Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pagellu’: Tarian Tradisional Masyarakat Toraja pada Upacara Adat Rambu Tuka, 2010-2017. Lebonna Husain; Bustan Bustan; Bahri Bahri
Attoriolong Vol 20, No 1 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pagellu’ sebagai tarian tradisional masyarakat toraja pada upacara adat Rambu Tuka’. Dengan menjelaskan latar belakang munculnya pagellu’ tradisional Toraja, eksistensi dan dampak yang ditimbulkan pada masyarakat Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan, yaitu :  heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber yang terbagi atas kritik intern dan kritik ekstern, interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu penelitian pustaka, penelitian lapangan (wawancara) dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pagellu’, berdasarkan Aluk Todolo dalam rangkaian upacara Rambu Tuka’ merupakan alat yang digunakan sebagai bentuk persembahan dan pujian terhadap Puang Matua, Deata-Deata dan Tomembali Puang. Dan karenanya, pagellu’ dinyatakan sebagai warisan budaya Toraja yang memiliki makna religius, sosial, nilai-nilai luhur diantaranya rasa kkeluargaan, gotong royong, kedisiplinan, kesabaran dan keindahan bagi penari maupun masyarakat. Adanya proses adaptasi budaya asing serta pembentukan DMO pada tahun 2010 menyebabkan sejumlah dampak yang tidak terhindarkan terhadap peranan dan eksistensi pagellu’ dalam masyarakat.
Perkembangan Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Muhammadiyah Makassar, 1993-2018 nursyamsi Selfi; MUstari Bosra; Bustan Bustan
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i2.10414

Abstract

Penelitian bertujuan menguraikan sejarah dan perkembangan Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Muhammadiyah Makassar, mengungkapkan latar belakang berdirinya, perkembangan tenaga pendidik, administrasi, mahasiswa,  kurikulum, sarana dan prasarana. Serta kontribusi ATRO Muhammadiyah kepada dunia pendidikan dan kepada masyarakat. Menggunakan metode historis dengan tahapan, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan masih kurangnya tenaga rontgen khusunya di Kawasan Indonesia Timur. Awal berdirinnya tahun 1993, kampus ini bernama Akademi Penata Rontgen (APRO), kemudian pada tahun selanjutnya yakni pada tahun 1995 berubah menjadi Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Muhammadiyah Makassar. ATRO Muhammadiyah Makassar mengalami perkembangan.Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, tenaga administrasi dan mahasiswa. Kontribusi yang diberikan ATRO Muhammadiyah Makassar yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menempuh Pendidikan Tinggi Kejuruan dibidang Radiologi.Selain itu lulusan ATRO Muhammadiyah Makassar bekerja di Instansi milik pemerintah maupun SwastaKata kunci : Kampus, Radiologi, dan Muhammadiyah
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Pada Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Kabupaten Barru Bustan Bustan; Supriadi Torro; Rusdi Rusdi
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 December 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.587 KB) | DOI: 10.56680/pijpm.v1i2.38648

Abstract

This activity aims to provide training to subject IPS teachers in Barru district to increase understanding and skills in preparing plans to evaluating learning. The main target of the activity is the Student Subject Teacher Consultation (MGMP), Social Sciences (IPS) both teaching integrated social studies subjects and those which are still divided between History, Economics, Geography and Sociology subjects. The place of implementation of the activity is in the hall of the district education office. The results of the dedication show their seriousness and sincerity in following the training material. The material presented is curriculum review, Jigsaw learning models, making worksheets and learning reflections. The driving factor is the active participation of the participants while the inhibiting factor is the limited time and inadequate LCD facilities.
Pelatihan Penelitian Dan Penulisan Sejarah Pada Peserta Didik Sman 1 Sungguminasa Bustan Bustan; Patahuddin Patahuddin; Jumadi Jumadi; Asmunandar Asmunandar; Ahmadin Ahmadin; Supriadi Torro; Rusdi Rusdi
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 June 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v2i1.46513

