Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Media Flipbook Berbasis Digital Terhadap Peningkatan Minat Membaca Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Sekolah Dasar Jazirotur Riskiyah; Milani Putri; Laili Amalia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media flipbook berbasis digital terhadap peningkatan minat membaca siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Minat membaca merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses belajar, karena melalui kegiatan membaca siswa dapat memperoleh informasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta memperluas wawasan. Namun, pada kenyataannya minat membaca siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh kurang menariknya media pembelajaran yang digunakan serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara sistematis dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis berbagai sumber data yang relevan, kemudian dianalisis secara induktif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media flipbook digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat membaca siswa. Hal ini terlihat dari meningkatnya perhatian, keterlibatan, serta antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan membaca. Siswa menjadi lebih aktif dan tidak mudah merasa bosan karena media yang digunakan bersifat interaktif dan menarik secara visual. Selain meningkatkan minat membaca, media flipbook digital juga berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa. Penyajian materi yang menggabungkan teks, gambar, dan animasi mampu membantu siswa memahami isi bacaan dengan lebih baik. Dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional, flipbook digital lebih efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Meskipun demikian, implementasi media ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sarana teknologi dan kompetensi guru dalam mengoperasikan media digital. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berupa penyediaan fasilitas serta pelatihan bagi guru agar pemanfaatan media digital dapat berjalan optimal.
Efektivitas Youtube Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Dalam Meningkatkan Minat Dan Keterampilan Berbahasa Siswa Nafidhatul Munawaroh; Shinta Widia Sari; Yanti Linarsih; Laili Amalia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1428

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis internet. Salah satu platform yang banylam kegiatan pembelajaran adalah YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas YouTube sebagai media pembelajaran bahasa dalam meningkatkan minat belajar dan keterampilan berbahasa siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur (literature review) dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah dan sumber pustaka yang relevan yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur pada Google Scholar dan jurnal terakreditasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa YouTube memiliki peran yang positif dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui penyajian materi yang menarik, interaktif, dan mudah diakses. Selain itu, penggunaan YouTube juga mampu mendukung pengembangan keterampilan berbahasa, khususnya keterampilan menyimak, menulis, berbicara, dan memahami teks. Keunggulan media audio-visual yang dimiliki YouTube memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa YouTube merupakan media pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan di era digital.
Pengaruh Era Digital Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Di Kalangan Remaja Nur Istiqomah Ramadhanti; Tazkiyatun Nafsil Madaniah; Sulis Indriyani; Yanti Linarsih; Laili Amalia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1450

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota suatu komunitas yang berupa suara yang dihasilkan oleh alat bicara manusia. Dalam berbagai aspek kehidupan manusia, bahasa berfungsi sebagai sarana untuk bertukar informasi, karena fungsi utama dari bahasa adalah sebagai media komunikasi. Seiring dengan waktu, Bahasa Indonesia terus berkembang dan beradaptasi. Kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, proses globalisasi, serta perubahan dalam perilaku sosial masyarakat mendorong munculnya berbagai metode baru dalam penggunaan bahasa. Di era digital saat ini, masyarakat dapat berkomunikasi dengan lebih gampang melalui berbagai platform media sosial. Penggunaan bahasa slang, akronim, dan istilah asing semakin umum dalam interaksi sehari-hari, terutama di kalangan anak muda. Studi ini mengaplikasikan pendekatan penelitian pustaka yang berkarakter kualitatif. Metode ini dipilih karena relevansi dengan tujuan penelitian yang ingin menganalisis dan memahami fenomena penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat dan benar di kalangan remaja di era digital secara mendalam. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan memeriksa dan mengumpulkan berbagai jurnal ilmiah, buku, serta dokumen lain yang berkaitan dengan topik penelitian ini.Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat krusial bagi remaja di era digital saat ini. Meskipun demikian, ada perubahan yang cukup mengkhawatirkan dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang benar di kalangan remaja, yang dipengaruhi oleh bahasa asing, bahasa gaul, dan perkembangan media sosial. Dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, diperlukan komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari semua pihak untuk mendorong generasi muda agar lebih bangga dan konsisten dalam memakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Transformasi Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Integrasi Literasi Dan Teknologi Digital: Kajian Literatur Oktavian Ilham Ramadhani; Safrina Safrina; Yanti Linarsih; Laili Amalia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1809

