Claim Missing Document
Check
Articles

Terbentuknya Negara Indonesia Timur (NIT) Di Sulawesi Selatan 1946-1950 Najamuddin Najamuddin; Bustan Bustan
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur pemerintahan kerajaan di Sulawesi Selatan menganut sistem federal. Pengalaman rakyat Sulawesi Selatan di bawah pemerintahan kolonial Belanda yang sentralistik, dan pengaruh politik polarisasi kolonial terhadap kaum pergerakan yang mencapai puncaknya dengan ditandatanganinya Perjanjian Linggarjati antara Republik Indonesia dan pemerintah Belanda, merupakan unsur penguat arus dukungan terhadap ide pembentukan Negara Indonesia Timur pada Konferensi Malino tanggal 15-24 Juli 1946. Kajian tentang NIT ini bertujuan untuk; mengungkapkan latar belakang munculnya ide-ide “Negara Federal” NIT, serta perkembangan pembentukan “Negara Federal” NIT di Sulawesi Selatan tahun 1946 sampai dengan tahun 1950. Penelitian ini adalah penelitian Sejarah yang berusaha mengungkap peristiwa secara deskriptif analitik dengan memakai teori Sosiologi Politik sebagai pisau analisis untuk mengungkap dinamika perkembangan ide-ide negara federal sampai terbentuknya Negara Indonesia Timur di Sulawesi Selatan. Kata kunci: Negara federal, Negara Indonesia Timur
Sumpah Pemuda 1928: Reinterpretasi Perjuangan Pemuda Indonesia di Era Society 5.0 Bustan; Muhammad Syukur
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

October 28, 1928 was a historic day for the Indonesian people. How could it not be, this moment marked the birth of a sacred and meaningful pledge from Indonesian youth known as the Youth Pledge. This study is interesting because recently Indonesian people, especially the millennial generation, tend to act individually. This is of course a problem because this nation needs collaborative work to become an advanced nation. This is of course a problem because this nation needs collaborative work to become an advanced nation. This research uses a qualitative approach. The research method is the historical method using four stages, namely, first, heuristics, collecting relevant data through literature reviews, and interviews. The second is criticism, selecting and sorting data according to needs. Third, interpretation, interpreting the selected data by giving meaning. The fourth is historiography, presenting or conveying the synthesis obtained in the form of a historical story. The results of the study illustrate that the pledge uttered by the youths in 1928 showed a knight's spirit. Inflame the spirit of national unity and integrity. Through the youth oath we are taught to respect differences both in ethnicity, culture, regional language and differences in interests to build harmonization within the framework of togetherness. Of course, if we learn from past events, the youth oath can be a lesson to strengthen the solidarity of young people to contribute to this nation.
Online Learning During The COVID-19 Pandemic Bustan Bustan
Pinisi Journal of Social Science Vol 2, No 3 (2024): January
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning during the COVID-19 pandemic has its own challenges for teachers. As a teacher, you are not only required to be an expert in delivering material or teaching materials offline (face to face in class), but you are also required to be able to use an online learning system with an attractive design. Some obstacles will certainly be found in the online learning process, so that good collaboration between teachers and students will be able to find solutions to the obstacles faced. This research is Classroom Action Research. Learning during the Covid-19 pandemic has become interesting to research to understand the effectiveness of learning. In detail we can describe the supporting and inhibiting factors in online learning. Likewise regarding the strategies teachers apply in conducting online learning for students. It is on this basis that prospective researchers have an interest in understanding more deeply about the learning system during the Covid-19 pandemic with a focus on Junior High Schools (SMA) in Barru Regency.
Puzzle dan Braille Lontara Sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Daerah Terhadap Tunanetra di Kota Makassar Bustan Bustan; Jumadi Jumadi; Bahri Bahri; Ahmadin Ahmadin; Asmunandar Asmunandar
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 June 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v3i1.61752