Abstract

Historical Research and Writing Training for students of SMAN 1 Sungguminasa. History subjects are intended to instill an understanding of the development of society from the past to the present, foster a sense of nationality and love for the motherland as well as a sense of pride as an Indonesian nation, and expand community relations between nations in the world. In this case, students' thinking skills through historical research and writing are developed not only by memorizing who, when and where, but also must be able to explain why  and how of a process. history learning so that students are trained in cognitive aspects and explore all competencies that are higher than their knowledge alone
Pelatihan Penguasaan Kompetensi Dasar tentang Keterkaitan Antara Konsep Berpikir Diakronik dan Sinkronik Bagi Guru Sejarah SMA Se-Kabupaten Polewali Mandar Muh. Rasyid Ridha; Jumadi Sahabuddin; Supriadi Torro; Bustan Bustan; Amirullah Amirullah
Humanis Vol. 22, No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i1.46102

Abstract

. Kegiatan pelatihan ini bersifat kegiatan pendahuluan. Artinya peserta lebih dahulu diberikan pemahaman materi terus dilanjutkan dengan tanya jawab disertai dengan kegiatan diskusi mengenai kompetensi dasar yang akan di ajarkan kepada peserta didik. Setelah kegiatan ini berakhir diperoleh hasil berupa 20 orang guru SMA di-Kabupaten Polewali Mandar mengikuti pelaksanaan kegiatan peningkatan penguasaan kompetensi professional khususnya pada kompetensi dasar menganalisis dampak politik, budaya, sosial, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) dalam kehidupan bangsa Indonesia. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatan penguasaan kompetensi dasar menganalisis Konsep berpikir diakronik dan sinkronik bagi guru mata pelajaran Sejarah SMA se-Kabupaten Polmas, diharapkan kepada pihak AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Indonesia) dan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat untuk tingkat SMA sederajat untuk lebih memperhatikan mengenai penguasaan kompetensi bagi para guru khususnya kompetensi profesional maupun kompetensi lainnya.Abstract. This training activity is an introductory activity. This means that participants are first given an understanding of the material, followed by questions and answers accompanied by discussion activities regarding the basic competencies that will be taught to students. After this activity ended, the results were obtained in the form of 20 high school teachers in Polewali Mandar Regency participating in the implementation of activities to increase mastery of professional competence, especially in basic competencies to analyze political, cultural, social and educational impacts during the European colonial period (Portuguese, Spanish, Dutch, English ) in the life of the Indonesian nation. It is hoped that this training will improve the mastery of basic competencies in analyzing the concept of diachronic and synchronic thinking for History teachers at SMAs throughout Polmas District. Thus, it is hoped that the AGSI (Association of Indonesian History Teachers) and the South Sulawesi Province Education and Culture Office for high school and equivalent levels will pay more attention to the mastery of competencies for teachers, especially professional competencies and other competencies
Terbentuknya Negara Indonesia Timur (NIT) Di Sulawesi Selatan 1946-1950 Najamuddin Najamuddin; Bustan Bustan
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur pemerintahan kerajaan di Sulawesi Selatan menganut sistem federal. Pengalaman rakyat Sulawesi Selatan di bawah pemerintahan kolonial Belanda yang sentralistik, dan pengaruh politik polarisasi kolonial terhadap kaum pergerakan yang mencapai puncaknya dengan ditandatanganinya Perjanjian Linggarjati antara Republik Indonesia dan pemerintah Belanda, merupakan unsur penguat arus dukungan terhadap ide pembentukan Negara Indonesia Timur pada Konferensi Malino tanggal 15-24 Juli 1946. Kajian tentang NIT ini bertujuan untuk; mengungkapkan latar belakang munculnya ide-ide “Negara Federal” NIT, serta perkembangan pembentukan “Negara Federal” NIT di Sulawesi Selatan tahun 1946 sampai dengan tahun 1950. Penelitian ini adalah penelitian Sejarah yang berusaha mengungkap peristiwa secara deskriptif analitik dengan memakai teori Sosiologi Politik sebagai pisau analisis untuk mengungkap dinamika perkembangan ide-ide negara federal sampai terbentuknya Negara Indonesia Timur di Sulawesi Selatan. Kata kunci: Negara federal, Negara Indonesia Timur
Sumpah Pemuda 1928: Reinterpretasi Perjuangan Pemuda Indonesia di Era Society 5.0 Bustan; Muhammad Syukur
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