Abstract

Transformasi keterampilan berbicara siswa merupakan kebutuhan penting dalam pembelajaran abad ke-21 karena kemampuan komunikasi berkaitan erat dengan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan partisipasi akademik. Meskipun demikian, banyak siswa masih mengalami kesulitan menyampaikan gagasan, membangun argumentasi, memilih kosakata yang tepat, dan berbicara secara percaya diri, sementara pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi integrasi literasi dan teknologi digital terhadap pengembangan keterampilan berbicara siswa, mengidentifikasi bentuk media yang efektif, serta memetakan tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal, dan hasil penelitian relevan yang diterbitkan terutama pada periode 2020-2025. Literatur ditelusuri melalui basis data ilmiah, diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, kemudian diklasifikasikan dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan video pembelajaran, podcast, presentasi daring, media sosial edukatif, gamifikasi, dan aplikasi interaktif dapat memperluas kesempatan siswa untuk berlatih berbicara, memperoleh umpan balik, dan menghasilkan konten komunikasi. Integrasi tersebut meningkatkan keberanian, kelancaran, ketepatan berbahasa, penguasaan kosakata, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterlibatan siswa. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur, pemerataan akses, kompetensi digital guru, pendampingan, dan etika penggunaan teknologi. Dengan demikian, integrasi literasi dan teknologi digital merupakan strategi pembelajaran yang relevan untuk mentransformasi keterampilan berbicara siswa secara aktif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Analisis Kesalahan Morfologis pada Platform X Veny Fitriana Rahman; Laili Amalia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17938

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the forms of morphological errors found in users’ posts on Platform X (formerly Twitter). Morphological language errors have become a significant phenomenon as informal digital communication continues to develop, where the speed of message delivery is often prioritized over adherence to standard grammatical rules. This research employed a qualitative descriptive approach. The data sources consisted of posts, captions, comments, and replies from Platform X users that contained indications of grammatical deviations at the morphological level. Data were collected through observation, reading, and documentation techniques (screenshots), followed by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed three main types of morphological errors: affixation errors, compounding errors, and reduplication errors. Affixation errors were the most dominant type, characterized by the omission of prefixes, the inappropriate selection of affixes, and the incorrect use of allomorphs. These findings indicate that character limitations and the spontaneous nature of digital communication contribute to the high frequency of non-standard language use in digital spaces. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan morfologis yang terdapat pada unggahan pengguna di platform X (sebelumnya Twitter). Kesalahan berbahasa pada tataran morfologi menjadi fenomena yang signifikan seiring berkembangnya interaksi digital informal yang mengutamakan kecepatan penyampaian pesan dibanding ketepatan kaidah tata bahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berupa teks unggahan (caption), komentar, dan balasan dari akun resmi pengguna platform X yang mengandung indikasi kesalahan morfologis. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat, yang dilanjutkan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk utama kesalahan morfologis, yaitu kesalahan afiksasi, kesalahan komposisi (pemajemukan), dan kesalahan reduplikasi (pengulangan kata). Kesalahan afiksasi merupakan jenis kesalahan yang paling dominan, yang ditandai dengan pelesapan prefiks, ketidaktepatan pemilihan bentuk afiks, serta penggunaan alomorf yang keliru. Fenomena ini mengindikasikan bahwa keterbatasan karakter dan karakteristik komunikasi digital yang spontan memicu tingginya intensitas penggunaan ragam nonbaku di ruang digital.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN KERJASAMA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP YAYASAN PENDIDIKAN AL FATAH Laili Amalia; Yuliarsih; Rohmah Indahwati
JA (Jurnal Abdiku) : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, partisipasi, interaksi, dan kemampuan kerja sama siswa melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Pendampingan pembelajaran dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar terlibat secara langsung dalam proses belajar melalui diskusi kelompok, penyelesaian tugas bersama, berbagi pendapat, dan aktivitas pemecahan masalah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memiliki antusiasme yang lebih tinggi dalam mengikuti pembelajaran serta mampu menunjukkan sikap positif terhadap kegiatan akademik. Selain itu, program diarahkan untuk meningkatkan keberanian siswa dalam berkomunikasi, mengemukakan ide, mengajukan pertanyaan, dan menyampaikan hasil kerja di depan kelompok maupun kelas. Aspek tanggung jawab juga menjadi perhatian penting, yaitu dengan mendorong setiap siswa untuk berkontribusi terhadap pencapaian tujuan kelompok dan menyelesaikan tugas yang diberikan secara tepat waktu. Dengan demikian, program diharapkan mampu membangun budaya belajar yang kolaboratif, suportif, dan berkelanjutan