Abstract

Visually impaired people are still often the object of physical violence and discrimination in society, because they consider that the visually impaired are a separate part, not part of a society or as citizens. The discriminatory attitude towards the blind and the lack of facilities led to a strong bond and led to the formation of a community for the blind. Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) as a pioneer who fights for the rights of blind people who are members of this community. Understanding Lontara lay letters through puzzle and braille media is a pioneer and activator for the visually impaired to inspire the community and all Indonesian people that as a nation it should be a shared responsibility to uphold the values of local wisdom by using local languages. The application of puzzle games can also improve children's motor skills and creativity skills
Perkembangan Tari Tradisional Pabbitte Passapu di Kalangan Masyarakat Kajang Kabupaten Bulukumba, 2000-2020. Sari, Febrianti Wahyunita; Jumadi, Jumadi; Bustan, Bustan
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses munculnya tari Pabbitte Passapu di desa Tanah Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba, perkembangan tari Pabitte Passapu di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba, dan implikasi tari Pabbitte Passapu terhadap masyarakat Kajang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari atas empat tahapan yaitu: heuristik (mengumpulkan data), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkembangan Tari Pabbitte Passapu adalah sebagai berikut: (1) Sejarah awal munculnya tari tradisional Pabbitte Passapu yakni kegemaran para leluhur masyarakat Kajang dalam kegiatan persabungan ayam, tidak adanya data tertulis terkait sejarah awal kemunculan tarian ini dan hanya terdapat data secara lisan yang ada dalam cerita masyarakat yang berkembang secara turun temurun bahwa tarian ini telah ada sejak awal berdirinya kawasan adat. Namun, setelah persebaran agama Islam di awal abad ke-17 telah sampai ke Bulukumba kegiatan persabungan ayam telah dianggap membawa dampak negatif dikalangan masyarakat sehingga dibuatlah tari Pabbitte Passapu sebagai kesenian penghibur bagi masyarakat Kajang. (2) Seiring perkembangan zaman, tari Pabbitte Passapu mengalami beberapa perubahan dari segi jumlah penari, gerakan, dan alat musik yang digunakan (3) Implikasi tari tradisional Pabbitte Passapu terhadap masyarakat Kajang membawa dampak positif bagi sebagian generasi muda dan juga pada bidang sosial-budaya, ekonomi dan pendidikan. Tarian ini mengajak masyarakat Kajang untuk lebih berpartisipasi dalam event tari dan juga mengajarkan pada usia dini tentang tari Pabbitte Passapu. Penelitian ini menunjukkan tari Pabbitte Passapu merupakan tarian tradisional masyarakat Kajang yang masih dijaga kelestariannya sampai sekarang, seiring dengan perkembangan zaman membawa pengaruh terhadap tarian ini yang mulai dikreasikan oleh anak muda di  daerah Kajang.
Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara Tahun Ajaran 2021/2022 Lestari, Fuji Ema; Bustan, Bustan; Subair, Ahmad
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara pada Tahun Ajaran 2021/2022. Dengan mengkaji seluruh proses pembelajaran Sejarah serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Sejarah memasuki era New Normal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pembelajaran Sejarah di SMAN 6 Toraja Utara dilaksanakan dengan menggunakan metode blended learning pada semester ganjil dan pembelajaran secara tatap muka penuh pada semester genap. Metode blended learning membuat pembelajaran masih kurang optimal. Hal ini disebabkan dengan situasi dan kondisi yang kurang mendukung. Yakni peserta didik terkendala dengan kuota internet sehingga sulit mengakses pembelajaran secara online. Peserta didik tidak mendapatkan penjelasan materi dari guru dan tidak adanya interaksi baik dengan guru maupun peserta didik sehingga guru juga sulit memantau peserta didik secara langsung. Sedangkan pada pembelajaran tatap muka terbatas lebih banyak mendapat penjelasan materi di PTMT namun waktunya dibatasi. Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran Sejarah di SMAN 6 Toraja Utara tahun ajaran 2021/2022 yaitu adanya kebijakan pemerintah yang dikeluarkan melalui SKB 4 Menteri, faktor kesehatan, izin orangtua, sarana dan prasarana yang memadai, vaksinasi Covid 19, serta protokol kesehatan. Adapun faktor penghambat PTMT di SMAN 6 Toraja Utara yakni pandemi Covid 19, batasan waktu, faktor kesehatan, keraguan dan kekhawatiran orangtua peserta didik serta keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran daring.
Nahdlatul Ulama di Bulukumba, 1952-2020. Yasin, M. Syahrul; Bustan, Bustan; Patahuddin, Patahuddin
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nahdlatul Ulama di Bulukumba, perkembangan Nahdlatul Ulama di Bulukumba, dan implikasi keberadaan Nahdlatul Ulama terhadap masyarakat Bulukumba. Untuk mencapai tujuan tersebutmaka peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu:heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sosial keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terbentuknya NahdlatulUlama di Bulukumba berawal dari kehadiran Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan tahun 1950-an yang kehadirannya kala itu dalam bentuk partai politik. Kehadiran partai Nahdlatul Ulama tersebut, kemudian membentuk beberapa partai cabang Nahdlatul Ulama dibeberapa daerah di Sulawesi Selatan, salah satunya di Kabupaten Bulukumba yang saat itu bernama PartaiNahdlatul Ulama Cabang Bulukumba tahun 1952. (2) Perkembangan Nahdlatul Ulama diBulukumba ditandai dengan berdirinya Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama CabangBulukumba pada tahun 1959. Seiring berjalannya waktu, Pengurus Cabang Nahdlatul UlamaKabupaten Bulukumba kemudian membentuk 10 Majelis Wakil Cabang disemua Kecamatan di Kabupaten Bulukumba serta lembaga dan badan otonom untuk menjalankan fungsinya sebagai organisasi keagamaan seperti Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, PMII, GP Ansor, Lakpesdam,LDNU, dan sebagainya. (3) Implikasi keberadaan Nahdlatul Ulama terhadap masyarakat Bulukumba memberi banyak perubahan di tengah masyarakat seperti lahirnya para mubalighdan guru agama dibeberapa sekolah, berkembangnya lembaga pendidikan madrasah danpesantren, masifnya kegiatan keagamaan dibeberapa masjid dan majelis- majelis, sertamasyarakat adat Kajang mulai terfasilitasi dengan beberapa program yang dilaksanakan olehLakpesdam PCNU Bulukumba.
Cerdas Cermat Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Sejarah Materi Peristiwa Rengasdengklok Hingga Kemerdekaan di SMA Negeri 1 Parepare Andirwan Saputra; Bustan Bustan; Abdul Asis
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.549