October 28, 1928 was a historic day for the Indonesian people. How could it not be, this moment marked the birth of a sacred and meaningful pledge from Indonesian youth known as the Youth Pledge. This study is interesting because recently Indonesian people, especially the millennial generation, tend to act individually. This is of course a problem because this nation needs collaborative work to become an advanced nation. This is of course a problem because this nation needs collaborative work to become an advanced nation. This research uses a qualitative approach. The research method is the historical method using four stages, namely, first, heuristics, collecting relevant data through literature reviews, and interviews. The second is criticism, selecting and sorting data according to needs. Third, interpretation, interpreting the selected data by giving meaning. The fourth is historiography, presenting or conveying the synthesis obtained in the form of a historical story. The results of the study illustrate that the pledge uttered by the youths in 1928 showed a knight's spirit. Inflame the spirit of national unity and integrity. Through the youth oath we are taught to respect differences both in ethnicity, culture, regional language and differences in interests to build harmonization within the framework of togetherness. Of course, if we learn from past events, the youth oath can be a lesson to strengthen the solidarity of young people to contribute to this nation.
Online Learning During The COVID-19 Pandemic Bustan Bustan
Pinisi Journal of Social Science Vol 2, No 3 (2024): January
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning during the COVID-19 pandemic has its own challenges for teachers. As a teacher, you are not only required to be an expert in delivering material or teaching materials offline (face to face in class), but you are also required to be able to use an online learning system with an attractive design. Some obstacles will certainly be found in the online learning process, so that good collaboration between teachers and students will be able to find solutions to the obstacles faced. This research is Classroom Action Research. Learning during the Covid-19 pandemic has become interesting to research to understand the effectiveness of learning. In detail we can describe the supporting and inhibiting factors in online learning. Likewise regarding the strategies teachers apply in conducting online learning for students. It is on this basis that prospective researchers have an interest in understanding more deeply about the learning system during the Covid-19 pandemic with a focus on Junior High Schools (SMA) in Barru Regency.
Puzzle dan Braille Lontara Sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Daerah Terhadap Tunanetra di Kota Makassar Bustan Bustan; Jumadi Jumadi; Bahri Bahri; Ahmadin Ahmadin; Asmunandar Asmunandar
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 June 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v3i1.61752

Abstract

Visually impaired people are still often the object of physical violence and discrimination in society, because they consider that the visually impaired are a separate part, not part of a society or as citizens. The discriminatory attitude towards the blind and the lack of facilities led to a strong bond and led to the formation of a community for the blind. Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) as a pioneer who fights for the rights of blind people who are members of this community. Understanding Lontara lay letters through puzzle and braille media is a pioneer and activator for the visually impaired to inspire the community and all Indonesian people that as a nation it should be a shared responsibility to uphold the values of local wisdom by using local languages. The application of puzzle games can also improve children's motor skills and creativity skills
Cerdas Cermat Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Sejarah Materi Peristiwa Rengasdengklok Hingga Kemerdekaan di SMA Negeri 1 Parepare Andirwan Saputra; Bustan Bustan; Abdul Asis
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.549

Abstract

Pembelajaran sejarah disekolah yang identik dengan pembelajaran membaca dan menghafal peristiwa atau fakta sejarah dan penggunnaan sumber dan metode belajar yang tidak efektif akan membuat Peserta didik merasa bosan, jenuh, dan tidak termotivasi unntuk belajar. Penelitian ini membahas tentang penerapan Metode Pembelajaran C3T Cerdas, Cermat, Cepat dan Tepat. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana penerapan metode pembelajaran C3T dalam meningkatkan motivasi belajar Peserta didik pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Parepare. 2) apa saja faktor-faktor penghambat dan solusi penerapan metode pembelajaran C3T dalam meningkatkan motivasi belajar Peserta didik pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Parepare. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom action research), karena itu dalam penelitian ini Penulis memaparkan apa adanya sesuai dengan kondisi di lapangan, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode diskusi cerdas cermat pada mata pelajaran Sejarah kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 1 Parepare dapat diketahui bahwa peningkatan motivasi belajar Peserta didik pada siklus I dan siklus II. Pada data awal siklus I 47% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan 82%. Dari hasil ini dapat dikatakan bahwa penggunaan metode diskusi kelompok berhasil meningkatkan konsentrasi belajar Peserta didik. Karena konsentrasi belajar Peserta didik telah mencapai 80% maka siklus dihentikan pada siklus II.