on cognitive development, but also on character formation and strengthening socio-emotional skills. This study aims to describe in depth the role of teachers in developing socio-emotional skills of children aged 5–6 years at TK Islam Terpadu Nurul Ilmi. The research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through classroom observations of children’s activities, in-depth interviews with teachers, and documentation of learning processes. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the socio-emotional skills of children at TK Islam Terpadu Nurul Ilmi were categorized as good, covering aspects of self-awareness, emotional regulation, prosocial behavior, cooperation, and responsibility. Teachers played a central role through their functions as educators, motivators, communicators, and supervisors. The strategies used included habituation of positive behavior, role modeling, warm communication, and monitoring children’s social interactions. This study emphasizes the importance of integrating socio-emotional development into daily learning activities, as well as the need for collaboration between teachers and parents to create consistent parenting patterns at home and school. The implications of this research are expected to serve as input for early childhood teachers in designing learning strategies that holistically support children’s growth and development.  
Kegiatan Manasik Haji dalam Pengembangan Agama dan Moral Anak Usia Dini di RA Cinta Bunda Huta Boluk Simalungun Ahmad Syukri Sitorus; Raisah Armayantih Nasution; Aulia Ananda Putri Suhada Saragih
Journal of New Trends in Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): November: Journal of New Trends in Sciences
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jnts.v3i4.742

Abstract

The implementation of Hajj rituals for children is a significant practice in early childhood education, focusing on religious and moral development. This study aims to assess the impact of performing Hajj rituals on children's religious and moral growth. Using a qualitative research approach, the study describes findings from field research conducted at RA Cinta Bunda Huta Boluk Simalungun, which holds annual Hajj ritual activities for children. Data collection was done through observation and documentation. The study found that the Hajj rituals at RA Cinta Bunda are carried out through several steps: (1) Setting the departure date in alignment with the Hajj Manasik schedule, (2) notifying parents to obtain permission for their child’s participation, (3) registration with IGRA Simalungun, (4) gathering all students for the ritual, (5) reading the talbiyah, (6) receiving guidance from a supervisor upon arrival, (7) wukuf at Arafah and overnighting in Mina, (8) throwing seven small stones during stoning, (9) performing Tawaf around the Kaaba, (10) performing sa'i or jog, (11) tahallul (cutting a little hair), and (12) resting to eat dates and drink zam-zam water. The study identified seven indicators of religious and moral development resulting from these activities: (1) Recognizing the Creator and His commands, (2) Memorizing the Pillars of Islam, (3) Learning Hajj intentions, (4) Memorizing the Talbiyah reading, (5) Learning the Yemeni Rukun readings, (6) Understanding the Hajj process, and (7) Developing patience and perseverance. This study highlights the importance of religious rituals in shaping young children’s understanding of their faith and moral character.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis STEAM Terhadap Kemampuan Matematika Awal Anak Usia Dini 5-6 Tahun di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 18 Medan Area Nur Aisyah; Salim; Ahmad Syukri Sitorus
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/tajsmt42

Abstract

STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) terhadap kemampuan matematika awal anak usia 5–6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 18 Medan Area. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kemampuan matematika sejak usia dini sebagai dasar berpikir logis, kritis, dan sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment). Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran berbasis STEAM dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan matematika awal anak berupa lembar observasi dan tes unjuk kerja. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan matematika awal anak yang mengikuti pembelajaran berbasis STEAM dibandingkan dengan anak yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEAM berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan matematika awal anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan STEAM sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif di pendidikan anak usia dini.
Analysis of Learning Evaluation at TKIT Nurul Ilmi in Children’s Emotional Aspect Lily Sardiani Daulay; Nurmawati Nurmawati; Ahmad Syukri Sitorus; Nur Elmi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6369

Abstract

In childhood there are six areas of life development, including emotional development, so that the assessment of emotional development in children must be evaluated early. An objective assessment can properly monitor a child's emotional development. This research was conducted at TKIT Nurul Ilmi, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. The research method used is qualitative research using interview, observation, and documentation data collection techniques. The activities used by TKIT Nurul Ilmi in developing children's emotional intelligence are playing puzzles and coloring, training queues, and getting used to sharing.
RETRACTED: Early Childhood Education Learning Model in Malaysia Ahmad Syukri Sitorus; Arifin Muhammad; Dea Putri Jelita; Putri Aulia; Angela Sayfriani; Sahida Binti Zainuddin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6206

Abstract

Following a rigorous, carefully concerns and considered review of the article published in Jurnal Obsesi to article entitled "Early Childhood Education Learning Model in Malaysia" published in Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8, No. 6, has been withdrawn at the request of the author. This withdrawal was made after careful consideration by the author for specific reasons that have been communicated to the editorial board. As a result, the article has been removed from the journal archives, and any references to this article should no longer be used.This wording ensures a neutral and professional tone, avoiding any mention of violations or misconduct. 
Analisis Kurikulum Pada Taman Kanak-kanak Al-Qur’an Khairiyah Sabila Sabila; Ahmad Syukri Sitorus
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/golden_age.v9i1.7690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif kurikulum yang diterapkan pada TK Al- Qur’an Umairah dan TK Al-Qur’an Bunda Isnaini. Fokus penelitian ini adalah pembelajaran perencanaan, strategi dan evaluasi kurikulum yang digunakan dalam membentuk pemahaman dan kecintaan anak usia dini terhadap Al-Qur'an. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pengelola dan guru, serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan kedua TK tersebut menerapkan kurikulum berbasis nilai-nilai Alquran yang dipadukan dengan Kurikulum.  bahwa kurikulum TKA Umaira dan TKA Bunda Isnaini umumnya menekankan pada pengenalan huruf hijaiyah, tajwid dasar, hafalan surat-surat pendek dan doa-doa, serta penanaman nilai-nilai akhlak dan adab Islami. Metode pembelajaran cenderung aktif dan menyenangkan, melibatkan nyanyian, cerita, dan permainan edukatif untuk menjaga minat belajar anak. Meskipun demikian, ditemukan beberapa tantangan terkait variasi kualitas implementasi kurikulum, keterbatasan media pembelajaran di beberapa TKA Umairah dan TKA Bunda Isnaini  dan perlunya peningkatan kapasitas guru dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. upaya sinergis antara pendidik, orang tua, dan lingkungan dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan anak usia dini berbasis keislaman. Analisis ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang lebih terstruktur dan adaptif, peningkatan dukungan sarana prasarana, serta program pelatihan berkelanjutan bagi para pendidik untuk memastikan tercapainya tujuan pendidikan Al-Qur'an yang holistik dan efektif pada anak usia dini.
Pengaruh Permainan Jigsaw Puzzle terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Anak Usia 5-6 Tahun di RA Ikhlasul Amal Medan Fitria Nur Afni Siregar; Ahmad Syukri Sitorus
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2025): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/golden_age.v9i2.7903

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of Jigsaw Puzzle games on the problem-solving abilities of children aged up to 6 years at Raudhatul Athfal Ikhlasul Amal Medan. This study involved 12 students from group B, using quantitative methodology and a pre-experimental one-group pretest-posttest design. Data were collected through observations using a rating scale instrument and statistically analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and paired t-test using SPSS 26. The main findings indicated a significant effect on children's problem-solving abilities after the Jigsaw Puzzle game intervention. The low average pretest score increased in the posttest, supported by a very small t-test significance value (0.000), indicating a statistically significant difference. It was concluded that Jigsaw Puzzle games are an effective medium for stimulating early childhood problem-solving abilities, training logical thinking, spatial reasoning, patience, and motivation, and can be recommended for developing an Early Childhood Education curriculum.