Abstract

Pembelajaran sejarah disekolah yang identik dengan pembelajaran membaca dan menghafal peristiwa atau fakta sejarah dan penggunnaan sumber dan metode belajar yang tidak efektif akan membuat Peserta didik merasa bosan, jenuh, dan tidak termotivasi unntuk belajar. Penelitian ini membahas tentang penerapan Metode Pembelajaran C3T Cerdas, Cermat, Cepat dan Tepat. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana penerapan metode pembelajaran C3T dalam meningkatkan motivasi belajar Peserta didik pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Parepare. 2) apa saja faktor-faktor penghambat dan solusi penerapan metode pembelajaran C3T dalam meningkatkan motivasi belajar Peserta didik pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Parepare. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom action research), karena itu dalam penelitian ini Penulis memaparkan apa adanya sesuai dengan kondisi di lapangan, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode diskusi cerdas cermat pada mata pelajaran Sejarah kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 1 Parepare dapat diketahui bahwa peningkatan motivasi belajar Peserta didik pada siklus I dan siklus II. Pada data awal siklus I 47% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan 82%. Dari hasil ini dapat dikatakan bahwa penggunaan metode diskusi kelompok berhasil meningkatkan konsentrasi belajar Peserta didik. Karena konsentrasi belajar Peserta didik telah mencapai 80% maka siklus dihentikan pada siklus II.
Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa di SMA Negeri 1 Takalar Rahmat Azhari Haeruddin; Bustan; Husen
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas XII IPS 2 di SMA Negeri 1 Takalar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dengan memanfaatkan aplikasi canva sebagai alat bantu dalam memudahkan mengerjakan tugas. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi secara langsung oleh peneliti (guru). Penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data berupa: (1) lembar observasi yang berisi lembar observasi ketika merencanakan pembelajaran siklus 1 dan siklus 2; (2) lembar observasi hasil belajar siswa berupa dokumen hasil belajar. Dari hasil penilaian pada siklus I belum ada yang mencapai kriteria sangat berhasil dengan maksimal. Dan frekuensi terbanyak pada kriteria kurang berhasil dengan persentase sebesar 46,9% Sehingga penelitian pada siklus I meskipun belum memenuhi indikator keberhasilan secara maksimal, namun sudah terlaksana dengan cukup baik. Namun setelah penelitian dianjutkan pada siklus II frekuensi peserta didik dengan kriteria berhasil dan sangat berhasil meningkat dari siklus sebelumnya yakni 53,125 % kategori berhasil dan sebanyak 46,875% masuk dalam kategoro sangat berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi canva dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Takalar.
Hubungan Antara Gaya Belajar dengan Hasil Belajar dalam Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Sejarah Populer Pada Kelompok Mahasiswa Pendidikan Sejarah FISH UNM Ahmad Subair; Bustan Bustan
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i1.1254

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar dalam mata kuliah Sejarah Populer pada mahasiswa Pendidikan Sejarah di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM). Sampel penelitian terdiri dari 65 mahasiswa, dengan distribusi gaya belajar sebagai berikut: Visual (15 mahasiswa), Auditory (20 mahasiswa), Reading/Writing (10 mahasiswa), dan Kinesthetic (20 mahasiswa). Data gaya belajar dikumpulkan menggunakan kuesioner VARK, sementara hasil belajar diukur melalui skor ujian akhir semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar Reading/Writing memiliki rata-rata skor ujian tertinggi (80.3, SD=4.9), diikuti oleh Visual (78.4, SD=5.6), Auditory (75.6, SD=6.2), dan Kinesthetic (74.8, SD=6.5). Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai ???? = 0.35dengan p-value < 0.05, mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya belajar dan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya belajar merupakan faktor penting yang mempengaruhi hasil belajar mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan strategi pengajaran yang adaptif dan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa yang berbeda. Penggunaan teknologi dan metode pengajaran yang inovatif dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa.