Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa di SMA Negeri 1 Takalar Rahmat Azhari Haeruddin; Bustan; Husen
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas XII IPS 2 di SMA Negeri 1 Takalar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dengan memanfaatkan aplikasi canva sebagai alat bantu dalam memudahkan mengerjakan tugas. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi secara langsung oleh peneliti (guru). Penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data berupa: (1) lembar observasi yang berisi lembar observasi ketika merencanakan pembelajaran siklus 1 dan siklus 2; (2) lembar observasi hasil belajar siswa berupa dokumen hasil belajar. Dari hasil penilaian pada siklus I belum ada yang mencapai kriteria sangat berhasil dengan maksimal. Dan frekuensi terbanyak pada kriteria kurang berhasil dengan persentase sebesar 46,9% Sehingga penelitian pada siklus I meskipun belum memenuhi indikator keberhasilan secara maksimal, namun sudah terlaksana dengan cukup baik. Namun setelah penelitian dianjutkan pada siklus II frekuensi peserta didik dengan kriteria berhasil dan sangat berhasil meningkat dari siklus sebelumnya yakni 53,125 % kategori berhasil dan sebanyak 46,875% masuk dalam kategoro sangat berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi canva dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Takalar.
Hubungan Antara Gaya Belajar dengan Hasil Belajar dalam Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Sejarah Populer Pada Kelompok Mahasiswa Pendidikan Sejarah FISH UNM Ahmad Subair; Bustan Bustan
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i1.1254

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar dalam mata kuliah Sejarah Populer pada mahasiswa Pendidikan Sejarah di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM). Sampel penelitian terdiri dari 65 mahasiswa, dengan distribusi gaya belajar sebagai berikut: Visual (15 mahasiswa), Auditory (20 mahasiswa), Reading/Writing (10 mahasiswa), dan Kinesthetic (20 mahasiswa). Data gaya belajar dikumpulkan menggunakan kuesioner VARK, sementara hasil belajar diukur melalui skor ujian akhir semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar Reading/Writing memiliki rata-rata skor ujian tertinggi (80.3, SD=4.9), diikuti oleh Visual (78.4, SD=5.6), Auditory (75.6, SD=6.2), dan Kinesthetic (74.8, SD=6.5). Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai ???? = 0.35dengan p-value < 0.05, mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya belajar dan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya belajar merupakan faktor penting yang mempengaruhi hasil belajar mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan strategi pengajaran yang adaptif dan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa yang berbeda. Penggunaan teknologi dan metode pengajaran yang inovatif dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa.
Pembelajaran Inovatif Progresif: Desain Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Mengembangkan Keterampilan Kewirausahaan Buhari, Bustan; Sahabuddin, Romansyah; Herlina, Herlina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16639

Abstract

Beberapa tahun terakhir, pembelajaran berbasis proyek telah menjadi salah satu metode pembelajaran yang semakin populer. Peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik melalui metode ini, tetapi mereka juga memperoleh keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, seperti jiwa kewirausahaan. Metode ini dapat menjadi landasan yang kuat untuk mendorong minat dan kemampuan peserta didik untuk berwirausaha. Kajian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan partisipatif. Pembelajaran berbasis proyek adalah cara yang bagus untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa karena mereka mendesain proyek yang relevan, fokus pada proses, mengembarinya, dan membuat produk yang relevan. Proses pembelajaran ini biasanya berlangsung lebih lama dan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pembelajaran berbasis proyek adalah metode yang efektif untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan pada siswa. Guru dapat membantu siswa menjadi generasi muda yang inovatif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan membangun proyek yang relevan, fokus pada proses, dan evaluasi menyeluruh.
Integration of Entrepreneurship in High School Curriculum: Opportunities and Challenges Herlina Herlina; Romansyah Sahabuddin; Bustan Bustan
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7588

Abstract

This study highlights the importance of integrating entrepreneurship into the high school curriculum in Indonesia to prepare students for the increasingly complex challenges of the workforce. Integrating entrepreneurship into the curriculum offers significant opportunities, such as enhancing 21st-century skills, fostering collaboration with the business sector, and enabling students to create economic opportunities through independent ventures. However, its implementation faces various challenges, including limited resources, time constraints, and insufficient teacher competencies. The study adopts a descriptive qualitative approach, analyzing existing education policies and findings from interviews with teachers and practitioners of entrepreneurship education. The results emphasize the need for policies that support the integration of entrepreneurship into the national education curriculum and allocate resources for teacher training to enhance the quality and effectiveness of entrepreneurship education.
Belajar Sejarah: Memahami Masa Lalu Dalam Perspektif Peristiwa, Kisah, Ilmu dan Seni Bustan Bustan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i4.3749

Abstract

Berbicara tentang penting atau tidaknya belajar sejarah tentunya akan lebih jelas jika memahami kegunaan sejarah itu sendiri. orang tidak akan belajar sejarah jika tidak ada gunanya. Kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang, semua peradaban dan sepanjang waktu, sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu. Penulisan ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa silam, kemudian ke masa sekarang dan akhirnya ke masa depan atau dengan kata lain, dalam menyelidiki masa silam itu, kita tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan masa sekarang yang sedang kita alami bersama, dan sedikit banyak juga tidak dapat kita melepaskan dari persfektif masa depan. Oleh karena itu sejarah masa lampau harus kita pelajari dengan berpijak pada kenyataan-kenyataan perkembangan situasi sekarang dengan menancapkan perkiraan-perkiraan serta harapan-harapan yang berperspektif dari masa yang akan datang.
Urgensi Peran Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Yang Menyenangkan Bustan Bustan; Arismunandar Arismunandar; Ismail Tolla
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6383

Abstract

Peran guru tidak hanya terbatas pada mencerdaskan peserta didik dengan mengajarkan ilmu pengetahuan dalam kelas. Akan tetapi guru berperan dalam membantu mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik ke tingkat tertinggi yang dapat mereka capai agar mereka menjadi orang yang mampu menguasai pengetahuan dan mengembangkannya. Seorang guru harus mempunyai wawasan yang luas, tegas, kuat, dan berperikemanusiaan yang baik. Guru sebagai agen pembelajaran berperan sebagai fasilitator, motivator dan pemacu peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, terlindungi, tenang dan menyenangkan yang dapat menumbuhkan energi, semangat, dan keinginan belajar pada peserta didik. Guru harus mampu membina dirinya, yaitu keterampilan guru sebagai seorang spesialis. Guru diharapkan dapat memberikan dan menjaga marwah tentang pentingnya guru bagi peserta didiknya. Guru perlu berkomunikasi dengan efektif pada peserta didik guna mendukung tercapaianya pembelajaran yang menyenangkan.
Curriculum Relevance to Employment in Indonesia Bustan Bustan; Wahira Wahira
DIDAKTIKA Vol 30 No 2 (2024): Volume 30 Nomor 2 September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/didaktika.v30i2.8865

Abstract

Quality, relevance and competence are three aspects of higher education that are interrelated and have a direct contribution to increasing the nation's competitiveness in the field of human resources. This study uses qualitative research methods. The increasingly fierce competition for job seekers from higher education graduates in Indonesia demands the attention of higher education providers to always make adjustments to the curriculum. Increasing the relevance of this education should be the target of continuous quality improvement as part of an overall higher education quality assurance system.